Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 98(revisi)


__ADS_3

Clara yang selesai menangis melihat ke atas dimana Martin masih memeluknya.”Apa kamu sudah mulai membaik Clara,”ucap Martin dimana tangannya masih memeluk Clara.


“Aku sudah baik, maaf ya Martin aku menangis di baju kamu,”kata Clara yang merasa sedikit kaget ada jejek air mata membasahi pakaian Martin.


“Untuk apa kamu khawatir dengan pakaianku. Aku lebih suka jika kamu mengatakan apa yang yang kamu pendam. Untuk kamu bisa merasa santai dan terlepas dari beben pikiran kamu,”kata Martin yang mengelus kepala Clara.


Selesai itu mereka kembali masuk ke dalam dimana Martin mengantarkan Clara untuk ke kamar. Dimana Martin juga bertanya kepada Clara apa yang dia lakukan di halaman belakang tadi.


“Clara apa yang kamu lakukan tadi bersama sama dengan Mori dan Erman,”kata Martin.


“Aku sedang menaman benih kentang dan ubi,”kata Clara yang berkata apa adanya.


“Untuk apa kamu menanamnya,”kata Martin.


“Martin kamu tidak tahunya. Dulu saat aku di istana aku bersama dengan Mori bertani sayuran,”kata Clara.


“Kenapa kamu bertani apa pihak istana tidak memberikan kamu jatah bulanan,”kata Martin. Clara hanya menggelengkan kepalanya saja.


“Apa kamu serius pihak istana tidak memberikan kamu jatah bulanan lalu bagaimana kamu bisa bertahan di dalam istana,”kata Martin yang sedikit syok mendengarnya.


“Aku bisa bertahan dari hasil jualan tangan dan bersayur,”kata Clara.


“Jadi itu alasan kamu bertani,”kata Martin.


“Bertani juga bisa membuat pikiran tenang. Aku bertani hari ini untuk melepaskan semua beban pikiranku saja. Kamu tahukan Martin kelurga Bringdah pergi tanpa memberikan sepatah kata,”kata Clara.


“Bukan tidak mau memberikan sepatah kata. Mereka sedang sibuk jadi tidak bisa,”kata mratin.


“Kamu bohong. Sudahlah dari pada itu terjadi. Martin apa yang akan kemu lakukan setelah ini,”kata Clara.


“Ada laporan yang masuk aku harus menyelesaikannya. Di tambah lagi aku harus melakukan persiapan kita akan melakukan ekspedisi pada bulan awal ini,”kata Martin.


“Jadi sudah di tentukan kapan kalian akan berangkat,”kata Clara. Martin hanya terdiam saja sementara Clara tahu apa yang dimaksud Martin kalau dia menyembunyikan eskpedinya. “Jadi Martin apa semua persiapan sudah selesai,”kata Clara.

__ADS_1


“Kamu tidak usah khawatir karena semua telah selesai. Tapi Martin ada hal yang ingin aku tanyakan kepada kamu,”kata Clara yang ingin tahu tentang apa yang terjadi dengan orang tua Martin.


“Apa yang ingin kamu tanyakan Clara,”ucap Martin.


“Ini sedikit menyingkung perasaan kamu. Apa kamu benar tidak masalah dengan ini,”kata Clara.


“Iya aku tidak keberatan dengan itu,”kata Martin.


“Baikkalh jika kamu tidak keberatan. Tapi Martin kamu tidak boleh marah ya setelah ini,”kata Clara yang memastikan tentang apa yang dipikirkan oleh Martin.


“Jadi bagaimana orang tua kamu tidak ada,”kata Clara yang sedikit takut.


“Jadi ini yang kamu takutkan sampai kamu ingin bertanya. Jika kamu ingin tahu tentang orang tuaku akan aku beritahu kamu. Kenapa kamu harus takut,”kata Martin.


“Bagimana besok aku akan mengatarkan kamu ke suatu tempat,”kata Martin lagi yang tersenyum kepada Clara.


“Kemana,”kata Clara.


“Kamu akan tahu nanti. Tapi apa hanya itu saja yang ingin kamu tahu dari orang tuaku. Apa ada lagi,”ucap Martin.


“Sebenarnya ada tikus yang datang dua hari yang lalu dan ingin membunuhku. Tapi orang itu berkata hal yang membuat aku bertanya kalau orang tua kamu mati terbunuh bukan karena kecelakaan,”kata Clara.


“Apa yang kamu katakan ada tikus di kamar kamu dan kamu baru memberitahuku sekarang dimana para ksatria yang berjaga di kamar kamu,”kata Martin yang sedikit berwajah dingin dan marah. Clara yang melihat ekspresi itu mencoba menenangkan Martin yang sedikit emosian.


