Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 77(revisi)


__ADS_3

Clara dan Martin yang sudah sampai di kastil dihadang oleh Naton karena ada tamu untuk nyonya Clara.”Tamu kata kamu,”ucap Clara.


“Itu benar nyonya dia ingin bertemu dengan ada,”kata Naton.


“Tapi siapa tamu yang ingin bertemu denganku,”kata Clara yang merasa tidak ada janji bertemu dengan seorang pada hari itu. Clara hanya bisa masuk bersama dengan Martin. Mori yang datang menyusul karena berbeda kereta kuda. Kebetulan kereta kuda yang dinaiki oleh Mori ada di belakang mereka.


“Apa benar kamu tidak tahu siapa yang datang Clara,”ucap Martin dari samping.


“Tidak,”ucap Clara dengan santai.


“Apa suasana hati kamu masih tidak bagus,”kata Martin. Calara hanya melirik ke arah Martin. Sampai mereka berdua sampai didepan pintu. Naton yang membuka pintunya yang disusul oleh Clara dan Martin disampingnya.”Nona lama tidak bertemu,”ucap tamu tidak diundang.


“Jeni kenapa kamu bisa ada disini,”kata Clara.


“Maaf nona jika saya datang ke sini. Ada laporan yang ingin saya sampaikan,”kata Jeni yang tiba-tiba melihat ke arah Martin. Martin yang menyadari itu langsung pergi setelah dia mencium kening Clara.”Aku akan pergi menyelesaikan beberapa laporan. Kamu bicara saja dengan tamu kamu,”kata Martin yang segera pergi dari ruang tamu.


Clara yang melihat kalau Martin sudah pergi berjalan menuju sofa dimana Jeni duduk. Clara yang duduk dengan Naton yang sudah menyiapkan teh dan cemilan untuk mereka berdua berbincang.”Jadi apa masalahnya sampai kamu datang ke sini Jeni,”kata Clara sambil dia meminum  teh yang ada di gelas yang dia pegang.


“Nona ini hasil laporan dagang tahun ini dan ini adalah laporan keuangan saat ini dan satu lagi laporan dari wilayah Timut laut,”ucap Jeni sambil tersenyum.


“Apa yang kamu katakan timur laut memberikan laporan, tidak biasanya,”kata Clara.Sambil dia membaca laporan yang diberikan oleh Jeni.”Bagaimana mereka apa baik saja?,”kata Clara.


“Seperti biasa mereka baik saja, hanya saja ada dua sampai lima dari kita pergi menyusup berdagang di wilayah Tmur. Apa anda mau mengirim pesan kepada mereka saat kelompok itu sudah sampai nona,”kata Jeni.


“Untuk sekarang pendagang saja dengan santai sambil mencari informasi perang dan informasi yang lain,”kata Clara.

__ADS_1


“Lalu apa ada informasi yang menarik sampai nona terlihat bahagia mendapatkan informasi dari timur laut,”kata Jeni.


“Tentu saja apa lagi kabar ini adalah kabar yang berkaitan dengan ratu yang ingin membeli tempat perdagangan yang sudah kita bangun disana dengan harga yang tidak bisa habis pikir,”kata Clara.


“Habis pikir bagaimana,”ucap Moza dari jendela.”Siapa disana,”kata Jeni yang bergerak waspda dan melindungi Clara.


“Jeni kembalilah duduk dia Moza salah satu penjaga yang aku temukan dibawah ruang bawah tanah,”kata Clara.


“Maksud anda dia Moza Yang bersaudara dengan suami nona yang ingin membunuh suami anda. Tapi gagal dan memilik tinggal disini karena tempat tinggal aslinya selalu dikucilkan,”kata Jeni yang terus terang. Moza yang mendengarnya merasa marah dan hendak menghenuskan pedang kepada Jeni. Tapi Clara berkata,”Jika ingin bertarung diluar saja, jangan didalam.”


Moza yang mendengar itu kembali tenang dan duduk disamping Clara.”Kenapa kamu duduk disana pergi kamu dari samping nona saya,”ucap Jeni dengan tatapan tajam.


“Kenapa tidak boleh aku berhak untuk duduk dimana saja. Untuk keamanan dari nyonya saya, tapi kamu ini siapa datang ke utara,”kata Moza.


