Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 114(revisi)


__ADS_3

Ratu Erlaka yang mendapatkan pesan itu merasa marah, kesal dan frustasi.”Clara kamu harus mati ditanganku,”ucap Ratu Erlaka yang penuh dengan kebencian. Tapi setelah semua terjadi Raru Erlaka  mundur dari wilayah utara untuk membuat rencana lain. Dimana Ratu Erlaka ingin membuat  Clara mati dengan penuh penyesalan.


“Erina putrimu ini berbeda dengan kamu ternyata. Tapi apa putri kamu ini bisa bertahan lama,”kata Ratu Erlaka yang merencanakan menyebarkan wabah penyakit melalui para monster dan bahan makanan yang akan datang ke wilayah utara.


Ratu Erlaka yang segera mundur dengan pasukan yang tinggal 50 orang saja. Karena kekalahan Ratu Erlaka melawan pasukan tersembunyi. Di perjalanan Ratu Erlaka menyuruh pasukan mata-mata untuk mencari tahu pasukan tersembunyi membantu Clara.


Setelah Ratu Erlaka pergi pasukan tersembunyi yang menyelinap disalah satu pasukan ratu mengawasinya pergerakan Ratu Erlaka. Pasukan tersembunyi yang mendengar percakapan Ratu Erlaka dengan satu pasukan yang tidak dikenal yang diberikan tugas oleh Ratu. Segera pergi meninggalkan mereka yang sedang kembali ke istana.


Pasukan tersembunyi yang menyelinap memberitahukan informasi tersebut. Tapi tidak disangka pasukan tersembunyi ketahuan oleh pasukan yang dibawa kekuasaan raja yang sedang menjaga ratu Erlaka.


“Siapa kamu dan apa yang kamu lakukan,”kata pasukan raja.


Pasukan tersembunyi yang mendengar itu bersikap tenang dan tidak terjadi apa-apa. Tapi pasukan tersembunyi yang sedang menyamar itu juga tetap waspada dengan pasukan yang datang menghampirinya.”Aku sedang buang air kecil, kenapa kamu ada di sini. Apa kamu juga mau buang air kecil di sini,”kata pasukan tersembunyi.


“Buang air keci, apa kamu bodoh bisa membohongiku,”kata pasukan raja yang mendekati pasukan tersembunyi. Tapi sikap yang diberikan oleh pasukan tersembunyi masih santai saja dan tidak terjadi apa-apa.


“Untuk apa aku berbohong. Tapi aku baru kali ini melihat kamu, apa kamu orang baru,”kata pasukan tersembunyi yang tidak gentar dengan ucapan dari pasukan raja. Setelah pasukan dari raja tidak merasa ada yang aneh dengan pasukan yang dia lihat dia kembali. Sementara pasukan tersembunyi masih menatap ke arah pasukan itu.


“Apa dia pasukan dari raja. Tapi kenapa dia ada disini,”ucap pasukan tersembunyi. Yang setela melihat sekelilingnya dia baru mengirim pasan lewan alat komunikasi yang dia bawa. Dengan sandi yang sudah dibuat dari kedua belah pihak pasukan tersembunyi yang menjadi mata-mata.


Segera mengirim pesan itu dan kembali berkumpul dengan pasukan yang lain tanpa ada yang melihat atau yang curiga. Sementara di tempat lain setelah Ratu Erlaka dan pasukannya pergi meninggalkan wilayah utara. Delen yang bersama dengan Jesi menuggu pasukan ratu untuk datang menyerang kembali apa tidak.


“Kurasa mereka tidak akan datang lagi,”kata Jesi yang melihat dari jauh. Tapi pada saat yang sama juga pesan dari pasukan mata-mata tersembunyi memberikan kabar. Kalau pasukan ratu sudah mundur setelah menerima hujan kepala dan surat peringatan dari Clara.”Mereka tidak akan datang mereka sudah mundur,”ucap Delen.

__ADS_1


“Lalu apa lagi yang harus kita lakukan jika mereka tidak datang. Tapi bagaimana dengan mayat ini,”kata Jesi. Tapi Delen masih tidak menjawab karena sedang membaca pesan yang dikirmkan untuknya. Karena ada pesan lain kalau Ratu Erlaka mengirim wabah penyakit ke wilayah utara untuk rencana selanjutnya. Tapi di dalam pesan itu juga ada informasi yang lain pasukan raja melindungi ratu Erlaka.


