Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 112(revisi)


__ADS_3

“Kamu sudah datang Jesi,”kata Delen setelah mendengar suara Jesi.


“Tentu saja aku datang. Apa lagi adik kecilku sedang dalam masalah besar melawan para musuh. Aku juga sudah membawa beberapa orang untuk ikut membantu,”kata Jesi.


“Ada gunanya kamu pergi mencari bantuan, dengan pasukan kita yang menyebar diberbagi wilayah dan samudra. Tapi apa kamu sudah kirim ketiga orang itu untuk pergi ke kastil,”kata Delen yang sedikit merasa lega.


“Tenang saja aku sudah mengirim mereka untuk pergi ke sana. Tapi apa cukup hanya tiga oang saja yang ke sana,”kata Jesi yang sedikit ragu.


“Kamu tidak usah khawatir hanya dengan tiga orang saja. Itu sudah cukup untuk membalikan kondisi. Apa lagi kamu tahukan Nona Clara itu siapa,”kata Delen. Jesi yang mendengarnya hanya tersenyum saja sampai akhirnya jebakan yang mereka pasang sudah ketahuan oleh Ahli strategi.


“Jadi mereka menyadari jebakan yang sudah kita pasang,”kata Delen.


“Lalu apa yang harus kita lakukan Bos,”kata Jesi yang masih santai saja. Mereka yang santai setelah jebakan yang mereka pasang sudah ketahuan. Tapi di posisi lain ahli stretegi yang merasa ada yang aneh dengan kesunyian ini hanya bisa mencari tahu. Tapi setelah jebakan yang sudah dibereskan mereka pasukan tersembunyi masih saja tidak muncul.”Apa mereka takut,”kata ahli strategi.


“Kenapa kita tidak membuat mereka terkejut saja,”kata Jesi.


“Untuk apa sudah ada pasukan kita yang masuk secara diam-diam ke dalam pasukan mereka. kita hanya menuggu saja racun yang sudah ditaburkan bekerja ditubuh mereka,”kata Delen.


“Jadi ini strategi kedua yang digunakan,”kata Jesi yang duduk begitu saja sambil melihat mereka.


“Kamu masih saja bisa duduk ya,”kata Delen.


“Lalu aku harus apa.Sementara semuanya sudah bekerja sesuai rencana. Tapi dari pada itu bagaimana dengan adik kecilku ya,”kata Jesi yang khawatir dengan Clara.


Tapi di tempat Clara yang bersama dengan pasukan yang ada wilayah sedang berusaha melawan serangan monster dan pasukan yang ada. Duke yang sudah kewalahan hampir saja terkena serangan.Tapi di waktu yang tepat juga Clara melihat dan membantunya.


“Apa anda baik-baik saja Duke. Jika anda merasa lelah anda bisa kembali ke kastil,”kata Clara.

__ADS_1


“Mana mungkin dengan kondisi ini aku bisa santai. Tapi apa mungkin kita bisa menang melawan mereka semua. Apa lagi ada kekuatan yang lebih besar datang ke sini,”ucap Duke Orben yang merasa wilayah ini tidak akan bisa bertahan lagi.


“Anda tidak usah gelisah. Semuanya akan segera berakhir,”kata Clara dengan santai.Tapi pada saat yang sama ketiga orang itu datang dengan membantai mereka dari belakang dan maju menemui Clara.


“Hai adik kecil apa kamu terluka,”kata nomer 1.


“Kakak pertama, kakak kedua dan kakak ketiga kalian datang pada waktu yang tepat,”kata Clara. Mereka berdua yang masih sempat mengelus kepala Clara yang dimana musuh mendekati mereka. Tapi bukan mereka yang terluka tapi musuh yang datang yang terluka.


“Tuan muda bisa tidak kalian reouninya nanti saja. Musuh masih banyak ini,”kata Mori.


“Moriku apa kamu terluka,”kata kakak 2.


“Kamu kenapa sih sana pergi,”ucap Mori yang melepaskan pelukan kakak 2 yang suka dengan Mori.


“Kamu tenang saja aku akan membantu kamu agar kamu bisa istirahat. Tapi bagaimana dengan yang satu itu yang baru saja datang,”kata kakak 2. Mori yang melihat ke arah kekak 2 yang sedang menatap tajam ke arah Clara.


“Apa kamu yakin bisa mengalahkan dia,”kata kakak 3.


