Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 116(revisi)


__ADS_3

Di depan pintu ruangan Duke Orben Jesika dan Melinda mengetuk pintu, hingga ada suara dari dalam yang menayakan siapa yang datang.”Paman ini Jesika dan Melinda. Apa kami boleh masuk ke dalam paman Orben?,”ucap Jesika dibalik pintu.


“Masuk saja,”kata Duke Orben yang di saat itu sedang membaca beberapa dukumen. Duke Orben yang melihat mereka berdua masuk.”Kalian berdua boleh duduk dimana saja,”kata Duke Orben.


“Paman sedang sibuk ya,”kata Jesika.


“Tidak, tapi kenapa kalian datang ke sini,”kata Duke Orben yang melihat ke arah mereka dengan dokumen yang dia baca dia letakan di atas meja.


“Ini paman kami ingin tahu soal Nyonya Clara itu. Apa benar dia itu istri dari Kakak Martin,”kata Jesika.


Duke Orben hanya diam untuk sesaat saja sampai akhirnya dia mengatakan kepada mereka berdua. Kalau Duke Orben tidak mendapatkan kabar kalau  Martin sudah menikah.”Kamu tahukan Martin itu seperti apa Jesika,”kata Duke Orben.


“Jika ini berkaitan dengan sifat Martin. Dia tidak akan mengatakan kepada kita,”kata Jesika yang menghela nafas.


“Tapi kenapa harus wanita itu yang harus dia nikahi.,”kata Jesika yang tidak suka.


“Kamu suka atau tidak ini pilihan Martin bukan,”kata Duke Orben. Dimana semua hanya diam saja sampai akhirnya Melinda membuka mulutnya.


“Tuan Duke Orben apa tidak bisa kita membuat mereka bercerai,”kata Melinda.


“Apa yang kamu katakan Melinda. Seharusnya kamu bisa melepaskan Martin setelah kamu di tolak bukan,”kata Duke Orben.


“Tapi tuan tahu sendiri, aku hanya mau dengan Martin,”kata Melinda yang keras kepala. Duke Orben yang mendengarnya hanya menghela nafas saja. Dimana Duke Orben tidak bisa berkata dengan apa yang dikatakan oleh Melinda.

__ADS_1


“Jika kamu berpikir bisa melakukan itu, silakan saja kamu lakukan. Tapi aku tidak ikut dengan rencana kamu ini. Kamu tahukan kalau Nyonya Clara itu memiliki orang kuat dibelakangnya,”kata Duke Orben.


“Dia memiliki orang kuat, tapi kenapa dia memiliki tinggal di tempat ini. Bukan dia seorang putri, jika pihak istana tahu posisi dia tidak akan ada disini bukan. Apa munkin semua ini adalah rencana dia untuk datang ke sini dan membuat kekacauan,”kata Melinda.


“Tutup mulut kamu,”kata Moza yang datang bersama dengan Sebastian. Duke Orben dan kedua wanita itu terkejut dengan kedatangan mereka yang lewat jendela.”Sebastian Moza kenapa kalian bisa ada disini,”kata Melinda.


“Itu bukan urusan kalian kenapa aku ada disini. Tapi aku peringatkan untuk kamu Melinda jika kamu menyentuh Nyonya sedikit saja kamu akan tahu akibatnya,”kata Moza yang mengancam Melinda.


“Kamu anak buangan untuk apa ikut campur,”kata Melinda.


“Lalu kenapa jika aku anak buangan. Tapi Nyonya Clara lebih baik dari kamu yang sombong,”kata Moza. Sebastian yang ada disamping Moza menenangkannya dengan memengang bahu Moza. Moza kembali terdiam dimana Sebastian berkata,”Aku tidak tahu kenapa kalian bertiga datang ke sini. Tapi melihat kondisi ini aku berharap kalian bisa menutup mata dan mulut kalian bertiga.”


“Kenapa kita harus menutup mulut kita. Martin berhak tahu kondisi wilayah ini bukan,”ucap Jesika. Yang tidak terima untuk menyembunyika semua kekacauan yang ada di wilayah utara ini.”Apa ini adalah keinginan nyonya kalian untuk menyembunyikan semuanya,”kata Melinda dengan menatap mereka berdua.


“Aku tidak tahu alasannya.Tapi jika ini untuk menyelamatkan wilayah ini aku akan melakukannya,”kata Duke Orben.


