
Ras Darah Naga memiliki kekuasaan di wilayah utara dimana Kerajaan Utara berada. Kedua wilayah yang dikuasai oleh kedua kedudukan berbeda. Saling mengingat janji kalau kerajaan Utara yang akan bertindak untuk menyelesaikan wilayah. Karena Ras Darah Naga yang tidak akan ikut campur dalam masalah yang sedang terjadi di antara kerajaan.Tapi jika wilayah utara dalam masalah kacau atau dalam masalah bencana yang melanda Ras Darah Naga akan ikut campur karena ras ini akan membantu jika kondisi wilayahnya tidak baik.
Tapi dari informasi yang didapatkan Ras Darah Naga juga ikut berbaur dengan para manusia dengan wujud manusianya. Clara yang pagi itu bangun langsung mencari tahu tentang Ras Darah Naga di perpustakaan.”Nona apa anda sudah selesai membaca,”ucpa Mori yang datang menghampiri.
“Mori kamu sudah datang, bagaimana malam kamu apa bisa tidur dengan nyenyak,”ucap Mori. Tapi wajah Mori yang terlihat marah karena melihat Clara yang masih berpakaian yang sama saat dia meninggalkan Clara tidur.
“Apa nyonya tidak tidur lagi malam ini?,”ucap Mori yang mendekatkan tanganya ke arah Clara. Clara hanya bisa tersenyum.”Maaf Mori habis aku tidak bisa tidur dengan kejadian malam itu. Ayo kita kembali ke kamar,”kata Clara.
Tapi saat mereka berjalan ke arah kamar melihat Martin yang terlihat gelisah.”Martin apa yang kamu lakukan dikamarku dengan wajah gelisah itu,”kata Clara yang berjalan ke arah kamar.
“Clara kamu dari mana sebenarnya. Aku datang untuk melihat kondisi kamu, tapi kamu tidak ada dikamar,”ucap Martin yang terlihat pucat dan gelisah.
“Maaf aku ada diperpustakaan,”kata Clara yang sedikit merasa bersalah.
“Saya akan jelaskan tuan, nyonya tadi malam keluar kamar hanya untuk membaca buku dengan secara diam-diam,”kata Mori yang berterus terang.
“Mori kamu,”kata Clara yang sedikit was-was kepada Martin yang terlihat berjalan mendekat. Tapi wajah dari Mori hanya menunduk saja.”Maaf nyonya,”ucap Mori yang tersenyum. Tapi pada saat Mori meminta maaf Clara sudah diseret oleh Martin masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar Clara yang diseret langsung disuruh duduk di kasur.”Martin aku tahu kalau aku salah. Tapi bisa tidak kamu jangan marah kepadaku,”ucap Clara. Martin yang melihat wajah Clara yang terlihat pucat hanya bisa menghela nafas.
__ADS_1
“Aku tidak marah. Tapi kamu harus istirahat, lihat mata kamu yang terlihat kantong mata berwarna hitam,”ucap Martin.
“Aku akan tidur. Tapi kamu benar tidak marahkan,”ucap Clara yang diminta untuk berbaring oleh Martin. Clara hanya menuruti keinginan dari Martin.”Aku tidak marah, kamu tidurlah aku akan memanggil dokter untuk memeriksa kamu,”ucap Martin yang hendak pergi. Clara yang tidak bisa menahan karena tubuh dia yang lelah membuat dia tertidur.
Tapi tangan Clara tidak melepaskan Martin dan masih melihat ke arah Martin yang berdiri didepan matanya. Martin menghela nafas dan menganggu.”Apa benar kamu tidak akan memanggil dokter,”ucap Clara yang memastikan sekali lagi.
Martin jongkok dan ada disampingnya dia langsung mencium kening Clara untuk pertama kalinya.”Aku tidak akan memanggil dokter untuk kamu. Tapi kamu harus istirahat untuk hari ini. Apa kamu mengerti,”ucap Martin.
Clara hanya tersenyum kepada Martin yang dimana dia langsung menutup matanya. Clara yang tetidur disaat Martin didekatnya. Tapi Martin yang melihatnya masih bertanya apa penderitaan yang kamu alami sampai kamu melakukan semua ini sendirian. Martin yang berjalan meninggalkan kamar. Dimana Mori yang masih berjaga didepan kamar. Martin yang sudah keluar dari kamar berkata kepada Mori untuk tidak membangunkan Clara karena dia sedang tertidur sekarang.”Untuk jadwal dia hari ini batalkan semua agar Clara bisa istirahat,”ucap Martin yang segera pergi.
