Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 106(revisi)


__ADS_3

Sebastian dan Moza melihat ke arah Naton yang memberikan laporan itu kepada nyonya. Karena tidak percaya dengan apa yang mereka dengar Sebastian bertanya kepada Naton.”Naton apa yang kamu katakan tadi Duke  Orben datang ke wilayah kita,”kata Sebastian.


“Iya benar ada pasukan datang melaporan kalau Duke dari barat datang ke wilayah kita,”kata Naton.


“Jadi dimana mereka sekarang,”ucap Clara.


“Mereka sedang dalam perjalanan menuju ke kastil nyonya,”kata Naton.


“Baiklah jika seperti itu persiapkan tempat untuk mereka tinggal. Lalu setelah mereka masuk tutup kembali gerbang temboknya, untuk berjaga-jaga karena Martin tidak ada di wilayahnya,”ucap Clara.


“Baik nyonya,”ucap mereka bertiga. Dimana Sebastian yang pergi ke gerbang untuk menyambut dan mengantarkan mereka sedangkan Moza yang masih bersama dengan Clara. Naton yang sedang mempersiapkan kamar untuk para tamu yang datang.


Moza yang bersama dengan Clara hanya bisa diam melihat mereka pergi.Tapi di saat mereka sudah pergi dan hanya ada mereka berdua Moza duduk didepanya dan berkata.”Apa yang sudah terjadi Nyonya. Kamu tidak bisa bohong dengan mata nyonya yang terlihat dingin itu,”kata Moza.


Clara yang menatap ke arah Moza yang tidak bisa diajak berbohong hanya bisa tersenyum saja.”Kamu memang hebat dan tidak bisa aku labui setelah kejadian waktu itu,”kata Clara.


“Mana mungkin aku bisa tidak gelisah dan khawatir. Sekarang hanya kita berdua di taman ini nyonya sampai kapan anda menyembunyikan kebenarannya,”kata Moza.


“Kebenaran apa yang ingin kamu ketahui Moza,”kata Clara yang balik menatap.


“Nyonya,”ucap Moza.


“Baiklah, jika kamu ingin tahu kamu bisa berjaga selama beberapa hari di tempok yang mengelilingi wilayah kita,”kata Clara. Moza yang mendengar itu sedikit merasa curiga dengan apa yang dikatakan tapi di dalam perkataan Clara tersembunyi kata lain. Yang membuat Moza mencari tahu setelah Sebastian kembali.


Mori yang telah mengirim pesannya datang ke tempat Clara.”Moza apa yang kamu lakukan duduk disana,”kata Mori yang menarik Moza yang duduk santai.

__ADS_1


“Kenapa memangnya aku lelah berdiri makanya aku duduk. Tapi kamu Mori kamu dari mana saja kenapa baru kembali sekarang,”kata Moza.


“Itu bukan urusan kamu,”kata Mori yang memalingkan wajahnya.


“Sudahlah kalian berdua,”kata Clara yang melihat bunga dan di musim dingin. Angin yang berhempus yang menerpang Clara dengan butiran salju yang turun.”Kurasa akan turun salju malam ini,”kata Clara.


“Ini sudah setiap tahun akan turun salju pada awal bulan,”kata Moza.


“Tapi dari pada itu kenapa paman dari Martin datang ke wilayah disaat Martin tidak ada di kastil ya,”kata Clara sambil berpikir. Mereka yang juga tidak tahu hanya bisa diam saja. Tapi setelah itu Naton datang kalau mereka sudah sampai membuat Clara harus menyabut tamu yang datang. Di saat Martin tidak ada Clara yang menjadi tuan rumah harus menghormati tamu yang datang.


Bersama dengan Mori dan Moza Clara pergi depan pintu untuk menyabut mereka. Clara yang sudah berdiri sampai kereta dari Duke Orben ada didepan mata Clara. Duke Orben yang datang bersama dengan beberapa ksatria yang dibawa oleh Orben. Tapi dari belakang duke Orben muncul dua orang wanita yang tidak dikenal oleh Clara.


“Selamat datang duke Orben di wilayah utara,”kata Clara dengan sopan. Tapi di saat yang sama ada perasaan tidak sedap yang menatap ke arah Clara. Tapi tatapan itu bukan berasal dari dua wanita yang dibelakang Duke Orben. Tapi tatapan itu berasal dari salah satu ksatria yang dibawa oleh Duke Orben.


Dengan satu gerakan saja mereka dengan cepat menangkap mata-mata yang menyuap. Duke Orban dan yang lain sedikit terkejut dengan sikap Clara.”Kamu yang kamu lakukan,”kata Orban.


