
“Apa yang kamu lakukan Clara, hentikan pelayan itu segera,”ucap Martin yang sedikit marah. Naton segera menghampiri Mori yang hendak menyingkirkan makanan yang ada dimeja makan.
“Jangan pernah kamu menyentuh pelayanku,”ucap Clara. Setelah itu mata Clara melihat ke arah Martin.
“Apa kamu tidak malu dengan rakyat kamu yang sedang kesulitan dengan makanan dan minuman. Tapi kamu sebagai pemimpin membuang makanan yang banyak dan berharga ini. Kamu kira aku ini wanita seperti apa sampai mau menghampurkan semua makanan yang ada. Aku selalu menghargai makanan yang aku dapatkan walaupun makanan itu makanan sisa. Kamu tidak bagaimana seorang tetap untuk hidup Martin,”ucap Clara dengan percaya diri.
Setelah berkata itu Martin tersenyum dan meminta Natin untuk menyingkirkan makanan yang tidak perlu dan melepaskan Mori.
“Maaf sudah membuat kamu terkejut, aku hanya ingin menguji kamu saja. Bagaimana reaksi kamu saat makanan banyak ada didepan kamu sementara kita hanya berdua saja. Tapi aku tidak sangka kalau kamu akan bereaksi seperti itu. Bagaimana kehiudupan kamu di istana Clara sampai kamu berkata seperti itu,”ucap Martin.
“Kehidupan aku di istana tidak baik saja, itu tidak baik untuk aku ceritakan saat kita makan malam bukan,”kata Clara. Setelah pembicaraan itu Clara dan Martin makan dengan santai tanpa ada yang terjadi. Selesai makan mereka berpisah Clara yang menuju kamar bersama dengan Mori. Sedangkan Martin menuju ke ruang kerjanya ada dokumen yang harus dia selesaikan.
Keduanya berpisah satu sama lain hingga Clara duduk dan meminum teh yang dia bawa dari vila tulip. Karena teh itu bisa membuat Clara santai dan damai walaupun harganya tidak mahal. Di kamar Clara melihat amplok coklat yang diberikan Goro.
“Nyonya itu apa isinya,”ucap Mori yang melihatnya.
Clara juga tidak tahu tanpa menjawab dari Mori dia segera membuka amplop yang masih tersegel tersebut. Clara membuka ada beberapa lembar kertas didalamnya sehingga Clara muali membaca isi dari lembaran itu. Dimana isi dari dokumen itu adalah tentang ibu Clara yang mendapatkan perlakukan tidak baik di istana saat dia mengandung dirinya. Clara yang membaca awalnya terhenti segera memasukan kembali.
__ADS_1
“Kenapa nyonya tidak membacanya, apa ada masalah?,”ucap Mori.
“Kurasa bukan waktunya aku membacanya untuk sekarang Mori. Aku ingin istiraha dulu untuk besok, pasti akan melelahkan lagi untuk diriku,”ucap Clara. Clara berbaring di tempat tidur Martin yang masih sibuk tidak datang ke kamarnya untuk malam pertama. Mori yang sudah keluar kembali kemar.
Malam yang damai dan tidak terjadi apa-apa berbeda saat dia ada di vila tulip. Selalu ada tikus yang datang mengganggu dia saat hendak tidur. Tapi malam itu berbeda dari biasanya Clara bisa tertidur dengan nyaman. Tapi disisi lain Martin bersama dengan Oben sedang membahas tentang barang yang dibawa oleh serikat dagang.
“Bagaimana dengan barang yang datang tuan muda. Apa kita bagikan ke warga atau kita memberitahukan kepada nyonya dulu,”ucap Oben.
“Sebaiknya kita membahas besok pagi saja dulu, untuk sekarang ini bagaimana wilayah kita apa bisa bertahan dengan barang yang dibawa oleg Clara. Apa barang itu sudah cukup?,”ucap Martin melihat keluar jendela ruang kerjanya.
