
Gland yang merasa bersalah meminta maaf kepada Clara. Karena sudah mengabaikan dirinya sejak kecil karena percaya dengan ramalan kalau Clara membawa malapetaka. Tapi Gland yang diberitahukan kepada Clara tentang kejadian waktu itu sangat terkejut. Dia yang tidak bisa berkata kepada Clara hanya bisa mengganti topik lain.
“Kakek tidak apa-apa. Aku juga tidak marah, itu juga sudah berlalu,”ucap Clara yang tersenyum. Dibalik senyum yang dia sembunyikan dia juga merasa sakit hati. Karena satu kelurganya yang bisa dia percayai dan dia cari tidak percaya dengan dirinya. Sampai mereka tidak mencari Clara yang dari kecil selalu diperlakukan kasar, tidak diberikan makan oleh raja atau ratu, dia yang harus mencari uang sendiri, tidak ada pelayan atau pengawal menjaga dirinya.
Semua Clara lakukan hanya berharap mereka mencari dirinya walaupun hanya sedikit kecil saja. Tapi setelah mendengar kakek yang meminta maaf Clara sedikit membuka hatinya.Walaupun dia tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini.
“Kamu boleh marah Clara ini memang salah kakek yang tidak mencari kamu. Kakek juga tidak tahu bagaimana kehidupan kamu di istana pasti ayah kamu menjaga kamu bukan. Walaupun dia tidak melihat kamu,”kata Gland.
“Apa maksud kakek aku hidup bercukupan di istana dimana orang lain mengabaikan aku,”kata Clara yang sedikit tertusuk dengan apa yang dikatakan oleh Gland. Clara yang menghela nafas tersenyum dan melihat ke arah mereka berdua.
“Kenapa kakek berkata seperti itu. Apa paman Baned tidak mendapatkan informasi tentangku saat memberikan laporanya,”ucap Clara yang tidak tahu kalau informasi yang didapatkan berbeda dengan Baned. Karena mereka mencari informasi hanya sebatas kalau Clara menikah dengan Martin dan dibawa ke kerajaan utara dan beberapa informasi gosip istana dan kalangan bangsawan.
“Paman kamu hanya memberitahukan kalau ada gosip yang tidak pasti kebanarannya. Tapi melihat ayah kamu menikahkan kamu dengan Martin. Pasti ayah kamu juga masih memperdulikan kamu. Makanya kakek datang untuk melihat kamu, tapi tidak terduga saat kami datang wilayah tempat kamu tinggal diserang monster,”ucap Gland.
Clara yang mendengarnya sedikit terkejut dan berpikir dalam hatinya. Kalau pamannya Baned tidak tahu kebenaran di balik tembok istana kerajaan. Jadi Clara tidak berpikir panjang tentang itu. Tapi hatinya tidak bisa berkata lain hanya bisa menyembunyikan dibalik wajah senyumnya.
Tapi Kay yang mendengar cerita itu melihat ada gerakan yang tidak bisa dikatakan saat melihat Clara.”Kenapa dia bersikap menyembunyikan sesuatu. Apa cerita yang didapatkan oleh kak Baned berbeda dengan kenyataan,”batin Kay sambil melihat ke arah Clara.
__ADS_1
Kay yang ingin membuka mulut tapi melihat pembicaraannya hanya bisa mendengarkan saja. Sampai sore telah datang dengan pembicarana yang sudah berganti topik. Tapi saat sedang berbincang Mori datang kalau makanan sudah siap untuk disajikan. Karena siang mereka sedang sibuk hanya makan malam bersama mereka bisa berkumpul.
Semua yang kembali untuk membersihkan diri mereka sampai makan malam tiba. Didalam kamar Mori yang membantu Clara mengganti pakaian melihat raut wajah Clara yang tidak seperti biasanya.
“Nyonya apa yang sedang anda pikirkan sampai anda lesu,”kata Clara yang mulai masuk ke dalam bak mandi yang sudah terisi air dan wewangian.
“Mori tidak ada, hanya saja mungkin keluarga ibu tidak suka denganku. Itu saja yang aku pikirkan,”ucap Clara.
