Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 86(revisi)


__ADS_3

Martin yang juga melihat sikap Clara yang masih tidak percaya dia menjelaskan sedikit walaupun dia masih ragu untuk mengatakannya.”Kamu tidak percayakan. Aku akan jelaskan kenapa aku merasa tidak suka dengan kedatangan keponakan paman dan temannya yang datang ke sini,”kata Martin.


“Bukan aku tidak percaya dengan apa yang kamu katakan Martin, hanya saja ini sedikit membingungkan saja. Kenapa kamu takut dengan keponakan paman kamu dan temannya. Apa yang kamu takutkan,”kata Clara yang ingin tahu sebabnya.


“Jika aku katakan kamu tidak akan marahkan,”ucap Martin. Clara hanya menggelengkan kepalanya saja kepada Martin kalau dia tidak akan merah jika dia memberitahukan kepada diriya.


“Baiklah kamu sudah janjinya kamu tidak akan merah sebenarnya teman dari keponakan pamanku itu suka dengan diriku. Aku tidak ingin kamu sakit hati karena kelakuan dari teman keponakanku itu. Apa lagi pamanku masih belum tahu kalau kita sudah menikah,”ucap Martin.


“Jadi paman kamu belum tahu kalau kita sudah menikah dan masih ingin mendekatkan kamu dengan teman keponakan kamu itu. Itu yang membuat kamu sedikit gelisah,”kata Clara yang santai.


“Itu banar. Tapi untuk bulan ini mungkin bukan keponakan dan temannya yang datang karena aku tidak membalas suratnya. Bisa jadi yang datang adalah pamanku, apa kamu akan baik-baik saja jika dia datang ke sini,”kata Martin.


“Kenapa malah paman kamu yang datang karena kamu tidak membalas suratnya,”kata Clara yang  bingung lagi.


“Sebenarnya ada hal yang sulit dikatakan disini. Sekali aku membalas surat untuk mereka tidak datang. Mereka akan datang dengan perwakilan tapi malah sebaliknya jika aku tidak membalas suratnya dengan waktu yang dijanjikan paman yang akan datang itulah terjadi,”kata Martin menjelaskan.


“Aneh ya paman kamu itu,”kata Clara sambil tersenyum.


“Kamu tidak akan akan marah bukan,”kata Martin yang masih berhati-hati.


“Tidak kenapa juga aku marah kepada kamu. Keluarga ibuku saja datang ke sini tapi kamu tidak marah bukan,”kata Clara.


Martin yang telah mendengar itu hanya bisa terdiam disaat Clara sudah mendengar ceritanya Martin merasa lelah dan hendak berbaring dipangkuan Clara disampingnya. Clara yang melihat Martin ada dibawah pangkuannya hanya bisa terdiam dan melanjutkan merajut kainnya.

__ADS_1


“Jadi apa yang ingin kamu jual di luar wilayah Clara,”kata Martin yang mengganti topik.


“Untuk soal itu sudah Kal persiapkan kamu hanya perlu memeriksanya saja. Apa kamu belum memeriksanya Martin,”kata Clara.


“Belum aku baru saja ingin memeriksa setelah aku bertemu dengan kamu. Tapi bagaimana dengan paman dan kakek kamu apa dia berkunjung ke ruangan kamu setelah kejadian waktu itu,”kata Martin.


“Mereka belum datang mungkin sedang sibuk soal wilayah Timur bukan kamu sudah dapat kabar kalau ratu sudah memberangkatkan beberapa pasukan untuk datang ke wilayah timur,”kata Clara.


“Itu benar. Tapi mereka masih tidak mendapatkan izin masuk ke wilayah timur untuk sampai sekarang,”kata Martin.


“Itu juga aku sudah mendengarnya, hanya saja sampai kapan mereka bisa bertahan. Aku dengar juga ratu sudah bekerja sama dengan wilayah barat juga. Apa kamu juga sudah tahu soal itu juga,”kata Clara.


“Wilayah barat ya. Tapi tidak semua wilayah barat dikuasai oleh ratu,”kata Martin.


“Yang kamu katakan itu benar yang menarik itu adalah pihak kerajaan dan organisasi yang dibawah kepemiminan raja barat dan yang menolak itu adalah pamanku,”kata Martin.


“Kenapa paman kamu menolak ratu apa dia memiliki dendam dengan ratu,”kara Clara.