“Kamu tidak usah khawatir aku baik saja Martin. Lihat aku tidak terluka dan itu juga sudah dua hari yang lalu. Sementara tikus itu sudah mati dan dibuang oleh Moza,”kata Clara.


“Moza apa yang dikatakan oleh Clara apa itu benar,”kata Martin melihat ke arah Moza. Moza hanya menganggu saja kepada Martin.”Siapa yang berani mendekat ke istriku,”kata Martin yang marah.


“Mulai sekarang perketata penjagaan aku tidak ingin ada penyusup yang datang ke wilayah utara,”kata Martin yang tegas.


Clara yang ada disampingnya hanya diam saja dan melihat Martin bertindak. Tapi lama kelamaan Clara merasa sikap Martin ada yang aneh. Apa lagi Clara melihat ke arah ksatria yang lain.”Martin apa kamu marah,”ucap Clara.


“Tidak,”ucap Martin yang berbohong.

__ADS_1


“Ayolah kamu tidak bisa membohongiku. Aku benar tidak apa-apa dari pada itu kapan kamu akan menjawab pertanyaanku,”kata Clara yang mendesak Martin untuk memberitahukan apa yang sudah terjadi dengan orang tuanya.


“Apa kamu benar ingin tahu Clara apa yang terjadi dengan orang tuaku,”kata Martin. Clara hanya menganggu dengan wajah seriusnya. Martin hanya menghela nafas saja dan melihat ke arah Clara yang tidak sabar ingin tahu dari mulutnya.


“Kita akan membahas itu saat di kamar kamu saja,”kata Martin.


“Benar ya kamu tidak boleh bohong,”ucap Clara.


Mereka kembali berjalan lagi menuju kamar Clara di depan pintu hanya Clara dan Martin yang masuk dan yang lain di luar. Di dalam kamar Martin dan Clara duduk berdampingan. Clara yang menuggu Martin untuk menceritakan apa yang sudah terjadi dengan orang tuanya.


Martin yang menghela nafas dan membuka mulutnya.”Apa yang kamu dengar dari pembunuh itu benar kalau orang tuaku dibunuh dalam sebuah kecelakaan kereta saat hujan turun. Mereka membuat sebuah adegan dimana kereta jatuh bukan karena di bunuh olah orang lain,”kata Martin.


“Tapi apa kamu percaya dengan semua laporan yang diberikan kepada kamu Martin,”kata Clara.


“Mana mungkin aku percaya dengan semua laporan yang mereka berikan. Kalau mereka saja hanya ingin uang dari kastill ini saja,”kata Martin.


“Jadi apa kamu mencari tahu tentang semuanya sendirian,”kata Clara.


“Aku mencari tahu dari sebuah guldi yang aku bayar untuk mencari kebenaran dari kecelakaan orang tuaku. Setelah aku mendapatkan informasi dari guldi kalau orang tuaku mati bukan karena kecelakaan tapi dibunuh,”kata Martin.


“Lalu apa sikap kamu saat itu membunuh orang yang telah membunuh orang tua kamu atau kamu mengumpulkan kekuatan. Untuk kamu bangkit dan mempertahankan wilayah kamu,”


kata Clara.


“Awalnya aku ingin membunuh orang yang ingin nyawa orang tuaku. Tapi kamu tahukan saat itu aku masih 11 tahun kehilangan orang tuaku. Semua kerabatku mendesakku untuk melepaskan hak warisnya. Tapi hanya pamanku dari wilayah barat yang membantuku saat itu,”kata Martin.


“Tunggu dulu Martin kata kamu paman kamu dari barat yang membantu kamu. Tapi kenapa kalian bermusuhan apa yang sudah terjadi,”kata Clara.


Martin yang terdiam di saat Mori datang menyajikan teh untuk mereka berdua.”Kamu ingin tahu ornag tuaku dulu apa pamanku dan aku yang bermusuhan,”ucap Martin yang menatap.


“Keduanya jika kamu mau. Tapi jika kamu tidak mau aku ingin tahu orang tua kamu saja,”kata Clara.


Martin mengelus Clara dan mencium keningnya dan berkata,”Aku akan menceritakan semua yang aku tahu. Tapi dengan satu syarat.”

__ADS_1


“Syarat apa yang kamu maksudkan?,”ucap Clara yang tidak tahu. Apa yang dipikirkan oleh Martin saat itu. Clara hanya bisa menuggu jawaban dari Martin. Tapi setelah kepergian Martin untuk melakukan ekspedisi nanti bagaimana dengan Clara. Lalua bagaimana dengan pembunuh dari orang tua Martin?.


__ADS_2