
Baned yang mencoba tetap tenang dengan apa yang dia hadapi. Karena Baned ada di dalam kondisi tidak bisa pergi dari tempat ia bediri karena monster yang menyerang pintu sudah mulai membobol masuk.Untuk mengurangi ke khawatiran Baned dia menayakan jumlah monster kepada Martin untuk dia bisa membuat rencana kalau kondisi dia baik setelah selesai didepan matanya.
“Jumlah monster ynag terkurung ada 50 monster dengan spesies yang berbeda dengan monster yang kita hadapi didepan kita,”ucap Martin.
“Kenapa ada spesies yang berbeda di dalam kastil kamu. Bagaimana kamu bisa menangkap monster tersebut,”ucap Baned yang dengan posisi dia melawan para monster yang semakin datang.
“Kenapa jumlahnya semakin banyak,”ucap Baned. Lagi-lagi Baned merasa kalau ada yang aneh dengan monster ini seperti ditarik untuk datang ke tempat dia berdiri. Martin yang ingin mengatakan kepada Baned tapi dia tidak bisa karena jumlah monster yang datang membuat mereka berpisah untuk sementara.
Baned dan Martin yang harus fokus untuk melawan monster yang datang. Erman yang juga bersama prajurit yang bisa bertahan masih bertarung dengan monster dengan kelompok prajurit yang dibawa oleh Baned saat mereka datang.
Sementara ditempat lain Clara yang bersama dengan Kal yang sudah berpisah dengan Moza dan Derek untuk mencari obat bius para monster tersebut.”Nona apa anda baik saja,”ucap Kal yang sambil melihat kondisi Clara.
“Aku baik saja, tapi apa kamu sudah memberitahukan kepada Goro untuk mencari kelompok yang kabur tersebut,”kata Clara yang dari belakang mengikuti Kal yang dengan seksama mereka mencari tempat aman untuk menyusup masuk ke ruang sel lain.
“Saya sudah memberitahukan kepada Goro mereka juga hari ini akan berangkat dari markas. Apa maksud dari perkataan nona tadi itu, apa kelompok lain yang menyusup untuk pergi,”kata Kal.
“Aku hanya menebak saja kalau ada pihak lain yang sedang membuat wilayah ini dalam ambang kehancuran,”ucap Clara.
“Apa maksud anda ada pihak lain yang menyusup masuk selain pembunuh yang menyerang nona tadi,”kata Kal. Clara yang terdiam karena melihat ada monster yang datang dari arah depan. Sehingga dia menyeret Kal untuk bersembunyi, dengan isyarat cari didekat bibir yang tertutup. Dimana Clara memberitahukan untuk diam karena ada monster didepan dia sambil mata melirik ke arah monster yang datang.
__ADS_1
Kal yang melihat ke arah monster tersebut menganggu setelah monster sudah melewati mereka berdua. Kembali mereka berjalan kembali dimana Kal bertanya lagi kepada Clara.
“Nona pihak kedua yang anda maksudkan tadi. Itu ingin menyerang siapa. Jika bukan untuk menyerang nona, apa mereka menyerang pemilik kastil,”kata Kal.
“Seperti yang kamu tebak itu benar. Mereka ingin menyerang kastil, tapi ini juga satu jalur yang sama kalau tidak salah,”kata Clara. Kal yang mendengar perkataan dari Clara terdiam dan berhenti. Karena mereka sudah sampai di ruang para monster.
“Kenapa berhenti,”ucap Clara dari belakang.
“Kita sudah sampai nona, tapi bagaimana kita melanjutkan perjalanannya ada seorang yang terlihat aneh,”ucap Kal dari jauh.
“Aneh apa yang kamu katakan,biar aku lihat,”kata Clara yang melihat dari balik tubuh Kal. Dimana dia melihat dua orang berbaju hitam dengan topeng sedang menaburkan bubuk. Clara yang memperhatikan itu hanya mengamati dengan Kal, sampai Kal melirik ke arah Clara.”Bagaimana sekarang nona?,”ucap Kal.
“Bagaimana aku bisa menemukan didepan pintu ini nona,”kata Kal yang juga tidak bisa melihat ke dalam karena jarak penglihataan mata Kal. Clara hanya tersenyum saja sampai dia mencari cara agar mereka bisa masuk. Tapi setelah melihat baju hitam dengan topengnya membuat Clara menebak kalau dia dalah pihak kedua yang datang ke wilayah utara.
