
Di pagi yang indah dengan semua kebisingkan yang terjadi Clara terbangun dari tidurnya. Clara yang membuka matanya segera dia membersihkan dirinya. Di dalam bak mandi yang sudah dicampur dengan berbagai wangian bunga yang akan menyatuh dengan tubuh Clara. Mori yang siap untuk membantu dan melayani Clara segera bergegas pergi ke kamar Clara. Tapi sampai dikamar Clara sudah tidak ada di kasurnya. Mori hanya menebak kalau Clara sedang mandi dibak yang sudah disiapkan oleh dirinya. Karena sebelum Mori pergi dia sudah menyiapkan bak mandi dengan berbagai jenis bunga.
“Nyonya apa anda ada didalam,”kata Mori dibalik pintu kamar mandi.
“Ada apa Mori aku sedang berendam,”kata Clara yang masih santai di bak mandi dengan air yang menutupi tubuh telanjangnya.
Sementara di tempat lain Martin yang sudah ada di ruang kerjanya dengan dokumen yang harus dia selesaikan. Apa lagi ada agenda pembasmian monster yang akan diadakan pada bulan berikutnya. Martin yang mencoba menyelesaikan semua yang dia bisa agar bisa bertemu dengan Clara.Oben yang yang bersama dengan Martin yang ada didalam ruangan merasa hawa dingin dan mencekram.
“Apa yang terjadi dengan tuanya ya hari ini kenapa suasananya terlihat berbeda pada biasanya,”batin Oben yang sedikit tidak nyaman. Tapi Oben harus melakukan bekerjaannya dengan baik.
Setelah memberikan hasil pembuatan produksi kain dan pembuatan pakaian yang disarankan oleh Clara. Oben memberikan laporan tentang hasil perbaikan yang sudah kekurangan dana kepada Martin.”Tuan perbaikkan masih berjalan tapi dana masih kura untuk menutupi semua kerusakan. Di tambah lagi kita juga akan mengadakan pembasmilan untuk makan dan pakaian untuk para prajurit juga sudah tidak layak pakai. Bagaimana solusi semua masalah ini tuan,”kata Oben.
“Jadi apa sebegitu parah wilayah kita sampai kita tidak mencukupi dana ini,”kata Martin yang tertunduk terdiam sambil dia mencari solusinya.
Martin yang mencari cara untuk meminta bantuan tapi dia tidak menemukan hal baik hanya ada penolakan. Tapi pada saat yang sama ada surat yang tidak terduga datang ke wilayah utara untuk Martin.”Permisi tuan,”ucap Naton.
“Ada apa Naton kamu datang ke sini,”kata Oben.
“Tuan ada surat untuk anda,”kata Naton.
“Surat dari siapa sampai kamu terlihat tegang seperti itu,”kata Martin yang melihat wajah Naton yang tidak bisa saja. Oben yang melihat segel yang ada di amplok yang membukusinya terdapat lambang dari wilayah barat. Naton menyerahkan surat tersebut kepada Martin dimana Martin melihat lambang ini.”Paman Orban tidak biasanya dia memberikan aku surat. Ada apa ini,”kata martin yang membuka amplopnya. Segera Martin mengambil isinya dan mulai membacanya dengan seksama.
Martin yang membacanya mendapatkan bahwa kalau keponakan paman akan datang ke wilayah utara untuk transaksi. “Kenapa cepat sekali informasi ini didapatkan,”kata Martin yang meletakan suratnya.
“Ada apa tuan kepana anda terlihat tidak senang,”kata Oben.
“Bukan ini jelas karena dia akan datang ke sini,”kata Martin.
__ADS_1
“Apa maksud tuan keponakan anda dan temannya yang suka dengan anda itu akan datang ke sini. Tapi jika dia ada disini bukan ini akan menjadi masalah buat nyonya. Di tambah lagi wilayah kita sekarang dalam masalah serius ini. Kita harus menolaknya tuan,”kata Oben.
“Itu benar tuan,”kata Naton yang sependapat dengan Oben.
“Aku tahu tapi jika aku menolak paman yang akan datang ke sini bukan,”kata Martin.
“Bukan itu lebih baik dari pada keponakan dia yang datang dan temannya yang suka dengan anda ya tuan,”kata Oben.
