Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 120(revisi)


__ADS_3

Martin yang berjalan keluar dan menutup pintunya. Di depan pintu baru Martin bertanya kepada paman Orben.”Duke Orben kenapa anda datang ke wilayahku, tanpa ada pemberitahuan lebih dulu,”ucap Martin.


“Aku tahu kamu akan berkata seperti itu. Tapi dari pada itu kamu kembali dan langsung ke kamar istri kamu. Tapi sejak kapan kamu menikah Martin,”kata Duke Orben.


“Untuk apa anda ingin tahu. Tapi karena paman sudah ada disini akan aku katakan kalau Clara adalah istriku,”ucap Martin.


“Kapan kalian menikah dan kenapa kamu tidak mengundang paman kamu ini,”ucap Duke Orben. Di saat Martin ada di depan pintu bersama dengan Duke Orben. Clara yang sedang menuggu di atas kasur sedang bersantai. Tapi saat  Clara sedang bersantai, Clara yang tidak terlalu waspada dengan saat itu. Mendapatkan serangan yang tidak tahu dari mana asalnya.


Dimana anak itu menusuk tubuh Clara yang sedang berdiri. Mata Clara yang melihat kebawa dan hendak melihat ke luar jendela disaat itu panah musuk tubuh Clara. Dimana Clara tiba- tiba terjatuh. Martin dan Duke Orben yang ada diluar bersama Sebastian mendengar suara keras yang terjatuh dari dalam.


“Clara,”ucap Martin yang segera  berbalik dan masuk ke dalam. Martin yang masuk mencari Clara sampai di tempat Clara terjatuh. Martin segera menyuruh Sebastian memanggil dokter ke sini. Sementara kakak Clara yang meraskan ada penyerangan melihat ke arahnya.


“Kalian berdua pergi cari penyusup itu untuk di tangkap. Aku akan bertemu dengan Clara untuk memberitahunya,”ucap kakak pertama. Setelah menyampaikan kepada kakak kedua dan ketiga yang segera menangkap penyusup yang masuk ke wilayah utara.


Kakak pertama segera pergi ke kamar Clara. Tapi dia melihat banyak orang yang datang ke kamar Clara. Kakak pertama yang melihat Mori segera menghampirinya dan bertenya.”Mori apa yang sedang terjadi sini,”ucap kakak pertama.


“Kakak Nyonya,”ucap Mori yang bersedih dimana Mori sedang dirangkul oleh Jesi didekatnya.”Clara apa yang terjadi,”ucap kakak pertama yang segera merobos masuk.


Dimana didalam sudah ada Martin dan Duke Orben yang sedang menuggu hasilnya. Kakak pertama yang melihat Clara berbaring tidak berdaya disampingnya ada bekas baju dan baskom air yang berwarna merah.


“Apa yang terjadi dengan adikku,”kata Kakak pertama yang berjalan ke kasur dimana Clara berbaring. Tapi ditahan oleh Sebastian, kakak pertama yang tidak perduli hanya bisa memancarkan kemarahan. Yang membuat Sebastian tidak bisa menghentikannya. Tapi Martin berkata,”Jika kamu ingin Clara tidak terjadi apa-apa biarkan dokter menyelesaikan pengobatannya.”

__ADS_1


“Kamu pasti suaminya Clara. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Clara?Seharusnya dia tidak terluka separah ini,”kata kakak pertama.


Tapi Martin yang juga mencoba tegar melawan rasa sedih itu hanya diam saja. Dimana kakak pertama mengambil anak panah yang ada di samping dokter. Kakak pertama yang melihat anak panah yang dikenal.”Pembunuh dari kerajaan Barat,”ucap Kakak pertama.


Tanpa berpikir panjang kakak pertama yang penuh dengan kebencian itu segera memanggil kedua adiknya yang segera mencari penyusup yang datang ke utara. Yang bisa menjadi salah satu pembunuh yang memberikan bidikan anak panah. Hanya dengan aura yang menekan kedua adik itu sadar dengan kemarahan kakaknya.”Kurasa orang ini sudah membuat masalah besar kepada kakak pertama,”kata kakak kedua yang melihat penyusup yang setengah sadar.


“Kurasa iya. Kita segera memberikan kepada kakak pertama,’kata kakak ketiga. Dimana kedua orang itu pergi ke tempat kakak pertama yang ada di teras kamar Clara. Mereka berdua yang segera naik ke atas melihat kakaknya yang marah hanya bisa melemparkan penyusup itu didepan kakak pertama.


