Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 76(revisi)


__ADS_3

“Bagaimana mereka bisa tega tidak mencari Clara dan Mori ditengah hutan,”ucap Derek dari belakang.


“Aku tidak percaya ini kalau Clara mengalami ini semua. Tapi bagaimana bisa dia lakukan seperti tidak ada. Aku kira ayahnya itu akan mencintai Clara sama dengan kakakku. Tapi dia tidak punya hati seperti kotoran ternyata,”kata Kay yang kesal dan marah. Kembali Kay membuka halaman diary berikutnya dimana mereka berdua membaca. Tapi Kal dan Oben yang juga penasaran menatap satu sama lain, dan mulai melangkah ke arah mereka berdua yang sedang membaca.


Pada akhirnya mereka berempat saling berbagi buku untuk mengetahui apa yang terjadi. Dimana diary itu tertulis kalau Clara membuat penawar dari ular yang menyerang mereka. Setelah mereka bertahan selama satu bulan mereka bisa kembali ke vila tulip. Tapi dengan kondisi vila sangat berantakan dan tidak terawan sama sekali. Clara yang saat itu masih kanak-kanak sedih sakit hati dan hendak ingin menangis.


Tapi melihat Mori yang ada disampingnya dia tidak bisa dan berjalan masuk sampai di kamar mereka mandi bersama. Dan bisa merasakan tidur di atas kasur yang mereka pikirkan awalnya. Tapi saat mereka kembali ke vila ratu datang berkunjung dan mencari Mori bersama dengan Clara yang tidak becus menjada vila tulip dengan baik. Hingga akhirnya ratu menghukum Clara yang belum sempat dia beristirahat. Mori yang ingin menggantikannya tapi pelayan ratu menahan dia. Clara dibawa di dalam kamar dimana ratu bisa mencampuk kaki Clara karena tidak bisa mendidik pelayanya dengan baik.


Saat itu saya tidak tahu apa yang saya mendengar suara campukan yang terdengar keras. Ratu yang sudah selesai menghukum kembali ke tempatnya. Mori yang berlari ke menuju ruangan dimana Clara dihukum. Dimana Mori sangat terkejut dan bercak darah yang ada di kaki Clara. Kaki kecil mungkil dan masih belum kuat sudah terluka parah. Mori hanya bisa menangis saja dan memeluk Clara. Saat itu Clara menanahan air matanya dan memeluk Mori dan berkata kalau dirinya baik saja.


Tapi Mori yang melihat itu pasti sangat sakit.”Bagaimana bisa anak kecil yang belum 11 tahun bisa terkena campukan yang parah ini. Apa ratu ingin membuat kaki nona Clara tidak bisa berjalan,”pikirkan Mori saat itu. Mori yang mempopong Clara sampai ke kasur. Dia pergi ke kamar untuk mengambil obat yang bisa dia gunakan untuk meringankan luka Clara.


Tapi Mori hanya mendapatkan obat deman, kain kasa, dan obat luka dengan jumlah yang sedikit. Mori yang hanya mengkhawatirkan Clara mengambil persediakan yang ada dikamarnya itu. Segera dia pergi ke kamar Clara. Tapi belum sempat di masuk didepan pintu dia mendengar suara tangisan. Mori yang menahan dan tertuduk di depan pintu dan hanya menuggu Clara bisa tenang. Membiarkan Clara bisa melepaskan rasa sakit itu saat itu.


Mori yang tidak mendengar suara tangisan dia berdiri dan membuka pintu melihat kalau Clara masih berbaring. Dimana Clara tertidur setelah dia menangis. Mori yang melihat mata yang memerah dan membengkak karena terlalu banyak menangis. Mori yang dengan hati-hati mulai memberikan obat dan membalutnya. Walaupun Clara seprti menahan rasa sakit.


Hari terus berjalan samapi pada bulan musim semi. Clara yang masih sulit untuk berjalan membuat kerajinan sampai tidak bisa hitung jumlahnya. Clara yang melihat Mori membawa beberapa makanan untuk dirinya. Tapi saat itu Clara tidak langsung makan tapi melihat Mori.”Mori apa kamu sudah makan,”ucap Clara yang merasa sikap Mori berbeda saat dia makan.