Clara yang dengan santai mandi disaat dia mandi merpati datang membawa pesan. Clara yang masih dibak mengambil pesan yang ada dikaki merpati yang singgah di dekat bak mandi. Clara membuka pesan itu dan melihat kalau ratu Erlaka sangat marah dengan Cala yang hampir saja tewas karena para monster. Tapi karena itu juga Clara menebak kalau ada surat yang akan datang ke utara ini tentang dirinya yang sudah mati.
Clara selesai membaca itu memberikan pesan balasan untuk mengawasi mereka dan apa yang mereka lakukan harus diberitahukan sebelum mereka menyerang. Merpati itu mulai terbang kembali meninggalkan kamar mandi tempat dimana Clara berendam. Setelah semua selesai Clara keluar dengan pakaian yang menutupnya terlihat pelayan sudah menuggu Clara untuk membantunya.
Clara hanya bisa menerima para pelayan itu membantu Clara. Tapi wajah para pelayan itu sangat terkejut dengan bekas luka yang ada dipunggung Clara. Pelayan yang paling tua melihat itu sangat terkejut dan bertanya kepada Clara.”Nyonya luka yang anda dapatkan ini apa anda dapatkan saat di istana,”kata pelayan kediaman Elsared.
“Luka itu didapatkan karena saat di istana. Tapi semua itu akan segera menghilang seiringan waktu, jadi kalian tidak usah khawatir,”kata Mori. Selesai membantu Clara mereka semua pergi meniggalkan Clara dan Mori.
__ADS_1
Tapi saat yang sama dimana para pelayan pergi Martin dan Oben datang. Clara melihat itu sangat terkejut dan menatap keduanya.”Martin kenapa kamu datang ke sini, lalu siapa orang disamping kamu itu,”ucap Clara yang duduk didekatnya.
“Maaf sudah mengganggu pagi kamu, dia adalah sekertarisku Oben. Kami datang ke sini ingin membahas tentang barang yang datang ini,”ucap Martin.
“itu benar untuk memastikan saya ingin bertanya kepada Nyonya. Apa benar barang itu untuk wilayah utara,”ucap Oben dengan sopan. Clara tersenyum dan menganggu kepada kedua orang didepannya.
“Tapi nyonya kenapa anda bisa tahu tentang barang yang kami butuhkan. Tapi melihat jumlahnya ini tidak terllau banyak itu bisa saya kirakan akan habis dalam sebulan saja. Sudah bisa melewati musim dingin bulanan,”kata Oben.
“Anda tidak usah khawatir dengan itu semua karena barang yang datang itu hanya awal saja. Masih ada barang yang lain yang belum datang ke utara. Untuk baiknya kita bicarakan dengan Kal dan Goro saja untuk pengirimannya,”kata Clara. Tapi pada saat Clara berkata itu dari laur terdengar suara ribut membuat Clara menyuruh Mori untuk melihatnya.
Martin yang mendengar kata itu dari Clara sedikit curiga dengan Clara,”Bagaimana dia bisa mendengar langkah kaki yang agak jauh itu?.” Clara yang melihat ke arah Martin hanya bisa diam saja sampai Kal dan Goro datang bersama dengan Mori.
“Maaf nyonya membuat keributan kami ingin bertemu dengan anda tapi mereka berdua melarang kami,”ucap Goro. Di belakang Goro dan Kal ada Derek dan Erman yang menjaga pintu kamar Clara.
Setelah itu mereka masuk ke dalam dan duduk dimana Kla dan Goro dengan santai memberikan daftar barang yang masih belum ada kepada mereka bertiga. Oben memeriksa barang itu dan sangat terkejut dengan jumlah yang ada dilembar kertas itu.
“Bagaimana bisa semua barang ini bisa membuat kita bertahan selama satu tahun?,”ucap Oben seterlah memeriksa. Tapi apa yang akan terjadi setelah ini apa serikat dagang akan bisa masuk keuatar yang penuh dengan monster.Apa ada jalur pendagangan yang akan mereka bisa lewati dengan jumlah monster yang ada di utara.
__ADS_1