
Moza yang ada di tempat hanya bisa terdiam dan mendengarkan saja. Tapi Moza juga ingin tahu siapa mereka dan kenapa mereka di ikat. Hati Moza yang bertanya-tanya hanya bisa terdiam saja, sampai akhirnya Clara mulai membuka mulutnya.
“Aku ingin tahu siapa diantara kalian yang telah membunuh orang tua Martin?,”kata Clara yang langsung ke poin utama yang dia ingin ketahui. Tapi pembunuh itu masih saja menutup mulutnya saja.
“Kalian tidak mau membuka mulut kalian ya. Tapi sangat disayangkan sekali kalian akan segera mati. Jika kalian tidak membuka mulutnya. Apa kalian kira aku tidak bisa mencari tahu tentang apa yang sudah kalian lakukan,”ucap Clara dengan polosnya menatap ke arah mereka dengan wajah sedih.
“Apa dengan kamu ingin tahu semuanya kamu bisa selamat dari kejaran ratu,”kata mata-mata.
“Ratu mengejarku, tapi apa tidak salah. Aku sudah lama mengincar kepala ratu sejak dia masuk perangkap,”kata Clara dengan wajah dingin menatap tajam ke arah wajah mata-mata didepannya.
Mata-mata itu sedikit merasakan aura yang diberikan oleh Clara yang membuat mereka merinding.”Jadi apa keputusan kalian membuka mulut kalian atau kalian mati,”kata Clara dengan dia memalingkan wajahnya yang kemudian menatap ke arah pembunuh dan mata-mata.
Mereka semua masih saja menutup mulut mereka, tapi saat ada salah satu dari mereka membuka mulutnya. Mereka mendapatkan serangan yang tidak terduga mereka mati dalam satu hentakan. Clara, Mori dan Moza yang tidak sadar akan itu sedikit terkejut dengan hadiah yang tidak terduga.”Bagaimana mereka bisa mati semua?,”ucap Mori.
Moza yang mencari tahu melihat tubuh para pembunuh dan mata-mata. Yang dimana mereka sudah terpasang dengan kontar mati jika membuka rahasia dari dalang rencana pembunuhan yang terjadi.”Mereka sudah mati Nyonya,”ucap Moza.
“Mereka sudah mati ya, sangat disayangkan sekali.Aku tidak mendapatkan informasi yang bagus,”kata Clara yang berjalan ke arah tempat duduk.
Moza yang melihat ada tanda itu hanya bisa memberitahukan kepada Clara kalau mereka mati karena kontrak kematian yang sudah ditandai. Tapi Moza tidak tahu siapa yang melakukan itu semua.
“Nyonya semua ini sebenarnya siapa yang melakukannya,”kata Moza yang ingin tahu dari mulut Clara.
“Apa kamu tidak bisa menebak mereka ini siapa,”kata Clara yang melihat ke arah lain. Dimana malam itu sangat dingin. Moza yang tidak tahu hanya bisa melihat ke arah Mori yang ada didepannya saja.
__ADS_1
“Moza mereka ini mati karena apa, tidak ada pembunuh lain disekitar mereka,”ucap Mori.
“Mereka mati karena kontrak sihir,”kata Moza.
“Kontrak sihir,”kata Mori yang masih tidak paham.
“Kontrak sihir antara bawahan dan majian. Itu biasa terjadi karena beberapa informasi penting harus dirahasiakan,”kata Moza.
“Tapi kenapa mereka bisa mendapatkan kontrak sihir tersebut?,”kata Mori.Yang kemudian dia melihat ke arah Clara yang menatap ke arah luar jendela.
“Nyonya apa semua ini adalah ratu yang melakukannya,”kata Mori menatap ke arah Clara. Clara melirik ke arah Mori yang bertanya dengan wajah tersenyum.
“Itu benar Mori, hanya Ratu yang bisa melakukan semua ini. Tapi aku tidak menyangka pembunuh dari orang tua Martin juga ada kaitannya dengan Ratu,”kata Clara.
“Apa yang anda katakan Nyoanya,”ucap Moza yang sedikit terkejut.
“Saya tahu kalau keluarga dari cabang lain ada dipihak ratu. Tapi sayang tidak tahu kalau orang tua paman saya terbunuh karena ratu, bukan dari cabang keluarga lain,”kata Moza.
“Itu juga yang ingin aku cari dari mereka. Tapi mereka sudah mati dulu, jadi tidak mendapatkan informasi yang bagus,”kata Clara yang menghela nafas.
