Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 103(revisi)


__ADS_3

Oben yang mendapatkan perintah untuk memanggil Derek hanya bertanya dalam hatinya.”Apa yang dilakukan Derek sampai tuan marah,”batin Oben. Yang segera berjalan keluar dari ruang di perjalanan menuju tempat latihan.


Oben yang masih memikirkan apa yang dia lihat barusan. Di tempat latihan Derek yang merasakan hawa dingin hanya bisa memeluk dirinya sendiri dengan tubuh yang seperti kedinginan.”Kamu kenapa Derek, apa kamu sakit,”ucap Sebastian.


“Tidak hanya saja seperti ada yang membicarakan diriku saja,”kata Derek yang berpikir seperti itu. Tapi di saat mereka sedang berbincang masalah apa yang terjadi Oben datang menghampiri mereka berdua yang sedang bersama.”Hai Derek kamu melakukan kesalahan apa?,”kata Oben dari belakang.


Derek dan Sebastian melirik ke belakang yang tampak Oben datang ke arah mereka.”Kesalahan apa aku saja tidak mendapatkan tugas apa-apa,”kata Derek yang berpikir.


“Jika kamu tidak melakukan kesalahan kenapa tuan memanggil kamu dengan wajah yang dingin,”kata Oben.


“Mana aku tahu. Tapi apa yang kamu katakan tadi tuan mencariku dengan wajah dingin,”kata Derek. Yang dirinya merasa kalau dirinya akan mendapatkan hukuman.


“Itu benar tuan mencari kamu. Segeralah pergi ke ruang tuan sekarang dan meminta maaf. Jika kamu melakukan kesalahan,”ucap Oben. Tapi pada saat yang sama Derek segera berlari ke ruang Martin untuk meminta maaf. Tapi diperjalanan menuju ruang kantor Martin, Derek juga sedang berpikir kesalahan apa yang dia buat sampai Martin terlihat tidak baik.


“Aku berharap ini bukan kesalahan yang fatal,”ucap Derek. Di depan pintu Derek berhenti sebentar untuk menghela nafas panjang sebelum dia mengetuk pintu. Tapi di tempat lain Oben dan Sebastian yang masih di lapangan latihan saling memadang satu sama lain.


“Cepat juga anak itu pergi belum aku selesai bicara.Dia sudah kabur dulu,”kata Oben.


“Bukan itu pantas saja dia lari dulu sebelum mendengarkan penjelasan kamu. Tapi kenapa tuan mencari Derek Oben,”kata Sebastian.


“Aku juga tidak tahu. Setelah tuan masuk ke dalam ruangan dengan wajah dingin dan penuh amarah. Dia memintaku untuk memanggil DereK. Itu yang aku tahu,”kata Oben.


“Semoga saja Derek selamat dari amukan tuan,”ucap Sebastian yang kembali mulai berlatih kembali. Oben yang juga berjalan kembali ke ruangan untuk menyelesaikan beberapa dokumen yang belum selesai.

__ADS_1


Tapi di tempat lain Derek yang sudah masuk ke dalam melijhat hawa dingin disekitar Martin.”Tuan kenapa mencari saya,”ucap Deerek dengan hati-hati.


“Kamu sudah datang Derek,”ucap Martin yang melihat ke luar jendela. Belum sempat Martin bertanya tentang Clara di istana. Derek menghadap dan berkata,”Maaf tuanjika saya melaukan kesalah. Saya tidak akan melakukan hal yang membahayakan tuan lagi. Tolong berikan satu kesempatan untuk saya.”


Martin yang mendengar menoleh dan melihat Derek yang sudah jongkok meminta ampunan kepada Martin.Tapi Martin yang melihat itu sedikit bingung.”Memangnya kamu melakukan kesalahan apa sampai kamu bersujud dihadapanku Derek,”kata Martin.


“Bukan tuan memanggil karena ingin menghukumku bukan,”kata Derek yang melihat ke arah Martin.


“Siapa juga yang kamu menghukum kamu. Aku memanggilk kamu ke sini hanya ingin tahu tentang Clara saat kamu di istana Matahari. Siapa juga yang ingin menghukum kamu,”kata Martin yang tidak habis pikir kepada Derek.


“Jadi tuan memanggilku hanya untuk tahu tentang kehidupan Clara di istana, bukan mau menghukumku,”kata Derek.


“Iya, dari siapa kamu akan dihukum,”kata Martin yang mencari kejelasan dari kesalahpahaman keduanya.