Tapi disaat mereka sedang berbincang di dalam ruangan Mori yang berjalan di depannya. Mendengar pembicaraan mereka yang membuat Mori sedikit sedih dan kecewa. Tapi sebagai pengasuh dan pelayan Clara. Mori ingin melindungi tuannya. Mori yang tidak suka dengan sikap mereka yang tidak tahu apa-apa tentang Clara hanya bisa menjelekkannya.


Tapi disaat yang sama Mori merasa tenang setelah Moza mendukung Clara dan membelanya bersama dengan Sebastian. Mori yang masih mendengarkan mereka sampai akhirnya. Mori hanya bisa kembali menyelesaikan pekerjaannya.Karena ada Moza yang akan menjaga Nyonya.


“Kamu itu seharusnya mati saja saat itu,”kata Melinda yang berdiri.


“Memangnya kamu bisa membunuhku. Kamu kira aku tidak tahu niat kamu datang ke sini dan ingin menjadi nyonya di wilayah utara ini,”kata Moza yang datang mendekat dan kemudian dia berbisik di telinga Melinda.

__ADS_1


Melinda yang mendengar itu merasa sedikit kaget. Tapi Melinda mencoba tenang agar tidak dikendalikan oleh Moza yang dimana Melinda tidak tahu bagaimana Moza bisa tahu. Hanya ada tatapan yang mengarah ke mata Moza. Tapi Moza yang sudah biasa mengabaikannya.


“Kalian berdua bisa tidak jangan menambah keributan,”kata Duke Orben. Moza yang kembali berjalan ke arah samping Sebastian.”Tapi kenapa kalian ingin menyembunyikan semuanya dari Martin,”kata Duke Orben yang juga ingin tahu.


“Ada banyak hal yang sudah terjadi disini. Anda tahu bukan Duke Orben wilayah ini dari awal tidak  dipertahankan karena kondisi ekonomi yang ada. Tapi sekarang kondisi ekonomi sudah mulai membaik setelah bantuan dari Nyonya datang. Tuan merasa utang budi banyak dengan semua bantuan nyonya. Kami ingin menyembunyikan semua ini,karena kami tidak ingin tuan kamu kepikiran kalau tuan bukan suami yang baik untuk nyonya,”ucap Sebastian.


“Aku tidak tahu sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan wilayah utara ini. Tapi melihat wilayah ini terselamatkan dari pasukan ratu yang datang dan perkembangan perekonomian dan kerja sama disini. Apa semua ini adalah usul dari nyonya kalian yang baru saja datang ke wilayah utara,”kata Duke Orben.


“Itu benar. Disaat dia datang dia datang tanpa ada yang menemani hanya kerta kuda yang dia naiki bersama dengan pelayan. Kamu tahu tidak nona Melinda. Disaat wanita datang ke sini pasti ada pengawal agar tidak diserang oleh para monster seperti kedudukan anda. Tapi Nyonya Clara berbeda dia sudah dari kecil dibuang. Jika anda tahu,”kata Sebastian.


“Apa yang kamu katakan Sebastian,”ucap Melinda yang tidak tahu alur pembicaraan Sebastian. Tapi Sebastian hanya diam saja dimana dia pergi bersama dengan Moza. Kata terakhir yang diberikan oleh Sebastian adalah”Jangan datang ke sini lagi Melinda. Kamu berbeda dengan Nyonya Clara.”


Sebastian dan Moza kembali ke pasukan dimana mereka harus membereskan semua kekacauan yang ada.”Hai Sebastian  Moza kalian lihat Mori tidak,”ucap kakak kedua.


“Mori mungkin bersama dengan nyonya,”kata Sebastian.


“Kenapa kamu mencari Mori,”kata Moza.


“Itu bukan urusan kamu,”kata kakak kedua yang segera pergi ke tempat Clara.


“Maafkan dia ya. Dia itu suka dengan Mori,”kata kakak pertama.


“Anda sudah ada disini ternyata,”kata Moza. Kakak pertama hanya tersenyum saja.

__ADS_1


“Tapi bagaimana dengan semua kekacauan yang terjadi ini,”kata kakak ketiga.


“Ohhh laporan untuk para monster sudah diambil ahli oleh pihak pabrik monster dan untuk yang terluka sudah diobati. Tapi untuk kerusakkan bangaunan  kita masih membutuhkan Kal,”kata kakak ketiga yang memberikan laporan kondisi wilayah saat perang selesai. Apa yang akan dilihat Martin saat dia kembali ke wilayahnya dan apa yang akan terjadi dengan Malinda nanti setelah Martin kembali?.


__ADS_2