
Baned yang mendengar cerita dari Clara tidak percaya kalau dia mencari uang untuk kehidupan dirinya. Lalu bagaimana dengan ayahnya yang bersamanya apa dia tidak merawat Clara “Apa maksud kamu mencari uang sendiri. Apa ayah kamu yang seorang raja tidak memberikan uang kepada kamu, pasti ada tunjangan untuk kamu Clara,”kata Baned.
“Itu benar hanya saja tunjangan itu tidak diberikan kepadaku paman. Ratu yang sekarang tidak ingin melihatku dan hanya bisa menyita uang tunjangan yang seharusnya aku dapatkan,”kata Clara sedikit bercerita.
“Lalu dari mana kamu mendapatkan uang selama ini,”kata Baned.
“Aku mendapatkan uang dari hasil kerajian yang aku buat saat aku masih kanak-kanak. Karena saat itu aku melihat uang gaji Mori diberikan kepadaku untuk membeli makanan. Saat itulah aku sadar kalau ayah Clara dan ratu tidak memberikan uang kepadaku. Aku yang melihat Mori yang selalu dipukul dan ditindas karena harus mendapatkan bahan makan untukku dia harus mendapatkan siksaan dan perkataan yang tidak enak,”ucap Clara yang tertunduk.
“Apa ayah kamu dan ratu tidak memberikan uang kepada kamu ini sudah keterlaluan,”ucap Baned yang marah. Clara yang mendengar kalau Baned marah kerana cerita yang dia katakan membuat pamannya tidak suka dengan ayahnya. Tapi Clara yang mencoba untuk menenangkan Baned kalau dirinya baik saja dan berkata kalau dia bahagia sekarang hidup bersama dengan Martin yang baru dia kenal.
Baned yang sudah tenang langsung memeluk Clara karena merasa kasihan dengan keponakannya.”Maafkan paman baru mencari kamu. Paman tidak bisa masuk ke dalam kerajaan karena larangan itu. Paman tidak tahu kalau kamu akan semenderita ini tinggal dengan ayah kamu. Aku kira ayah kamu akan mencintai kamu dan ibu kamu. Tapi tidak disangka dia tega dengan darah dagingnya sendiri,”kata Baned yang merasa kalau ini adalah salah dirinya.
“Paman tidak usah menyalahkan diri paman. Aku baik saja sekarang. Lihat aku aku baik saja bukan,”ucap Clara yang berdiri didepan mata Baned untuk mengurangi rasa bersalahnya.
Tapi saat Clara dan Baned cerita Martin dan beberapa orang masih ada di luar didepan pintu mendengarkan cerita mereka. Martin yang mendengar cerita itu juga merasa sedih. Mori yang ada didekatnya hanya bisa lega karena nona Clara bisa bertemu dengan saudaranya lagi.
“Mori apa semua yang dikatakan oleh Clara itu benar. Kalau kalian diperlakukan tidak ada di istana,”ucap Martin untuk memastikan. Mori yang mendengar itu hanya menganggu saja. Kembali Martin bertanya lagi kepada Mori.”Jadi selama ini kalian bisa bertahan hidup dari gaji kamu dan uang dari hasil kerajinan,”kata Martin.
Kembali Mori menganggu.”Lalu bagaimana dengan malam hari di saat tidak ada penjaga. Apa ada hal yang berbahaya terjadi dengan kalian,”ucap Martin lagi.
__ADS_1
“Tentu saja ada salah satunya adalah aku yang di minta oleh ratu untuk membunuh Clara. Tapi malah aku yang dilumpuhkan dan berkerja sama dengan Nona Clara,”kata Goro.
“Jadi kamu dulu adalah tentara bayaran untuk membunuh Clara. Tapi kamu berbalik bekerja sama dengan Clara,”ucap Marrin yang tadi sedikit marah. Tapi dia rendam karena Goro sudah berbalik membela dan mendukung Clara.
Di dalam hati Martin yang sudah mendengar dan mendapatkan sedikit informasi masih dari Clara dan Mori yang berjalan ke ruang kerjanya. Membiarkan mereka berdua bertukar cerita dan Martin yang tidak ingin mendengar cerita itu lagi. Tapi dalam hatiya dia juga merasa marah dengan apa yang dilakukan oleh raja dan ratu.
