
”Hai Kay apa yang kamu katakan tadi?,”ucap Baned.
“Aku Cuma berkata kalau keponakan kita itu menyembunyikan rahasia. Tapi dia tidak bisa mengatakan sekarang, termasuk kejadian yang aku lihat,”ucap Kay dan memalingkan wajahnya.
“Apa yang kamu tahu dari Clara, Kay,”ucap Baned.
“Aku tidak bisa mengatakannya. Karena ini permintaan keponakanku. Tapi ayah kenapa kita tidak bawa saja Clara dari tempat ini, mungkin saja ratu akan menyerang lagi,”ucap Kay.
“Ayah juga ingin mengambilnya. Tapi jika Clara tidak mau, bagaimana,”kata Gland.
“Tapi kenapa kalian percaya kalau dia adalah orang yang dicari,”ucap Azarata.
“Karena kami adalah keluarga ada ikatakan darah yang selalu ada dalam keluarga Bringdah,”ucap Gland.
“Aku tidak percaya kalau tuan Gland akan berkata seperti itu yang biasanya diam saja terlihat tegas dan percaya diri dengan apa yang kamu lihat. Tapi sebelum itu apa yang akan kalian lakukan setelah bertemu denga Clara,”kata Azarata.
Mereka bertiga diam untuk sesaat karena tidak tahu harus berkata apa. Sampai topik lain datang mengganti topik tentang Clara. Beberapa menit kemudian pesan datang dari Timalaya kalau mereka sudah siap untuk bertarung. Jika memang kerajanan Matahari ingin menyerang kerajaan Timalaya. Tapi dari pesan yang masuk juga menayakan kapan mereka akan datang dan berapa jumlahnya.”Kurasa kita hanya bisa menuggu mata-mata dipihak kita untuk mencari dulu soal kapan dan berapa mereka akan datang ke Timalaya,”ucap Gland sambil berpikir.
“Pagi besok kita akan tanyakan kepada pembunuh itu bersama dengan Clara,”ucap Kay. Azarata yang mendengarnya menganggu saja sampai mereka kembali ke kamar. Malam yang tenang datang walaupun hanya untuk sehari saja. Ketenangan itu datang karena berbagai agenda dan rencana sedang disusun oleh semua orang untuk melawan Ratu dan mempertahankan wilayah.
Pagi datang dimana Martin yang sudah bangun dari pukul 5 pagi dimana dia melihat perkembangan wilayah yang sudah hancur karena datangnya monster.Clara yang merabah kasur dan dimana Martin sudah tidak ada dikasur. Membuat Clara membuka matanya dan melihat sekelilingnya. Dimana Mori yang sedang menyiapkan pakaian dan membuka tirai jendela.”Nyonya sudah bangun,”ucap Mori.
“Iya Mori, dimana Martin kenapa dia tidak ada dikamar,”ucap Clara.
“Tuan sedang melihat wilayah yang terkena monster nyonya. Apa nyonya ingin sarapan di ruang makan atau di kamar,”ucap Mori.
__ADS_1
“Di ruang makan saja. Aku akan segera membersihkan diriku,”ucap Clara yang bangun dari kasurnya dimana dia segera menuju kamar mandi. Dimana Clara berbaring didalam bak air yang sudah tercampur dengan bau wangi dari macam-macam bunga. Clara yang membasuh tangannya dengan air dengan tubuh yang tergenang di dalam bak air. Dimana Clara menikmati pagi yang indah dengan pikiran yang tenang. Selesai memberishkan diri dan berpakaian Clara berjalan bersama dengan Mori menuju ruang makan.
Dimana Clara yang sudah lewat pintu melihat putra mahkota bersama dengan Gland kakek Clara yang makan bersama.”Clara,”ucap Gland.
“Kakek putra mahkota salam pagi,”ucap Clara dengan sopan. Clara yang berjalan menuju tempat duduk yang sudah disiapkan dimana Clara menikmati sarapan paginya bersama mereka berdua. Disela makan Clara bertanya apa makanannya sesuai dengan selera mereka berdua. Respon yang diberikan oleh mereka berdua sangat baik.
Sampai mereka selesai Gland mengajak Clara untuk bicara bersama dengan putra mahkota. Clara yang tidak tahu apa yang ingin mereka bicarakan hanya menganggu dan mengiyakan saja. Dimana Clara ikut bersama dengan mereka berdua menuju satu ruangan dekat kamar mereka berdua. Clara yang mersa penasaran bertanya kepada kakek Gland sebelum mereka sampai.”Apa yang kakek ingin bicarakan denganku,”ucap Clara.