“Oben kamu diluar,”kata Martin. Oben yang mendengar suara Martin segera masuk.”Iya tuan kenapa memanggil saya,”kata Oben yang sedikit gelisah.


“Kalian ini salah paham aku marah bukan kepada Derek atau kamu Oben. Aku marah dengan apa yang sudah terjadi dengan Clara di istana itu saja. kalian ini,”ucap Martin.


“Jadi tuan masuk dengan wajah dingin dan ingin marah itu bukan karena Derek. Tapi karena Nyonya Clara yang membuat tuan sedikit emosian,”ucap Oben.


“Itu benar karena aku mendengar cerita yang tidak enak dari kehidupan Clara di istana. Yang membuat aku marah dan kesal kepada raja dan ratu di istana Matahari,”kata Martin yang kembali duduk kembali.


“Jadi tuan ingin tahu tentang nyonya yang bagian mana,”kata Derek.

__ADS_1


“Aku ingin tahu kondisi dia saat kamu menjalankan misi mencari tahu tentang Clara. Apa ada keanehan yang terjadi?,”ucap Martin.


“Tentang Nyonya ya. Saya hanya tahu kalau nyonya dan Mori itu mencari uang dengan menjual hasil kerajinan tangan yang dibuat oleh Nyonya untuk memenuhi kebutuhan keseharian mereka. Pakaian yang digunakan oleh nyonya juga berbeda pada umunya lebih sederhana dan di modifikasi ulang. Untuk makanan mereka kadang mereka membeli dari pasar setelah Mori menjual hasil kerajinan tangan yang di buat Nyonya. Tapi kadang juga mereka memetik sayuran dari halaman yang sudah ditanami sayuran oleh mereka. Itu yang saya tahu,”ucap Derek menjelaskan kepada Martin.


“Apa yang kamu katakan itu benar Derek. Lalu dimana tunjangan uang yang seharus mereka dapatkan sebagai putri kerajaan Matahari,”kata Martin.


“Saya mendapakan informasi kalau uang tunjangan mereka diambil oleh Ratu bisa dikatakan di sita karena nyonya tidak dianggap oleh raja. Katanya membuang uang saja dari pada diberikan kepada Nyonya uang tunjangan itu dibagikan untuk memenuhi kebutuhan kedua putra ratu,”kata Derek.


“Apa raja yang tidak tahu terima kasih, bodoh lagi. Lalu bagaimana kondisi tempat tingga Clara di vila tulip,”kata Martin.


“Tempay tinggal nyonya bisa dikatakan jauh dari istana utama. Hanya dirawan pada bagian tertentu saja. Tapi yang merawat dan memberihkan vila tulip bukan pelayan melainkan Nyonya dan Mori saja mereka berdua,”kata Derek.


“Dimana para pelayan sampai harau Clara yang turun tangan,”kata Martin yang masih tidak percaya kalau Clara membersihkan vila yang harus dilakukan oleh seorang pelayan.


“Pelayan yang adai divila tulip hanya ada Mori saja tuan. Yang lain ada di istana utama dan sebagian lagi kalau memang ada pelayan mereka hanya mematai nyonya untuk dilaporkan kepada ratu,”kata Derek.


“Ini sudah keteraluan,”ucap Martin yang marah mendengarnya.


“Apa lagi yang kamu ketahui dari kehidupan Clara,”kata Martin yang masih mengintograsi Derek yang diberikan tugas mencari tahu tentang Clara.


“Kalau yang saya cerita ini adalah bagian Goro yang saat itu masih dibawah oleh ratu untuk membunuh nyonya. Tanpa ada pengawasan Nyonya bertahan hidup didalam malam hari hanya untuk bisa hidup tuan. Karena ada kejadian dimana Goto diberikan tugas oleh ratu untuk membunuh nyonya. Tapi Nyonya sudah terbiasa dengan pembunuh itu, yang membuat Goto lengkah dan menjadi bawhan dari Nyonya sampai sekarang. Bisa dibilang sebagian dari orang Nyonya itu adalah pembunuh yang datang ke tempat nyonya,”kata Derek.


“Jadi Clara selalu didatangkan oleh pembunuh dari ratu dan sampai sekarang masih ada yang datang,”kata Martin yang berwajah dingin. Derek hanya menganggu saja kepada Martin yang telihat dalam kondisi emosi yang besar. Sampai meja di depan Martin sudah dipukul oleh Martin karena mendengar cerita dari Derek. Tapi setelah mendengar itu bagaimana Martin, tapi ada kisah apa lagi yang dia tidak ketetahui dari semua cerita yang Martin dapatkan?.

__ADS_1


__ADS_2