__ADS_1


“Saya sudah makan nona,”kata Mori yang berbohong.


“Mori berbohong ya. Kalau begitu aku tidak mau makan,”kata Clara yang menyadari setelah sakit hati dia di tinggal di tempat yang tidak pantas dan tuduhan dan siksan yang kadang datang membahayakan dirinya. Mori yang melihat Clara tidak mau makan merasa tidak bisa berkata hanya bisa mengatakan kebenaran yang dia ingin tahui oleh Clara saat itu.”Saya belum makan Nona, sekarang nona bisa makankan. Karena saya sudah berkata jujur kepada nona,”ucap Mori sambil tersenyum.


“Jika belum makan kita makan bersama ya Mori. Aku ingin makan bersama Mori,”kata Clara yang tersenyum lepas untuk pertama kalinya dia ada di vila tulip. Mori yang melihat itu hanya menganggu dan mereka makan bersama. Setelah selesai makan berbincang dimana Mori melihat kerajinan dan renda yang dibuat oleh Clara membuat dia terkejut.”Nona apa ini buatan anda,”kata Mori yang mangambil satu dan menyentuhnya.


Clara saat itu menganggu kepada Mori sampai ada satu kata yang membuat Mori tidak percaya.”Bagaimana jika kita jual ini kita dapat berapa kira-kira,”kata Clara.


Mori yang mendengar itu sedikit terkejut dan melihat ke Clara yang masih santai membuat renda yang lain.”Nona apa yang anda katakan,”ucap Mori.


“Iya jika dijual kita dapat berapa.Apa bisa untuk makan kita berdua,”kata Clara.


“Kenapa nona berpikir sampai seperti itu, bukan kira sudah hidup nyaman disini,”kata Mori.


“Itu banar. Tapi Mori tidak bisa berbohong kepadaku lagi. Walaupun aku masih kecil dan tidak tahu apa yang terjadi diluar. Tapi aku harus bertanggung jawab bukan,”kata Clara yang tersenyum.


“Bagaimana jika saya yang akan jual beberapa saja. Nona tinggal di istana saja melihat kaki nona yang masih belum pulih,”kaa Mori yang memberikan usulan. Clara hanya menganggu saja. Dimana Hari berikutnya Mori membawa setangah dari hasil karya buatan Nona Clara untuk dijual di pasar. Yang ada diluar istana, sementra Clara di istana hanya bisa menuggu saja.

__ADS_1


“Aku tidak tahu kalau Nyonya mulai usaha dagang dari kecil,”kata Kal.


“Itu benar . Tapi bukan itu sangat kejam bukan bagi anak yang belum 11 tahun. Apa lagi luka itu,”kata Oben.


“Kurasa kau tahu kenapa Clara marah tadi. Tapi dia biasa saja selama ini tidak membicarakan kepada orang lain. Apa dia mencoba untuk melupakan semua yang terjadi dimasa lalu yang menyedihkan,”kata Kay.


“Jadi sekarang apa yang ingin kamu katakan kepada Clara,”kata Derek.


“Tapi bagaimana bisa ratu ingin menghancurkan anak itu disaat usia dini. Bukan itu terlalu kejam bukan untuk seorang yang sudah memilik segalanya,”kata Oben. Mereka berempat hanya bisa diam saja. Dimana mereka tidak melanjutkan membaca isi diarynya dan dimana Kay dan Derek pergi. Sementara Oben dan Kal yang masih ditempat mulai bekerja kembali dimana hasil karya sudah dibuat oleh Nyonya Clara.


“Sekarang apa yang ingin kamu lakukan Kal,”kata Oben yang masih ditempat.


“Tentu saja membuat hasil karya ini bukan,”kata Kal dengan santai dimana dia meminta para pengrajin untuk mencoba membuat karya baru yang akan di dagangankan. Oben yang melihat itu hanya bisa mengabaikan saja dan pergi meninggalkan Kal sendiri dengan ide  dari Nyonya Clara.


Tapi bagaimana Glanda dan Kay setelah dia tahu dari diary Mori tentang Clara. Apa mereka menyesal setelah tahu kalau cucunya selama ini menderita?.


.

__ADS_1


__ADS_2