Tapi Clara yang tidak memperhatikan kalau mereka sudah sampai di ruangan dimana mereka ingin bicara. Clara yang duduk dan di ikuti oleh Gland dan Azarata.”Jadi apa yang kamu katakan tadi Clara,”ucap Gland.
“Aku hanya ingin tahu apa yang ingin dibicarakan itu saja,”ucap Clara dengan singkat.
“Aku ingin tahu kelanjutan dari penyerangan wlayah timur,”ucap Azarata.
“Soal itu ya,”ucap Clara yang berdiri dimana dia membuka teras yang dimana Goro dan pembunuh sudah datang. Mereka berdua masuk mengikuti Clara.”Ada apa nyonya,”ucap Goro.
“Nyonya apa kamu tega menyuruhku pergi bersama dengan dia. Aku tidak mau pergi bagaimana jika nyonya mendapatkan serangan lagi sama seperti waktu itu,”ucap Goro.
“Kamu lakukan saja sekalian sudah waktunya kita menjual barang bukan. Kamu lupanya ada bisnis yang tidak bisa ditinggalkan. Kita butuh dana perbaikan,”ucap Clara dengan tegas.
“Itu banar sih. Tapi laporan apa dulu yang dibutuhkan,”ucap Goro sambil berpikir. Sementara pembunuh dan kedua orang yang bersama dengan Clara hanya diam saja.”Yang dibutuhkan adalah jumlah dan kapan itu mereka pergi,”ucap Azarata.
Goro yang melirik ke arah Azarata.”Baiklah,”ucap Goro.
“Tapi apa hanya itu saja yang diinginkan,”kata Goro.
__ADS_1
“Untuk sekarang itu dulu saja,”ucap Clara. Goro hanya menganggu saja sampai dimana mereka berdua segera pergi.
”Goro sebelum kamu pergi kamu bisa panggilkan Kal ke sini dulu. Ada hanya yang ingin aku bahas,”ucap Clara.
“Baik nyonya aku akan sampaikan kepada Kal,”kata Goro. Sementara mereka berdua sudah pergi hanya ada Gland dan Azarata.”Apa yang kalian bicarana singkat sekali. Seperti Goro sudah tahu apa yang akan dilakukan saja,”ucap Azarata.
“Ya bisa dikatakan seperti itu, kami sudah tahu apa yang harus dilakukan. Walaupun dulu dia ingin membunuhku,”ucap Clara.
“Sebenarnya apa yang sudah terjadi kepada kamu Clara,”ucap Gland.
“Apa yang sudah terjadi kepadaku ya,”ucap Clara sambil berpikir.
“Kenapa kamu diam saja. Dia itu adalah kakek kamu bukan sudah beberapa tahun kalian tidak bertemu. Tapi sikap kamu ini sedikit berbeda dengan apa yang aku pikirkan,”ucap Azarata.
“Memangnya apa yang kamu pikirkan sampai berkata seperti itu,”ucap Clara yang tidak bisa berkata lagi dengan pertemuan mereka. Karena mereka memang sudah lama tidak bertemu satu sama lain. Tapi mau bagaimana lagi dengan suasana yang kacau ini mau mengenak masa lalu dan memulai yang baru. Itu akan sangat sulit ditambah lagi wilayah sudah kacau karena serangan tidak terduga setelah Clara sudah menikah.
Clara yang menghela nafas dan menatap mereka.”Kamu tidak usah memaksa diri kamu Clara,”ucap Gland.
“Terima kasih kakek. Tapi apa hanya ini saja yang ingin dibicarakan,”ucap Clara.
“Tidak, tapi bagaimana kamu akan menyelesaikan semua kekacauan ini,”ucap Azarata.
“Bagaimana ya?,”ucap Clara yang sambil tersenyum. Mereka yang menatap Clara hanya bisa diam saja dan tidak berkata apa-apa sampai pintu terbuka.”Nyonya apa kamu mencari saya,”ucap Kal yang datang.
“Iya laporan hasil kerajian kita sudah sampai tahap mana,”kata Clara.
__ADS_1
“Melihat situasi ini baru tahap pemeriksaan saja dan belum memulai memproduksi. Tapi nyonya apa yang akan anda buat lebih dulu dan kita akan menjual ke wilayah mana dari kerajana Matahari,”ucap Kal. Clara dengan aktifitas biasa melihat kondisi wilayah masih berpikir apa yang akan dilakukan oleh ratu dan bagaimana Clara akan menjegahnya nanti.