
Jesi bersama dengan Mori hanya melihat saja tanpa berkata-kata. Sementara Jesika yang melihat langsung menyusulnya.”Menurut kamu apa dia akan terluka atau mau membalas dendam?,”kata Jesi.
“Untuk soal cinta aku tidak ingin ikut terlibat itu urusan mereka,”kata Mori yang tidak mau ambil pusing. Sementara di dalam ruangan Martin masih menuggu Clara sambil membantu Clara membalut luka yang belum selesai. Martin yang penuh dengan kasih sayang saat hendak menyentuh tubuh Clara yang terluka dengan ujung jarinya.
Meresa sakit hatinya, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.”Martin apa sudah selesai kamu membeikan obat olesnya,”ucap Clara. Yang membuat Martin tersadar dan mulai membalutnya dengan hati-hati.
“Kalau sakit bilang ya,”ucap Martin.
“Iya. Tapi Martin saat kamu datang ke sini apa kamu langsung mencariku, bukan langsung melihat kondisi wilayah dulu,”kata Clara.
“Bagaimana aku tidak langsung datang ke sini. Di setiap perjalanan aku mencium bau yang tidak sedap ditambah lagi ada yang aneh dengan kondisi tempat aku lewat. Aku hanya memikirkan kamu saat itu dan pergi lebih dulu kembali,”kata Martin.
“Jadi kamu langsung ke sini tampa bertemu dengan Sebastian,”kata Clara.
“Iya. Tapi apa pamanku ada di sini sekarang,”ucap Martin yang tidak habis pikir kalau pamannya akan datang ke wilayah utara.
“Iya dia datang setelah kamu berangkat dan waktu yang sama dengan pasukan musuh datang,”kata Clara dengan santai.
“Jadi siapa yang membantu kamu melawan pasukan ratu. Tadi kamu juga berkata kalau semuanya sudah berakhir apa benar itu,”kata Martin yang sudah selesai membalut lukanya.
“Pasukan tersembunti dan ketiga kakak yang satu profesi. Dulu aku bersama dengan Mori bekerja sebagai mata-mata dan tentara bayaran. Jadi aku bertemu dengan mereka bertiga di sana dan sudah aku jadikan kakakku. Karena aku lupa nama mereka,”ucap Clara.
“Apa yang kamu katakan tadi kamu menjadi mata-mata dan tentara banyaran bersama dengan Mori. Apa kamu tidak cari oleh raja dan ratu saat itu kamu pergi,”kata Martin yang tidak percaya mendengarnya.
__ADS_1
“Itu benar, kamu tahuka kehidupan aku di istana itu selalu diabaikan oleh mereka yang berkuasa dan bangsawan saja juga tidak perduli aku ada atau tidak. Aku yang selalu di kejara oleh ratu harus bisa menjaga diriku sendiri. Makanya aku pergi mencari pengalaman dan mencari uang dengan kondisiku yang lemah bersama dengan Mori,”kata Clara.
“Apa selama ini kamu hidup dengan usaha kamu sendir Clara,”kata Martin dengan suara kecil dan tertunduk menyentuh punggung Clara karena merasa menyedihkan.
“Itu benar tapi aku tidak apa-apa selama aku hidup. Itulah aku sampai sekarang ini bisa bertahan. Ini terakhir karena aku mendapatkan kabar dari penguasa Matahari yang terbaru. Kalau Ratu Erlaka sudah mati dipenggal. Jadi semua dendam sudah terangkat semua dengan kematian Ratu Erlaka,”kata Clara.
“Apa benar informasi itu Clara. Tapi dari mana kamu mendapatkannya,”ucap Martin. Clara memberikan secarik kertas yang berisi informasi tersebut.
“Itu informasi yang belum diberitakan. Mungkin dalam dekat ini semua wilayah akan kembali dengan penguasa yang baru,”kata Clara. Martin yang sedang fokus membaca isi dari kertas yang diberikan oleh Clara.
Di dalam kertas tertulis informasi tentang ratu Erlaka yang sudah mati dan pemimpin sudah diambil ahli oleh Leo. Martin yang tidak tahu siapa itu Leo hanya bertanya kepada Clara.”Leo dalam surat ini siapa Clara?,”kata Martin yang memeluknya dari belakang.
