
Setelah Martin keluar Baned, Kal dan Goro yang masih diluar hanya terdiam. Sampai Baned untuk membantu Martin dengan dia mengikuti Martin setelah dia keluar lebih dulu.”Bagaimana kondisi sekarang?,”ucap Martin yang berjalan tergesa menuju pintu masuk. Bersama dengan Baned, tapi Kal dan Goro yang masih di dalam ruangan melihat satu sama lain.
“Menurut kamu kenapa ini terlihat kalau ada yang membuat kekacuan ini ya,”ucap Goro.
“Aku juga merasa kalau ada hal yang dibuat sedang terjadi. Kenapa kamu tidak kaluar saja dan mencari tahu dari pada kamu ada di sini, mungkin saja kamu bisa mendapatkan hal yang manarik,”kata Kal.
“Dari pada hal yang menarik apa kamu tidak sadar kalau ada keanehan di kastil ini,”ucap Goro yang merasa sedikit aneh. Tapi pada saat yang sama dia mengingat Clara yang masih beristirahat.
“Dimana Nona Clara sekarang,”ucap Kal.
“Seharusnya ada di dalam kamar,”ucap Goro. Tapi tatapan mereka terlihat khawatir yang segera dia pergi ke ruang kamar Clara. Tapi pada saat mereka sampai melihat pemandangan yang tidak terduga dengan para pembunuh yang ingin menyerang Clara.
“Nona,”ucap mereka berdua yang segera ke arah Clara yang dengan sendirinya mengalahkan semua musuh.
“Kalian berdua kenapa ada disini, lalu keribuatan yang sedang terjadi ini disebabkan oleh apa. Tapi sebelum itu apa kamu bisa membawa mereka berdua ke sel bawah tanah. Aku hanya memberikan mereka racun dan bubuk tidur saja sekalian sedikit terluka,”ucap Clara.
“Apa benar anda baik-baik saja melihat anda yang memegang senjata yang ada bawa dan bagaimana dengan tidur siang anda,”ucap Kal.
“Kalian bertanya bagaimana tidurku yang nyenyak terganggu oleh mereka. Goro cari tahu siapa mereka dan selidiki siapa orang dibelakang ini. Kal bawa aku ke tempat Martin sekarang, aku ingin tahu keributan apa ini,”ucap Clara yang segera berganti pakaian.
Clara yang telah selesai berganti pakaian dengan membawa beberapa barang. Segera menghampiri Kal yang sudah menuggu dia.”Maaf menuggu lama. Kita pergi sekarang,”ucap Clara yang dengan santainya.
“Apa kamu yakin ingin pergi ke tempat Martin Nona. Tapi apa kondisi kamu sudah baik saja,”kata Kal.
__ADS_1
“Aku baik saja dari awal aku memang tidak terluka. Aku hanya kelelahan saja, tapi apa kamu bisa jelaskan apa yang sedang terjadi kenapa banyak pelayan yang perkeliaran dan para prajurit dan ksatria seperti sedang sibuk bersama para pelayan,”kata Clara yang mencari tahu dari Kal. Kal yang tidak ingin mencari tahu apa yang sedang terjadi hanya bisa terdiam.
“kenapa kamu diam sajam,apa kamu tidak ingin mengatakan kepadaku,”kata Clara.
“Bukan seperti itu, hanya saja jika aku memberitahu nona dan pergi ketempat tuan Martin. Pasti dia akan marah kepada saya yang membawa nona ke tempat yang berbahaya bukan,”kata Kal.
“Kamu tidak usah khawatir kamu katakan saja apa yang kamu ketahui. Kita pergi juga ke sana, tapi kita bersembunyi dari jarak yang jauh agar kita tidak ketahuan,”kata Clara. Kal hanya bisa mengelah nafas dan membuka mulutnya.
“Saya akan memberitahu nona. Kalau wilayah sedang ada masalah krisis dimana para prajurit sedang terkena racun para monster. Tapi monster ini sedikit aneh untuk bisa datang ke wilayah ini dengan cuaca yang bukan cuaca yang biasa monster ini datangi,”kata Kal.
“Jadi maksud kamu monster ini seharusnya tidak datang ke wilayah kita tapi dia datang ke wilayah kita seperti ada yang menarik monsternya ke sin. Apa begitu yang kamu ingin jelaskan?Tapi bukan kamu bisa memperkirakan dengan datangan pembunuh dan monster di waktu yang bersamaan,”kata Clara yang sedikit memberikan sedikit poin.
