Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 62(revisi)


__ADS_3

Setelah mendengar perkatana Goro yang tidak tahu benar apa tidak mereka juga merasa ada benarnya juga. Pikiran Sebastian dan Goto yang saling bertatap satu sama lain. Kalau mereka yang kabur sudah dibantai oleh para monster.”Tapi itu masih belum cukup untuk kita tenang bukan,”kata Goto.


“Itu banar, kurasa kita harus kembali ke kastil karena di sini akan di urus oleh Goro dan Pimpiman pembunu,”ucap Clara.


“Tunggu dulu nyonya kenapa anda berkata pimpiman pembunuh. Apa maksudnya,”ucap Sebastian.


“Nanti kalian akan tahu tapi tidak ditempat ini sebaiknya kita pergi ke kastil,”ucap Clara. Dimana mereka kembali ke kastil dengan kuda yang mereka bawan. Tapi sampai di depan gerbang kastil mereka bertemu dengan kelompok Martin.”Clara kenapa kamu ada di luar dari mana saja kamu,”ucap Martin yang turun dari kudanya. Dimana Martin menghampiri kuda yang di naiki oleh Clara bersama dengan Kay.


“Martin apa sudah selesai pembasmian monsternya,”kata Clara.


“Itu tidak penting yang penting adalah kamu dari mana,”kata Martin yang terlihat menatap dingin Clara.


“Kita bicara di dalam saja bagaimana udara semakin dingin disini,”kata Clara. Tapi hari juga sudah semakin siang saat itu.Tapi Clara yang melihat Martin yang ingin tahu banyak hanya bisa mengganti topik. Martin yang tidak menjawab pergi ke kuda yang dia naikki dimana mereka semua segera masuk ke halaman pekarangan.


Clara yang turun dibantu oleh Martin yang sudah menuggu di samping kuda. Clara yang mengulurkan tangannya dimana dia ada disamping Martin. Segera turun dari kuda mereka masuk dan menuju satu ruang keluarga dimana mereka duduk tanpa berkata. Waktu terus berjalan sampai Martin melihat ke arah Clara yang ada disampingnya.


“Kenapa Martin,”ucap Clara yang biasa saja seperti tidak terjadia apa-apa.


“Apa tidak ada hal yang ingin kamu katakan kepada suamimu ini,”ucap Martin yang menuggu penjelaskan.


“Baiklah jadi apa yang ingin kamu dengan monster bermata satu, bubuk es, atau pembunuh yang datang ke kastil, atau juga kenapa aku ada diluar kasil,”ucap Clara yang membuat pilihan. Martin dan kakek bersama yang lain yang mendengar sedikit tercengang dengan pilihannya. Sampai akhirnya kedua orang yang khawatir dengan Clara membuka mulutnya secara serempak.”Semuanya,”ucap kakek Gland dan Martin.


Clara yang mendengar mereka berucap secara bersama sedikit terkejut dan Clara menunduk dan menghela nafas.”Jika ingin tahu semuanya ini akan menjadi panjang. Apa tidak masalah,”kata Clara yang teringat satu informasi yang penting sata dia melihat ke arah Azarata yang juga menatapnya.

__ADS_1


“Kenapa kamu melihatku Clara,”ucap Azarata yang merasakan tatapan dari Clara.


“Ini soal informasi yang aku dapatkan. Tapi apa kamu bisa memberitahukan raja kamu untuk memperketat wilayah Timalaya,”ucap Clara.


“Kenapa kamu berkata seperti itu. Apa akan ada yang datang ke wilayahku dengan maksud tidak baik,’ucap Azarata yang masih santai.


“Itu benar informasi yang aku dapatakan kalau wilayah kerajaan Matahari yang sekarang dipimpin oleh Ratu hendak ingn menaklukan wilayah timur dimana kerajaan Timalaya berada,”ucap Clara. Azarata yang mendengar itu tidak percaya dan bertanya lagi kepada Clara.”Dari mana kamu mendapatkan informasi itu. Aku masih tidak percaya dengan apa yang kamu katakan Clara,”kata Azarata.


Naton yang juga mendengar informasi itu juga membantu Clara.”Yang dikatakan Nyonya itu benar. Informasi ini datang dari mulut pimpinan pembunuh yang datang ke kastil. Yang kebetulan ditaklukan oleh nyonya,”ucap Naton.


“Apa yang kamu katakan Naton,”ucap Martin yang mendengarnya.


