Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 73(revisi)


__ADS_3

Setelah malam yang panjang dengan pertemuan yang tidak terduga mereka mulai menjalankan tugas mereka masing-masing. Clara yang bangun di pagi hari yang dimana dia tidak melihat Martin. Clara yang telah selesai membersihkan dirinya mulai pergi ke parbik monster untuk melihat perkembangan pembuatan kain dari kulit monster. Bersama dengan Mori dan Derek yang menemani. Karena Moza sedang berkeliling bersama dengan Martin. Tapi Clara mencari Moza yang tidak muncul.”Derek dimana Moza kenapa aku tidak melihat dia,”kata Clara.


“Moza bergi bersama tuan Nyonya,”ucap Derek.


“Apa mereka bisa akur jika bersama,”kata Clara. Derek yang tidak bisa berkata hanya tertunduk diam. Clara yang tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Derek hanya bisa melanjutkan langkahnya. Sampai mereka di kereta kuda dimana Clara dan Mori masuk ke dalam.Sementara Derek yang pergi bersama dengan kuda yang dia tunggngi. Di perjalanan Mori yang melihat Clara yang terlihat berbeda seperti biasanya membuat Mori bertanya.”Nyonya apa ada hal yang membuat ada kepikiran sesuatu,”kata Mori.


“Tidak ada Mori. Tapi kenapa kamu bertanya seperti itu. Apa ada hal yang membuat kamu gelisah,”kata Clara.


“Itu soal kemarin. Apa nyonya merasa baikkan,”kata Mori. Clara hanya tersenyum saja kepada Mori. Tapi di perjalanan menuju pebrik yang dengan pemandangan beberapa rumah penduduk rusak dan ada juga sedang menjual beberapa sayuran yang mereka tanam di musim dingin.”Apa mereka dalam kondisi baik,”kata Clara. Mori yang melihat ke arah mata yang tertuju diluar.”Mereka baik saja. Mereka akan  bisa menjalani kehidupan normal setelah apa yang kita lakukan berjalan lancar nyonya,”kata Mori.


“Aku juga berharap bisnis yang kita kembangan ini bisa membuat mereka bahagia. Tapi Mori jenis tanah yang aku minta apa kamu sudah kumpulkan,”kata Clara.


“Sudah nyonya hanya saja belum semua terkumpulkan. Tapi buat apa jenis tanah itu nyonya,”kata Mori yang masih tidak mengerti dengan apa yang akan dilakukan Oleh Clara.


“Itu aku mencoba mengembangkan jenis tanah di wilayah ini apa bisa di taman beberpa jenis sayuran,”kata Clara.


“Tapi bicara jenis tanah yang subur di wilayah ini ada di dekat barat daya timur tembok,”kata Mori.


“Apa kualitas tanah disana subur atau ada hal lain yang bagus disana,”kata Clara.


“Yang saya dapatkan tanah disana dekat dengan sumber air,”kata Mori.


“Sumber air katakan kamu,”kata Clara sambil berpikir. Tapi tidak lama kemudian mereka sampai didepan parbik monster dimana Kal yang sudah menyambut Clara dan Mori.”Nyonya anda sudah datang ya,”ucap Kal.

__ADS_1


“Bagaimana perkembangannya Kal apa berjalan lancar,”kata Clara sambil mereka berjalan menuju kantor.


“Perkembangan sangat berjalan lancar, hanya saja ada beberapa serat monster yang tidak bisa kita gunakan dan prosesnya,”kata Kal.


“Serat monster seperti apa. Tunjukan kepadaku,”kata Clara setelah sampai didepan pintu kantor. Mori yang membuka pintu dimana Clara mulai berjalan dimana terdapat berbagai dokumen yang sudah memenuhii ruangan.


“Dokumen apa semua ini Kal,”kata Clara sambil melihat ke arah Kal.


“Itu dokumen dagang yang akan kita produksi dan wilayah mana yang akan menjualnya. Tapi ada juga daftar nama barang dari wilayah lain,”kata Kal.


“Biar aku lihat semuanya,”kata Clara dimana dia langsung duduk dan mengambil satu lembar yang berisi dengan daftar jenis monster yang bisa dibuat kain. Clara yang melihatnya mengamati dengan seksama dan menemukan ada hal yang menarik dari beberapa nama yang dia temukan. Kal aku ingin jenis mosnter nomer 15 dan 8 itu. Apa kamu bisa siapakan itu sekarang, aku ingin membawanya,”kata Clara.