Martin yang sedang menimbang apa yang mereka katakan hanay terdiam. Sampai terdengar suara ketukan yang membuat Martin menoleh ke arah pintu yang sudah dibuka oleh Naton.”Tuan Kal datang untuk memberikan laporan hasil produksi yang akan di jual,”kata Naton.
“Suruh Kal masuk,”kata Martin.
“Apa yang ingin kamu laporkan Kal,”kata Martin yang melihat ke arah Kal.
“Ini laporan yang pertma yang akan di jual diluar wilayah tuan. Nyonya meminta saya untuk izin kepada tuan,”kata Kal.
“Nyonya sedang membuat kerajinan tangan di kamar bersama dengan Mori. Untuk sementara nyonya meminta tuan untuk mempersetujui izin keluar wilayah dan barang dagang yang akan masuk akan dilaporkan kepada tuan,”kata Kal.
“Kenapa Clara ingin aku mengurusnya, apa dia sedang sakit,”kata Martin sambil berpikir.
“Kurasa tidak tuan. Tapi dari pada itu tuan apa saya mendapatkan izin untuk menjual hasil produksi kain dan pakaian yang sudah kami buat,”kata Kal.
“Baiklah tapi aku akan melihat lebih dulu kualitasnya sebelum kalian pergi untuk menjual. Lalu jalur dagang kalian bagaimana kami belum membersihkan rute tersebut,”kata Martin.
“Tuan tidak usah khawatir rute dalam dua hari sudah siap unutk dilewati dan ada pedangan dari wilayah kami yang akan datang ke sini untuk mengantarkan bahan dan kebutuhan yang lain,”ucap Kal.
“Apa yang kamu katakan Kal,”ucap Oben.
__ADS_1
“Saya mengatakan dari laporan dagang yang akan datang ke sini. Kalau mereka akan datang dalam waktu tiga sampai empat hari melewati rute yang sudah dipersiapkan oleh mereka,”kata Kal.
“Bagaimana mereka bisa membuat rute tersebut aman apa kamu tidak salah informasi ini,”kata Oben.
“Saya juga tidak tahu tapi nyonya berkata kalau rute akan aman untuk beberapa hari kedepan itu yang nyonya katakan kepada saya,”kata Kal.
“Kurasa aku harus bertemu dengan Clara sekarang. Aku akan memberikan kamu izin setelah prosedur telah selesai. Kamu boleh kembali,”kata Martin.
Kal yang segera pergi dari ruangan Martin pergi ke pebrik montser untuk mendata barang yang akan dibawa. Sementara itu Martin yang berdiri segera bertemu dengan Clara yang ada di ruangannya bersama dengan Mori.
Di perjalanan menuju kamar Clara Martin bertemu dengan Azarata yang bersama dengan Kay.”Tuan Martin kemana anda akan pergi,”kata Azarata.
“Putra mahkota saya ingin bertemu dengan Clara. Putra mahkota apa ada hal lain yang ingin disampikan jika tidak saya akan segera pergi ada hal yang mendesak yang harus saya katakan kepada Clara,”kata Martin.
“Silakan Martin,”kata Azarata. Kay yang bersama dengan Azarata hanya bisa diam saja melihat Martin pergi meninggalkan mereka berdua.
“Kenapa Martin terburu-buru Kay,”kata Azarata.
“Saya juga tidak tahu putra mahkota. Apa kita mengikuti mereka atau lanjut untuk bertemu dengan ayah saya,”kata Kay.
“Kita akan bertemu dengan ayah kamu membahas kerajaan Timalaya yang diserang,”kata Azarata.
Kay dan Azarata kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju ruang Gland. Sementara Martin sudah ada didepan pintu ruangan Clara langsung masuk. Clara yang mendengar langkah itu melihat ke arah pintu dan nampak Martin datang dengan wajah serius.”Martin ada apa kamu datang ke sini,”kata Clara yang langsung berdiri.
“Ada hal yang ingin aku bicarakan dengan kamu. Mori bisa kamu tinggalkan kami berdua saja,”kata Martin.
“Baik tuan,”kata Mori yang bersama dengan dua orang yang mengikuti Martin pergi meninggaljan ruangan. Di dalam ruangan hanya ada Clara dan Martin yang duduk saling berhadapan.
__ADS_1
“Ada apa Martin. Apa terjadi sesuatu sampai kamu datang menemuiku”kata Clara yang tidak tahu kedatangan Martin ke ruangannya.Apa yang akan dilakukan oleh Martin kepada Clara?.