
Waktu terus berlalu dimana Erina sudah tidak perduli lagi dengan raja Ezan yang selalu bersama dengan Erlaka. Karena setiap kali dia ingin bertemu Ezan selalu bersama dengan Erlaka membuat hati Erina sakit hati. Tapi Hati Erina yang sedang mengandung tidak ingin hatinya goyak karena perlalukuan Ezan. Tapi dalam hatinya Erina masih berharap untuk bertemu dengan Ezan. Dimalam yang gelap dan gulita dimana hujan turun sangat deras. Erina meminta pelayan untuk mengirim surat kepada Ezan.
Erina yang menuggu di kamar yang tidak tahu kenapa hatinya ingin berjalan keluar. Dimana dia melihat pelayan yang disuruh untuk datang ke tempat Ezan untuk mengantarkan surat untuknya. Tapi karena ketidak sengajakan Erina melihat pelayan itu memberikan surat itu kepada Erlaka. Erlaka yang membaca dan menyobeknya dan mengangti surat lain.
Erina saat itu yang melihat tidak tahu kenapa Erlaka menyobek surat untuk Ezan dan mengganti dengan surat lain. Pelayan itu segera pergi dan setelah itu surat yang sudah diganti sampai di tempat Ezan. Dimana Erina yang melihat dari jauh Ezan yang terlihat senang degan surat tersebut. Tapi setelah dia membacanya wajah Ezan sedikit berubah dingin dan membuang suratnya.
Tapi setelah Erina mengikuti Ezan dia pergi ke kamar Erlaka dengan wajah sedih. Dimana saat itu Erina tidak bisa berkata apa isi dari surat tersebut. Sampai akhirnya Erina pergi dimana tempat surat itu dibuang oleh Ezan. Erina mengambil surat yang sudah ada lantai dengan suasana tidak ada siapa-siapa.
Erina yang membuka surat yang sudah diremans oleh Ezan. Dimana isi surat itu mengatakan kalau Erina tidak suka dengan Ezan yang mengabaikannya dimana di dalam surat juga tertulis kalau Ezan tidak usah bertemu dengan Erina. Ada juga kata yang membuat Erina tidak percaya kalau Erina meminta jatah uang untuk Clara. Apalagi saat itu kondisi keuangan dalam krisisi tidak baik. Tapi anehnya Erina yang melihat itu juga merasa bingung.”Kenapa tulisan ini sama dengan tulisanku. Sebenarnya semua ini ulah Erlaka untuk menjauhkan aku dengan Ezan. Tapi kenapa?,”ucap Erina.
Tapi dengan melihat kemesraan itu Erina hanya bisa kembali ke vila tulip. Dengan pikirkan yang bebagai pertanyaan.”Apa selama ini Ezan tidak datang ke tempatnya apa karena surat tersebut yang sudah diganti. Apa saja surat yang sudah diganti oleh Erlaka. Kenapa Erlaka melakukan dia seperti ini setelah dia mendapatkan apa yang dia dapatkan,”kata Erina dalam hati.
Erina yang hatinya sudah hancur saat dia melihat Ezan sudah menikah dengan Erlaka. Di saat Erina membutuhkannya, tapi yang didapatkan adalah hal yang tidak terduga.”Jika kamu ingin mendapatkan apa yang sudah aku dapatkan ambil saja. Tapi aku tidak akan memberikan Clara kepada kalian semua. Anakku tidak bersalah ramalan itu salah semua. Anak ini yang akan membuat kedamaian dan kedamaian yang akan mereka ragukan selama ini. Aku percaya anak ini karena dia adalah darah dagingiku sendiri,”batin Erina.
Tapi setelah dia berkata seperti itu perutnya terasa sakit dimana dia ingin melahirkan Clara. Dibantu oleh pelayan yang selalu ada disampingnya persalinan berjalan lancar. Dimana pertama kalinya Erina melihat Clara yang masih kecil dengan wajah yang memerah muda.”Anakku,”ucap Erina yang sangat senang melihat Clara.
