Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 42(revisi)


__ADS_3

Clara yang mendengar kesalahpahaman yang dibuat oleh anak kecil itu hanya terdiam dan tersenyum.”Apa kamu mau aku bantu lepaskan rantai yang mengikat kamu ini,”ucap Clara yang tanpa berpikir. Tapi Clara memiliki maksud yang lain yang disembunyikan dari perkataan yang dilontarkan oleh Clara.


“Kamu kira aku bodoh meminta kamu melepaskan rantai ini. Sementara kamu saja ingin kabur, kalau mau kabur sana. Jangan ajak aku aku bisa mengurus diriku sendiri,”ucap anak kecil.


“Apa kamu serius tidak mau aku bantu. Tapi aku lihat kalau kamu penuh dengan luka loh,”kata Clara.


“Sana pergi,”ucap anak kecil yang tidak ingin tertipu.  Clara yang masih didepannya menatap anak kecil itu dan berpikir siapa anak itu kenapa dia mau tetap di dalam sel ini.


“Jika itu yang kamu mau. Aku akan pergi, tapi kamu ini siapa sebelum aku pergi aku ingin tahu nama kamu. Jika kamu tidak keberatan,”kata Clara yang tersenyum. Tapi anak kecil itu hanya terdiam saja tidak berkata. Clara yang melihat kalau anak kecil itu tidak mau membuka mulutnya hanya bisa meninggalkannya.


Tapi di balik pintu yang sudah Clara tutup dia masih memikirkan siapa anak itu.”Apa nanti aku tanya dia saja ya,”ucap Clara yang mulai melangkah. Tapi tidak tahu saat dia melangkah ada perasaan tidak enak yang membuat dia sedikit waspada.


“Kenapa aku merasa hari ini hari yang menyebalkan ya,”ucap Clara yang tetap santai meninggalkan ruang bawah tanah. Clara yang sudah keluar melihat kalau tempat dia keluar terlalu sepi. Clara yang melihat kesegala arah. Tapi yang dia lihat adalah monster yang sudah merobos masuk dari tembok belakang. Clara yang melihat ada monster segera bersembunyi.”Kenapa monster ini bisa masuk ke wilayah belakang. Apa lagi di dalam kastil, ini sedikit aneh,”batin Clara yang mencari jalan untuk dia bisa kabur.


Tapi melihat kalau di halaman belakang kastil ini jarang ada pelayan atau ksatria yang masuk.”Tapi ini sedikit aneh, bukan seharusnya monster ini muncul di luar kastil. Tapi ini di dalam kastil tidak masuk akal,”ucap Clara yang kembali masuk ke dalam ruang bawah tanah lagi di mana sel tersebut ada.


Karena hanya tempat itu yang aman untuk ia sembunyi sampai ada yang datang menolong. Clara yang kembali masuk ke dalam ruang bawah tanah bertemu dengan anak kecil. Anak kecil yang melihat kalau Clara masuk lagi hanya terdiam sampai Clara duduk.


“Kenapa kamu kembali lagi,”ucap anak kecil.


“Aku tidak mau mati di makan monster,”ucap Clara.

__ADS_1


“Monster tidak akan bisa masuk kasti. Apa kamu bodoh,”ucap anak kecil.


“Aku pikir juga begitu tapi tadi aku melihat monster yang ada di halaman belakang. Bagaimana bisa monster itu bisa masuk. Seharusnya tembok tidak akan bisa dijebol begitu saja bukan,”ucap Clara.


“Apa yang kamu katakan tadi. Jelaskan lagi kepadaku,”ucap anak kecil.


“Kamu tidak tahu kalau wilayah utara sedang diserang beberapa monster yang datang pada bulan akhir tahun ini. Tapi mereka datang dan ada yang ada didalam kastil. Ini sedikit aneh, apa kamu tahu sesuatu tentang kasil ini bocah,”ucap Clara.


“Siapa yang kamu panggil bocah aku punya nama ya,”kata anak kecil yang tidak suka dipanggil bocah. Dia juga merasa tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh Clara dan memalingkan wajahnya.


“Lalu jika aku tidak panggil bocah aku harua memanggil kamu siapa. Kamu saja tidak mau mengatakan nama kamu itu, mana aku tahu aku harus sebut kamu apa,”kata Clara yang tidak perduli. Karena dia juga sedang memikirkan tentang monster yang datang ke kastil.