“Tentu saja Nyonya. Tapi untuk apa anda ingin monster tersebut,”kata Kal yang melihat raut wajah Clara seperi ada ide yang ingin dia buat. Kal yang tidak tahu apa yang disembunyikan, hanya mengikuti pertintah.


Kal yang pergi untuk mengambil barang yang di inginkan oleh Clara. Sementara Clara yang bersama dengan Mori yang memeriksa semua dokumen yang terkumpul didepannya. Dimana proses pembuatan kain sudah sangat memuaskan dan proses pewarnaannya juga berjalan lancar. Clara yang memantau itu sangat senang sampai dimana Kal datang membawa barang yang dia inginkan.


“Langsung saja dibawa ke kereta untuk mengurangi pekerjaan. Tapi Kal aku ingin melihat hasil kain yang sudah jadi,”kata Clara.


“Baik nyonya saya akan antarakan anda pergi ke tempat penyimpanan,”kata Kal. Clara yang segera berdiri dan pergi keluar untuk melihat hasil kain yang sudah jadi. DI perjalan menuju tempat penyimpanan kain Clara melihat beberapa pekerja yang sedang sibuk.


“Apa mereka sudah diberikan makanan,”kata Clara sambil melihat ke arah pegawai.


“Sudah nyonya,”kata Kal. Clara yang kembali berjalan dan bertemu dengan Oben yang juga ada di pabrik monster.”Selamat siang nyonya,”ucap Oben,

__ADS_1


“Selamat siang Oben. Apa yang kamu lakukan disini,”kata Clara.


“Saya sedang memantau nyonya. Tapi nyonya anda disini bersama pengawal bukan,”kata Oben yang tidak melihat Derek.


“Iya aku bersama dengan Derek yang sedang manaruh barang di kereta kuda. Mungkin dia akan menyusul setelah selesai dengan tugas yang aku berikan. Jika oben masih di sini. Bagaimana kalau kita pergi melihat gudang penyimpanan kain,”kata Clara.


“Baik nyonya,”kata Oben. Mereka akhirnya pergi ke ruang penyimpanan kain. Di depan pintu yang sudah terkunci oleh Kal dan Oben. Setelah pintu terbuka Clara melihat tumbukan rak kain yang sudah berjejer seperti rak buku.


“Apa jenis sudah sesuai dengan kegunakan kainnya,”kata Clara.


“Sudah nyonya. Tapi ada juga bahan yang tidak jadi dibuat kain. Dibelakang sana tempatnya. Apa nyonya ingin melihatnya,”kata Kal.


“Tentu saja,’”ucap Clara. Dimana mereka berjalan menuju baling belakang rak kain. Dimana kain yang ggal di tarud dibelakang. Clara yang melihat jumlah yang gagal dan setelah menyentuhnya memang ada kecacatan. Tapi bahan yang gagal itu bisa dia gunakan untuk membuat hiasan kain atau juga bisa dibuat sarung kaki.


“Apa yang harus saya lakukan dengan bahan gagal ini Nyonya. Apa kita buang atau kita buat hal lain saja,”kata Kal.


“Kurasa kita berikan saja kepada pegawai saja,”kata Oben.


“tidak bisa ini bisa kita gunakan untuk perlengkap pakaian. Kita juga tidak bisa memberikan bahan gagal kepada pegawai yang sudah bekerja keras di wilayah kita bukan. Ini tidak baik,”kata Clara.


“Lalu apa yang harus kita buat dengan bahan gagal ini,”kata Kal.


“Mori apa kamu bawa kertas dan bolpen aku akan membuat satu karya untuk mereka buat,”kata Clara. Mori yang mengambil kertas dan bulpen di dalam tas yang dia bawa.”Ini nyonya. Tapi anda akan membuatnya dimana. Di sini tidak ada meja,”kata Mori yang melihat sekelilingnya.

__ADS_1


“Kenapa terlalu repot Mori dilantai juga bisa kita gunakan. Kamu seperti tidak tahu aku saja bagaimana kita dulu bisa sampai seperti ini,”kata Clara.


“Itu bener juga,”kata Mori yang ingat dulu mereka juga selalu bisa melakukan dimana saja. tapi mata mereka berdua yang melihat seperti tidak tega karena lantai itu sudah kotor di injak penjalan kaki.”Nyonya jangan,”ucap Oben yang melepaskan jasnya. Untuk dijadikan alas duduk untuk Clara. Tapi Clara menolak karena dia akan baik saja. Tapi setalah Clara duduk apa yang akan terjadi dengan dia?.


__ADS_2