
Tapi respons yang diberikan oleh pembunuh itu bukan malah membuka mulunya tapi dia malah berkata.”Kamu kira aku akan menyerang hanya racun yang tidak berati ini. Kamu seharusnya mati bersama ibu kamu saat itu,”ucap pembunuh.
“Mati bersama ibuku sat itu, dari kata yang kamu lontarkan barusan. Kalau kamu ada kaitannya dengan pembunuh waktu itu dimalam hujan. Apa benar kamu di suruh ratu?,”ucap Clara yang tadi bersuara biasa saja kemudian berbisik di telinga pembunuh. Clara yang kembali duduk didepan para pembunuh yang terlihat matanya memalingkan ke arah lain.”Jadi itu benar ya,”ucap Clara.
“Kenapa kamu masih hidup sementara ayahku yang harus mati karena gagal membunuh kamu,”ucap pembunuh.
“Kenapa kamu berkata seperti itu. Itu seharusnya kamu lontarkan kepada ratu yang menyuruh kamu bukan kenapa marah kepadaku atas kesalahan yang kalian buat. Aku masih belum membalas dendam kalian yang mencoba membunuhku dan ibuku,”kata Clara.
“Berikan obat penawarnya dan aku akan katakan apa yang aku ketahui. Tapi kamu harus tahu ratu tahu kalau kamu dan Mori yang memberikan bubuk pemanggil monster waktu itu. Apa kamu kira dengan kamu datang ke sini kamu bisa selamat, tidak,”ucap Pembunuh. Tapi Clara yang mendengar itu menoleh ke arah Goro. Goro yang tidak tahu maksud dari Clara menatap itu hanya bisa mencari tahu.
“Nona apa ada yang bisa saya lakukan,”ucap Goro.
“Aku ingin kamu mencari tahu dimana Mori, jika dia baik-baik saja. Lalu katakan kepada Martin untuk memperketat wilayah. Tapi sebelum itu kamu harus mencari tahu dulu apa kondisi Martin baik saja jika kamu memberitahukan laporan tersebut. Jika kondisi disana sangat tidak baik, aku minta kamu pangggil mereka yang ada di luar wilayah untuk membantu secara diam-diam,”kata Clara.
Goro yang sudah tahu segera pergi meninggalkan Clara. Tapi dia terhenti dan melihat Clara.”Kamu pergi saja, aku akan baik saja,”ucap Clara yang menyembunyikan sesuatu. Setelah goro pergi dan langkah kaki sudah terlihat jauh dan tidak terdengar oleh Clara dia kembali menatap ke arah pembunuh tersebut.
“Aku bisa melepaskan kamu, tapi dengan syarat tertentu,”ucap Clara.
“Kamu kira aku ini yang bisa kamu manfaatkan,”kata pembunuh yang tidak bisa bersama karena ada racun yang diberikan oleh ratu untuk para pembunuh. Jika mereka gagal atau memberikan informasi yang berkaitan dengan misi.
Racun yang diberikan oleh ratu aku tahu obat penawarnya. Jika kamu mau berpindah haluan dan menyerang ratu,”ucap Clara. Tapi pembunuh itu hanya diam saja mereka saling bertatapan.
“Itu tidak mungkin dengan kedudukan kamu yang lemah di wilayah ini,”kata pembunuh.
__ADS_1
“Yang kamu katakan itu benar,”ucap Clara yang melepaskan ikatan mereka dan memberikan obat penawarnya.
“Makan itu, penawar dari racun ratu dan penawar yang lain. Jika kalian semua tidak ingin terlibat kalian segera pergi jauh dari arean ini. Aku juga tidak memaksa kalian untuk memberitahukan apa yang kalian miliki,”ucap Clara yang sudah memberikan obat langsung berjalan ke arah pintu keluar.
“Tunggu,”ucap Pembunuh.
“Apa lagi, aku tidak mau terlalu lama disini,”ucap Clara yang terlalu banyak hal yang membuat semua kacau di wilayah utara.
“Apa benar kamu tidak ingin mendapatkan informasi yang kita dapatkan. Setelah kamu memberikan obat penawar ini,”ucap pembunuh.
“Lalu aku harus apa untuk bisa membuka mulut kalian yang rapat. Jujur saja aku merasa lalah hari ini dengan berbagai masalah yang terjadi. Aku ingin segera istirahat, tapi tidak bisa karena kekacauan yang kalian perbuat,”kata Clara.
“Itu ulah dari pangeran Cala dan ratu Erlaka yang membuat keributan ini,”ucap Pembunuh.
