
Clara yang masih terdiam berjalan ke arah jendela yang sudah hancur.”Apa yang harus kita lakukan hanya bisa bertahan saja sampai mereka mati semua bukan,”kata Clara.
“Apa kamu kira membunuh mereka itu mudah,”kata Jesika.
“Aku rasa mudah saja bagiku. Tapi bagi nona yang tidak tahu dunia luar mungkin tidak akan bisa membunuh mereka,”kata Clara yang dimana didepan dia datang musuh.
Tapi pada saat yang sama pisau sudah menusuk pembunuh yang datang ke arahnya. Dimana wajah Clara yang terlihat dingin dan penuh dengan rasa ingin membunuh lawanya dengan sadis.”Nyonya tahan amarah anda,”kata Mori yang tahu perasaan Clara yang tidak baik.
Tapi disaat yang sama gelombang kedua telah datang menyerang mereka. Dimana jumlah mereka yang datang cukup banyak dengan tingkat kesulitan yang berbeda.”Kurasa ini akan membutuhkan waktu yang lama,”kata Clara.
“Sudah aku duga kamu juga tidak bisa membunuh mereka bukan. Kamu ini hanya wanita yang harusnya di jaga oleh orang lain yang memiliki kekuatan,”kaa Jesika yang datang bersama dengan Malinda yang melihat keluar jendela.
“Kata siapa aku tidak bisa membunuh mereka. Jika kalian mau lihat, lihat saja sampai akhir,”kata Clara yang mulai ke arah mereka.
“Nyonya saja itu berbahaya,”kata Moza yang ingin membantu bersama dengan Clara. Tapi Mori menghalangi Moza pergi.
“Kamu tetap disini saja, jangan ganggu mereka,”kata Mori.
“Apa yang kamu katakan nyonya dalam bahaya,”kata Moza.
“Sebaiknya kamu lihat saja didepan sana. Apa nyonya bisa bertahan atau tidak,”kata Mori melihat ke depan. Dimana Clara yang dengan santai dan sadis mulai membunuh musuh yang tingkatkannya lebih hebat dari yang pertama.Malinda dan Jesika yang melihat sedikit syok dan terkejut. Kalau Clara dengan mudah bisa membunuh musuh dengan jumlah yang banyak.
“Siapa sebenarnya nyonya kalian ini. Apa dia tidak takut dengan darah,”kata Malinda yang merasa merinding melihatnya.
“Kalian yang mencoba menyakiti nyonya saja akan mendapatkan balasan yang setimpa. Apa kalian tidak tahu dengan ucapan kalian itu kalian juga bisa terbunuh oleh Nyonyaku,”kata Mori.
“Apa yang kam lakukan kami saya baru saja bertemu kenapa dia ingin membunuh kami. Apa dia tidak takut siapa kami ini sebenarnya,”kata Jesika.
__ADS_1
“Apa dengan kedudukan kalian ini bisa bertahan berapa lama,”kata Mori yang merasa tidak perluh untuk berlama-lama di tempat dia berdiri.”Moza Sebastian mulai menyerang balik,”kata Mori. Di saat yang sama mereka bertiga mulai bergerak untuk membantu Clara.
Tapi dengan jumlah yang banyak Clara yang juga mencari kesempatan untuk mencari pimpinan pasukan kedua ini. Hanya dengan hitungan detik Clara menemukan pimpinan pasukan. Wajah yang berseri karena telah menemukan makanan yang enak untuk dimangsa.
Clara yang sudah membunuh semua pasukan yang menghalanginya sampai didepan pimpinan mereka mulai beradu pedang dengan hebat. Duke Orben yang meminta pasukan yang masih bertahan untuk menjaga kedua wanita yang tidak bisa bertarung. Tapi Duke Orben yang melihat gerakan dari Clara merasa tidak asing.
“Pembunuh dengan lincah tanpa ampun”Tiran Wanita sebagai mata-mata dunia”,”ucap Duke Orben yang tertawa. Tapi karena Duke Orben yang sudah tahu siapa Clara itu dengan cepat dia membantu mereka melawan musuh.
Clara yang berhadapan dengan pimpinan musuh yang juga dimana mereka berdua imbang.”Tidak aku sangka seorang putri kerajaan Matahari akan melawan kerajaannya sendiri,”kata pimpinan musuh.
“Kata siapa aku membela negaraku dan kerajaanku. Yang sudah mengabaikan aku,”kata Clata yang sudah ada di belakangnya. Tapi dimana posisi mereka yang tidak saling menguntungkan karena pimpinan mendapatkan bantuan dari ksatria yang juga menyelinap dalam pasukan yang datang menyerang.
