
Clara yang terdiam memikirkan apa yang akan dia buat lebih dulu. Karena dia dulu pernah membuat kerajinan tangan dari kain. Clara terpikir untuk membuat satu prodok kain yang dimana produk tersebut harus ia warnai atau ditambah pernak pernik. Clara yang sedang berpikir untuk sejenak dan meminta Mori mengambil dokumennya.
Setelah Mori pergi untuk mengambil dokumen yang ia minta. Kal yang ada di ruangan itu juga menjalin kerja sama antara kedua orang yang terhormat. Dimana Kal membahas kerja sama yang saling menguntungkan. Untuk Kal bisa menjual dagangan dan saling bertukar barang di antara kedua orang tersebut. Tapi di sela pembicaraan Mori datang bersama dengan Erman.”Nyonya Erman datang ingin melaporkan hasil kerusakan wilayah atas perintah tuan Martin,”ucap Mori.
“Suruh dia masuk,”kata Clara.
“Jadi apa yang ingin kamu laporkan Erman,”kata Clara.
“Ini laporan hasil kerusakan dari Oben yang harus diserahkan kepada nyonya. Lalu untuk jalur dagang yang sudah dicari oleh Goto dan Sebastian sudah diselidiki. Tuan meminta saya juga harus memberikan laporan tersebut kepada nyonya,”ucap Erman yang memberikan hasil laporannya.
“Baiklah aku akan membacanya. Kamu boleh pergi, dan katakan kepada Martin untuk tidak lupa makan,”kata Clara.
“Baik Nyonya saya akan sampaikan kepada taun,”kata Erman yang segera pergi.
“Nyonya ini dokumen yang anda minta,”kata Mori yang juga memberikan hasil dokumen yang sudah dia analisis tentang bahan yang ada digudang.
“Clara apa yang kamu akan lakukan setelah wilayah ini dalam kekacauan ini,”ucap Azarata.
“Untuk sekarang perbaikkan dan mengumpulkan dana,”ucap Clara dengan singkat.
“Kamu sebenarnya mengerti tidak yang aku maksudkan. Wilayah kamu ini di ambang kematian. Apa kamu akan tetap disini,”ucap Azarata yang tidak habis pikir dengan pikiran Clara.
__ADS_1
“Kata siapa wilayah utara dalam ambang kematian. Walaupun wilayah utara mendapatkan serangan dua kali. Kami bisa bangkit, kamu kira wilayah utara ini lembah terhadap serangan. Di tambah lagi ada pasukan yang selalu menjaga wilayah luar tanpa diketahui untuk berjaga,”kata Clara yang hampir saja membuka mulutnya.
Clara yang juga membaca dokumen analisisi yang sudah dia siapkan. Setelah memilih dokumen yang ada dia berikan kepada Kal untuk memindah lanjutkan prosesnya bersama dengan penduduk wilayah utara. Selesai dengan Kal yang pergi dari ruangan hanya mereka bertiga karena Mori juga ikut serta bersama Kal.
“Apa kamu tidak ingin pergi dari sini Clara,”ucap Gland.
“Tidak kakek. Ini kehidupan yang sudah aku pilih, aku juga sangat senang bisa bertemu dengan keluarga Ibu. Tapi aku masih ada urusan dengan ratu. Kakek ada hal yang ingin aku tanyakan soal kejadian waktu itu,”ucap Clara yang mengubah topik. Gland hanya menghela nafas saja sampai dia melihat ke arah Clara yang serius.
“Apa yang ingin kamu tanyakan tentang kejadian waktu itu,”ucap Gland yang tidak bisa menolak pertanyaan cucunya.
“Apa benar semua itu adalah ulah dari ratu yang mengusir kakek bersama para paman. Lalu bagaimana dengan ibu saat itu,”ucap Clara.
“Saat kejadian itu ibu kamu sedang mengandung kamu. Saat itu ibu kamu ingin bertemu kami membahas penghianatan keluarga Bringdah. Tapi pertemuan itu terjadi di ruang penjara,”kata Gland.
“Kakek juga tidak tahu kenapa kejadian itu menimpa ibu kamu. Karena sebelum kami ditangkap ayah kamu dan Erlana menikah.Kakek yang tidak terima ingin datang ke pesta pernikahan ayah kamu. Tapi saat hendak keluar kami sudah dikepuk atas tuduhan pemberontakan dan penggelapan dana,”ucap Gland.
