Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 102(revisi)


__ADS_3

Clara yang terdiam saja menatap ke arah Martin yang bertanya kepadanya.”Aku,”ucap Clara sambil menunjuk dirinya sendiri.


“Iya, apa kamu tidak mau berbagi dengan suamimu ini,”kata Martin yang mengharapkan Clara untuk mengatakannya. Clara yang mendengar itu terdiam dan hanya fokus menikmati sarapan paginya. Selesai dengan hidangan utama datang hidangan pendamping di sela menuggu Clara melihat ke arah Martin.


“Apa yang ingin kamu ketahui dariku Martin,”ucap Clara dengan santai.


“Apa saja tentang diri kamu,”kata Martin.


“Apa saja tentang diriku. Tapi tidak ada yang menarik dari ceritaku. Apa tidak masalah untuk kamu,”kata Clara yang melihatnya.


“Aku tidak masalah asalkan kamu mau dan tidak terpaksa untuk bercerita tentang diri kamu,”ucap Martin yang tidak ingin membuat Clara menangis.


Clara yang terdiam memikirkan apa yang akan dia katakan kepada Martin. Karena tidak ada yang menarik dari keseharian Clara selama di istana. Tapi Martin yang ingin tahu tentang dirinya hanya bisa memberitahukan kepadanya apa yang sudah dia lakukan selama ini di istana.


“Tapi kamu jangan keget ya setelah aku mengatakannya,”ucap Clara. Martin hanya menganggu saja sampai dimana hidangan pendamping telah datang. Di saat itu Clara membuka mulutnya kalau dirinya di istana pernah di jadikan sebagai alat pengganti untuk menghukum kedua putra ratu.


“Apa yang kamu katakan sebagai alat pengganti untuk menggantikan kedua putra ratu,”ucap Martin yang tidak percaya.


“Iya dulu aku selalu mendapatkan pukulan dari guru yang mengajar putra mahkota dan pangeran,”kata Clara.


“Berapa usia kamu saat itu sampai kamu mendapatkan pukulan itu,”kata Martin yang sedikit marah.


“Aku tidak akan mengatakannya, lebih baik kita makan dulu saja. Aku akan katakan setelah selesai makan berapa umurnya,”kata Clara yang mulai makan hidangan pendampingnya.

__ADS_1


Clara yang sambil menikmati makanan dari koki kastil yang didapur melihat ke arah Martin yang terlihat marah.”Kenapa kamu Martin,”ucap Clara mengubah suasana Martin yang tidak baik.


“Aku sedang menikmati hidangan ini saja,”kata Martin yang mencoba tenang.


“Apa benar tapi aku lihat kamu tidak bagus diwajah kamu,”kata Clara.


“Bagaimana aku bisa tenang kalau kamu dilakukan seperti itu. Aku tidak habis pikir apa yang dilakukan ayah kamu sampai membiarkan kamu di siksa oleh ratu dan putranya sendiri, bukan kamu itu adalah putrinya juga,”kata Martin.


“Untuk apa kamu marah. Itu juga sudah berlalu, dia memang ayahku. Tapi aku tidak menganggap dia ayahku. Karena dia sudah lama mengabaikan aku dan tidak merawatku selama ini,”kata Clara.


“Apa yang kamu katakan tadi ayah kamu tidak pernah melihat kamu sekali saja,”kata Martin.


“Pernah dia melihatku saja hanya untuk menyampaikan pesan pernikahan kita dan melepaskan kepergianku itu saja,”kata Clara.


“Bukan itu sudah keterlaluan sebagai ayah kamu yang seorang raja,”kata Martin. Clara hanya tersenym saja karena merasa senang ada yang meperdulikan dirinya. Sementara orang yang dekat dan sedarah dengan dirinya mengabaikan dirinya. Setelah meninggalnya ibunya, tapi pada saat itu juga Clara merasa tersentuh dengan apa yang ada didepannya. Clara yang ingin menangis dai tahan dan tetap tersenyum kepada Martin agar dia tidak tahu apa yang dia rasakan.


“Aku akan selalu ada untuk kamu. Jadi kamu jangan bersedih  lagi ya Claraku,”kata Martin yang sudah merasa ingin terus bersama dengan Clara.


Tapi setelah selesai dengan perasaan Clara yang sudah terhenti mencoba untuk melepaskan Martin. Tapi Martin tidak mau melepaskan Clara dari pelukkanya. Tapi Clara sedikit melirik ke atas dan menatap Martin. Dimana mereka saling memandang satu sama lain, yang dimana Clara ingin dilepaskan pelukkannya.


