
Kakek Gland yang melihat cucunya yang sudah tumbuh besar di depan matanya yang telah lama tidak bertemu kini mereka berdua bisa bertemu. Walaupun pertemuan ini terjadi saat kondisi wilayah dalam kekacauan yang disebabkan oleh para monster. Kakek Gland yang senang bisa bertemu dengan Clara cucu dari Erina Putrinya yang menikah dengan anggota kerajaan Matahari. Awalnya mereka saling mencintai sampai kejadian yang tidak terduga terjadi.
Kakek Gland yang senang melihat Clara didepan matanya hanya bisa meneteskan air matanya kerena bisa bertemu dengen Clara. Clara yang tidak menyangka kalau dia bisa bertemu dengan ayah dari ibunya kakek Gland. Clara yang berjalan pelan menuju kakek Gland. Kakek Gland juga menghampirinya sampai mereka bertemu didepan mata yang saling berhadapan.”Kakek,”ucap Clara yang lembut.
“Cucuku Clara,”kata Gland yang tidak bisa melepaskan pandangannya.
“Ini Clara kakek. Bagaimana kabar kakek apa baik saja selama ini?,”kata Clara.
“Kakek baik saja bagaimana kabar cucu kakek ini apa kamu hidup bahagia selama kami tidak ada,”kata Gland. Clara hanya tersenyum dan tidak berkata apa-apa, sampai Goro muncul dan berkata.”Tidak baik saja untuk cucu anda tuan,”kata Goro. Semua menoleh ke arah Goro yang baru saja keluar dan Clara yang mendengar itu melirik dan menatap tajam. Goro yang memalingkan wajahnya setelah mendapatkan tatapan tajam dari Clara. Tapi Gland yang mendengar itu langsung melihat ke arah Clara.
“Jika kamu tidak suka tinggal di sini ayo ikut kakek ke rumah kamu sebenarnya. Jangan perdulikan mereka yang sudah mengabaikan kamu,”kata Gland. Saat Gland berkata seperti itu Martin maju dan memeluknya dari belakang dan berkata.”Clara baik saja tinggal disini, yang dimaksud Goro adalah saat Clara tinggal di istana,”ucap Martin yang seperti tidak ingin di tinggal oleh Clara.
“Martin kamu kenapa, aku baik saja. Siapa juga yang mau pergi, kita baru saja mau memulai dari pada itu. kenapa kakek bisa ada disini?,”ucap Clara yang mengganti suasana.
Tapi dalam hati Clara yang ingin berbincang lama dan memeluknya. Tapi melihat kondisi yang tidak baik ini mereka hanya bisa memfokuskan kondisi yang terjadi saat itu.”Tentu saja untuk bertemu dengan cucu kakek yang sudah lama tidak bertemu. Tapi apa kamu baik saja tinggal di wilayah ini yang banyak monster. Kamu hampir saja dalam bahaya Clara tinggal disini,”kata Gland.
“Aku tidak dalam bahaya kakek. Sementara itu ini semua juga dilakukan oleh pihak lain. Kita tidak tahu kapan kita bisa diserang. Apa lagi seteleh melihat situasi ini yang kacau dan belum lagi kondisi wilayah yang dalam pemulihan. Bukan ini akan bagus untuk diserang,”kata Clara.
__ADS_1
Gland hanya menghela nafas saja dan menatap ke arah Martin.”Baiklah kiata bicara nanti saja saat kondisi baik. Tapi sebelum itu, bagaimana dengan para monster ini bisa ada didalam kastil dan diluar tembok juga bermunculan monster yang muncul,”kata Gland.
“Kami juga tidak tahu setelah semua ini selesai kami akan menyelidiki penyebab monster datang ke wilayah utara belum pada musimnya. Tapi kalau monster di dalam kastil ini adalah kesalah saya. Saya minta maaf telah membuat kamu dalam bahaya Clara,”ucap Martin yang masih memeluk Clara.
“Aku tidak menyalahkan kamu Martin,”ucap Clara yang menyentuh tangan yang dingin dan penuh luka yang sedang memeluk dirinya. Tapi di dalam hati Clara juga merasakan kebencian terhadap ratu yang membuat kehidupan kedua yang sudah di inginkan oleh Clara hampir hancur. Setelah kejadian itu Clara mulai membuat rencana untuk membuat ratu itu dihukum mati. Setelah kejadian yang ratu perbuat bersama dengan kedua putranya.
