Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 29(revisi)


__ADS_3

Clara yang mendengar sedikit cerita kalau larangan itu dilakukan oleh kerajaan Matajari hanya bisa diam saja. Karena Clara masih belum tahu tentang larangan itu mencoba mencari tahu dari mulut Martin dan infomasi lain. “Nona,”ucap Mori. Clara melihat ke arah Mori yang datang bersama dengan Derek.


“Mori ada apa kamu datang ke sini. Apa ada masalah,”kata Clara.


“Soal itu ada surat untuk nona dan ini dari raja,”kata Mori.


“Raja, bukan dia tidak ingin melihat aku kenapa dia mengirim surat. Apa dia ini tahu apa aku sudah mati apa belum,”kata Clara yang menebak.


“Jika kamu tidak suka kamu tidak harus membalasnya,”kata Martin.


“Aku memang tidak ingin membalas suratnya tapi aku juga ingin tahu apa dia tulis di sini,”kata Clara yang membuka segel suratnya dan membaca isi dari suratnya. Dimana Clara membuka dan menbaca dimana isi suratnya bukan dari tulisan ayahnya tapi dari ratu.


“Ini bukan tulisan raja tapi tulisan ratu,”ucap Clara berguman.


“Apa yang kamu katakan, biar aku melihatnya dengan seksama,”kata Martin yang mengambil surat yang dipegang oleh Clara.Martin membaca suratnya yang berisi turut berduka cita atas kematian dari putri Clara.


“Apa ini Clara,”kata Martin yang sedikit kesal setelah membaca surat yang bukan berasal dari raja tapi dari Ratu.


“Kamu tidak usah terkejut seperti itu. Karena semua itu sudah biasa untuk larangan yang kamu katakan tadi itu bisa jadi ulah dari ratu juga.Tapi aku akan membantu kamu mengembangkan wilayah utara ini, asalkan kamu bisa menolongku,”kata Clara.


“Aku akan membantu kamu jika itu masih bisa aku tangani,”kata Martin.


“Itu sangat mudah kok. Aku hanya ingin tahu keluarga dari ibuku saja apa mereka baik saja atau tidak. Jika bisa aku ingin bertemu dengan mereka jika kamu sanggup memenuhi keinginan kecilku ini,”kata Clara.


“Nona sebenarnya ada surat lagi untuk anda. Tapi saya tidak tahu surat itu dari siapa. Apa nona mau membacanya,”kata Mori.

__ADS_1


“Surat apa lagi,”kata Clara yang mengambil surat dari tangan Mori. Martin yang ikut melihat kalau ada lembang keluarga di isi surat yang sudah dibuka oleh Clara.


“Ini dari keluarga Bringdah,”ucap Martin yang tahu segel keluarga tersebut. Mori dan Clara yang mendengar dari Martin sangat terkejut dan memastikan kebenaran dari Martin.


“Apa kamu yakin ini adalah lambang keluarga Bringdah. Bukan keluarga itu sudah lama diusir oleh kerajaan Matahari,”kata Clara yang menuggu jawaban dengan hati gelisah.


“Itu benar. Apa kamu kenal dengan mereka Clara,”kata Martin.


“Sebenarnya keluarga yang aku minta kamu cari tahu adalah keluarga ini Martin. Keluarga dari Ibuku dari Bringdah. Aku tidak menyangka kalau mereka mengirimkan surat kepadaku saat aku ada di wilayah Utara,”kata Clara yang senang segera dia membaca isi suratnya. Yang berisi kalau keluarga Bringdah ingin berkunjung ke wilayah dan ingin bertemu dengan Clara.


Martin yang juga ikut membaca mengiznkan mereka untuk datang. Tapi saran kalau mereka datang pada bulan yang sudah ditentukan. Karena monster yang akan datang ke tempat mereka pada wilayah yang dingin ini. Clara yang sudah mendapatkan Izin dari Martin ingin segera membalas pesannya.”Apa mereka baik-baik saja, tapi kenapa mereka bisa tahu kalau aku ada di wilayah Utara ya Mori,”kata Clara.


“Kurasa ada mata dari ibu kamu yang mengawasi di wilayah kekuasaan Matahari. Tapi tidak bisa mencari tahu tentang kondisi kamu,”kata Goro.