“Apa yang kamu katakan tadi bocah. Ada ruang bawah tanah lain di sebelah ruang bawah ini. Tapi di sana ada apa kenapa monster bisa muncul sampai sana,”ucap Clara sambil berpikir. Tidak membutuhkan waktu lama dia melihat ke arah bocah kecil yang sedikit memberikan informasinya.


“Apa itu sel para mosnter yang sudah tertangkap untuk penelitian,”cuap Clara.


“ Iya. Tapi bisa tidak kamu tidak memanggil aku bocah. Panggil aku Moza,”kata Moza yang memberitahukan namanya kepada Clara.


“Ohhh jadi nama kamu adalah Moza. Lalu bagaimana kamu bisa ditangkap ke sini,”kata Clara yang lain.


“Itu bukan urusan kamu. Sana pergi dari sini sebelum monster tersebut merobos dari pintu sebelah,”kata Moza. Clara yang merasakan suatu getaran saat dia duduk di lantai.”Getaran ini dari arah lain ruangan. Apa monster tersebut hendak mau merobos masuk keruangan ini,”batin Clara.

__ADS_1


“Hai kenapa kamu diam saja, sana cepat pergi dari sini. Ini tempat yang berbahaya,”kata Moza.


“Jika aku pergi bagaimana dengan kamu Moza,”kata Clara


“Kamu tidak usah khawatir dengan diriku. Kamu juga tidak bisa melepaskan rantai ini. Lebih baik kamu pergi saja dari sini segera sebelum mereka merobos masuk,”kata Moza.


“Emangnya monsternya banyakkah sampai kamu ingin aku pergi tanpa kamu,”kata Clara yang masih santai seperti tidak perduli dengan kedatangan para monster yang akan merobos.


“Untuk apa kamu perduli dengan orang asing yang baru saja kamu temui,”ucap Moza.


“Itu benar juga. Tapi bagiku kamu itu patut di kasihani di usia kamu ini kamu di kurung dibawah tanah di sel yang dingin bersama dengan rantai. Aku hanya berpikir kesalahan apa sampai kamu di kurung disini. Apa kamu seorang pembunuh yang dibayar untuk membunuh pemiliki kastil ini,”kata Clara yang menebak. Dari informasi yang dia dapatkan hanya sedikit sebelum dia datang ke sini Moza sudah ada di sel ini.


Jadi kesimpulannya kalau Moza sudah ada sejak lama di sel ini. Tapi Clara tidak tahu kesalahan apa yang dibuat anak kecil ini sampai di kurung dalam sel dingin. Setelah melihat Moza yang masih ragu untuk dia mengatakan kebenaran dari dirinya. Dia hanya bisa menutup mulutnya sementara Clara yang merasa kalau monster sudah menjebol tembok dan mulai berjalan ke ruangan sel yang di tempati Clara untuk bersembunyi.


“Kurasa mereka sudah mulai menyusuri sel ini,”kata Clara. Moza yang tidak merasakan apa-apa hanya menatap tajam ke arah Clara.”Apa yang kamu katakan tadi,”ucap Moza. Clara yang berjalan masuk mendekati Moza dan melihat jenis rantai. Dia melihat sekitarnya kalau ada yang bisa dia gunakan untuk melepaskan rantainya.”Percuma saja kamu ingin melepaskan rantai ini,”ucap Moza. Tapi Clara tidak perduli dengan apa yang dikatakan oleh Moza dan tetepa mencari tahu strukturnya sampai dia melihat satu hal yang membuat dia tertarik.


Clara yang sudah menekan satu batu yang terlihat aneh. Tapi malah terbuka sebuat pintu yang membuat dia tambah terkejut. Dia menatap ke arah Moza.”Hai Moza apa kamu tahu ruang rahasia di sel kamu ini,”ucap Clara.


Moza hanya menggelangkan kepalanya saja karena dia juga tidak tahu kalau ada ruang rahasia di sel yang digunakan.”Apa benar kamu tidak tahu, bukan kamu sudah ada disini lebih dulu. Masak kamu tidak tahu,”ucap Clara yang ingin masuk. Tapi dia melihat ke satu arah yang terlihat seperti kunci.


“Apa itu kunci membuka rantai ini,”batin Clara yang berjalan ke arahnya. Apa yang terjadi dengan Clara setelah monster itu datang?.

__ADS_1


__ADS_2