Delan yang membacanya sedikit aneh dengan pesan terakhir yang dia baca.”Hai Jesi apa raja sudah mati,”kata Delen.


“Belum raja sedang sakit dan tidak bisa memimpin kerajaan informasi terakhir yang aku tahu.Kenapa kamu bertanya seperti itu, apa terjadi hal yang aneh yang sedang terjadi di istana,”kata Jesi yang melihat ke arahnya.


“Aku baru saja mendapatkan kabar kalau pasukan raja menjaga ratu Erlaka,”kata Delan.


“Apa tidak salah ini sungguh tidak terduga kalau pasukan raja terlihat di depan umum bukan,”kata Jesi.


“Kurasa kita harus memberitahukan kepada nona soal ini,”kata Delen.


“Kamu saja yang pergi dulu. Aku menyelesaikan yang ada disini dulu,”kata Jesi. Delan yang tanpa berkata-kata segera pergi meninggalkan pasukan bersama dengan Jesi yang masih melakukan pembersihan mayat.


Delan yang pergi ke tempat Clara. Tapi di dalam kastil Clara yang masih terdiam dengan berbagai pertanyaan yang datang kepadanya. Soal siapa ketiga orang yang bersamanya dan bagaimana semua musuh itu bisa datang ke tempatnya.


“Nyonya apa yang anda pikirkan, mereka sedang menuggu anda nyonya,”ucap Mori.


“Menuggu apa?,”kata Clara yang melihat ke arah mereka.


“Nyonya,”ucap Mori.


“Apa aku tidak tahu apa yang sedang kalian bicarakan. Tapi yang pasti mereka ini adalah pasukan dari ratu Erlaka,”kata Clara.

__ADS_1


“Nyonya Clara, untuk apa rau Erlaka menyerang wilayah utara ini, tidak mungkin dia datang ke sini hanya untuk menyerang wilayah saja,”kata Duke Orben.


“Anda benar mereka menyerang karena ada alasannya. Tapi untuk apa aku memberi tahu anda,”kata Clara yang dingin. Tapi disela itu juga Delen datang ke tempat Clara.”Untuk apa kamu datang ke sini Delen,”ucap kakak ketiga yang melihat.


“Delen, bukan kamu harus menjaga di luar tembok,”kata Kakak pertama.


“Kalian berdua diam saja kenapa. Aku harus memberikan laporan kepada nona tahu tidak,”ucap Delen yang datang mendekat.


“Ada apa Delen kamu datang ke sini,”ucap Clara yang melihatnya. Delen mendekat dan berbisik kepada Clara dan memberitahukan informasi yang dia dapatkan.”Nona pasukan raja melindungi ratu dan rencana ratu untuk mengirim wabah ke wilayah utara,”bisik Delen.


Tapi Clara yang menerima pesan itu hanya tersenyum saja.”Ada apa adik kecilku,”kata kakak pertama.


“Tidak ada, hanya saja sudah waktunya mulai serangan balik,”kata Clara.


“Jadi nona apa kita akan mulai menyerang balik istana Matahari,”kata Delen.


“Tentu saja, untuk apa menuggu mereka kembali ke istana. Aku dengan kabar dari timur kalau pasukan dari para pengeran sudah kalah dan hendak mundur. Putra mahkota yang ingin mengirim pasukan sudah tidak ada lagi. Karena sudah dibawa ratu Erlaka, bukan ini sangat menarik,”kata Clara.


“Nyonya Clara bagimana kamu bisa tahu semuanya tentang istana Matahari,”ucap Duke Orben.


“Itu tidak penting, bukan dari pada itu kita harus membereskan semua ini, bukan sebelum Martin kembali,”kata Clara. Dimana semua hanya melihat situasi yang sudah kacau karena serangan yang datang. Tapi di saat yang sama Clara bersama dengan Mori pergi untuk membersihkan diri.


Sementara itu ketiga kakak yang masih di luar membantu ksatria Moza dan Sebastian. Untuk Delen yang sudah memberitahukan kepada Clara segera pergi. Tapi dihadang oleh kakak pertama dan Moza yang di waktu yang sama mereka menghentikan didepan gerbang masuk.

__ADS_1


“Delen tunggu dulu ada hal yang ingin aku tanyakan kepada kamu,”ucap kakak pertama.


“Apa yang kamu katakan kepada nyonya tadi?,”ucap Moza dari belakang. Apa rencana ratu Erlaka akan berhasil untuk menghancurkan wilayah utara?.


__ADS_2