Moza yang memberihka semua mayat yang ada dikamar Clara. Sementara di tempat lain di istana Mawar kerajaan Matahari. Ratu yang merasakan kalau ada pembunuh yang dia suruh datang ke wilayah utara sudah mati.”Anak itu selamat lagi,”ucap ratu dalam hati.
Karena pada saat itu ratu dengan mengadakan pesta teh di dalam taman di malam hari. Karena banyak tamu yang istimewa datang ratu hanya bisa menyembunyikan rasa kesalnya sampai selesai teh berlangsung.
__ADS_1
Ratu yang kembali ke kamarnya dia langsung duduk. Ratu yang bertanya kepada ksatria yang bersembunyi.”Kalian keluar,”ucap Ratu. Ksatria pribadi ratu keluar menghadap ke ratu.”Aku ingin kalian cari tahu pembunuh yang ada diwilayah utara atau wialyah lain untuk membunuh Clara sekarang juga,”kata Ratu. Dimana dia mencari pembunuh lain, sedangkan pelayan yang ada disampingnya bertanya kepada ratu.
“Ratu kenapa anda mencari pembunuh lagi,”kata pelayan.
“Mereka lagi-lagi sudah gagal. Kenapa sulit sekali membunuh satu wanita,”kata ratu.
“Bagaimana bisnis diwilayah selatan apa kia bisa mendapatkan organisasi tersebut. Kabar dari timur apa ada perkembangan,”kata ratu. Sekertaris dari ratu yang memberikan laporan kalau organisasi datang tersebut menolak untuk bekerja sama dengan ratu. Untuk wilayah timur mereka tidak bisa mendarat karena mereka tahu maksud dari kedatangan pasukan kita ke wilayah timur.
“Jadi semua rencana kita gagal begitu. Apa ada di antara kita yang menjadi mata-mata dari pihak musuh,”ucap ratu sambil berpikir.
Ratu yang sedang mencari tahu siapa dalang dari semua rencana yang sudah di susun gagal di tengah jalan. Tapi di tempat lain keluarga Bringdah yang sedang menyiapkan semua barang mereka untuk kembali ke wilayah timur.
Clara yang sejak pagi tidak mendapatkan kabar apa-apa hanya bisa fokus dengan pekerjaan dia saja. Clara yang pergi ke pabrik monster untuk melihat perkembangan produk kain yang para pekerja buat. Dimana Clara juga melihat para pekerja kerajian tangan. Waktu terus berlalu sampai dimana pendagang datang ke wilayah utara seperti yang dijanjikan oleh Clara. Martin yang bersama dengan Kal menyambut mereka yang datang membawa sumber makanan mereka.
Clara yang sedikit melihat pekerjaan Martin tidak sengaja melihat kakek Gland dan kedua pamannya. Clara yang tidak ingin menyapa mereka segera pergi dari tempat dia berdiri. Clara yang kembali ke kamar dia meminum teh. Mori yang melihat sikap Clara yang sedikit aneh menyapanya.
“Nyonya kenapa dengan anda,”kata Mori. Clara melirik ke arah Mori.
“Aku baik saja, tapi Mori bagaimana dengan Kal apa dia sudah selesai berberes untuk pergi berdagang,”kata Clara.
“Tuan Kal sudah selesai beberes dan untuk kabar Goro kalau mereka bersama pembunuh waktu itu sudah mendarat ke wilayah timur dan mencari tahu tentang keluarga Bringdah. Ada kabar kalau keluarga Bringdah menjadi bangsawan yang dipercayai oleh anggota kerajaan Timalaya. Ada kabar juga yang mengatakan kalau Goro melihat kekuatan wilayah timur bisa bertahan dari serangan musuh dari ratu,”kata Mori menjelaskan informasi yang didapatkan.
“Jadi Goro sudah sampai di timur. Lalu bagaimana dengan hasil dagang mereka apa berjalan lancar,”kata Clara.
__ADS_1
“Untuk hasil dagang mereka berjalan lancar banyak dari penduduk menerima hasil dagangan yang dibawa oleh Goro,”kata Mori.
“Itu bagus. Aku ingin menambah hasil jualan merela, beritahu kepada Kal,”kata Clara. Mori ahnay mencatat dan menganggu segera Mori pergi bertemu dengan Kal untuk menyampaikan informasi tersebut. Sebelum Kal pergi dari wilayah utara. Apa rencana yang akan dilakukan oleh Clara?.