“Dia Jeni orangku, bukan kamu sedikit tahu rahasiaku bukan Moza,”kata Clara yang dimana sedang membaca hasil keuangan yang sudah terkumpul. Kalau uang yang dikumpulkan cukup banyak dan mendapatkan utung yang tidak terduga dar hasil dagang mereka.


“Itu benar. Tapi Moza kamu datang ke sini kenapa?,”kata Clara yang santai.


“Saya datang kalau kakek anda membentak anda karena masalah sopan santun apa itu benar,”kata Moza.


“Yang kamu katakan itu benar. Tapi apa salahnya duduk dilantai tanpa alas dan bawahan yang duduk melihat tuanya duduk dilantai, bukan itu biasa saja untuk kalangan biasa,”kata Clara.


“Yang anda katakan itu benar. Tapi Nyonya apa anda benar tidak mendapatkan pendidikan yang layak di istana saat anda tinggal disana,”ucap Moza yang sedikit ragu.


“Dia belajar sendiri, pihak istana juga tidak pernah memberikan uang hidup untuk nona,”kata Jeni.

__ADS_1


“Apa yang kamu tahu sampai kamu berkata seperti itu,”ucap Moza.


“Yang dikatakan oleh Jeni itu benar aku selalu hidup dengan luka. Aku bersikap dewasa saat aku  didalam hutan yang penuh dengan ular aku yang bersama dengan Mori haru bisa bertahan. Tapi dalam waktu satu bulan itu tidak ada yang datang mencariku. Menurut kamu bagaimana Moza,”kata Clara yang mengambil cemilan karena merasa kosong perutnya.


“Nona,”ucap Jeni.”Nyonya,”kata Moza. Dimana mereka berdua yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Clara. Tapi disaat mereka berbincang Baned yang ingin bertemu Clara bersama dengan tamunya mendengar cerita yang tidak terduga.


Baned yang mendengar itu tidak jadi pergi masuk dan segera dia pergi ke kamarnya dan merenugkan apa yang sudah terjadi dan dia dengarkan didepan pintu ruang tamu.


Sementara di tempat lain Clara yang melihat wajah mereka yang terkejut hanya bisa diam saja.”tapi bagaimana bisa mereka tidak mencari nona,”kata Jeni.


“Itu baner mereka kejam ternyata,”kata Moza. Dimana Jeni dan Moza disatu pemikiran yang sama tentang apa yang terjadi.”Lalu apa yang terjadi dengan Nyonya saat itu,”kata Moza yang ingin tahu apa yang terjadi dimasa kecil Clara.


“Apa yang terjadi dengan diriku ya saat itu ingin menangis tapi tidak bisa. Karena dia melihat Mori yang bersamanya sedang menahan racun,”kata Clara.


“Apa nona dan pelayan anda itu juga terkena racun ular. Tapi bagaimana bisa nona bisa bertahan,”kata Jeni.


“Itu karena aku tidak ingin mati disana. Aku yang mencari obat penawar dengan rasa sakit yang aku rasakan saat itu sambil berpikir apa aku bisa hidup. Sampai akhirnya aku mendapatkan obat penawar,”kata Clara.


“Jadi nona yang membuta penawar obatnya sampai kalian berdua bisa hidup,”kata Jeni. Clara hanya menganggu saja dengan santai.”Tapi setelah itu apa yang terjadi. Apa nyonya kembali ke tempat tinggal anda,”kata Moza.


“Tentu saja aku kembali. Tapi bukan keluar dari kandang ular aku masuk lagi ke neraka,”kata Clara.


“Kenapa anda masuk ke dalam neraka kalau tempat yang anda kunjungki berbahaya,”kata Moza.


“Karena neraka itu adalah tempat tinggal nona. Kamu tahu tidak,”kata Jeni.

__ADS_1


“Diam kamu,mengganggu saja,”kata Moza. Dimana mata mereka berdua mulai beraduh kembali. Clara yang melihat hanya tersenyum saja dan meminum tehnya sampai mereka menatap ke arah Clara yang menuggu cerita lanjutannya. Apa yang akan didapatkan Jeni dan Moza saat bersama dengan Clara saat itu?.


__ADS_2