“Itu tidak mungkin Nyonya. Tapi kenapa nyonya berkata seperti itu mereka pasti menyangi anda nyonya. Apa pertemuan anda hari ini tidak baik sampai anda berburuk sangka kepada keluarga Bringdah,”kata Mori yang mencoba mencari tahu apa permasalahan yang sedang terjadi kepada nyonyanya.
“Nyonya jika anda tidak mau membicarakan kepada saya. Saya akan mencari tahu sendiri loh,”kata Mori yang sedikit mengambek kepada Clara.
“Itu tidak mungkin kalau tuan Gland kakek nyonya tidak mencari anda. Jika mereka tidak mencari nyonya bagaimana mereka bisa ada disini dan berkumpul dengan anda nyonya,”kata Mori yang masih tidak percaya
“Aku tahu kalau kamu tidak percaya dengan apa yang aku omongan. Tapi Mori yang mencari aku ke sini adalah paman Baned dengan informasi yang dia dapatkan kalau aku sudah menikah ke wilayah utara ini dan paman juga tidak tahu bagaimana kehidupan istana kita yang menderita. Mereka tahu kalau ada gosip yang menyebar dan mereka juga berpikir kalau masih ada rasa kasih sayang dari raja dengan mengirim aku menikah dengan Martin. Itu yang mereka simpulkan, mereka tidak tahu bagaimana aku bisa bertahan hidup di neraka itu Mori. Apa aku salah jika mengharap sedikit saja rasa percaya mereka. Tapi setelah aku mendengar itu akau sedikit sakit hati Mori. Apa dari awal aku tidak usah dilahirkan saja agar ibu tetap bisa hidup dan keluarga Bringdah tidak diusir,”kata Clara yang tidak bisa membendung rasa sakitanya.
Di dalam bak yang penuh dengan air dengan apa yang dikatakan oleh Clara kepada Mori dia menagis. Tapi Clara yang mencoba untuk mengendalikan dirinya membasuh mukanya yang sudah menangis. Sementara Mori yang mendengar itu merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Clara yang langsung memeluk Clara.
__ADS_1
“Nyonya jangan sedih masih ada aku. Jika mereka tidak suka, aku akan selalu bersama dengan nyonya. Karena hanya aku yang tahu kalau ibu anda berkorban untuk anda tetap hidup. Anda sudah berusaha sekuat anda menjalaninya,”kata Mori sambil ia memeluk Clara.
Clara yang menangis dipelukan Mori sampai mereka lupa kalau mereka masih ada didalam kamar mandi.”Nyonya apa anda didalam,”ucap Moza. Yang membuat Mori dan Clara tersadar.
“Itu Moza datang ada apa,”ucap Clara.
“Nyonya sebaiknya anda basuh muka anda. Biar saya yang bertemu dengan Moza. Anda tenangkan saja pikirkan anda,”ucap Mori. Clara yang sedikit merasa lega masih tetep berendam dan mambasuh mukanya agar tidak ada yang tahu kalau dirinya menangis.
Mori yang berjalan keluar bertemu dengan Moza yang sudah duduk.”Moza kenapa kamu ada disini,”kata Mori yang keluar dari kamar mandi.
“Apa nyonya masih membersihkan diri,”kata Moza.
“Iya tapi kenapa kamu ada disini. Apa ada hal yang ingin kamu laporkan kepada nyonya,”kata Mori.
“Tidak hanya ingin melihat saja. Apa tidak terjadi kepada nyonya sekalian melihat kondisi tempat nyonya. Kamu tahukan setelah kejadian itu aku sedikit waspada kalau ada penyusup yang datang,”kata Moza.
“Kalau bisa tentang penyusup memang ada, hanya saja dia tidak datang ke sini saja,”kata Mori.
__ADS_1
“Apa yang kamu katakan Mori ada penyusup. Tapi kenapa kamu tidak memberitahukan kepada tuan,”kata Moza.
“Itu perintah Nyonya untuk membiarkan mereka berkeliaran karena ada yang mengawasi mereka,”kata Mori. Tapi setelah ini ini apa yang akan terjadi dengan Clara kalau keluarga Bringdah tidak pernah mencari dia. Hati Clara yang hancur setelah mendenga cerita mendapatkan kejutan lain yang tidak terduga.