“Kamu ini biar aku yang menghadapi orang dibelakang orang itu,”kata kakak 1. Clara yang merasa senang bisa bertemu dengan ketiga kakak yang satu profesi pembunuh tiran. Clara yang maju tanpa takut menghadapi mereka.


“Kamu pasti Clara,”kata ksatria ratu Erlaka.


“Kalau iya apa ada masalah. Kamu yang sebagai budak ratu apa tidak bosan membunuh orang,”kata Clara yang berjalan mendekat dengan santainya.


“Kamu cukup berani juga untuk datang kedepanku,”kata ksatrai Ratu Erlaka.


“Apa yang perlu aku takutkan dari kamu,”kata Clara di depan telinganya.

__ADS_1


“Kamu hanya putri pembawa sial saja kenapa kamu tidak mati saja,”ucap ksatrai ratu Erlaka yang juga siap untuk menyerang Clara. Tapi Clara bisa menghindari dengan mulus. Malah Clara juga membalas balik serangan ksatria ratu. Tapi serangan selalu bisa ditangkis dimana suara pedang yang saling beraduh saling bertautan.


Dimana keduanya yang saling beradu dan tidak ada yang tahu siapa yang akan menjadi pemenangnya. Tapi di sisi lain kakak 1 yang juga melawan dua orang saling bertarung. Tapi keduanya yang tidak imbang dimana kekuatan kakak pertama yang bisa mengalahkan kedua ksatrai yang dibawah kakak pertama kekuatannya.


Kakak pertama yang sudah selesai dengan cepat melihat ke arah Clara yang sedang bermain dengan ksatria itu.”Sampai kapan dia akan bermain terus,”ucap kakak pertama yang di waktu yang sama musuh datang mengambil nyawanya untuk dijabut.


“Kenapa kamu kakak pertama, terlihat kalau kamu tidak senang,”ucap kakak ketiga.


“Bagaimana bisa aku tidak tenang. Lihat dia adik kecil kita masih saja tidak membunuh ksatria itu tapi mereka sempatnya berbincang dengan santainya,”kata kakak pertama.


“Untuk apa kakak pertama iri, percuma saja kamu datang ke sini kalau hanya iri saja. Kakak pertama kamu lupa ya kita datang ke sini hanya ingin melihat suami adik kecil kita. Tapi kenapa banyak orang disini yang ingin membunuh adik kecil kita,”kata kakak kedua.


“Itu karena ratu sudah mulai bosan dan ingin mengambil nyawa nyonya,”kata Mori yang juga bertarung bersama dengan kakak kedua. Mori dan kakak kedua yang saling melindungi di tengah musuh yang datang mengepung mereka berdua.


“Ratu Erlaka,”ucap ketiga kakak yang mendengar. Mereka yang mendengar nama ratu merasa suasana berubah di saat yang sama kebencian tentang ratu Erlaka membuat semua musuh yang tadi banyak menjadi korban. Mori yang melihat mereka bertiga yang sedang mengamuk dilihat oleh Clara yang bertarung dengan ksatrai ratu Erlaka.


“Mereka ini,”kata Clara yang tiba-tiba mendapatkan serangan dari belakang. Tapi bisa ditangkis dengan mudah oleh Clara.


Clara yang menoleh melihat ke arah ksatria yang menyerangnya.”Apa hanya ini saja kemampuan dari ksatria milik ratu. Aku sudah bosan menuggu,”kata Clara. Yang dengan cepat dia menyelesaikan orang didepannya dengan cepat.


Tanpa ampun dari Clara ksatria itu sudah ditempas kelapanya dengan mudah. Clara yang melihat kembali ketiga kakak yang sedang mengamuk. Tidak hanya musuh dari Clara yang datang karena perintah ratu Erlaka para monster juga menjadi santapan mereka bertiga.


“Apa yang terjadi dengan mereka bertiga,”kata Clara yang datang ke tempat Mori.


“Mereka bertiga marah besar setelah aku sebut nama ratu erlaka,”kata Mori sambil tersenyum.


“Kenapa kamu sebut nama ratu, bukan kamu tahu kalau mereka bertiga tidak suka dengan ratu erlaka,”kata Clara. Apa yang terjadi dengan mereka marah setelah mendengar nama ratu, apa yang sudah dilakukan ratu kepada mereka bertiga?.

__ADS_1


__ADS_2