
Di dalam ruangan Clara yang duduk bersama dengan Martin yang masih terdiam saja. Clara yang tidak tahu maksud dari tujuan Martin datang menemuinya bertanya kepada dirinya kenapa dia mencari dirinya. Tapi Martin masih saja terdiam tanpa berkata apa-apa. Kesunyian terjadi didalam ruangan tersebut untuk beberapa lama. Clara yang menuggu tidak ada jawaban hanya bisa mengerjakan kain yang dia pegang. Martin yang melihat Clara yang sedang merajut kain yang dia dapatkan dari Kal.
“Apa yang kamu buat Clara,”kata Martin mulai membuka mulutnya. Tapi bukan hal yang penting yang terucap hanya basa-basi dari Martin untuk memulai pembicaraannnya.
“Aku sedang membuat hiasan tangan dari kain yang aku dapatkan. Tapi Martin kenapa kamu datang ke sini. Tidak mungkin hanya ingin tahu apa yang aku lakukan bukan,”kata Clara mencoba mencari tahu dari Martin.
Tapi kembali Martin terdiam, Clara yang melihatnya sedikit aneh sikap Martin membuat dia meletakan kain yang dia pegang.”Martin kenapa kamu datang ke sini sebenarnya, jangan sembunyikan hal yang membuat aku penasaran,”kata Clara dengan serius.
“Aku minta maaf Clara hanya saja aku tidak tahu harus dari mana aku memulai pembicaraan ini,”kata Martin.
“Jadi kamu ini maunya apa,”kata Clara.
“Aku hanya ingin tahu apa yang kamu sembunyikan dariku, itu saja,”kata Martin. Clara yang mendengarnya sedikit bingung dengan apa yang dikatakan oleh Martin.
“Apa yang aku sembunyikan dari kamu Martin aku tidak tahu. Jika kamu tidak memberitahukan kepadaku, mana mungkin aku tahu,”kata Clara.
Martin yang masih menatap ke arah Clara dengan dia menghela nafas dia membuka mulutnya.”Bagaimana kamu bisa menyelesaikan rute dagang yang akan di lewati para pendagang tersebut. Lalu bagaimana kamu bisa akan menjual hasil produksi kain kamu ke luar wilayah. Bagaimana kamu akan menyelesaikan dana yang kurang tersebut. Kamu tahukan kalau kita sedang kekurangan dana,”ucap Martin dengan berbagai pertanyaan yang dilontarkan.
Sementara Clara yang mendengarnya hanya bisa tersenyum saja kepada Martin.”Banyak juga yang kamu lontarkan Martin. Tapi yang mana dulu yang harus aku jawab ini,”kata Clara.
“Yang mana saja tidak masalah asalkan kamu menjawab semua keraguan dihatiku. Aku sudah banyak masalah hari ini dengan datangnya surat dari pamanku,”kata Martin yang bersandar dengan tangan menutup wajahnya.
“Memangnya kenapa dengan paman kamu sampai kamu terlihat gelisah seperti itu. Kalau soal dana kamu tidak usah takut, semua barang yang akan datang itu atas permintaan diriku. Aku akan memberitahu kamu kalau aku memiliki beberapa organisasi dagang dibawah kekuasaanku yang ratu dan anggota kerajaan tidak tahu apa yang aku lakukan diluar sana. Jadi kamu tidak usah khawatir dengan semua dana dan dagang yang akan datang ke sini,”kata Clara.
“Tapi bagaimana bisa kamu melakukan semua ini. Kamu sudah banyak membantu kami semua Clara. Aku sebagai suami seharusnya membahagiakan kamu, bukan malah sebaliknya,”kata Martin yang merasa tidak bertanggung jawab.
__ADS_1
“Bukan kita harus saling membantu sama lain kitakan suami istri. Apa yang terjadi harus berbagi bukan,”kata Clara yang tersenyum.
Martin yang mendengar itu sedikit merasa nyaman. Tanpa berkata apa-apa MartIn dari samping memeluk Clara.”Kamu memang istriku yang baik dan penuh kasih sayang. Tapi kamu juga harus berhati-hati bukan,”kata Martin. Clara hanya tersenyum saja kepada Martin.
“Jadi apa kamu sudah mulai tenang sekarang,”kata Clara.
“Sudah tapi kapan kamu akan mengatakan semuanya Clara,”kata Martin yang masih menuggu jawaban dari Clara.