“Yang anda katakan memang benar. Tunggu dulu apa yang anda katakan tadi nona para pembunuh tadi datang diwaktu keribuatan yang dimana keributan itu datang dari monster yang datang. Apa begitu maksud kamu,”ucap Kal yang sudah paham dengan apa yang dikatakan oleh Clara.
“Kurasa iya. Tapi ada jalan lain bukan,”kata Clara yang ingin mencari tahu apa yang sedang terjadi. Tapi dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan.”Kurasa tidak bisa keluar, dari pada kita keluar. Kenapa kita tidak pergi ke tempat Goro saja mungkin saja kita bisa menemukan hal yang menarik,”kata Kal yang sedikit mengganti topik. Clara yang melihat ke arah Kal yang dimana Clara mencoba menenangkan dirinya dengan apa yang sudah dia alami.
“Baiklah ayo kita pergi ke tempat Goro,”ucap Clara yang sedikit tidak bisa tenang.
“Saya tahu nona ingin keluar dan membantu. Tapi untuk sekarang kondisi tidak dalam keadaan baik saja. Apa lagi anda baru saja diserang, saya khawatir kalau nona terluka lagi,”kata Kal.
“Aku tahu saya minta maaf. Tapi sebelum itu terjadi, aku ingin kamu keluar dan mencari tahu bagimana kondisinya aku akan bersama dengan Goro di kastil. Apa itu sudah membuat kamu tenang untuk sekarang,”kata Clara.
“Itu tidak masalah. Saya akan mengantarkan nona dulu ke tempat Goro baru saya akan pergi ke tempat tuan Martin,”kata Kal yang setuju dengan perkataan Clara. Sampai di ruang bawah tanah dimana pembunuh Clara di tangkap. Terdengar suara Goro yang mulai mengintograsi para pembunuh tapi tidak tahu apa Goro bisa selesai dengan intograsinya.
__ADS_1
“Goro bagaimana hasilnya,”ucap Kal.
“Kal nona kenapa anda bisa ada di sini,”ucap Goro.
“Goro aku akan pergi ke tempat tuan kamu bersana nona di kastil jaga dia,”kata Kal yang segera pergi. Kal hanya terdiam saja dan melihat nona yang menatap para pembunuh.
“Nona apa anda baik saja ada disini,”ucap Goro yang sedikit khawatir.
“Aku baik saja. Tapi apa sudah ada hasil dari penyelidikan kamu ini,”kata Clara. Goro hanya menuduk dan tidak berkata, tapi Clara yang melihat itu bisa menebak kalau tidak ada hasil yang bagus.
“Kalau begitu biarkan aku saja yang mencari tahu. Bawa mereka di depanku, aku akan memulai bertanya kepada mereka,”ucap Clara.
“Baik nona,”ucap Goro yang membawa salah satu dari pembunuh itu menghadap ke depan Clara.
“Hai,”ucap Clara yang melambai ke arah pembunuh.
“Aku aku hanya ingin tahu kenapa kamu ingin membunuhku dan siapa orang yang menyuruh kamu,”kata Clara yan dengan santainya. Tapi respons yang diberikan oleh pembunuh itu hanya sebuah lontaran ludah yang mengarah ke tempat Clara. Goro yang melihat itu langsung menampar pembunuh tersebut.
“Cukup Goro,”ucap Clara yang kembali Clara melihat tajam ke arah pembunuh dan berkata.
“Apa yang menyuruh kamu adalah ratu dibayar berapa kamu bisa hidup di wilayah ini. Apa kira kau tidak tahu kalau kamu dan kawan kamu hanya dimanfaatkan oleh keluarga ratu saja,”ucap Clara yang kembali santai. Tapi kembali pembunuh itu terlihat gelisah dan menatap ke arah Clara.
“Berikan obat penawarnya dulu,”ucap pembunuh.
__ADS_1
“Penawar ya, bisa saja asalkan kamu mau membuka mulut kamu itu,”kata Clara yang berwajah licik. Apa yang akan dilakukan dengan Clara soal penawar yang dibutuhkan oleh prajurit yang terkena racun. Apa dia bisa membuat penawar atau dokter yang membuat.