“Kakak apa yang sedang terjadi di sini,”ucap kakak ketiga. Kakak kedua yang melihat dibelakang kakak pertama. Melihat Clara yang berbaring dimana kakak kedua tahu apa yang terjadi dengan kakak pertama yang marah.”Pasti orang ini tahu penyebabnya,”ucap kakak kedua yang berlutut dan memukul wajah dari penyusup untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.


Tapi di tempat lain Martin yang tidak perduli dengan mereka bertiga. Karena mata masih saja melihat ke arah Clara yang berbaring tidak sadarkan diri. Penyusup yang sudah sadarkan diri melihat ke arah ketiga kakak yang mengepungnya.”Kamu bisa membuka mulutmu bukan,”ucap kakak kedua dengan tatapan santai tapi menakutkan.


Karena disetiap ucapan yang dilontarkan oleh kakak kedua mengandung racun bagi siapa saja yang sudah membuat marah.”Apa yang kalian inginkan,”ucap penyusup.


“Apa kalian kira aku akan mengatakannya. Wanita itu pantas mati dia pembawa sial,”ucap penyusup.


“Pembawa sial atau kamu di suruh oleh wanita ini,”kata kakak kedua. Karena kata yang diucapkan oleh kakak kedua bertepatan dengan kakak ketiga yang menyeret Melinda yang dengan paksa. Duke Orben yang tidak tahu apa yang sedang terjadi membela Melinda.”Cukup apa yang kalian katakan,”ucap Duke Orben.


Jesika yang datang setelah Duke Orben membelanya.”Paman mereka telah menuduh Melinda paman,”kata Jesika yang satu pihak dengan Melinda.


“Menuduh apa yang kalian katakan. Apa kalian kira aku tidak tahu siapa kamu,”ucap kakak pertama yang melirik ke belakang dengan tajam.

__ADS_1


“Kalau kamu tidak mau mengatakannya. Aku juga bisa mengatakan kepada kamu tanya orang ini mengatakannya,”ucap kakak pertama yang menarik leher penyusup dan membuang didepan Melinda.


“Apa benar kamu tidak mengenal orang ini. bukan kalian satu tujuan yang sama. Apa perlu aku berikan semua dokumen itu kepada kalian,”kata Kakak kedua. Martin yang melihat ke arah Melinda. Melinda yang menghampirinya berkata kalau bukan dirinya yang melakukannya.


“Percuma saja kamu berbohong. Jika terjadi dengan adik kecilku, negara kalian akan hancur di saat yang sama,”kata kakak pertama.


“Kamu tidak bisa melakukannya. Hanya kalian bertiga memang bisa menghancurkan negarku, tidak,”kata Melinda yang melawan.


“Kata siapa hanya bertiga,”ucap Delen yang datang. Karena merasa hawa keberadaan nona Clara mengecil. Karena perasan yang tidak enak Delen datang bersama dengan pasukannya menjaga wilayah. Disaat perasaan Delen tidak enak dengan Clara.


“Siapa kamu?,”ucap Melinda yang terkejut.


“Siapa aku itu tidak penting. Tapi jika kamu tidak mengatakannya seperti kakak pertama negara kamu akan hancur,”ucap Delen.


“Musuh dari saudaraku akan menjadi musuh dari kerjaaan Matahari yang baru,”ucap Leo yang juga datang bersama pasukan yang kuat datang ke utara.


“Kamu bukan Leo raja dari kerajaan Matahari yang baru. Kenapa kamu bisa ada disini,”kata Melinda.Leo yang tidak perduli dengan wanita itu segera membawa dokter untuk mengobati  Clara.


“Kakak Clara kamu harus bertahan, jangan tinggalkan Leo sendiri,”ucap Leo di samping Clara.


“Apa hubungan kamu dengan Clara,”kata Melinda yang hendak berjalan mundur. Karena Melinda tidak tahu siapa yang mendukung Clara.

__ADS_1


“Kamu mencoba membunuh kakakku, kamu akan mati. Kamu hanya ada satuk kesempatan untuk mengatakannya. Siapa orang yang menyuruh kamu,”ucap Leo kepada penyusup yang datang ke arahnya. Siapa saja yang membela Clara akan datang semua. Disaat Clara dalam masa kritis apa kakek dari Clara akan datang juga.


__ADS_2