Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 46(revisi)


__ADS_3

Ketua dari musuh yang melihat Clara dengan posisi untuk melawan hanya tersenyum.”Apa yang kamu ingin lakukan dengan tubuh dan kipas itu. Apa kamu ingin melukaiku?,”kata Ketua musuh yang menganggap remeh Clara yang lemah tidak bisa berbuat apa-apa.


Clara yang hanya diam saja dengan santai bertanya kepada ketua yang masih didepan dia.”Apa yang kamu berikan tadi bersama dengan anak buah kamu. Anggap saja permintaan terakhir begitu,”ucap Clara yang mencoba mengulur sambil mencari cara melawan ketua yang didepan mata Clara.


“Itu bisa aku katakan, apa kamu mencoba untuk membohongiku. Tapi maaf aku tidak akan mengatakannya,”kata ketua yang menyerang Clara. Tapi Clara bisa bertahan dengan serangan ketua musuh.


“Ternyata kamu tidak bisa diajak kompromi ya, jika itu yang kamu mau aku juga bisa melawan kamu,”kata Clara yang dengan senang hati mulai menyerang ketua. Dimana setiap serangan Clara selalu ada bubuk yang akan ditaburkan di tubuh ketua musuh. Clara yang dengan hati-hati melihat setiap gerakan dari ketua musug.


Clara yang menangkis serangan ketua dengan sebuah kipas besi. Saat ada kesempatan datang tangan satunya lagi Clara memberikan bubuk racun kepada ketua tepat dimata ketua. Tapi ketua yang melihat pergerakkan dari tangan Clara menghindar mundur. Tapi Clara yang melihat itu langsung maju dan membuka kipasnya dimana dia menghempuskan angin dengan kipas yang dibawa Clara ke arah ketua.Tapi dibalik hempasan angin itu terdapat bubuk yang siap untuk membunuh ketua. Ketua yang hanya melihat hanya tersneyum dan tidak mewaspadai kipas Clara. Karena pada saat itu juga ketua juga mulai menyerang tepa dimana Clara masuk.


“Ternyata dia bodoh juga,”batin Clara yang tidak bisa berkata. Tapi pada waktu yang tepat hempasan kipas yang menabur bubuk sudah diberikan kepada Ketua. Tapi setelah itu Clara dihadapan dengan ketua sudah ada didepan matanya.


“Kamu itu bodoh dan ingin mati ternyata,”ucap ketua yang tiba-tiba tubuhnya merasa tidak bertenaga dan terjatuh lemas.


“Siapa di sini yang bodoh,”ucap Clara yang duduk jongkok didepan ketua yang masih bisa bicara.


“Apa yang kamu lakukan dengan tubuhku,”kata ketua.


“Apa yang aku lakukan itu tidak penting. Jawab saja pertanyaanku, bubuk apa yang kamu sebarkan tadi,”kata Clara.


“Aku tidak tahu bubuk apa itu, dari pada aku memberikan informasi. Kamu bunuh saja aku,”ucap Ketua. Yang masih tidak ingin membuka mulutnya. Clara yang melihat ke belakang melihat Kal dengan obat yang dia bawa.


“Nona apa anda baik saja,”ucap Kal yang berlari dan terengah-engah.

__ADS_1


“Aku baik saja. Apa kamu sudah bawa obatnya, langsung berikan kepada monster yang sudah menggila saja. Aku masih ingin mengintograsi mereka,”kata Clara.


“Tapi nona tempat ini berbahaya. Bagaimana kamu bisa tetap disini, kita harus keluar bersama,”kata Kal yang tidak ingin meninggalkan Clara.


“Kamu pergi dulu saja. Aku hanya sebentar saja, dari pada itu kamu harus segera memberikan obat ini kepada Derek bukan,”kata Clara. Kal yang bingung ingin tetap di tempatnya bersama dengan Clara atau pergi meninggalkan Clara bersama dengan musuh.


“Kamu pergi saja aku akan baik saja. Sementara itu aku tidak sendirian, lihat itu Goro sudah kembali bersama dengan beberapa orang,”kata Clara yang melihat dari belakang. Kal menoleh dan melihat Goro yang bersama dengan pasukan tersembunyi.


“Baiklah aku akan segera pergi, tapi nona tidak boleh melakukan hal yang berbahya lagi,”ucap Kal yang segera pergi dari tempat Clara. Setelah Kal pergi datang Goro bersama dengan Delen.


“Apa yang kamu lakukan nona disini,”ucap Delan.