“Itu benar, tapi sebelum itu kita selesaikan masalah yang ada dulu. Bagaimana dengan gudang ini,”kata  Clara yang menggantik topik pembicaraan.


“Emangnya ada apa dengan gudangnya nona,”kata Mori yang melihat dibalik Clara. Saat Mori melihat dia terkejut dan menatap ke arah Clara.


“Ini nona bukan ini bisa digunakan membuat pakaian dan hiasan ya. Tapi kita butuh tenaga kerja wanita untuk menjalankan bisnis ini bukan,”kata Mori.


“Yang kamu katakan itu benar hanya saja. kita membutuhkan rencana jangka panjang. Apa lagi melihat bahan ini kita harus membuat berbagai jenis barang bukan,”kata Clara yang sudah mendapatkan ide kerajinan tangan dan hiasan yang akan dia buat kedepannya.


“Nona saya akan mengirimkan barang yang anda butuhkan. Karena mungkin saja masalah dana yang kurang di wilayah ini bisa terselesaikan dalam waktu beberapa bulan saja,”kata Kal.


“Itu benar, tapi bagaimana kalian akan menjual barangnya,”kata Martin.

__ADS_1


“Anda tidak usah khawatir semua ini akan bisa diselesaikan dengan mudah. Karena nona sudah menyiapkan semuanya sebelum dia datang ke sini,”kata Kal.


“Apa yang kamu rencanakan Clara. Aku tidak tahu kalau kamu mau masuk ke wilayah yang bahaya ini,”kata Martin.


“Aku datang karena aku juga ingin lepas dari ratu dan kerajaan Matahari, bukan kamu sudah tahu semuanya apa yang aku lakukan disana hanya diabaikan setelah ibuku mati. Keluarga dari ibuku saja diusir dari kerajaan Matahari,”kata Clara.


Martin hanya diam saja sampai saat mereka kembali ke kastil setelah selesai berkunjung ke bangkel bangkai monster. Tapi pada saat yang sama ksatria lain datang melaporkan kalau ada rombongan yang datang dan ingin masuk. Rombongan itu baru saja diserang oleh para mosnter dan hendak ingin berlindung. Martin yang mendengar itu segera pergi ke tempat para rombongan.


“Clara maaf aku tidak bisa berkeliling lagi dengan kamu. Aku harus pergi ada masalah lain datang. Aku ingin melihat rombongan yang terluka itu. Kamu tidak masalahkan untuk pulang bersama dengan Mori,”kara Martin yang merasa menyesal meniggalkan Clara karena ada tugas yang datang mendesak.


“Tidak apa ini adalah wilayah kamu yang harus kamu jaga. Aku akan baik saja, pergilah,”kata Clara yang melihat Martin pergi dengan kuda yang dia naiki. Sementara Clara bersama dengan Mori masuk ke dalam kerata kuda.


Goro bersama dengan Derek ikut dengan Martin melihat rombongan yang diserang. Kal yang ikut bersama dengan Clara dan Mori, ikut kembali. “Siapa yang datang ke tempat ini ya nona,”ucap Mori yang pensaran.


“Aku juga tidak tahu siapa yang datang. Tapi mereka disambut baik di sini, jika mereka datang dengan baik. Tapi sebaliknya jika mereka datang dengan niat buruk bisa saja mereka di usir dengan monster yang datang menghampir mereka,”kata Clara.


Kerate kuda berjalan pergi meninggalkan tempat mereka berkeliling. Di perjalanan menuju kastil yang damai. Sampai mereka didepan kastil mereka disambut oleh para pelayan.


“Selamat datang nyonya,”ucap kepala pelayan Naton.


“Terima kasih Naton. Apa ada masalah saat aku tidak ada di tempat,”kata Clara.


“Tidak ada nyonya. Apa tuan bersama dengan anda nyonya,”ucap Naton.


“Martin sekarang ada di tempat para ksatria dipintu masuk. Katanya ada rombongan yang datang karena serang dan ingin berlindung ke wilayah kita,”kata Clara. Clara yang masuk bersama yang lain dimana di dalam suhu sudah hangat dan nyaman untuk Clara. Tapi siapa rombongan yang datang itu?.

__ADS_1


__ADS_2