“Leo adalah cucu dari putri mahkota yang menikah dengan salah satu anggota bangsawan,”kata Clara yang belum selesai.
“Maksud kamu adik dari raja Ezan. Putri mahkota Elsa. Bukan semua anggota putri mahkota sudah mati dibunuh semua oleh pembunuh waktu itu yang menyerang kediaman putri waktu itu,”kata Martin.
“Kamu tidak tahu kalau Leo akan menyerang kerajaan Matahari Clara atau kamu sudah tahu dan bersengkokol dengan Leo yang sebagai cucu dari Elsa,”kata Martin.
“Aku tidak akan menyangka setelah aku mencari tahu kalau dia. Diam-diam mencari sumber kekuatan dari keluarga yang masih hidup dan anggota kerajaan yang mendukung putri Elsa dulu. Aku juga tidak menyangka kalau Leo akan menyerang setelah Ratu Erlaka menyerang ke wilayah utara dengan kekalahan yang fatal,”kata Clara.
“Tapi dengan itu juga Leo bisa menang bukan,”kata Martin sambil tersenyum.
“Jadi apa musuh kamu sudah kamu habisi semua Clara. Jika belum aku akan menyelesaikannya untuk kamu,”kata Martin.
__ADS_1
“Sudah tidak ada hanya ada satu musuh cinta,”kata Clara. Martin yang mendengarnya merasa tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Clara. Martin hanya melihat saja ke arah Clara dengan maksud apa yang dikatakan oleh Clara barusan.
Clara yang melihat hanya menatap saja,”Kamu tidak mengrti Martin apa yang aku katakan tadi.”
“Mana aku tahu, makanya beritahu aku biar aku tahu maksudnya,”ucap Martin.
“Masak kamu tidak tahu setelah Melinda datang ke sini. Dia itu suka dengan kamu, tapi aku lihat sepertinya dia akan terus mendekat ke kamu deh Martin,”kata Clara yang menjelaskannya.
“kamu cemburu jika aku dekat dengan Melinda. Aku tidak suka dengan Melinda dari awal, tapi dia pernah mengungkapkan perasaanya tapi aku tolak,”kata Martin yang menjelaskannya.
“Itu benar kamu sudak menolaknya. Tapi kamu tidak akan tahu apa yang akan dia lakukan nanti,”kata Clara.
“Kamu tenang saja aku akan selalu untuk kamu. Tapi dari pada itu bagaimana kamu mempersiapkan semua ini Clara,”kata Martin keluar jendela.
“Sebelum kamu menyembunyikan sesuatu aku juga menyembunyikan sesuatu,”kata Clara yang tersenyum.
“Apa kamu sudah tahu kedatangan mereka itu di waktu yang sama dengan aku pergi melakukan ekspedisi,”kata Martin yang menebak.
“Tepat sekali,”kata Clara. Tapi mereka yang berbincang sampai mereka lupa untuk mengisi perunya. Clara yang merasa lapar melihat sekitarnya.”Apa Mori masih sibuk?,”kata Clara.
“Kenapa kamu mencari Mori. Apa ada hal yang perlu kamu siapkan,”kata Martin.
“Itu Martin kamu lapar tidak,”ucap Clara. Martin yang melihat keluar yang terlihat sudah sore.”Maafkan aku Clara aku memaksa kamu bicara sampai lupa untuk memberi kamu makan. Biarkan aku panggil Mori untuk menyiapkan makanan untuk kamu,”kata Martin yang berjalan ke arah pintu.
__ADS_1
Dimana Mori sudah menuggu, Mori yang mendenga suara pintu yang terbuka melihat Martin membuka pintunya.”Ada yang bisa saya bantu tuan?,”ucap Mori yang sudah berjaga. Tapi Martin yang melihat juga ada Sebastian dan Moza. Di susul Duke Orben yang datang mencari Martin.
“Mori siapkan makanan untuk Clara,”kata Martin sambil melihat ke arah Mori. Mori hanya menganggu saja kemudian dia pergi. Martin melihat ke arah Duke Orben yang menatapnya. Martin yang tahu apa yang akan dia katakan kepadanya berjalan keluar dan menutup pintunya. Tapi setelah semua selesai apa ada kejadian lain yang menimpa Clara?.