
Clara memperlihatkan hasil rencana kerajinan yang dia buat kepada Martin dan Oben didepannya.”Apa keluarga kamu tahu Clara soal ini,”kata Martin.
“Keluarga yang mana yang kamu maksudkan Martin?,”kata Clara.
“Tentu saja kelurga kerajaan. Siapa lagi,”kata Martin.
“Apa Derek belum mencerita kepada kamu soal aku dan keluarga kerajaan yang tidak menganggapku,”kata Clara yang sedikit murung. Tapi mereka semua yang melihat Clara sedih membuat mereka gelisah sampai Kal memberikan data yang dia minta.
“Nyonya jangan sedih ini ada beberap informasi tentang apa yang anda minta cari tahu kelurga ibu anda,”kata Kal.
“Apa itu benar Kal mereka baik-baik saja. Tapi kenapa mereka tidak pernah mengunjungiku ya,”kata Clara.
“Nyonya mungkin sebentar lagi mereka akan bertemu dengan anda. Karena anda tidak ada diwilayah Matahari tapi ada diwilayah utara, pasti mereka akan mencari anda,”kata Mori.
“Aku juga berharap seperti itu benar jika mereka mencariku,”kata Clara.
“Kurasa hati kamu sedikit tidak baik jika membicarakan tentang keluarga kamu. Tapi aku juga merasa berterima kasih karena kamu mau membantu wilayah kami ini.Aku berharap kamu tidak akan bosan tinggal disini bersamaku,”kata Martin yang sedikit berubah.
“Aku juga berharap seperti itu. Tapi Martin bagaimana dengan barang yang akan datang ke sini,”ucap Clara.
“Nyonya tidak usah khawatir dengan semua ini. Karena saya yang akan datang langsung bersama dengan mereka dengan beberapa prajurit,”kata Oben. Selesai dengan pembicaran mereka sarapan pagi bersama dimana makanan yang disediakan sedikit berbeda dari tadi malam.
Martin yang melihat Clara tidak berbicara dan hanya menikmati makanan yang diberikan. Clara yang belum pernah mekananya sedikit bingung dan senang. Dimana Clara bisa merasakan masakan yang berbada dimana ada sensanti yang berbada rasa rempah dan sayur serta daging yang menyatuh menjadi satu.
Clara yang menikmati makanan itu dengan santai. Tapi Martin yang was-was karena hidangan yang diberikan membuat Martin melihat Clara. “Kenapa kamu melihatku seperti itu apa ada yang anah dengan cara makanku,”kata Clara.
“Tidak aku hanya ingin tahu bagaimana rasanya apa kamu suka dengan sarapan pagi hari ini,”kata Martin yang berhati-hati.
“Iya ini enak kok. Rasanya semua menjadi satu tapi apa ada tanah untuk menanam sayuran di sini,”kata Clara.
“Karena cuaca yang dingin itu sangat sulit. Tapi ada beberap sayuran yang bisa ditanaman di wilayah ini. Apa kamu berencana untuk menanam sayuran di wilayah ini,”kata Martin. Clara hanya memberikan jawaban dari senyuman polos yang dilontarkan kepada Martin.
__ADS_1
Martin yang melihat itu hanya bisa melanjutkan sarapan paginya.”Apa nanti kamu mau berkeling denganku Martin. Jika kamu tidak sibuk,”ucap Clara.
“Hari ini aku libur aku bisa mengajak kamu berkeliling jika kamu tidak lelah,”kata Martin.
“Bagus ayo kita berkeliling. Aku ingin melihat cara mengelolah bangkai monster jika kamu mengizinkannya,”kata Clara.
“Tentu saja boleh. Kamu berhak tahu bagaimana prosesnya karena kamu adalah Nyonya diwilayah ini sekarang,”kata Martin yang sedikit terbuka dengan Clara. Awalnya masih sedikit keraguan diantara mereka tapi lama kelamaan ada percikan kedekatan diantara mereka berdua.
“Lalu kapan kita bisa tidur bersama,”kata Martin dengan wajah malunya yang melihat ke arah lain.
“Jika kamu mau menuggu sampai aku kenal dengan orang tua ibuku. Bagaimana?,”kata Clara yang sedikit mengulur waktu untuk bersama.
“Apa?,”ucap Martin yang sedikit sedih karena dia harus menuggu lagi. Clara yang tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Martin hanya bisa menatap wajahnya yang sedih.
“Kamu kenapa sedih apa kamu kesepian Martin,”kata Clara.
“Tidak,”ucap Martin yang sedikit kesal. Tapi dalam hati Clara,”Apa aku mengatakan hal yang salah ya.” Tapi melihat Martin yang makan dengan biasa saja aku rasa hanya perasaanku saja dalam hati Clara. Selesai makan mereka keluar bersama dimana Martin yang mengajak Clara berkeliling kastil yang dia miliki.