Martin yang tahu tentang itu segera melepaskannya dan mereka melanjutkan sarapan paginya. Selesai sarapan pagi Clara mulai mengatakan apa yang di inginkan oleh Martin.”Saat itu aku berusis 10 tahun. Saat aku di berikan tugas sebagai alat pengganti,”ucap Clara.


“Apa,”ucap Martin yang terkejut.

__ADS_1


“Bagimana bisa kamu di berikan tugas itu disaat kamu umur 10 tahun,bukan itu sangat menyakitkan untuk kamu di usia itu. Bagimana kamu bisa bertahan Clara,”kata Martin.Tapi dari apa yang dikatakan oleh Clara adalah kebohongan untuk usianya. Karena sebenernya usianya saat itu 6 tahun saat mendapatkan pukulan. Tapi Clara tidak mau memberitahukan kepada Martin kebenaran itu karena dia tahu kalau Martin akan marah seperti apa yang dia lihat saat ini.


“Aku bisa bertahan karena ada Mori. Tapi untuk pertama kali aku merasakannya sakit juga sampai aku tidak bisa tidur dengan nyenyak. Apa lagi saat kembali dari ruang belajar di istana utama. Aku harus berjalan kaki sampai ke vila tulip. Aku masih ingat saat itu Mori menuggu aku di depan vila tulip karena dia tidak bisa menjemput aku karena ada larangan untuk masuk ke istana utama. Mori yang melihat aku berjalan menuju vila tulip dengan kaki yang sedkit pincang menghampiriku,”kata Clara.


“Dia juga berkata nona apa yang terjadi dengan anda. Kenapa kaki anda terluka ucap Mori saat itu,”kata Clara.


“Lalu apa yang dilakukan Mori saat tahu kamu terluka,”kata Martin.


“Dia menggendongku dan membawa aku ke kamar,”kata Clara.


“Apa Mori tidak memanggil dokter saat kamu terluka,”kata Martin.


“Dari mana uangnya untuk membayar dokter Martin. Saat itu uang tunjangan yang harus aku dapatkan di sita oleh Ratu. Jadi aku di obati dengan obat yang ada saja. Apa lagi saat itu obat yang dibeli menggunakan uang pribadi Mori saat aku tidak memiliki apa-apa,”kata Clara. Martin yang mendengarnya sedikit terkejut dengan apa yang di alami oleh Clara.


Sementara Martin sendiri pada usia dia yang 10 tahun masih bersama dengan orang tuanya sampai dia umur 11 tahun dia harus hidup sendiri. Tapi jika disamakan dengan kehidupan Martin lebih baik dari pada Clara yang harus menjaga dirinya sendiri.”Kenapa kamu diam saja Martin . Apa kamu kasihan denganku yang sudah menderita,”kata Clara.


“Bagaimana kamu bisa bertahan di situasi kamu yang tidak baik itu Clara kamu sangat tanggung,”kata Martin yang merasa bangga dengan Clara yang menjadi istrinya. Clara yang mendengarnya hanya tersenyum saja kepada Martin. Sampai di depan pintu ruang kerja Clara Martin tidak bisa masuk karena ada perkerjaan yang harus diselesaikan.


“Kamu jaga baik diri kamu ya. Jangan terlalu kecapean, nanti aku akan menjemput kamu lagi untuk makan malam,”kata Martin yang sedikit perhatian dengan Clara. Kalau Clara kurang kasih sayang dengan orang terdekatnya


Clara yang sudah masuk ke dalam tidak mendengar langkah kaki Martin. Yang dimana Clara bersama dengan Mori ada didalam satu ruangan yang sama.”Nyonya anda berbohong ya untuk umurnya,”kata Mori.


“Maaf aku harus melakukannya. Jika aku mengatakan yang sebanarnya dia pasti akan marah besar bukan. Melihat saja aku terluka dan menjadi pengganti saja dia saja sudah mengelurkan auranya. Apa lagi jika aku mengatakan yang sebenarnya.Apa yang akan terjadi?,”kata Clara.

__ADS_1


Mori yang mendengar penjelaskan dari Clara hanya bisa menganggu saja. Paham apa yang akan terjadi dengan Martin jika dia tahu sebenarnya. Tapi di tempat lain Martin yang berjalan menuju ruangannya dengan wajah tidak senang. Oben yang melihat wajah tuanya yang tidak baik hanya bisa diam saja.


“Panggil Derek ke sini,”ucap Martin dengan suasana yang tidak baik. Apa yang akan dilakukan oleh Martin kepada Derek setelah dia dipanggil?.


__ADS_2