“Kal tadi mau pergi kemana,”ucap Goro.


“Kalian berdua datang di waktu yang tepat bawa mereka masukkan ke dalam sel tersebut,”ucap Clara yang membawa musuh dan ketau itu masuk sel dimana monster pertama yang ditemui oleh Clara saat dia masuk ke tempat ruang bawah tanah.


“Hai monster kuat, aku bawa seorang yang kalian sukai,”kata Clara yang tersenyum. Ketua dan musuh lain yang sudah dimasukkn ke dalam sel monster.


“Siapa mereka nona?,”ucap Goro.


“Mereka adalah pihak kedua yang menyerang kastil dari ratu,”ucap Clara. Tapi ketua yang mendengar itu sedikit terkejut.


“Jika kamu sudah tahu kenapa kamu masih melawan kami. Apa kamu tidak takut dengan ratu yang berkuasa di wilayah kerajaan Matahari,”ucap Ketua. Clara hanya menggelengkan kepalanya saja.

__ADS_1


“Apa kamu serius dengan apa yang kamu pikirkan. Kamu akan segera mati,”ucap ketua.


“Apa kamu yakin menawarkan itu kepada kamu. Sementara ratu saja ingin membunuhku,”ucap Clara. Ketua terdiam dan memikirkan target ratu yang harus dibunuh selain pemilik kastil adalah putri dari raja dari permaisuri.


“Apa kamu putri Clara,”ucap Ketua.


“Jika iya apa ada masalah dengan diriku yang ingin kamu membuka mulutnya,”kata Clara.


“Bukan seharusnya kamu mati di bunuh oleh mereka yang datang ke sini...tidak mungkin mereka semua kalah dari seorang wanita lameh. Siapa kamu sebenarnya?,”kata ketua yang masih tidak percaya.


“Seperti yang kamu ketahui aku adalah Clara putri dari Erina yang ratu benci dan ingin bunuh dari kecil. Tapi sayang semua rencananya gagal. Jadi giliran kamu membuka mulutnya bukan, siapa yang ingin kamu bunuh di wilayah utara ini sampai membuat kekacauan ini,”kata Clara yang dengan tajam dan dingin menatap ke arah ketua musuh.


Sementara Delen dan Goro yang masih berjaga dan dimana anak buah yang lain sedang diluar bertarung dengan para monster yang lemas dengan beberapa prajurit yang dibawa oleh Oben.”Apa kamu akan tetap diam saja dan tidak membuka mulut. Jika seperti ini mau bagaimana lagi ya. Apa aku meminta monster yang ada dibelakang kamu ini untuk menerkam kamu saja,”kata Clara sambil berpikir. Tapi dia sempat melirik ketua yang melihat ke arah belakang dimana monster tersebut hendak ingin bergerak ke depan.


“Baik aku akan katakan apa yang kamu inginkan. Tapi lepaskan aku sekarang,”ucap Ketua yang tidak ingin mati. Clara yang mendengar keputusan dari ketua tersenyum.


“Keputusan yang bagus. Kalau begitu kita mulai dari apa yang direncanakan ratu dulu. Apa yang kamu ketahui dari kekacuan yang ratu berbuat,”kata Clara. Ketua sedikit ragu untuk mengatakan apa yang dia ketahu hanya melihat Clara di depan dia. Tapi pada akhrinya ketua tetap memberitahukan kepada Clara apa yang diketahui.


“Ratu ingin menguasai ras darah naga dan wilayah utara. Makanya dia ingin menghancurkan sisa dari kerajaan utara yang masih ada,”kata ketua.


“Apa hanya itu saja lalu bagaimana dengan bubuk yang kalian sebarkan dan monster yang datang ke sini,”kata Clara.


“Itu adalah pemberian putra mahkota aku tidak tahu bubuk apa itu. Yang aku ketahui bubuk itu bisa membuat monster mengamuk dan lepas kendali,”kata ketua.

__ADS_1


“Apa yang kamu katakan itu benar, tidak ada kebohongan yang kamu buat,”kata Clara. Ketua hanya menganggu saja sampai Clara menyuruh Delen dan Goro melepaskan mereka dan memberikan bubuk yang diberikan oleh Clara.


“Bawa mereka ke markas untuk diperbudak jika semua sudah selesai diwilayah utara ini,”kata Clara yang berjalan melangkah meninggalkan mereka bertiga. Setelag Calara tahu tentang rencana ratu apa yang akan dilakukan oleh Clara setelah itu.


__ADS_2