
Oben yang tidak tahu sedikit merasa ada hal yang berbeda dari sosok putri dan nyonya yang didepannya. Clara yang melihat raut wajah Oben hanya bisa terdiam dan fokus melakukan apa yang dia inginkan. Clara yang duduk mulai menulis dan membuat gambar dimana dia juga membuat sampai rincih dan jelas untuk mereka bisa praktekkan.
Clara yang sedang asik membuat apa yang ada dikepalanya sampai dia tidak sadar kalau Kay melihat sikap Clara yang tidak anggun.”Kalian kenapa membiarkan Clara duduk dilantai,”ucap Kay yang datang sambil marah karena melihat Clara duduk di lantai.
“Paman Kay kenapa ada disini,”ucap Clara yang menoleh dan melihat ke arah Kay.
“Clara kamu sebagai majikan harus memberikan hukuman membuat tuannya duduk dilantai. Sikap apa ini,”kata Kay.
“Aku yang ingin duduk dilantai kenapa, apa ada masalah paman,”kata Clara dengan santai.
“Apa yang kamu katakan baruan Clara. Apa kamu tidak dididik oleh ayah kamu bagaimana bersikap,”kata Kay yang sedikit ada yang aneh dengan Clara.
“Ayahku mendidiku. Jika dia memang sesayang itu aku akan berterima kasih. Tapi seumur hidupku aku tidak pernah mendapatkan didikkan yang layak seperti orang istana atau bangsawan. Aku selalu belajar dari Mori kalau tidak belajar dari orang penduduk diluar istana bagaimana aku bisa hidup,”kata Clara.
Kay yang mendengar penjelasan dari Clara sedikit terkejut dengan tatapan tidak percaya.”Apa yang kamu katakan tadi Clara. Kamu tidak bercanda bukan dengan apa yang kamu katakan soal kamu tidak memiliki pendidikan normal pada anggota kerajaan dan bangsawan,”kata Kay.
“Yang kamu dengar itu semua benar. Jika bisa dikatakan aku diabaikan oleh anggota istana aku bisa hidup sampai sekarang karena aku kerja dengan menjual hasil kerajian tangan yang aku buat. Aku juga menanam beberapa sayuran untuk kehidupan sehari-hariku. Kamu bisa tanyakan kepada Mori yang bersama saya selama ini. Bagaimana kehidupan saya agar bisa saya keluar dari tempat itu,”kata Clara yang berdiri dan membersihkan pakaian yang dia kenakan.
Dimana lembaran kertas yang sudah dia buat dia berikan kepada Kal dan Oben untuk mereka bisa membuat sesuai dengan apa yang sudah dijelaskan. Tapi mata mereka berdua masih menatap Clara dengan tatapan kasihan. Clara yang melihat itu mereasa tidak nyaman.
__ADS_1
“Kalian tidak usah mereasa kasihan dengan diriku. Aku baik saja,”kata Clara kepada mereka berdua.
“Tapi Clara bagaimana bisa ayah kamu tidak memberikan pendidikan kepada kamu,”kata Kay yang tidak percaya.
“Bukan sudah dikatakan kalau ayahku itu suka dengan ibu. Tapi setelah ibu meninggal dia menyalakan aku sebagai bayi membawa malapetaka. Tapi apa gunanya juga mendapatkan pendidikan jika pada akhirnya tidak dilihat,”kata Clara.
“Itu pasti kamu bercanda lalu kamu menikah dengan Martin dari awal apa kamu dibuang oleh keluarga kerajaan,”kata Kay.
“Dibuang ya bisa dikatakan seperti itu. Tapi dari awal mereka ingin aku mati. Jadi dari pada aku mati disana tapi tidak disayang lebih baik aku mati disini dan diperhatikan oleh mereka yang perduli denganku. Aku juga berencana untuk membuat kerajaan Matahari menghilang bersama dengan keturunannya,”kata Clara.
“Clara. Apa yang kamu katakan itu,”ucap Gland yang sedikit marah.
“Clara apa yang kamu katakan tadi ingin menghancurkan kerajana Matahari. Apa kamu ingin membuat mereka membenci kamu ayah kamu sendiri. Kamu tidak tahu balas budi terhadap ayah kamu yang sudah menjaga kamu selama ini,”kata Gland.
Clara yang mendengar itu memiringkan kepalanya dan tersenyum.”Balas budi atau balas dendam kakek yang kamu katakan,”ucap Clara.
“Clara keluraga Bringdah itu harus membayar apa yang sudah mereka berikan kepada kamu. Walaupun mereka tidak melihat dengan langsung pertumbuhan kamu,”kata Gland yang masih tidak sadar penderitaan Clara.