”Maaf tuan untuk ruang sel para monster itu dilakukan oleh orang luar semua sel hancur dan ada seorang dari pihak lain yang membuat rencana ini untuk mengacaukan wilayah,”kata Derek.
“Apa kamu sudah melihat kalau ada hal yang aneh di dalam sel monster,”kata Martin yang kembali fokus dan melepaskan pelukan Clara. Kembali Martin mencari tahu apa yang sudah terjadi di wilayahnya. Karena baru pertama kali wilayahnya diserang seperti ini.
“Aku dapat informasi dari Kal yang saat itu sedang mengambil obat bius untuk para monster ada seorang berbaju hitam yang masuk. Mereka menaburkan bubuk yang meransang naluri monster mereka ingin menyerang,”kata Derek.
“Pihak itu siapa yang kamu maksud Martin,”kata Clara yang juga ingin tahu. Tapi Martin hanya mengelus kepalanya dan terdiam.
“Suruh mereka mencari tahu lebih lanjut dan untuk Moza bawa dia bersama kamu,”kata Martin.
“Aku tidak mau pergi dengan Derek. Lebih baik aku tinggal bersama dengan istri paman saja,”ucap Moza yang datang ke arah Clara langsung merangkulnya. Martin yang melihat langsung menarik baju belakang Moza.”Jangan dekat dengan istiku, kamu masih aku curigai atas kejadian hari ini ya,”kata Martin.
__ADS_1
“Dia tidak tahu akan kejadian hari ini Martin. Biarkan saja dia bersamaku, mungkin saja dia bisa menjagaku saat kamu sedang sibuk,”kata Clara.
“Tunggu dulu Clara dia itu orang yang berbahya,”kata Martin.
“Aku tahu, tapi dia tidak mungkin akan melakukan hal yang bodoh diwilayah kamu bukan,”ucap Clara. Martin hanya bisa terdiam saja saat dia melihat senyum Clara yang penuh harapan.”Baiklah, tapi kamu harus tetap bersama Goro jika dia masih di wilayah,”kata Martin.
“Tentu saja aku akan baik saja. Taoi Martin dengan kondisi ini bagaimana kita menyelesaikannya,”ucap Clara kalau kondisi yang dia lihat tidak baik saja..
“Kamu tidak usah khawatir semua akan baik saja,”kata Martin.
“Cucuku kamu tidak usah gelisah. Kakek akan membantu suami kami bersama paman kamu,”kata Gland.
“Tapi kakek baru saja datang bukan, sebaiknya kakek istirahat lebih dulu ya. Pasti perjalanan untuk datang ke sini melelahkan,”kata Clara melihat ke arah kakek Gland. Gland yang melihat Clara yang gelisah dengan dirinya yang baru saja sampai ke wilayah utara membuat dia merasa senang dengan perhatain Clara. Yang sudah lama tidak bertemu, karena pengusiran waktu itu. Gland yang datang mendekat langsung memeluk Clara dan berbisik.”Terima kasih kamu masih hidup cucuku. Kakek tidak akan melepaskan kamu begitu saja. Jika ada apa-apa kamu katakan saje kepada kakek,”bisik Gland yang melepaskan pelukkannya.
Martin Baned yang sudah berjalan dulu disusul oleh Gland setelah melepaskan pelukannya. Tinggal Clara bersama dengan dengan yang lain di depan pintu masuk ruang bawah tanah.”Nyonya kita kembali ke kamar, pasti anda sangat terkejut dan lelah bukan,”ucap Naton.
“Baiklah kita kembali ke kamar,”ucap Clara yang menyembunyikan sesuatu. Kal, Goro, Moza Naton pergi mengikuti dari belakang. Tapi Goro dan Kal yang melihat raut wajah dari nona Clara yang terlihat menyembunyikan sesuatu.”Apa yang dipikirkan nona ya?,”ucap Kal.
__ADS_1
“Aku juga tidak tahu, kita tanyakan saja nanti jika kondisi sudah sepi,”kata Goro. Bagaimana dengan pembunuh yang dibawa Delen dan orangnya lalu pasukan tersembunyi akan diketahui oleh Martin?.