“Maaf tuan yang dikatakan oleh nyonya itu benar karena juga saya mendengar pembicaran itu,”kata Naton sedikit tertunduk. Karena merasakan hawa yang dingin menatap Naton ke arah dia saat melihat mata Martin.


“Satu lagi karena kondisi ini juga putra mahkota juga akan menjadi terket kerajaan Matahari karena ada ada di wilayah utara. Untuk sementara ini putra mahkota jangan jauh dari wilayah utara dulu untuk keselamatan,”kata Clara.


“Untuk keselamatan katakan kamu. Wilayah utara yang sudah hancur bagaimana bisa bertahan,”kata Azarata.


“Wilayah ini akan bisa bertahan putra mahkota. Di tambah lagi pihak ratu tidak akan bisa masuk ke wilayah ini jika mereka berkerja sama dengan kerajaan Barat,”ucap Clara yang terlihat dingin dan licik dengan wajah tersenyum.


Mori yang melihat sikap dari Clara yang tidak biasa dengan tatapan amisius tapi berbahaya. Hanya bisa mengambil satu kertas dan memukul Clara sambil berkata,”Nyonya ada salah jalur apa anda ingin sama dengan ratu yang membunuh ibu anda. Apa ibu anda akan suka dengan ini.”


Clara yang kembali sadar setelah mendapatkan teguran dari Mori berkata,”Tidak.”

__ADS_1


“Jika tidak kenapa anda memikirkan pikirkan jahat itu datang. Apa nyonya ingin masuk ke ruang bawah tanah lagi dan membuat anda terluka,”ucap Mori yang ada disampaing kepala Clara dengan tatapan tajam. Clara yang melihat itu sedikit terkejut dan tersenyum.


“Aku tidak akan melakukannya aku akan istirahat untuk bereksperimen. Lebih baik aku mencari tahu tentang proyek kerajianan untuk menutupi kerugian, bukan,”ucap Clara yang mengganti topik. Sementara yang lain yang sedang melihat mereka berdua hanya bisa diam saja. Tapi ada rasa khawatir dengan apa yang dilakukan oleh Clara.


“Mori yang dilakukan Clara itu eksperimen apa,”ucap Gland.


“Seperti bubuk yang kalian gunakan untuk melawan monster dan bubuk ini. Semua ini adalah ciptaan nyonya untuk melawan para penyusup dan pembunuh yang datang ke wilayah utara dan saat tingal di kastil di dalam istana juga nona mengalahkan pembunuh yang datang ke kamarnya dengan bubuk ini,”ucap Mori sambil menunjukkan bubuk yang dibuat.


“Pembunuh datang mencari Clara apa maksudnya dan pembunuh yang datang ke kastil,”ucap Baned.


“Mereka datang untuk membunuh diriku dan tuan tanah atas perintah dari ratu,”ucap Clara.


“Apa ratu,”ucap Gland yang tidak habis pikir dengan apa yang dilakuakan dimasa lalu oleh Ratu terhadap anaknya yang seorang putri.


“Maksud kamu ratu ingin membunuh kamu dan Martin. Tapi kenapa dia ingin membunuh kamu dan Martin saat ada diwilayah utara bukan saat di istana,”ucap Gland.


“Itu aku juga tidak tahu mungkin saja sekali serang dapat dua orang mungkin. Di tambah lagi saat di istana ratu juga gagal membunuhku karena orang yang dia rekcrut selalu berpindah  haluan. Iya tidak Goro,”ucap Clara yang mendengar langkah kaki Goro dan pembunuh yang telah selesai dengan urusannya di luar tembok.


“Itu banar ditambah lagi bayaran yang diberikan cukup terjangkau dan ditambah lagi aku bisa membahagiakan orang tuaku dan membayar biaya pengobatan adikku yang sakit,”ucap Goro yang muncul bersaja dengan pimpiman pembunuh.


“Siapa disamping kamu goro,”ucap Martin.


“Dia sama denganku yang berpindang haluan karena rencana nyonya tuan,”ucap Goro.

__ADS_1


“Apa dia yang datang ke kastil yang ingin membunuh kamu Clara kenapa kamu masih tidak membunuhku. Jika kamu takut aku akan membunuhnya,”ucap Martin yang berdiri. Tapi dihentikan oleh Clara yang ada disampingnya.”Jangan dia masih ada gunanya,”ucap Clara sambil melihat kearah Martin. Tapi setelah semua itu apa semua akan selesai?.


__ADS_2