
Putra mahkota hanya duduk saja dan terdiam, bukan menjawab dia malah balik bertanya.”Clara tadi aku sedikit mendengar kalau ratu tidak suka dengan kamu dan ada juga ucapan kamu yang ingin aku tanyakan. Kenapa keluarga kamu tidak mencari kamu setelah mengetehui ibu kamu yang meninggal. Apa maksudnya dari kata kamu, kalau keluarga kamu itu percaya dengan ramalah itu. Tapi bukan itu wajar saja kalau ayah dari putrinya mati dan tidak menayakan keberadaan kamu dan langsung meninggalkannya,”kata Azarata yang sedikit menyembunyikan kata rahasia yang membuat Clara semakin tidak percaya dengan keluarganya.
Tapi mendengar itu Clara mencoba mencari kebenaranya tanpa diketahui oleh mereka. Kalau benar mereka tidak suka dengan dirinya masih hidup.”Tapi bukan aneh jika seorang putra mahkota ikut campur dalam urusan keluarga orang lain,”kata Clara yang membalas.
“Kata siapa aku bukan keluarga kamu Clara aku adalah kakak ipar dari istri Kay,”ucap Azarata.
“Lalu apa hubungannya denganku. Aku juga bukan bagian dari keluarga tersebut bukan. Aku tidak memiliki keluarga selama ini hanya ada keluarga Mori yang sebagai petani yang menerimaku dan menyangiku. Kamu siapa membuat aku tidak suka saja dengan anda putra mahkota. Apa dengan kedudukan putra mahkota kamu bisa berkuasa, tidak,”kata Clara yang langsung membuat Azarata tidak bisa berkata. Tapi Azarata yang mendengar ucapan dari Clara sedikit ingin marah. Tapi melihat kondisi Clara yang dia dengar juga dia merasa bersalah telah berkata tidak baik kepadanya.
“Maaf membuat kamu merasa tidak enak dengan apa yang aku katakan,”ucap Azarata dengan nada kecil seperti dia sudah menyesal. Clara yang meneriama itu juga menghela nafas dan memaafkan putra mahkota.
“Tapi Clara apa benar kamu tidak memilki hal yang bisa membuat ratu benci dengan kamu saat itu”kata Azarata.
Clara yang mendengar itu hanya terdiam sambil dia berpikir. Tapi pada akhirnya dia menggelengkan kepalanya sambil dia tersenyum.”Kenapa Nyonya tersenyum. Apa ada hal yang menarik,”kata Moza.
“Tidak ada hanya saja ingin saja, dari pada membuat pusing kepalanya lebih baik mencari tahu hal lain bukan. Ayo kita bahas yang lain saja,”kata Clara.
“Lah kenapa nona aku masih ingin tahu masa kecil nona ini,”kata Jeni yang seidkit cemberut.
“Jeni kamu tahu ada hal yang harus diutamkan bukan,”kata Clara dengan tatapan serius.
“Iya aku mengerti, jadi apa yang harus dibahas,”kata Jeni yang mengalah karena dia ingin segera menyelesaikan tugas yang diberikan oleh ketua pasukan tersembunyi.
__ADS_1
“Aku sudah selesai membaca laporannya. Tapi untuk sekarang bisa kalian kirimakan beberapa bibit dan ternak yang bisa tinggal di iklim yang dingin. Lalu bahan makanan untuk musim ini dan musim berikutnya bisa didatangkan,”kata Clara yang ingin mengatakannya. Tapi semua yang melihat ke arah Clara hanya menghela nafas saja.
“Tapi jalur untuk pengiriman bahannya bagaimana nona,”kata Jeni.
“Tunggu dulu kamu ini siapa sebenarnya datang ke utara,”kata Azarata yang tidak kenal dengan wanita didepannya yang sedang berbicara dari tadi dengan Clara.
“Maafkan saya putra mahkota perkenalkan nama saya ada Jeni sekertaris dagang dari pihak lain. Untuk jelaskan saya tidak bisa mengatakannya,”ucap Jeni.
“Kenapa tidak bisa kamu tahu bukan kalau saya adalah putra mahkota darI Timalaya,”kata Azarata.
“Saya tahu tapi kedudukan anda bagi saya tidak penting, maafkan saya yang putra mahkota,”kata Jeni yang kembali menuggu jawaban dari Clara soal jalur untuk yang mereka lewati.