__ADS_1
Tapi disaat yang sama Erina merasakan kalau malam yang dingin itu tanpa melihat Ezan dia akan segera pergi. Meninggalkan Clara sendirian di dunia yang kejam ini. Sebelum Erina menyembunyikan Clara dengan anak pelayan yang bersama dia. Erina berkata untuk terakhir kalinya,”Anakku jangan putus asa walaupun tidak ada yang menyukai kamu. Kamu harus tetap bangkit, Clara anakku. Maafkan ibu yang tidak bisa menjaga kamu sampai akhir.”
Setelah Erina berkata seperti itu Clara dibawa oleh Mori untuk bersembunyi sementara Erina dengan pengasuh yang selalu ada untuknya bersama dikamar. Dimana ada pembunuh yang masuk ke dalam di malam itu juga mereka mati terbunuh. Tapi pada saat itu juga Ezan datang tapi melihat suasana yang menyengkap dan bau darah.
Ezan yang masuk ke kamar Erina yang sudah tidak bernyawa. Tapi pada saat itu juga Mori yang menggendong Clara keluar. Tapi yang diberikan tatapan tajam dimana dunia Clara mulai diabaikan. Tapi semua itu Clara lalui dengan penuh rasa suka dan duka bersama dengan Mori.
Clara yang sudah membaca informasi itu hanya meletakan dokumen tersebut dimana dia menoleh dan melihat keluar jendela dimana langit sore terpancar berkilau dengan burung yang mulai kembali ke sarangnya.
Clara yang menghirup udara segar. Dimana dia berkata dan berpikir,”Kenapa ayahku seperti ini ya.”
“Apa dulu tidak bisa bercerai saja,”kata Clara.
“Siapa yang ingin bercerai,”ucap Martin dari belakang. Clara yang tidak sadar kalau Martin sudah masuk ke dalam ruangannya dan mendengarkan perkataan Clara. “Martin kenapa kamu ada disini sejak kapan kamu ada disini,”kata Clara yang melirik ke belakang.
“Tadi kamu berkata bercerai saja. Apa maksud kamu ingin bercerai dengan diriku Clara. Apa salahku sampai kamu ingin bercerai denganku,”kata Martin yang datang mendekat.
__ADS_1
“Kamu salah paham Martin bukan aku mau bercerai dengan kamu. Tapi aku membicarakan ibuku dengan raja,”kata Clara menjelaskan kepada Martin.
“Ohh jadi kamu membahas tenang ibu kamu dan raja. Bukan tentang kita,”kata Martin yang merasa lega kalau yang dia dengar tersebut salah.
“Itu benar, tapi kenapa kamu ada disini,”kata Clara.
“Tentu saja aku ingin bertemu dengan kamu. Tapi kenapa kamu mengatakan ibu kamu dan ayah kamu tidak bercerai. Memangnya apa yang sudah terjadi kepada ibu kamu sampai kamu berkata seperti itu,”ucap Martin yang ingin tahu apa yang sudah terjadi dengan ibunya.
“Bagaimana aku tidak mengatakan seperti itu.Ibuku sudah disiapkan oleh raja dengan ratu yang sekarang. Disaat ibuku dalam kesusahan yang di lihat oleh ibuku bukan pelukan atau wajah Raja. Tapi yang dia lihat adalah pernikahan ayahku dan ratu yang sekarang. Menurmu kamu bagaimana ibuku akan dia bisa bertahan dalam kondisi dia mengandung aku dan melihat pemandangan yang membuat dia sakit hati,”kata Clara.
“Itu juga tidak mungkin Clara karena dulu ada peraturan yang dimana ratu tidak bisa bercerai dengan raja. Apa lagi raja bisa menikah dengan siapa saja selama dia memberikan keturunan bukan,”kata Martin.
“Laki-laki itu sama saja ya. Sukanya menyakitkan wanita yang benar menyukai dirinya apa adanya,”kata Clara yang melihat ke arah lain.
“Aku tidak termasuk dalam kategori laki-laki itu Clara. Aku akan selalu menjaga kamu dan memilih kamu sebagai pasangan hidupku walaupun ajal menjemputku. Hanya ada kamu yang aku inginkan dan tidak ada yang lain,”kata Martin. Dimana Martin langsung memeluk Clara dari belakang. Setelah itu apa yang terjadi dengan keduanya?.
__ADS_1