Tapi tidak ada jawaban dari Martin setelah Clara melihat ke bawah ternyata Martin sudah tertidur dipangkuannya.”Dia sudah tidur ternyata,”kata Clara yang tidak bisa berkata yang lain hanya bisa menyelesaikan rajutannya. Setelah beberapa jam berlalu Clara telah selesai dimana Martin yang sudah berpindah posisi menghadap ke arah tubuhnya dimana dia langsung memeluknya dari bawah.


Clara yang merasakan pelukan Martin hanya bisa mengelus kepalanya dan tidak ingin membuat Martin terbangun. Mori yang masuk membawaka teh tapi dia melihat Martin yang masih tertidur dipangkuan Clara.”Nyonya apa saya meminta para ksatria untuk memindahkan tuan ke kasur,”kata Mori.


“Tidak usah. Kamu bisa mengambilkan benang dan kain yang ada di kasur. Karena aku sudah selesai dengan bagian ini.Aku ingin membuat yang lain selagi aku duduk santai,”kata Clara kepada Mori. Mori yang segera mengambil kain dan benang yang diminta oleh Clara. Setelah dia memberikannya Mori pergi ke luar dan mulai melakukan aktifitas bersama pelayan yang lain.

__ADS_1


Mori yang sudah pergi keluar dan Clara yang melanjutkan membuat kerajinan tangan. Dimana sekarang dia membuat hiasan pita dari kain yang dia pakai kain dari hasil pembuatan para penjaga di pabrik monster.


Waktu terus berjalan sampai dimana Martin terbangun dari tidurnya.”Kamu sudah bangun Martin,”kata Clara dengan lembut.


“Apa aku tertidur terlalu lama,”kata Martin yang hendak duduk.


“Tidak. Tapi bagus jika kamu sudah bangun. Kita bisa meminum teh yang sudah disajikan oleh Mori. Jika kamu mau,”kata Clara. Dimana mereka berdua menikmati teh yang masih hangat karena Martin bangun di waktu yang tepat. Martin yang sudah selesai ingin kembali bekerja kembali dan meninggalkan Clara di dalam ruangan.


Martin yang sudah keluar dan hanya ada Clara yang melihat dari belakang saja.”Dia sudah pergi,”ucap Clara yang langsung berdiri dan menuju teras dimana dia bisa melihat bunga di sore hari yang dingin. Dimana para pekerja masih saja membangun tembok. Clara yang tiba-tiba kedatangan elang putih dari arah lain yang mendarat di depannya.


“Elang putih,”ucap Clara yang mengambik kertas yang sudah ada dikaki elang putih.


Clara yang membuka lipatan kertas yang membungkusnya dimana Clara mulai membacanya. Setelah sudah mendapat apa isi dari pesan yang disampaikan. Clara membalas dengan pesan singkat untuk tetep lanjutkan dan berhati-hati. Setelah Clara memberikan makan elang putih dia menaru kertas tersebut di kaki elang putih yang kemudian elang putih terbang meninggalkan Clara. Sementara di tempat lain Azarata sempat melihat elang putih itu terbang yang meninggalkan Clara.


“Kenapa ada elang putih di dekat Clara,”kata Azarata setelah melihatnya. Clara yang merasa ada mata yang melihat ke arahnya dia  melirik ke arah dimana mata itu memandangnya. Clara melihat Azarata putra mahkota yang masih menatap Clara. Clara hanya tersenyum saja kepada putra mahkota sampai dia pergi.


“Apa dia melihat elang putih terbang,”kata Clara yang menebak.


Tapi pada saat Clara yang sedang berpikir dia mendapatkan Mori sudah ada di belakangnya.”Nyonya sedang apa kamu di luar,”kata Mori.


Clara yang melihat ke belakang ada Mori.”Mori sejak kapan kamu ada disini,”kata Clara.


“Baru saja Nyonya. Tapi kenapa nyonya ada diluar,”kata Mori.

__ADS_1


“Aku hanya menghirup udara segar saja. Jadi kamu tidak usah gelisah, bagaimana perkembangan proyek kainnya berjalan lancar,”kata Clara. Mori hanya tersenyum saja sampai dimana Clara bisa menebak dari raut wajah Mori yang terlihat senang dan tenang. Tapi apa Azarata akan bertemu dengan Clara lalu bagaimana dengan paman Martin akan dia datang ke utara?.


__ADS_2