Clara yang melihat itu hanya tersenyum.”Apa ini pantas untuk laki-laki melawan wanita dengan perbandiangan 1:2 apa ini yang dinamakan keadilan untuk kalian para pembunuh,”ucap Clara.
“Kamu tidak akan bisa bergerek lagi. Sebaiknya kamu mati saja,”kata ksatrai dari ratu Erlaka.
“Apa benar kamu bisa membunuhku,”kata Clara yang juga sudah tahu dengan orang lain yang datang mencari kesempatan.
Dimana pimpinan musuh menusuk ke tubuh ksatria ratu Erlaka. Tapi karena ada kesempatan karena mereka juga tidak tahu gerakan yang Clara. Pimpinan mencari Clara dan tetap waspada, tapi yang dia dapatkan adalah Clara sudah ada di belakangnya dengan leher sudah siap sayat oleh pisau Clara.
“Maaf tapi kamu yang akan mati bukan aku,”kata Clara yang menyayat leher pimpinan musuh dengan santainya. Tapi dengan jumlah musuh yang sudah berkurang mereka menang. Tapi saat mereka selesai dengan gelombang kedua merpati putih datang ke arah Clara.
Dimana pasukan tersembunyi sudah menang melawan pasukan ratu Erlaka dan mereka mencoba mundur.”Mereka ingin kabur,”kata Clara.
Dimana dia menyuruh satu mata-mata yang didekat Clara untuk menyampaikan pesan kedua dari pasukan tersembunyi untuk menyerang mereka saat mereka kabur. Tapi Clara juga memberikan satu pesan kepada Delen yang ada dimedan perang untuk mengejar mereka. Burung merpati putih yang sudah terbang.
“Nyonya ada ada kabar baik yang datang dari pasukan yang ada diluar,”kata Mori.
__ADS_1
“Memang ada kabar. Kalau pasukan ratu mundur,”ucap Clara.
“Bukan itu bagus mereka sudah mundur. Tapi kenapa kamu tidak terlihat senang,”kata Duke Orben yang juga datang ke arah Clara.
“Tentu saja aku tidak senang. Jika mereka kabur mereka akan datang lagi.Untuk mengurangi jumlah pasukan yang datang mereka yang datang ke sini harus mati semua. Termasuk mereka ini,”kata Clara.
“Si Tiran Wanita,”kata Duke Orban.
“Apa yang anda katakan Duke”ucap Sebastian
“Yang dia katakan itu adalah Tiran Wanita yang sudah membantai satu pasukan dengan jumlah 10 ribu orang dengan pasukan yang dipilih.,”kata Moza yang sedikit tahu.
“Tapi kenapa dia berkata seperti itu sambil melihat ke arah nyonya,”ucap Sebastian yang melihat ke arah Clara. Tapi setelah dia melihat dia baru sadar kalau yang dikatakan Moza dan Duke Orben itu adalah Nyonya adalah Si Tiran Wanita yang terkenal di dunia bawah.
“Itu tidak mungkin nyonya,”kata Sebastian yang melihat ke arahnya.
“Itu benar tidak mungkin itu saya,”kata Clara yang tersenyum.
“Itu benar, tapi dari pada itu bagaimana dengan monster itu,”kata Mori.
“Bicara tentang monster kita memiliki berapa hari untuk bisa selesai,”kata Clara.
“Jika kita bisa menyelesaikan dalam waktu tiga atau dua hari. kita bisa membersihkan kondisi yang sudah hancur ini agar tuan tidak tahu,”kata Mori.
“Tunggu dulu, kenapa kalian masih sempat untuk menyembunyikan dari Martin,kata Duke Orben.
“Kenapa untuk keamanan saya tuan. Jika dia tahu bukan akan menjadi masalah besar bagi saya dan kedua orang ini,”kata Clara.
__ADS_1
“Nyonya,”kata Sebastian dan Moza yang merasa terharu dengan sikap Clara yang perduli dengan mereka berdua.
“Kenapa juga anda harus perduli dengan mereka berdua,”kata Duke Orben. Dimana pikrkan Duke Orban yang merasa tidak tahu jalan pikiran Clara saat itu. Setelah semua kekacauan yang sedang terjadi. Tapi setelah pembunuh datang bagaimana dengan diluar wilayah apa mereka bisa melawan musuh dengan kemenangan dipihak Clara atau ratu?.