“Baiklah jadi soal rute dagang yang akan dilewati itu adalah rute berkabut yang sudah di survai oleh Jeni, bukan kamu sudah bertemu dengan Jeni bukan kemarin,”kata Clara.
“jeni wanita yang datang ke sini waktu itu,”kata Martin sambil mengingat kemarn.
“Itu benar dia adalah salah satu sekertaris dari oragnisasi dagang yang aku miliki dia juga yang survai rute perjalanan masuk ke wilayah utara ini. Jadi kamu tidak usah khawatir dengan rutenya. Kamu dan aku hanya tinggal menuggu saja kerja sama ini berjalan lancar. Aku juga sudah memberitahukan Kal soal ini,”kata Clara.
“Itu benar Martin, tapi bukan semua dokumen sudah aku berikan kepada kamu bukan,”kata Clara. Setelah pembicaraan itu Martin sudah mulai lega dan Clara mulai melanjutkan kegiatan kerajinan tangannya. Tapi sambil membuat kerajinan tangan Clara juga bertanya kepada Martin.
“Apa itu saja yang ingin kamu tanyakan Martin,”kata Clara.
“Itu benar aku datang ke sini hanya bertanya soal rute dan dana karena dana yang kita miliki sudah tidak cukup untuk menyelesaikan pembangunan apa lagi pada bulan besok kita ada pembasmian monster,”kata Martin.
“Pembasmian monster kata kamu Martin,”kata Clara yang lupa dengan pembasmian yang selalu dilakukan setiap tahunan diwilayah utara.
“Itu banar apa kamu tidak bertanya kepada Moza dan Derek soal pembasmian ini,”kata Martin.
“Aku tidak tahu soal itu. Jadi apa saja yang perlu diselesaikan untuk melengkapi kekurangan tersebut Martin,”kata Clara yang ingin meringankan beban Martin.
__ADS_1
“Jika kamu ingin membantu kami, kami hanya butuh pakaian untuk pembasmian bulan besok dan untuk makanan itu bisa ditangani dengan pembasmian,”ucap Martin.
“Pakaian untuk pembasmian ya. Kita lihat dulu waktu dan jumlah yang dibutuhkan lebih dulu. Tapi apa hanya itu saja yang dibutuhkan,a pa pelu aku buatkan bubuk untuk kalian bertahan,”kata Clara.
“Apa masih bubuk kamu itu. Jika sudah tidak ada kamu tidak usah buat, kamu harus beristirahat. Selam kamu tinggal disini kamu belum beristirahat bukan. Selagi ada waktu kamu nikmati saja waktu kamu, jangan terlalu banyak pikirkan,”kata Martin.
“Aku tidak banyak pikirkan kok. Tapi Martin tadi kamu gelisah dengan paman kamu bukan,”kata Clara.
“Itu banar,”ucap Martin.
“Tapi Martin paman kamu itu yang mana?,”kata Clara yang tidak tahu.
“Paman aku yang ada di wilayah barat bukan kamu sudah tahu Clara. Atau kamu hanya berpura-pura tidak tahu saja,”kata Martin yang bisa menebak kalau Clara sedang berakting tidak tahu untuk mengetes dirinya.
Clara hanya tersenyum saja samapi Martin melihat ke arahnya.”Apa paman kamu itu seorang duku di wilayah barat yang sudah menolak kekuasaan ratu,”kata Clara.
“Benarkan kamu sudah tahu soal pamanku. Tapi kenapa kamu bertanya kepadaku,”kata Martin yang seperti tidak suka.
“Akukan hanya ingin tahu saja, takutnya aku salah bukan. Tapi Martin kenapa paman kamu ingin datang ke sini,”ucap Clara.
“Aku juga tidak tahu mungkin saja dia ingin memberikan bantuan dana. Tapi ada hal lain yang aku masih khawatirkan Clara,”kata Martin.
“Apa yang kamu khawatirkan sampai kamu terlihat pucat. Jika kamu tidak suka tinggal memberikan surat saja kalau kamu tidak ingin bertemu dengan dia, bukan mudah,”kata Clara.
“Apa yang kamu katakan itu benar mudah. Tapi jika aku membalas surat yang mengatakan ketidak inginan pamanku datang ke sini. Tapi malah keponakan dia yang datang bersama dengan temannya. Itu yang aku tidak suka,”kata Martin. Clara yang mendengarnya merasa sedikit bingung dan hanya menatap saja. Apa yang didengar oleh Clara saat itu?.
__ADS_1