“Nona apa yang kamu pikiran, jangan membuat hal aneh ya dalam kondisi seperti ini,”ucap Kal yang sedikit gelisah dengan perilaku Clara yang terlihat diam dan memikirkan hal aneh yang tidak bisa ditebak.
“Kamu jangan takut. Aku hanya ingin mencari tahu siapa mereka itu saja. Tapi sebelum itu kamu carilah jalan untuk masuk dan menemukan obat itu. Aku akan ke arah sana,”kata Clara yang menunjuk ke arah berbaju hitam.”Nona jangan ke sana,”kata Kal sambil memegang tangan Clara.
Clara dengan lembut melepaskan tangan Kal yang menahan dirinya sambil dia tersenyum.”Tidak usah takut aku akan baik saja. Kamu cari saja obat untuk para monster sebelum mereka melukai para penduduk,”kata Clara yang dengan berani menyusuri tempat dimana lokasi baju hitam itu sedang menaburkan bubuk.
__ADS_1
Kal yang melihat Clara yang sudah pergi tidak bisa mengikutinya hanya da helaan nafas saja. Sampai Kal masuk ke dalam dan mencari ruangan penyimpanan obat. Sementar Clara yang sedang melihat ke depan dan melihat ke arah musuh yang tidak di kenal. Masuk ke dalam kandang yang dimana Clara merasa sedikit merinding.
“Kenapa aku merasa ada yang melihat aku dengan tajam ya,”ucap Clara yang melirik ke belakang. DimanA saaT Clara sudah melihat ke belakang dia tersenyum dan merasa kalau dirinya masuk ke tempat yang salah.
“Hallo para monster yang kuat. Maaf ya numpang lewat saja aku tidak akan melukai kalian kok,”ucap Clara sambil tersenyum dan berhati-hati melangkah untuk menghindar dan keluar dari tempat dia berada. Sementara monster itu hanya melihat saja karena tidak bisa melukai Clara.
Clara yang berhati-hati melangkah sampai di pintu yang lain tapi dia juga melihat dimana musuh tersebut berada. Setelah melihat musuh yang tidak jauh darinya dan Clara juga bisa keluar dengan selamat dari sel monster.”Untung saja selamat,”ucap Clara sambil mengelus dada. Kembali Clara berjalan berhati-hati sampai didekat musuh.
Clara tidak langsung menyerang hanya mencurik apa yang mereka bicarakan.”Hai kamu disana apa sudah selesai,”ucap musuh lain.
“Kami sudah selesai di tempat ini. kita harus pergi sebelum monster tersebut mengamuk bukan,”kata musuh.
“Tapi kenapa tugas kita hanya menabur bubuk ini saja ketua,”kata musuh.
“Kamu diam saja lakukan saja. Kita harus pergi karena monste diluar juga sudah mulai mendekar. Misi mkita juga sudah selesai. kita harus kembali untuk mendapatkan bayaran kita,”kata ketua musuh.
Clara yang dibalik tembok hanya mendengarkan mereka selesai menaburkan bubuk itu saja dan tidak menemukan informasi yang lain. Clara yang mulai sebel mengeluarkan bubuk bius dan racun yang dia bawa.
“Maaf kawan aku harus melumpuhkan kalian dulu sebelum kalian pergi,”kata Clara yang dengan diam-diam menyusup masuk ke dalam kelompok mereka dengan diam-diam. Setelah dekat dengan musuh dia memberikan bubuk dengan persatu-satu.
__ADS_1
Tapi sampai di tempat ketua dia hendak memberikan obat bius. Tapi ketua itu cukup waspada dan mulai menyerang Clara. Tapi Clara bisa menghindar dan dengan santai dia tersenyum.”Aku tidak sangka kalau kamu tidak bisa aku taklukan. Kamu cukup waspada dan hati-hatinya berbeda dengan orang yang kamu bawa,”ucap Clara yang dengan posisi untuk bertahan dengan dia mengeluarkan kipas besi yang dia bawa.Siapa orang ditemui oleh Clara lalu apa Kal bisa menemukan obat biusnya untuk bisa mengalahkan monster yang sudah lepas kandang?.