“Jaga mereka,”ucap Martin yang kembali merenungkan pikirannya. Tapi sementara di dalam ruangan Clara dan Baned yang sudah bertukar cerita tentang kehidupan Clara. Clara juga mencari tahu tentang keluarga ibunya.
“Paman,”ucap Clara yang sedikit ragu.
“Apa yang ingin kamu tanyakan Clara?,”kata Baned yang mencoba tenang dengan cerita yang dia dapatkan dari Clara.
“Bagaiman paman dan kekek bisa sampai ke wilayah Timalaya di timur laut samudra,”kata Clara yang ingin mendengar cerita dari Baned.
“Jadi semua saudara kita pergi ke wilayah lain dengan kapal, lalu apa yang terjadi setelah kalian sampai di Timalaya,”kata Clara.
“Kami mencari pekerjaan dan usaha yang layak.Sampai tahun berlalu ada kejadian dimana wilayah itu sedang dalam masalah pemasukan. Karena tidak tahu banyak dari mereka yang pergi, tapi pada saat itu adik paman yang bernama Kay atau paman kedua kamu. Mendapatkan informasi kalau ada tambang timah yang belum di kelola. Kay yang mengajukan pendapatkanya ke kerajaan Timalaya dengan cara mengelola Timah. Sampai akhirnya usaha Kay berhasil dengan dibantu oleh beberapa orang dan kakek kamu. Mengembangkan wilayah sampai sekarang ini,”kata Baned.
“Jadi siapa raja yang berkuasa di wilayah Timalaya paman apa dia orang yang baik,”ucap Clara.
__ADS_1
“Clara kamu tidak usah khawatir anggota kerajaan orang yang berhati baik dan bertanggung jawab,”ucap Baned. Clara yang mendengar perkataan itu sedikit ada rasa yang berbeda dari ucapan paman Baned, membuat Clara menebak sambil ia tersenyum.
“Apa keluarga kita ada ikatan keluarga dengan anggota kerajaan paman,”ucap Clara.
“Kamu pintar ya Clara. Paman kecil kamu saat sedang berkeliling itu bersama dengan salah satu putri kerajaan saat menemukan Timah sampai akhirnya mereka berdua menikah dan mendapatkan gelar yang sekarang ini juga gelar baru yang dimiliki oleh keluarga kita,”kata Baned.
“Gelar apa itu paman?,”ucap Clara.
“Kamu tahukan kalau awalnya kita adalah keluarga Bringdah. Raja yang saat itu tidak ingin kami mengingat masa lalunya mengubah gelarnya menjadi Dules penguasa wilayah Timah kedua setelah kerajaan Timalaya. Tapi kakek kamu tidak mau dan ingin tetap memakai gelar Bringdah agar kamu bisa mencari kita saat kamu keluar dari istana,”kata Baned.
“Jadi gelar tidak berubah karena aku ya,”ucap Clara.
“Jangan sedih keponakanku. Raja juga menerima gelar itu dengan senang hati. Kamu tahu tidak sebagin dari pasukan yang aku bawa adalah pasukan dari kerajaan yang diminta oleh Kay untuk mencari kamu. Awalnya kami ingin membawa kamu dari ayah kamu tapi kami di usir dan mencari cara untuk bertemu dengan kamu. Tapi sampai kamu menikah kami tidak bisa menemukan kamu,”kata Baned.
“Paman mencari dimana saja saat itu saat di istana,”kata Clara.
“Tentu saja mencari di vila dimana ibu kamu berada vila mawar yang diberikan oleh raja untuk ibu kamu saat dia menikah,”ucap Baned.
“Tapi aku tidak tinggal disana bersama ibu Aku tinggal di vila tulip,”kata Clara.
__ADS_1
“Apa bagaimana bisa?. Apa tempat tinggalnya berubah saat ratu baru menduduki tahta,”ucap Baned.
“Aku tidak tahu. Saat aku kecil aku sudah ada di vila tulip yang jauh dengan istana mawar dan istana utama. Yang aku ketahui vila tulip itu sudah milik ratu,”kata Clara. Baned yang tahu itu merasa sangat menyesal kalau dia mencari diseluruh wilayah istana mungkin dia bisa menekukan Clara, tapi tidak. Clara yang melihat wajah Baned hanya bisa berkata kalau dirinya baik saja. Karena sekarang dia bisa bertemu dengan dia walaupun sudah terlambat. Setelah mereka bertemu dan bertukar cerita apa Clara akan hidaup bahagia.