“Sudahlah Putra mahkota, percuma saja jika kamu berdebat dengan Jeni dia tidak akan mengatakan lebih dari apa yang dibutuhkan. Untuk jalur sudah didapatkan hanya saja butuh pembersihan, jadi masih membutuhkan wakhu. Apa tidak bisa lewat jalur bisa yang kalian lewati,”kata Clara.
“Maaf menyela kalian berdua. Untuk jalur memang sudah ada hanya saja itu belum pernah kita periksa karena disana ada kabut beracun setiap waktu yang berbeda,”kata Erman yang membantu Clara dengan apa yang dia ketahui.
“Kabut beracun itu jenis apa,”kata Jeni.
“Jeni kabut putih tipas tapi akan muncul saat pagi datang dan siang atau juga bisa saat ada monster pada satu tempat berkumpul. Tapi itu juga masih belum pasti,”kata Erman.
“Mungkin saja bisa mencari tahu sendiri sata perjalanan pulang dari Utara. Apa saya bisa tahu dimana jalur itu,”kata Jeni. Erman yang segera membuat peta jalur yang dia katakan barusan. Setelah dia selesai dia berikan kepada Jeni.
__ADS_1
“Ini adalah jalur yang saya katakan tadi,”kata Erman. Jeni yang mengambil itu tersenyum kepada Erman.
“Untuk jalur bisa saya periksa. Tapi untuk jenis bibit apa sudah nona cari tahu jenis tanahnya lebih dulu,”kata Jeni.
“Sudah. Mori bisa kamu ke ruangan kerjaku mengambil amplok coklat yang sudah aku segel yang ada diatas meja,”kata Clara.
“Baik Nyonya saya akan mengambilnya segera,”kata Mori yang segera pergi dari perkumpulan mereka bersama. Setelah Mori pergi mereka hanya ada pembicaraan tentang bisnis dan proses pengiriman saja. Sampai Martin datang menjemput Clara,”Apa kamu sudah selesai Clara?.”
“Martin kamu ada disana sudah lama,”kata Clara yang melirik ke arah suara tersebut.
“Tidak baru saja aku datang. Tapi kalian berkumpul di sini semua apa yang sedang terjadi,”kata Martin yang tadi hanya ada tamu dari Clara saja yang ada. Tapi saat dia datang sudah ada beberapa orang disekitar Clara.”Kami hanya mendengar cerita dari Nyonya Clara saat kecil saja,”kata Moza yang ingin membuat Martin iri dengan dirinya. Tapi cerita yang dia dengar juga akan membuat Moza sedih dengan masa kecil Clara yang menyedihkan.
“Cerita apa sampai kalian semua ada disini,”kata Martin yang melihat ke arah Clara. Tapi pada saat itu juga Mori datang dan menunduk karena ada Martin.”Mori kamu sudah datang. Apa kamu membawanya,”kata Clara yang melihat ke arah Mori yang masuk. Mori yang berjalan ke arah Clara dan memberikan amplok yang di minta oleh Clara.
Clara yang mengambil amplok coklat yang diulurkan oleh Mori dan setelah memeriksa dia mamberikan kepada Jeni.”Semua yang kamu butuhkan dan apa saja yang aku inginkan sudah ada didalamnya. Waktu juga harus tepat pada waktu yang dijanjikan. Apa kamu mengerti,”kata Clara. Jeni hanya menganggu saja kepada Clara sampai Martin datang mendekat dan berbisik kepada Clara.
“Apa yang kamu berikan kepada tamu kamu,”kata Martin yang sedikit waspada.
“Ohh soal itu ada salinannya di meja kamu yang aku titipkan kepada Naton kemarin. Apa kamu belum menerimanya,”kata Clara dengan santai. Martin yang mengingat kembali kalau dia benar menerima lembaran yang diberikan kepada Naton waktu itu. Tapi karena sibuk dia meletakan lamberan itu tanpa dia baca.
“Apa kamu sudah mengingatnya sekarang,”kata Clara
__ADS_1
“Iya sudah tapi belum aku baca,”kata Martin. Tapi Martin masih penasaran dengan apa yang diberikan oleh Clara kepada tamunya. Menurut kalian apa isi ampol itu apa itu bisa membahayakan wilayah utara atau malah menguntungkan?.