Mori hanya mendundukan kepalanya dan melaksanakan tugas dari tuan Martin. Mori yang tidak masuk pergi ke dapur membantu pekerjaan yang lain bersama pelayan lainnya. Martin yang berpapasan dengan Baned saat hendak ke ruang tamu.”Baned,”ucap Martin.
“Tuan Martin apa kamu dari kamar Clara. Bagaimana kabar Clara apa dia baik saja?,”ucap Baned yang ingin tahu.
“Tentu saja, tapi bagaimana dengan kondisi kamu baik saja. Aku dengar wilayah kamu dalam masa sulit,”kata Baned.
“Masalah sudah diselesaikan itu berkata Clara yang membantu wilayahku. Tapi aku ingin dengar cerita dari kamu Tuan Baned. Paman dari Clara bagaimana kalian bisa berpisah dan bagaimana kamu bisa mendapatkan informasi kalau Clara ada diwilayahku,”ucap Martin yang bicara dingin.
“Aku tahu kalau kamu akan menyakan soal ini. Tapi tidak mungkin aku mengatakan disini bukan,”ucap Baned. Martin hanya tersenyum saja sampai mereka masuk ke ruang kantor pribadI Martin. Yang di dalam sudah ada Oben sekertaris Martin yang mengurusi beberapa laporan yang masuk.”Tuan ada sudah datang,”ucap Oben yang segera berdiri.
__ADS_1
“Kamu bisa melanjutkan pekerjaan kamu Oben. Aku hanya ingin berbincang dengan paman dari Clara saja. Jadi kamu tidak usah hiraukan apa yang sudah terjadi disini,”kata Martin yang seperti memberikan peringatan kepada Oben untuk menutup mata dan telinga saat dia mendengarkan pembicaraan mereka berdua.
“Silakan duduk paman Baned,”ucap Martin yang menawarkan Baned untuk duduk tepat di depan mata Martin.
“Terima kasih, jadi dari mana aku harus berbicara,”kata Baned.
“Bagimana mulai dari bagaimana anda bisa datang ke sini,”kata Martin yang dengan santai menuggu Baned untuk bercerita.
“Bukan kamu sudah tahu tadi malam sebagian bukan,”ucap Baned. Martin hanya tersenyum saja sampai Baned membuka mulutnya lagi.”Aku mendapatkan bantuan dari kerajaam Timalaya kalau Clara sudah menikah dengan kerajaan Utara. Apa itu sudah cukup untuk kemu bisa tenang,”kata Baned.
“Apa hubungan kamu dengan anggota kerajaan sampai mereka mau membantu keluarga Bringdah,”kata Martin.
“Karena kami sudah menjadi keluarga dari kerajaan setelah adiku laki-laki menikah dengan putri dari kerajaan Timalaya,”ucap Baned.
“Aku tidak tahu wilayah kerajaan Timalaya itu. Tapi mendengar cerita tadi malam dan cerita kamu barusan. Kalau kelurga Bringdah sangat dipercayai oleh raja Timalaya ya,”ucap Martin yang memberikan kesimpulan.
“Itu banar, walaupun kami sudah di usir dari kerajaan Matahari kami bisa memulai lagi dari awal. Tapi kamu Martin aku lihat kamu suka dengan Clara ya. Apa lagi kalian baru bertemu,”ucap Baned yang mengintograsi calon dari suami Clara.
“Anda kira aku tidak bertanggung jawab setelah aku menikah. Aku menghargai keputusan dari Clara apa yang dia inginkan. Aku juga tidak akan memaksa dia jika dia tidak suka. Apa lagi dia sudah cukup membantu dengan dia datang ke sini. Tapi Paman Baned kenapa anda baru sekarang mencari Clara selama ini setelah ada sukses apa tidak mencari Clara,”kata Martin.
__ADS_1
“Aku sudah mencari dia tapi tidak menemukannya. Tapi setelah aku dengar cerita darI Clara dia sudah pindah tempat sampai kami tidak mencari dia ke tempat itu. Apa lagi saat kami ingin menjemput Clara kembali ke keluarga Brigdah kami juga mendapat perlakukan tidak baik walaupun kami dari kerajaan Timalaya,”ucap Baned yang sedikit menuduk.
“Aku tahu aku sebagai pamannya tidak bisa menjaga dia. Dia yang kecil harus mencari uang sendiri dan bertatan hidup dilingkungan yang seperti neraka itu. Aku tidak bisa bayangkan bagaimana perasaan Clara saat itu tidak ada yang mendukungnya,”ucap Baned yang merasa bersalah. Apa yang akan terjadi setelah ini, kisah apa yang akan dihadapi Martin, Baned dan Clara?.