
Awalnya Clara ingin kembali ke kamarnya tapi memikirkan gudang yang penuh itu belum kosong membuat dia kepikiran. Sehingga Clara dan Kal mulai membahas rencana apa yang akan dia buat untuk mengosongkan gudang yang penuh dengan uang yang belum terjual tersebut.
“Jadi nona apa yang ingin anda buat dengan bahan yang sudah ada tersebut,”ucap Kal.
“Itu dia ada banyak ide yang muncul. Tapi aku harus tahu dulu jenis bahannya, terlebih dahulu. Mori bisa kamu panggilkan Naton ke sini,”ucap Clara.
“Baik nona,”ucap Mori yang segera dia pergi mencari peleyan Naton. Tapi di tempat Martin yang dimana dia sudah sampaI di depan pintu dimana para rombongan yang sudah terluka dan berlindung. Tapi melihat lambang dari kereta kuda yang mereka kendarai membuat Martin seperti mengenal lambang tersebut.”Kenapa aku merasa tidak saing dengan lambang tersebut ya,”ucap Martin sambil berpikir.
Tapi pada saat yang sama salah satu dari rombongan menyapa Martin yang sudah datang.”Terima kasih tuan suah mengizinkan kami untuk tinggal. Tapi jika tuan tidak keberatan kami ingin menayakan soal pimpinan Utara,”kata rombongan.
“Untuk apa anda ingin bertemu dengan tuan kami,”kata Derek. Tapi Goro yang melihat tidak asing berkata,”Apa anda keluarga dari nona Clara dari keluarga Bringdah yang di usir.” Rombongan yang mendengar tersebut terdiam untuk sesaat. Dimana pikiran salah satu pimpinan rombongan bertanya dalam hatinya.
“Siapa mereka?,”batin rombongan.
“Goro tutup mulut kamu,”ucap Derek.
“Untuk apa lihat lambang di kereta kudanya bukan itu lambang dari Bringdah. Pasti mereka datang bertemu dengan nyonya Clara,”kata Goro.
“Tunggu sebentar. Kami memang datang ke sini untuk bertemu dengan keponakan saya. Yang menikah dengan pimpinan wilayah utara ini. Tapi anda ini siapa dan bagaimana anda tahu nama dari keponakan saya,”kata rombongan Bringdah.
“Itu mudah saja karena saya adalah bawahan keponakan anda dan tuan yang ada disamping saya ini dalah suami dari keponakan anda,”kata Goro.
“Apa itu benar kalian jangan membohongi kami,”kata keluarga Bringdah.
__ADS_1
“Mana mungkin kami berbohong.,”kata Goro. Sementara Derek dan Martin hanya bisa menghela nafas saja. Tapi setelah memastikan lambang tersebut Martin baru sadar kalau mereka adalah keluarga Bringdah. Tapi Martin masih bertanya kenapa mereka bisa ada disini sementara suratnya baru saja datang.
Martin yang masih waspada mencari tahu dengan bicara dengan mereka.”Bagaimana jika kita bicara lebih dulu. Aku ingin memastikan sesuatu lebih dulu,”kata Martin.
“Baiklah,”kata pimpinan rombongan.
“Jadi apa yang anda ingin bicarakan dengan saya. Tapi jika semua sudah selesai aku ingin bertemu dengan keponakanku apa bisa tuan mengabulkannya,”kata pimpinan rombongan.
“Tentu saja, tapi bagaimana anda bisa datang ke sini sementara surat yang dikirimkan baru saja datang dan baru selesai dibaca oleh Clara,”kata Martin.
“Sebenarnya saya adalah perwakilan saja yang mengirim adalah kakek dari keponakan anda. Saya datang hanya memastikan kebenaran yang kami dapatkan saja. Apa benar keponakan kami ada di wilayah utara ini atau tidak. Karena kami sudah ingin bertemu dengan dia setelah kakak saya pergi dan meninggalkan anak yang baru kecil,”kata keluarga Bringdah.
“Aku bisa mengantarkan kamu bertemu dengan Clara. Bawa anak buah kamu untuk beristirahat,”kata Martin.
“Terima kasih untuk semuanya tuan,”ucap Keluarga Bringdah.
“Maaf jika aku tidak sopan. Perkenalkan aku adalah Baned Brindah Blues kakak dari Erina yang menjadi permaisuri dari kerajaan Matahari yang sekarang adik saya sudah meninggal. Pesan yang kami dapatkan kalau adik perempuan saya memiliki anak dengan raja matahari yang bernama Clara Blues Pras,”kata Baned.