“Mereka ingin mendapatkan wilayah utara ini menjadi wilayah kekuasaan dari kerajaan Matahari. Apa anda pernah dengar dengan ras Darah Naga. Ratu Erlaka ingin salah satu ras itu, makanya dia membuat kekacauan ini,”ucap pembunuh.
“Untuk apa ratu Erlaka ingin ras dari darah naga. Apa untung dari mereka mendapatkannya?,”kata Clara.
“Dia ingin membunuh raja dan menggantikan anaknya dengan Edwan untuk berkuasa,”ucap pembunuh. Clara yang mendengar perkataan dari pembunuh terdiam dan melihat ke arah mereka.
“Lalu apa kamu tahu kejadian dimana ibuku terbunuh. Kenapa ratu ingin membunuhku, apa alasanannya dan ramalan itu,”kata Clara.
“Semua itu hanya rekayasa saja semua itu adalah rencana yang sudah dibuat oleh ratu dan keluarganya untuk memberontak. Semua yang terjadi dengan ibunya adalah rencana dari ratu dan keluarganya, termasuk penghianatan dari keluarga Bringdah itu semua adalah ulah dari mata-mata yang menyusup ke wilayah Bringdah,”kata pembunuh.
__ADS_1
Clara yang terdiam duduk untuk mencernak semua informasi yang dia dapatkan. Tapi semua yang dia dapatkan kalau semua ini adalah ulah dari ratu dan keluarga ratu untuk menguasai semua wilayah.”kenapa ratu sangat kejam, apa salah dari ibuku sampai dia ingin membunuhnya dan raja,”kata Clara.
“Itu saya tidak tahu. Tapi hanya ini saja yang bisa saya beritahukan kepada anda. Anggap saja balasan karena kamu melepaskan kami dan memberikan penawaranya,”ucap pembunuh yang siap untuk pergi dari ruang bawah tanah. Setelah mereka pergi dan meninggalkan Clara di ruang bawah tanah yang dingin Clara menangis sejadinya karena semua yang sudah dia dengar.
Tapi di tempat lai Goro yang mencari Mori bersama dengan pelayan lain sedang membantu para kesatria.”Sebenarnya apa yang terjadi disini,”ucap Goro yang pergi ketempat Martin. Tapi Goro yang melihat kalau kondisinya tidak baik untuk Goro memberitahukan kepada Martin.
Tapi pada saat itu Goro bertemu dengan Kal.”Kenapa kamu ke sini,”ucap Kal yang melihat sekelilingnya dan mencari Clara.
“Kamu datang sendiri ke sini. Tapi bagaimana dengan Nona Clara,”ucap Kal.
“Nona masih bersama dengan pembunuh. Tapi di sini apa yang terjadi,”kata Goro.
“Kenapa kamu di sini ini terlalu bahaya untuk nona jika sendirian,”kata Kal.
“Ini perintah nona untuk aku pergi menyampaikan pesan nona untuk tua. Tapi nona juga berpesan kalau pesannya akan disampaikan kalau kondisi tempat dia baik saja. Tapi aku lihat tidak baik, makanya aku bertanya kepada kamu, apa yang terjadi disini,”ucap Goro.
“Ada serangan monster yang seharusnya tidak datang sekarang dan para prajurit dan ksatria semua terluka. Pintu juga sudah tertutup karena monster sudah ada didepan pintu masuk, untuk keamanan pintu harus di tutup segera,”ucap Kal.
“Jadi pintu sudah tertutup. Kamu bisakan sampaikan kepada tuan kalau untuk memperketat pengawasan. Tapi aku lihat prajurit dan ksatria sedang terluka. Aku harus pergi keluar wilayah untuk memberi tahukan pasukan tersembunyi yang dimilik oleh Nona untuk menolong secara diam-diam,”kata Goro.
“Kamu pergilah. Ohhh iya satu lagi jika kamu sudah sampaikan kepada tuan dan kamu ingin bertemu dengan nona kamu harus beritahu kalau Mori baik saja dan sedang membantu para prajurit yang terluka,”kata Goro yang segera pergi.
Tapi setelah Goro pergi meninggalkan Kal. Derek yang saat itu ada di tempat pemungkiman para prajurit bersama dengan Martin melihat Kal.”Bukan itu Kal,”ucap Derek berjalan ke arahnya. Apa penyerangan ini akan menjadi kekalahan dari wilayah utara atau malah menjadi suatu kunci kemenangan dari kemunduran.
__ADS_1