“Ini tempat latihan,”ucap Clara.
“Itu benar para ksatriA berlatih disini,”kata Martin.
“Aku tidak tahu kalau tempat ini sangat luas, lalu jadwal latihan kamu jam berapa,”ucap Clara yang ingin tahu.
“Aku latihan saat pagi datang bisa dikatakan 6 pagi sampai 8 pagi atau bisa 7 pagi,”kata Martin dengan santainya.
“Apa kamu ingin tahu jumlah para ksatria yang ada diwilayah ini juga,”kata Martin lagi.
“Jika kamu tidak keberatan memberitahuku aku ingin tahu. Mungkin saja aku bisa membantu dikit nanti,”kata Clara.
“Memangnya apa yang bisa kamu bantu kamu hanya wanita biasa yang tidak bisa berpedang,”kata Martin.
__ADS_1
“Kamu meremahkan aku ya Martin, aku juga bisa sedikit membela diriku. Kamu tahu tidak saat ada tentara bayaran aku selalu bisa lolos dari mereka,”kata Clara yang membanggakan dirinya sendiri. Tapi Martin yang sedikit mendengar itu sedikit marah karena anggota kerajaan yang tidak menghargai Clara.
“Tapi apa kamu baik-baik saja saat itu. Apa tidak ada penjaga yang mengawasi kamu atau menolong kamu sampai kamu dalam bahaya,”kata Martin yang merasa sedikit gelisah.
“Kamu khawatir denganku. Aku baik saja, karena semua sudah berlalu mereka juga tidak bisa menyentuhku karena aku selalu bawa ini dan ini,”ucap Clara yang menunjukan senjata yang dia bawa setiap hari bersama dengan racun bubuk.
Martin yang tidak tahu apa yang dibawa oleh Clara melihat dengan seksama.”Ini adalah bubuk racun dan bubuk tidur yang aku buat dan senjata ini serba guna bisa dipakai untuk memukul dan pisau kecil. Apa kamu mau melihatnya,”ucap Clara.
Martin yang penasaran dengan bubuk yang dibawa oleh Clara mencoba kepada ksatrianya yang saat itu sedang latihan. “Kamu mau mencoba itu kepada bawahan kamu Martin,”kata Clara yang melihat ekspresi wajahnya.
Martin yang menyoba bubuk kepada ksatria yang dia pilih salah satunya Derek.”Kenapa tuan memanggil kami,”kata Sebastian.
“Aku ingin mencoba bubuk ini kepada kalian. Kalian terpengaruh atau tidak,”kata Martin.
“Maaf tuan saya menolak, hukum saja saya lari dari pada mencoba bubuk itu,”kata Derek yang sudah pernah merasakannya karean Mori pernah memberikannya.
“Baiklah lari 200 putaran push up 100 kali,”kata Martin kepada Derek yang segera dia pergi berlari.
“Kenapa dia pergi hanya bubuk saja dia takut,”kata Goto.
“Baiklah kalian sudah siap aku akan menaburkan bubuk ini kepada kalian semua,”kata Martin yang mulai menaburkan bubuk tersebut kepada Sebastian, Goto, Erman dan dua ksatria yang lain sudah dipilih oleh Martin.
Tapi dalam beberapa menit mereka yang tadi berdiri langsung terjatuh semua.”Tidak aku sangka bubuk ini manjur juga ya Clara. Kamu buat dari apa,”kata Martin yang kagum dengannya.
“Itu dari beberapa racun yang aku campur dan keringkan yang kemudian dijadikan satu,”kata Clara yang berbicara singkat. Tapi sementara para ksatria yang merasa tubuh mereka merasa lemas. Derek yang sedang lari berhenti sebentar melihat mereka.”Kalian kenapa?,”kata Derek yang tersenyum.
“Hai Derek kamu sudah tahu bukan bubuk itu adalah racun kenapa kamu tidak bicara kepada kami. Kamu penghianat teman Derek,”kata Erman.
“Mana mungkin aku berhianat kepada kalian. Karena aku juga pernah merasakannya selama tiga hari berbaring di kasur dengan tubuh yang tidak bisa digerakkan. Semangat ya,”kata Derek yang melanjutkan hukumannya. Wajah bahagia terpancar oleh Derek sementara mereka yang tidak bisa berdaya hanya meminta obat penawarnya.
“Clara,”ucap Martin. Clara yang sudah mengeluarkan obat penawanya kepada Martin dimana ksatria yang tidak diberikan bubuk untuk membantu mereka setelah diberikan obat penawar pergi ke ruang kesehatan.Setelah itu apa yang akan terjadi dengan Clara?.
__ADS_1