“Apa maksud kakek penggelapan dana,”kata Clara kalau ada yang sedikit berbeda dari informasi yang didapatkan. Tapi Clara tidak mengatakan apa-apa hanya menuggu Gland menceritakan apa yang sudah terjadi.
“Kakek juga tidak tahu kenapa saat itu kami dituduh penggelapan dana. Kakek ketahui semua dana itu bukan berasal dari kelurga Bringdah. Tapi dari luar keluarga. Jadi kami hanya bisa ditangkap untuk di intograsi. Sementara ibu kamu yang ada di istana tahu setelah dia ingin mencari ayah kamu. Tapi ayah kamu sedang bersama dengan Erlaka bulan madu diluar kerajaan,”ucap Gland.
“Apa yang ibu tanyakan kepada kakek saat di penjara,”kata Clara.
__ADS_1
“Ibu kamu bertanya tentang penghianatan keluarga Bringdah ibu kamu tidak percaya tuduhan itu dengan air mata yang mengalir. Apa lagi saat itu ibu kamu mengandung kamu dengan tuduhan kalau anak yang dikandung ibu kamu membawa malapetaka. Semua kejadian tersebut ada yang mengatakan kalau anak yang dikandung oleh ibu kamu yang sudah menyebabkan semua kekacauan yang terjadi,”kata Gland sambil melihat ke arah Clara.
Clara yang melihat tatapan bersalah dari Gland hanya bisa tersenyum.”Kakek tidak usah bersedih. Ramalan itu malah sebaliknya dari malapetaka. Ibuku memang hebat dia tahu yang mana yang benar dan salah,”ucap Clara.
“Kamu tidak marah dengan kakek Clara,”ucap Gland. Clara hanya mengelengkan kepalanya. Sementara Azarata yang mendengarkan cerita mereka sedikit membuka mulut.”Clara kamu bertanya seperti ini apa kamu melengkapi dari informasi yang kamu dapatkan. Aku lihat kamu tidak terkejut sama sekali,”kata Azarata.
“Yang putra mahkota katakan itu benar aku sudah tahu sedikit. Kalau semua itu adalah ulah dari ratu termasuk penghianatan yang dibuat, ramalan dan semuanya,”ucap Clara.
“Jadi apa yang kamu temukan tentang semua kebenaran itu,”ucap Azarata.
“Aku juga tidak pasti. Tapi ada hal yang masih aku tidak mengerti penggelapan dana. Itu bukan dari keluarga Bringdah tapi keluarga ratu yang selama ini menggelepkan dana. Aku hanya berpikir apa semua ini untuk menutupi tindakan ratu yang disembunyikan,”ucap Clara sambil berpikir.
“Bagaimana kamu bisa tahu kalau ratu yang melakukannya,”ucap Gland. Clara memberikan dokumen yang diambilkan oleh Mori dimana dia mengambil satu informasi tentang dana keluarga Emirasari.
“Apa ini,”ucap Gland yang mengambil lembaran yang diberikan oleh Clara. Azarata yang juga ikut membaca informasi yang diberikan. Sambil menuggu Clara melihat hasil data yang diberikan oleh Erman. Dimana kerusakan yang didapatkan sampai 100 M dengan tembok dan rumah penduduk yang hancur jumlah kesatria yang terluka. Di dalam laporan yang diberikan juga prajurit mendapatkan serangan racun yang masih belum diobati.
Clara yang sudah membaca itu meminta pelayan yang datang untuk meminta laporan hasil medis dan prajurit yang terluka. Sambil menuggu Clara membaca beberapa dokumen, sampai Gland dan Azarata selesai membaca rincihan dana dari keluarga Emirasari.”Kamu bagaimana bisa mendapatkan semua ini,”ucap Gland yang tidak percaya dengan informasi yang dia dapatkan.
“Aku tahu kalau kakek akan bertanya seperti itu. Jadi hanya beberapa yang akan aku katakan saja. tolong rahasiakan semua yang aku katakan kepada Martin,”ucap Clara.
“Kenapa kamu ingin merahasiakan kepada Martin,”ucap Azarata.
__ADS_1
“Karena belum waktunya dia tahu saja,”ucap Clara sambil tersenyum. Keduanya hanya menatap saja dan menatap ke arah Clara dengan percaya diri. Clara yang melihat itu mengatakan kepada mereka berdua.”Baiklah akan aku katakan kalau semua informasi itu aku dapatkan dari...,”ucap Clara sampai terdengar langkah kaki yang membuat Clara terdiam dan melihat ke arah pintu masuk. Apa yang akan diceritakan oleh Clara tentang rahasia yang dia miliki?.