“Jadi kamu adalah paman dari Clara,”kata Martin sambil berpikir.
“Itu benar karena itu aku datang untuk bertemu dengan keponakanku,”ucap Baned. Setelah selesai berbincang Baned dibawa ke tempat kediaman Martin. Dimana Clara berada, sementara Mori yang mencari Naton sudah membawanya di ruang kerja Clara.
“Nyonya mencari saya ada perlu apa?,”ucap Naton.
__ADS_1
“Naton aku ingin meminta sample dari bahan yang ada di gudang penyimpanan untuk aku mencari jenisnya. Apa kamu bisa tolong dapatkan sample dari bahan yang ada di gudang masing-masing satu saja,”kata Clara.
“Baik nyonya saya akan mencari barang yang ada butuhkan. Tolong tunggu sebentar,”ucap Naton yang segera dia pergi mencari barang yang diminta Clara. Sementara Naton mencari bahan yang di inginkan oleh Clara. Martin bersama dengan Baned sudah ada didepan pintu masuk kediaman Martin.
“Jadi keponakan aku ada di dalam,”kata Baned yang tidak sabar. Sampai mereka semua masuk ke dalam dimana yang menyambut adalah Oben sekertaris MarTin.”Kenapa kamu yang ada disini dimana Naton sekarang?,”kata Martin.
“Maaf tuan Naton ada tugas dari Nyonya Clara,”kata Oben.
“Baiklah, lalu dimana Clara sekarang ada tamu untuk dia,”kata Martin.
“Nyonya ada di ruang kerja bersama dengan Kal. Katanya mau membahas rencana untuk membuat barang untuk di jual,”kata oben.
“Baiklah,”kata Martin. Dimana Martin membawa Baned ke ruang tamu sementara Derek yang pergi ke ruang kerja Clara untuk memanggilnya. Suara ketukan pintu membuat Clara dan Kal yang ada di dalam ruangan teralihkan.”Siapa diluar?,”ucap Clara.
“Maaf nyonya saya Derek. Diminta tuan untuk menjemput anda karena ada tamu yang ingin bertemu dengan anda,”kata Derek dibalik pintu. Clara yang berdiri dan membukakan pintu untuk Derek yang ada diluar.
“Siapa tamunya?,”kata Clara. Derek tidak membuka mulutnya hanya diam untuk sesaat sampai dia berkata.”Nyonya akan tahu setelah bertemu dengan tamunya,”ucap Derek. Clara yang tidak tahu hanya bisa mengikuti Derek dari belakang sementara Kal masih di ruangan Clara dengan beberapa laporan yang harus ia selesaikan.
Clara yang bertemu dengan Mori diajak olehnya untuk menemani dia bertemu dengan tamu. Mori yang juga tidak tahu siapa tamunya hanya bisa ikut dengan Clara. Sampai didepan pintu ruang tamu mereka masuk. Dimana Clara dan Mori melihat tamu yang duduk didepan Martin.Clara berjalan ke arah Martin duduk.”Martin siapa tamu kita ini. Katanyaada tamu untukku,”ucap Clara yang tidak pernah bertemu dengan Baned dan keluarga Bringdah yang lain.
Mori yang melihat karena tidak asing mengingat sesuatu. Saat Baned membuka mulunya.”Sudah lama ya Mori kita tidak bertemu. Kamu sudah dewasa ternyata,”kata Baned. Mori yang mendengar suara itu langsung teringat.”Tuan muda Baned. Apa benar itu tuan, sudah lama tuan tidak datang berkunjung. Bagaimana kabar tuan besar?,”ucap Mori.
“Nona dia adalah paman anda kakak dari ibu anda dari keluarga Bringdah,”kata Mori yang langsung melihat ke arah Clara untuk memberitahukan kepadanya.
__ADS_1
“Apa dia adalah pamanku?,”ucap Clara yang tidak percaya dan terkejut.
“Keponakanku Clara kamu sudah besar. Maafkan paman tidak bisa menolong kamu saat kamu ada dikerajaan,”kata Baned yang mersa bersalah. Dimana mereka saling bertatap satu sama lain Clara yang tidak bisa membendung rasa rindunya langsung berdiri dan menghampir Baned dan langsung memeluknya. Rasa rindu dan kangen dipancarkan oleh mereka berdua keluarga yang selama ini dipisahkan oleh karena sebuah kejadian yang tidak terduga. Apa yang akan terjadi setelah mereka bertemu akan Clara bahagia atau sedih dengan semua yang terjadi pada hari itu?.