Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 87(revisi)


__ADS_3

Setelah pembicaraan dengan Mori, Clara mendengar suara langkah kaki yang menuju ke kamarnya. Clara hanya menebak kalau yang datang adalah putra mahkota yang hendak ingin tahu berkembangan wilayah timur. Mori yang melihat tatapan yang serius dari arah pintu hanya bisa berkata dengan pelan.”Apa akan ada yang datang nyonya?,”ucap Mori.


“Itu benar, tapi aku tidak tahu siapa yang akan datang. Tapi sebelum itu Mori bisa siapkan teh untuk kami. Jika dia datang ke sini,”ucap Clara.


“Baik nyonya,”kata Mori yang segera menyiapkan teh hangat untuk mereka berdua. Tapi tamu yang ingin datang belum kunjung memasuki ruangan Clara. Sementara di luar Azarata yang tadi melihat Clara dengan elang putihnya pergi setelah ketahuan melihat dari bawah. Tapi Azarata juga merasa ingin tahu kenapa elang putih itu ada di ruangan Clara.


Azarata yang memutuskan untuk bertemu dengan Clara setelah dia pergi dari pandangan Clara waktu itu. Di depan pintu ruangan Clara dia hendak mengetuk pintu tapi Azarata bertemu dengan Baned.”Apa yang anda lakukan di sana putra mahkota,”ucap Baned yang mendekat.


“Tidak, aku hanya ingin menyapa keponakan kamu saja. Tapi kenapa tuan Baned ada disini, apa ada hal yang anda inginkan dari saya,”kata Azarata.


“Aku hanya ingin membahas soal bantuan yang disebutkan oleh Martin tempo hari dan ingin membahas dengan putra mahkota. Apa anda ada waktu?,”kata Baned.


“Baiklah kita akan membahas diruanganku saja,”ucap Azarata yang tidak jadi pergi bertemu dengan Clara karena ada Baned. Dimana mereka berdua segera pergi dari depan pintu ruangan Clara. Sememntara Clara yang menuggu sampai tehnya sudah dingin. Tapi dia tidak kunjung datang.”Apa orang itu tidak jadi datang untuk bertemu denganku,”ucap Clara sambil menikmati kue yang ada didepannya.

__ADS_1


“Bagaimana nyonya apa saya bereskan teh yang sudah dingin ini,”kata Maori.


“Kamu bereskan saja Mori. Tapi sebelum itu Mori apa ada laporan yang terbaru yang datang,”kata Clara untuk mengubah topik. Mori yang mengambil dokumen yang belum selesai dibaca oleh Clara. Clara yang duduk membaca semua dokumen yang diberikan. Dimana Clara dengan santai membaca tapi di tengah dia membaca ada informasi yang tidak terduga dengan dokumen yang dia baca.


“Nyonya saya izin keluar. Jika tidak ada pekerjaan lain,”kata Mori.


“Kamu boleh pergi Mori,”kata Clara. Dimana didalam ruangan hanya ada Clara saja yang dimana dia berjalan ke arah meja kerjanya. Dimana dia mengambil satu kertas ada di dalam loker mejanya. Dan menulis bagian penting dari dokumen yang dia baca.


Tapi Clara yang sedang sibuk dengan apa yang dia dapatkan menyempatkan diri untuk membaca informasi dari organisasinya. Tapi saat hendak membaca dia melihat satu dokumen yang belum sempat dia selesaikan bacanya. Tapi melihat dokumen itu ada informasi tentang keluarga ibunya yang sudah ada di sini. Clara menghela nafas dan hendak mengambilnya.


Clara yang mengambil setengah dari dokumen yang masih didalam. Mulai dia membacanya setelah dia selesai dengan laporan di mejanya. Perlahan dan pasti Clara menguatkan hatinya untuk dia bisa bertahan dari rasa sakit setelah dia membaca informasi yang dia dapatkan.


Clara yang mulai membaca dimana dia mendapatkan bagian pertama dari informasi kalau keluarga Bringdah di usir setelah mendapatkan keringanan dari Ibu. “Keringanan apa yang dimaksud di sini,”kata Clara yang melanjutkan membaca karena dia ingin tahu apa yang dimaksud keringanan tersebut.