“Maaf tuan kurasa disini ada kesalah pahaman,”kata Mori yeng menegangi.”Kesalahpaham tidak ada Mori kamu tutup mulut kamu,”kata Gland yang masih keras kepala.
__ADS_1
“Kakek tidak berhak memarahi Mori dia sudah menjadi bagian dari kelurgaku yang menemaniku. Kakek tidak tahu bagaimana istana itu saat aku berharap kalian mencariku. Tapi malah kalian mencariku saat ada disini bukan di istana. Kenapa?,”kata Clara.
Gland yang mendengar itu sedikit tidak berkata. Tapi Clara yang melihat hanya menghela nafas.”Kakek ingin tahu bagaimana aku bisa hidup sampai sekarang. Aku akan katakan kepada kalian semua bagaimana kehidupanku di istana yang seperti neraka itu,”kata Clara yang dari awal tidak ingin mengatakannya. Tapi melihat sikap itu Clara merasa ingin membuka kenangan yang buruk kembali mengintai dia.
Tapi Mori yang melihat sikap yang sedih dan tidak bisa dikatakan hanya memeluk Clara.”Nyonya jangan katakan. Nanti nyonya sedih lagi, biarkan saja mereka tidak tahu. Nyonya sudah mulai hidup baru jadi jangan mengatakan yang membuat nyonya sedih. Saya tidak ingin nyonya sedih lagi,”kata Mori.
“Itu benar kamu tidak usah mengatakannya jika tidak mau. Lebih baik kamu lupakan saja apa yang sudah terjadi dimasa lalu tentang dirimu. Aku akan menerima kamu apa adanya,”kata Martin yang datang dan kemudian memeluk Clara. Mori yang sudah melepaskan memberikan Clara kepada Martin yang tahu akan kesedihan dari Clara selama tinggal di istana.
“Tuan jika anda masih tidak sadar dengan kesalahan anda sebaiknya anda renungkan saja. Mungkin ada hal yang tidak bisa kamu katakan kepada Clara kenapa kamu tidak mencarinya dari awal,”kata Martin. Yang menuntun Clara pergi dari ruang penyimpanan Kain bersama dengan Mori.
“Ada apa ini?,”ucap Derek yang baru saja datang dan melihat kekacauan yang tidak terduga antara Clara dengan kakeknya Gland. Martin yang sudah membawa Clara yang didampingi oleh Mori. Sementara Oben dan Kal yang masih ditempat bersama dengan Kay dan Gland melihat mereka pergi. Derek yang menghampiri Kal dan Oben bertanya kepada mereka apa yang sedang terjadi.
Derek yang mendengarnya menghela nafas.”Pantas saja Martin dan Mori membela Clara. Tuan tidak tahu kalau nyonya tinggal di istana itu seperti dibuang dan malah banyak dari anggota kerajaan dan bangsawan itu tidak mengharapkan nyonya hidup. Pembunuh yang datang tidak ada penjaga kehidupan yang serba pas-pasan. Membayar pelayan dengan usaha menjual kerajinan sendiri. Menurut anda bagaimana tuan dari usia yang masih kecil,”kata Derek.
Kay yang mendengarnya tidak paham dengan apa yang diucapkan oleh Derek. Sementara Gland masih tertunduk tidak berkata apa-apa.”Derek apa yang kamu katakan tadi aku tidak mengerti,”kata Kay.
“Kamu tidak mengerti bagaimana Nyonya bisa hidup sampai sekarang, bukan dari kasih sayang ayahnya. Tapi kasih sayang ibunya yang telah memberikan hidupnya untuk dirinya dan pelayan Mori yang membesarkan Nyonya. Karena tidak ada pelayan yang mau menjaga nyonya karena dia tidak memiliki kekuasaan,”kata Derek.
“Aku tidak percaya kalau Clara hidup dengan penuh penderitaan. Kamu pasti berbohong bukan Derek, mana buktinya,”kata Kay.
__ADS_1
“Bukti bisa kok salah satunya yang paling jelas saat Nyonya datang ke sini yang diantara oleh pangeran Cala dan meninggalkannya. Kamu tahu tidak kenapa Nyonya ditinggal sendirian di berbatasan wilayah utara yang penuh monster.Karena mereka ingin membunuh Nyonya, tidak hanya itu saja sebelum Goro pembunuh nyonya karena perintah ratu masih ada pembunuh lain. Sampai akhirnya Nyonya harus bertahan dimalam yang gelap agar tidak tertusuk oleh pedang dan racun. Menurut kamu bagaimana?,”kata Derek. Bagaimana sikap Glanda dan keluarga Bringdah setelah tahu masa lalu Clara yang menyedihkan berbeda dengan apa yang diharapkan oleh mereka.