
Pagi yang indah dan hangat Clara dan Martin terbangun dari tidurnya. Pagi yang membuat Clara bahagia saat melihat Martin ada di sisinya. Martin yang segera bangun dan memberishkan dirinya. Sementara Clara yang menuggu Martin membersihkan dirinya. Clara melihat keluar jendela yang dimana pagi itu terlihat burung berterbangan.
“Kurasa hari ini akan menyenangkan,”ucap Clara. Martin yang sudah selesai berjalan ke arah Clara yang sedang ada di teras kamarnya.”Apa yang sedang kamu lakukan?,”kata Martin dari belakang. Martin yang memeluk Clara dengan posisi kepala ada disamping Clara dimana wajah mereka saling bersentuhan.
Clara yang melirik ke arah Martin menyentuh tangan yang memeluknya.”Aku sedang melihat langit pagi ini. Apa kamu sudah selesai,”ucap Clara. Martin tidak menjawab dia hanya tersenyum saja sampai akhirnya. Clara berbalik dan menatap tubuh yang terlihat gagah oleh Clara. Tangan Clara yang menyentuh dada dari Martin yang sangat indah di mata Clara. Mata mereka yang saling memandang satu sama lain, hingga akhirnya Martin mendekat ke wajah Clara.
Mereka berdua saling berciuman di pagi hari dengan angin yang lembut menerpang tubuh mereka. Clara dan Martin yang menikmati ciuman pagi mereka sampai mereka saling mendang satu sama lain. Clara yang menyandarkan kepalanya di dada Martin yang masih memeluknya.
“Kamu harus selamt ya Martin, jangan sampai kamu terluka,”kata Clara.
“Kamu tidak usah khawatir aku akan kembali dengan selamat,”kata Martin yang mencium dahi Clara.
Tapi di saat mereka berdua sedang bermesraan suara ketukan membuat mereka terahlikan. Martin yang sudah melepaskan pelukkan Clara melihat ke balakang. Dimana Oben dan Naton datang bersama dengan Mori. Clara yang berjalan masuk bersama dengan Martin dimana Clara yang kemudiam masuk ke dalam ruangan lain untuk membersihkan dirinya.
Sedangkan Martin yang duduk dengan Naton menyiapkan teh untuk mereka. Oben yang dengan santai memberikan laporan kepada Martin. Apa saja yang harus diselesaikan sementara di tempat lain Clara dan Mori yang ada di ruangan. Clara yang ada di bak yang penuh dengan air yang sudah ditabur dengan bunga yang harum.
Di bantu dengan Mori disampingnya ikut membantu. Tapi Clara yang merasa belum terbiasa hanya bisa menolak Mori untuk membantunya. Sehingga Mori berjalan keluar, sampai di luar Martin yang melihat Mori keluar bertanya.”kenapa kamu keluar bukan membantu Clara,”ucap Martin.
“Nyonya katanya tidak ingin di bantu,”ucap Mori yang mengatakannya.
__ADS_1
“Kenapa apa dulu kamu Clara tidak ingin dibantu dengan yang lain,”ucap Martin. Mori hanya tertunduk saja Martin yang melihat sikap Mori hanya bisa menghela nafas saja.”Dulu Clara itu seperti apa sampai dia melakukan semuanya sendirian,”kata Martin.
“Tuan jika ingin tahu bisa bertanya kepada nyonya sendiri,”kata Mori yang tidak bisa mengatakan kepada Martin apa yang sudah terjadi. Martin yang mendengar itu hanya bisa terdiam saja hingga akhirnya Mori kembali melakukan kegiatan lain. Setelah dia memilih pakaian yang akan dikenakan oleh Clara.
Di tempat lain Clara yang bermain dengan air di dalam bak mandi. Tersenyum cerah, tapi di saat yang sama ada burung yang datang melewati celah jendela yang terbuka. Burung putih yang membawa pesan dari pasukan tersembunyi. Clara yang mengambil pesan yang ada di kaki burung putih. Clara yang masih di dalam bak membuka pesan itu yang berisi kalau mereka sudah bersiap untuk membayar utang. Di pesannya juga tertulis mereka juga akan mulai berangkat dari wilayah Matahari menuju wilayah utara pada tengah malam.