“Apa yang aku lakukan untuk keamanan wilayah Duke Orben. Jika anda tidak ingin melukai keponakan anda sebaiknya anda diam saja,”kata Clara yang tajam dan berjalan melewati mereka bertiga.


Sementara mata-mata yang sudah ditangkap dibawa dihadapan Clara.”Nona mereka sudah tertangkap semua. Apa yang harus kami lakukan dengan mereka,”kata pasukan mata-mata tersembunyi.


“Apa yang harus aku lakukan ya dengan mereka. Apa diberikan para monster dikadang saja,”kata Clara sambil berpikir.


“Nyonya anda ini siapa dan hendak membunuh orangku,”kata Duke Orben.


“Ohhh iya mereka adalah orang anda ya. Tapi apa anda tahu orang anda ini adalah mata-mata dari kerajaan Barat dan organisasi Kejbar yang sudah bekerja sama dengan ratu Erlaka,”kata Clara dengan terus terang.

__ADS_1


“Itu tidak mungkin mereka sudah ada di pasukan kami sejak lama, tidak mungkin mereka adalah mata-mata. Tapi nyonya ini siapa datang dan tidak sopan kepada kami,”kata wanita yang bernama Jesika.


“Maaf anda ini siapa ya,”kata Clara yang dimana semuanya menjadi panjang. Karena tidak ingin terus berlama-lama Clara hendak meminta maaf. Tapi di saat yang sama mata-mata yang sudah tertangkap hendak melepaskan diri dan menyerang Clara.


“Nona awas belakang anda,”ucap Mori yang melihat salahs atau dari mata-mata menyerang Clara. Tap karena teriakkan Mori, Clara juga mengambil kipas besi dan siap memukul mata-mata itu tepat dikepala. Hanya dengan satau ayunan saja mata-mata itu terjatuh tidak berdaya.”Bawa mereka yang sudah mati untuk berikan kepada para monster dan untuk yang masih hidup,”ucap Clara melihat ke arah mereka yang masih di pegang oleh para pasukan tersembunyi.


“Nyonya biarkan kami yang mengurusnya,”kata Moza yang maju.


“Kamu mau mengurus mereka.Tapi sebelum itu aku ingin tahu mareka ini ada informasi apa yang bagus,”kata Clara. Tapi belum sempat Clara bertanya mereka semua bunuh diri untuk menutup informasi yang ingin dicari oleh Clara.


“Kenapa kalian cepat sekali bunuh diri,”kata Clara yang menghela nafas. Yang kemudian dia berikan kepada Moza untuk membuang para mayat yang tidak guna tersebut. Sementara di posisi Duke Orben yang tidak tahu kalau mereka adalah mata-mata hanya diam saja.”Maafkan aku jika saya tidak sopan kepada anda tuan. Perkenalkan nama saya adalah Clara Blues Elsaned. Istri dari Martin menyambut tuan Duke Orben,”kata Clara.


“Apa yang kamu katakan tadi kamu istrinya Martin, kenapa aku tidak tahu kalau Martin sudah menikah. Aku tidak percaya, panggil Martin sekarang aku ingin bertemu dengan dia,”kata Jesika.


“Maaf nona, Martin sedang tidak ada di wilayah karena sedang melakukan pembasmian,”kata Clara yang berjalan melawati mereka.


“Moza bereskan mereka Naton bantu para tamu untuk masuk ke dalam,”kata Clara yang hendak masuk ke kastil. Atpi di saat Clara masuk dengan perasaan tidak enak Delen datang dengan berepa pasukan yang hendak menjaga Clara.


“Nona Clara apa anda baik-baik saja,”kata Delen yang masuk tiba-tiba. Clara menoleh dan melihat Delen dan berbeapa orang ikut dengannya.”Kenapa kamu ada disini Delen,”kata Clara.


Tapi tatapan Delen yang sedikit tidak baik dengan membawa berita buruk kalua pasukan ratu sudah mulai menyerang dan sebagain pasukan pembunuh sudah mulai bertarung satu sama lain. Tapi tidak tertuga pasukan ratu membawa monster yang sudah dijinakan oleh bawahan ratu Erlaka.


“Berepa pasukan kita yang bertahan,”kata Clara. Tapi mendengar itu semua hanya terdiam saja saat mereka bertatap mata dan Clara mengatakan pasukan yang masih bertahan.


“Apa yang kamu katakan nyonya Clara. Apa yang sudah terjadi di wilayah sebenarnya,”kata Orben yang bertanya. Apa yang akan dilakukan oleh Clara setelah itu?.

__ADS_1


__ADS_2