__ADS_1


Clara yang membaca mulai mencari tahu kalau ibunya datang mencari raja Ezan tapi bulan raja yang bertemu tapi ratu Ratu Erlaka yang malah menemui ibu. Dimana ratu Erlaka akan membantu meringankan beban keluarganya dengan syarat kalau dia harus pindah dari vila mawar ke vila tulip. Karena ratu Erlaka ingin pindah ke kamar vila mawar. Ibu Clara yang bernama Erina sedikit syok mendengar itu karena kamar itu adalah kamar yang diberikan kepada raja Ezan untuknya.


Setelah dia menjadi ratu api dengan posisi dia yang sudah menjadi permaisuri dan bukan ratu lagi. Di tambah lagi Erina saat itu mengandung Clara dengan perut besarnya. Erina hanya menganggu setuju saja. Tapi disela itu Erina juga ingin bertemu dengan raja Ezan suaminya. Tapi jawaban dari Erlaka kalau raja sedang sibuk dan tidak bisa diganggu oleh siapapun. Karena dia baru saja menjabat menjadai raja Matahari dari Dewa Matahari.


Erina hanya bisa diam saja setelah pembicaraan itu Erina pergi dan memberishakn kamar yang akan dia pindahkan. Tapi disela itu saat Erina telah selesai dan dibantu para pelayan yang memindahkan itu. Erina melihahat raja Ezan dengan bersama ratu Erlaka ditaman sedang bergurau. Erina yang melihat itu sangat sakit hati.”Katanya sedang sibuk, tapi kenapa bisa ada ditaman. Apa yang sebenarnya terjadi. Apa Ezan sudah tidak sayang denganku lagi,”kata Erina dengan pikirkan negatifnya.


Karena tidak ingin terlalu lama melihat itu Erina pergi ke vila tulip yang akan dia tinggali. Tapi tidak disangka lokasinya cukup jauh dan terpencil. “Kenapa raja mengizinkan aku untuk tinggal disini ya saat itu aku berkata kepada Erlaka kalau dia akan pergi setelah mendapatkan izin. Setelah petemuan itu raja menyetujuinya dan mereka bisa sempat bertemu di taman,”kata Erina yang duduk sambil melihat ke arah taman yang kosong dengan tatapan sedih.


Tapi pada saat itu perut Erina ada yang bergerak membuat lamunan Erina berubah dan mengelus perutnya sambil dia berkata.”Anakku yang baik, kamu harus kuat ya tinggal disini. Jika kita hidup menderita kamu harus kuat dan jangan marah kepada siapapun ya,”kata Erina.


Tapi saat itu juga Erina menangis dan meneteskan air matanya saat dia berbicara dengan Clara yang masih ada didalam perutnya. Sementara itu pelayan yang selalu menjaga Erina juga merasakan hal yang hal yang sama. Kalau apa yang seharusnya Erina tidak tinggal di tempat ini.”Nyonya kenapa anda tidak bertemu dengan raja saja untuk pindah ke tempat lain. Tempat ini terlalu jauh dan terpencil,”kata pelayan Erina.


“Saya sudah meminta untuk bertemu dengan raja tapi raja menolak. Mau bagaimana lagi semua sudah menjadi bubur bukan,”kata Erina. Yang dimana pikirannya hanya ada untuk Clara. Dia tidak memikirkan hal lain tentang raja dan ratu yang sudah  bersama. Apa lagi ada kabar kalau ratu sudah mengandung anaknya. Dimana raja selalu berkunjung untuk bertemu dengan ratu.

__ADS_1


Tapi sebaliknya saat Erina mengandung anaknya dia tidak pernah bertemu setelah ramalan itu datang. Erina hanya diam saja sambil menuggu wkatu persalinan tinggal tiga bulan lagi. Erina menyibukkan dirinya dengan menaman bunga untuk mengisi taman yang kosong. Apa cerita yang didapatkan oleh Clara tentang ibunya?.


__ADS_2