Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 107(revisi)


__ADS_3

Duke Orben yang mendapatkan kejutan dengan Clara menyerang pasuakan yang dia bawa. Karena  tidak tahu apa yang sedang terjadi Duke Orben mencari tahu dari mulut Clara. Clara berkata kalau mereka adalah mata-mata dari istana barat yang disuruh oleh ratu Erlaka. Tapi dengan semua kekacauan yang terjadi mereka hanya bisa diam saja. Sampai datang seorang yang masuk ke halaman kastil.


Dimana Clara yang mengenal orang itu. Tapi hanya melihat dengan tatapan mereka saja Clara berkata untuk jumlah orang yang masih bertahan. Duke Orben yang mendengar itu tidak tahu apa yang sedang tejadi. Tapi melihat situasi yang ada kalau wilayah utara sedang dalam kondisi tidak baik.


Tapi sementara Clara yang dengan santai bertanya kondisi jumlah orang yang masih bertahan. Tapi melihat tatapan itu Duke hanya bisa bertanya apa yang sedang terjadi. Tapi dengan kondisi yang tidak tahu apa yang sudah terjadi.”Nyonya apa yang sedang terjadi sebenarnya. Apa kedatangan mereka ini ada kaitan dengan surat yang anda dapatkan,”ucap Moza.


Clara hanya tersenyum kepada Moza yang sudah tahu apa yang sedang terjadi. Tapi setelah Clara bertanya kepada Delen jumlah pasukan yang bisa bertahan. Delen berkata kalau yang masih bertahan hanya setengah dari pasukan yang dibawa. Tapi di kalimat yang disampaikan juga megatakan kalau mereka membawa monster yang sudah dikendalikan oleh pawang monster.


Clara yang mendengar itu terdiam dan menghela nafas. Setelah tahu apa yang sudah terjadi kalau pihak ratu sudah unggul dalam perang. Tapi Clara yang juga memiliki kartu as yang dia sembunyikan juga masih belum dikeluarkan oleh Clara.


“Nyonya Clara saya tidak tahu apa yang sedang terjadi di wilayah utara ini. Tapi saya sebagai pamannya berhak tahu kondisi wilayah ini,”kata Duke Orben.


“Saya tahu jika anda ingin tahu apa yang sedang terjadi. Tapi anda tidak usah khawatir karena Martin sedang melakukan ekspedisi akan aman. Tapi yang saya tidak duga adalah duke sendiri datang ke wilayah ini dalam kondisi tidak baik atau bisa dikatakan waktu kalian datang sangat buruk,”kata Clara.


“Hai kamu cepat jelaskan apa yang sudah terjadi. Kamu ini hanya wanita baru di sini. Aku juga tidak menganggap kamu sebagai kakak iparku,”kata Jesika.


“Jesika sebaiknya biarkan nyonya Clara menjelaskan apa yang sudah terjadi. Jangan membuat kerusuhan yang lain,”kata Malinda. Clara yang tidak perduli dengan apa yang mereka katakan hanya bisa terdiam saja.


“Nyonya,”kata Sebastian.

__ADS_1


“Kalian jangan katakan atau memberitakan laporan kepada Martin. Lebih baik dia diluar sana lebih aman karena pasukan ini tidak akan bisa menyentuh tempatku,”kata Clara dengan tatapan dingin.


“Nona sudah waktunya menyerang balik. Apa perlu kita ulurkan waktunya lagi,”kata Delen.


“Kita akan menyerang dengan waktu yang sudah di prediksi. Pasukan ini harus musnah semua. Aku ingin lihat ada berapa pasukan lagi yang dimiliki ratu kali ini,”kata Clara yang kembali menoleh ke arah pintu dan berjalan masuk. Dimana dia masuk seperti tidak terjadi apa-apa sementara Delen dengan pasukan yang dia bawa. Segera pergi ke halaman kastil. Tapi Duke yang masih tidak tahu apa yang sedang terjadi mengikuti Clara dari belakang.


Di ruangan tamu mereka duduk dan semua yang ada  menuggu Clara membuka mulut. Tapi Moza yang pergi bersama dengan Delen ingin melihat apa yang sudah terjadi dengan wilayah utara.


“Sampai kapan kamu menutup mulut,”kata Jesika yang tidak suka.


“Duke Orben, kenapa anda tidak bekerja sama dengan ratu Erlaka yang sudah menguasai wilayah utara,”kata Clara dengan santainya. Tapi dari perkataan Clara Duke Orben tahu kalau musuh yang datang ke wilayah utara ini adalah ratu Erlaka.