Clara yang menatap ke burung itu sambil mengelus kecil kepala burung.”Terima kasih burung kecil. Kamu boleh pergi,”kata Clara. Setelah mendapatkan makanan burung itu pergi tanpa memberikan pesan lain yang akan disampaikan kepada pasukan tersembunyi.
Clara yang sudah menghilangkan pesan itu dengan membasuhnya dengan air yang ada didekatnya. Clara segera berdiri dimana air mengalir ke bawah kaki panjang dan putih yang melangkah keluar dari bak mandi. Satu langkakah dia berjalan mengambil pakaian untuk menutupi tubuh, hingga Mori datang membawakan pakaian untuknya.
Mori yang membantu Clara berpakaian di dalam ruang mandi. Karena Clara tidak bisa berganti pakaian di luar karena ada Naton dan Oben yang bersama dengan Martin membahas ekspedisi yang akan dilakukan.”Apa yang mereka bahas Mori di luar sana,”ucap Clara agar terdengar suara di dalam ruangan yang sunyi.
“Mereka membahas ekspedisi yang akan dilakukan di awaln bulan ini nyonya. Tapi apa tidak masalah tuan tidak diberitahu tentang ratu,”kata Mori.
“Itu benar nyonya,”kata Mori yang sudah mencari tahu.
“Apa ada lagi yang aku tidak tahu tentang proses persiapan mereka yang akan pergi keluar wialayh,”kata Clara.
“Kurasa mereka membawa jumlah pasukan dengan 200 orang dengan berlengkapan dan pakaian sampai 400 nyonya. Di tambah lagi yang akan tinggal di wilayah adalah Moza dan Sebastian yang akan menjaga nyonya,”kata Mori.
__ADS_1
“Jadi yang akan menjaga aku di kastil adalah Moza dan Sebastian. Apa ada lagi yang tidak ketahui,”kata Clara.
“Mereka juga membawa bubuk yang anda kembangan nyonya untuk melawan para monster. Tapi rencananya di saat tuan pergi ada kunjungan yang tiba-tiba yang saya dengar,”ucap Mori.
“Kunjugan yang kamu maksud itu kunjungan siapa yang datang ke wilayah utara,”kata Clara yang menoleh ke belakang.
“Saya juga kurang pasti tahu nyonya. Tapi katanya yang akan datang ke utara adalah paman dari tuan yang ada di barat,”kata Mori sambil berpikir.
“Apa Orben yang akan datang ke sini. Kapan mereka akan datang,”ucap Clara karena dia tidak ingin rencana yang sudah disiapkan gagal untuk membunuh para pembunuh yang datang dan pasukan yang sudah bersedia melawan wilayah utara.
Mori hanya menggelengkan kepalanya saja karena dia juga tidak tahu kapan pama dari Martin akan datang ke utara.”Cari tahu lebih lanjut Mori. Aku tidak mau semuanya jadi bubur yang tidak berguna,”kata Clara.
Selesai merias diri dan berpakaian yang rapi Clara bersama dengan Mori keluar dari ruang mandi. Dimana Martin melihat Clara yang berjalan mendekat.”Kamu sudah selesai Clara,”kata Martin yang berjalan mendekat.
“Iya. Apa urusan kalian sudah selesai,”kata Clara.
“Kita akan melanjutkan di ruang kerjaku. Kita sarapan bersama ya Clara,”kata Martin yang sudah merangkul Clara. Clara hanya bisa tersenyum saja sampai akhirnya mereka bergandeng tangan hingga di ruang makan. Dimana para pelayan yang lewat dan sedang bekerja melihat Martin dan Clara yang sedang bergandeng tangan.
Ada dari mereka yang mengatakan kalau Clara dan Martin sangat serasi untuk menjadi pasangan suami istri. Mereka yang terkagum hanya bisa memandang mereka berdua. Sampai di ruang makan mereka duduk dan makanan disajikan. Clara dan Martin yang menuggu makanan semuanya disajikan mereka mengobrol hal yang belum mereka selesaikan.
__ADS_1
Setelah selesai berbincang mereka menyantap makanan yang ada didepan mereka. Tapi di sela mereka makan mereka juga saling berbincang membahas tentang orang tua Martin. Tapi Martin tidak mengatakan cerita selanjutnya, malah Martin bertanya tentang kehidupan Clara.
“Bukan sekarang adalah giliran kamu untuk bercerita ya Clara,”ucap Martin yang tersenyum. Tapi setelah cerita itu apa yang akan terjadi dengan mereka berdua?.