“Nyonya Clara bukan anda bagian dari istana Matahari, tapi kenapa anda melawan ratu Erlaka dan datang ke utara ini sebagai istri Martin,”kata Duke Orben yang balik tanya. Clara yang tersenyum mendengar perkataan dari duke Orben hanya bisa diam saja. Tapi di posisi lain dua wanita yang ada di ruangan itu yang juga mendengarkan pembicaraan mereka. Masih tidak mengerti apa yang mereka katakan.


“Paman,”ucap Jesika kembali sambil melihat ke arah  Orben.


“Kamu dia dulu Jesika,”kata Orben. Clara yang melihat mereka sedikit tidak nyaman tapi mau bagaimana juga dia harus mengatakan tapi. Clara yang diam saja sedang berpikir apa yang akan dikatakan kepada Duke Orben.”Kamu benar aku termasuk dalam bagian dari kerajaan Matajari. Tapi dulu sekarang aku tidak berniat untuk mempertahankan gelar saya sebagai ratu. Aku sekarang ingin menghancurkan kerajaan Matahari dan membunuh ratu Erlaka. Apa itu sudah cukup untuk anda bertanya,”kata Clara dengan dingin.


“Tidak aku sangka anda yang seorang putri akan melawan anggota kerajaan. Apa kamu tidak takut untuk kelurga kamu yang membesarkan kamu di kerjaan Matahari,”kata Malinda.

__ADS_1


“Keluargaku sudah mati saudaraku yang sudah di usir dari kerajaan ayah yang tidak perduli anaknya mati, untuk apa lagi yang harus aku lindungi. Sekarang yang aku lindungi adalah wilayah ini,”kata Clara. Dimana Malinda yang mendapatkan serangan dari perkataan Clara.


“Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan kamu dan ratu. Tapi di sini bukan wilayah yang bisa kamu gunakan untuk membalas semua kebencian kamu  nyonya Clara,”kata Duke Orben.


“Itu benar, tapi ini bukan berasal dari keinginanku. Tapi ratu yang ingin menguasai wilayah utara ini untuk masuk ke dalam wilayah mencari ras darah naga. Apa anda tahu ras darah naga tuan Duke Orben,”kata Clara.


Waktu terus berjalan di tempat Moza yang pergi bersama dengan Delen melihat kedua pasukan yang saling beradu pedang. Tapi kedua pasukan ini hanya satu yang tidak asing bagi Moza.”Kerajaan Matahari,”ucap Moza.


“Itu benar, keluarga kerajaan Matahari ingin mendapatkan wilayah utara ini. Nona yang menyuruh semua pasukan yang dia miliki untuk bertahan melawan pasukan ratu yang datang,”kata Delen dimana dia mengangkat satu tangan.


Menyuruh semua pasukan untuk mundur dan mempersiapkan serangan kedua yang sudah di persipakan oleh mereka.”Kenapa kamu menyuruh mereka mundur,”kata Moza yang melihat.


“Karena pertempuran akan di mulai setelah ini,”kata Delen dengan satu gerakan yang dengan cepat bergerakn turun. Dimana strategi kedua akan diluncurkan melawan pasukan Matahari. Moza yang melihat ada perubahan yang terjadi di pasukan miliki Clara.


“Apa yang mereka lakukan,”kata Moza.


“Kamu akan tahu, tapi kenapa kamu datang ke sini. Apa hanya untuk melihat saja?,”kata Delen yang melirik ke samping dimana Moza berdiri.


“Aku hanya mengamati saja sampai aku tahu siapa musuh yang datang,”kata Moza.

__ADS_1


“Bukan kamu sudah melihatnya siapa yang datang. Jika tidak ada lagi yang perlu kamu lihat. Segeralah pergi dan jaga nona Clara untuk kami,”kata Delen.


“Apa yang kamu katakan,”kata Moza yang merasa dari perkataan Delen tersembunyi maksud yang lain. Setelah perpikir lama Moza baru saja sadar yang paling berbahaya dan tidak aman adalah di kastil dimana Clara berada.”Nyonya dalam bahaya,”kata Moza yang segera pergi dari medan perang dan menuju kastil. Clara yang bersama dengan salah satu paman Martin dengan kondisi wilayah yang diserang. Apa yang akan dilakukan oleh Clara untuk menghadapi semua musuhnya?.


__ADS_2