Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 90(revisi)


__ADS_3

“Apa kebencian kamu itu karena kamu tidak diangkap ada oleh ayah kamu,”kata Azarata. Clara yang mendengar itu hanya diam dan dengan hati bertanya.”Kenapa malh mencari tahu tentang kehidupan diriku ya, sebenarnya mereka ini maunya apa sih,”batin kecil Clara.


“Jika kamu tidak mau mengatakan kami juga tidak bisa maksa kamu Clara. Itu semua adalah hal yang pribadi milik perasaan kamu,”kata Martin.


“Aku sih tidak merasa keberatan untuk mengatakannya. Tapi kenapa kalian ingin tahu tentang diriku, sementara kalian bisa mencari tahu sendiri apa yang sudah terjadi pada diriku,”kata Clara.


“Maaf jika aku mencari tahu dari kamu. Tapi bagaimana kamu bisa tahu semua tentang ibu kamu Clara,”kata Azarata.


“Aku bagaimana bisa tahu tentang ibu aku dulu. Karena aku menyuruh orang lain mencari tahu apa yang terjadi dulu saat aku masih di dalam perut,”kata Clara dengan santai.


“Kamu mencari tahu tentang ibu kamu. Tapi apa yang kamu dapatkan apa itu keputusan atau sebuah berkah,”kata Azarata. Clara hanya tersenyum saja dan melihat ke arah lain.


“Baiklah jangan bahas itu lagi. Tapi Clara soal perorbanan ibu kamu itu tentang apa,”kata Martin yang langsung ke poin yang dia ingin ketahui. Itu juga karena ada telinga yang tidak terduga yang mendengar percakapan mereka yang merasa penasaran dengan Erina saat itu.


“Pengorbanan ibu aku ya,”kata Clara yang terdiam untuk sesaat. Karena dia memikirkan apa yang akan dia katakan kepada mereka berdua.


“Apa kamu tidak tahu apa yang ibu kamu lakukan saat itu,”kata Azarata.


“Kalau secara harfiah aku tidak tahu. Tapi aku tahu dari infotmasi dari apa yang aku dapatkan kalau ibu menuruti keinginan dari Erlaka ratu saat itu. untuk pindah vila,”kata Clara.


“Apa hanya itu saja bukan itu wajah ya kalau mau pindah ya,”kata Azarata.

__ADS_1


“Kalau bagi putra mahkota itu biasa saja. Tapi menurut kamu, bagi ratu Erlaka untuk membuat kebohongan itu bisa menjadi kenyataan apa yang akan dia lakukan setelah ibuku pindah ditempat yang jauh dari istana utama dan raja jarang bertemu dengan dia. Tapi saat dia memiliki kesempatan untuk bertemu dia bersama dengan ratu dengan wajah berseri. Di saat ibuku sedang mengandung aku,”kata Clara.


“Apa ini karena masalah percintaan yang tidak terbalas. Karena dikalangan kerajaan memang seperti itu sudah biasa saja,”kata Azarata.


“Itu baner. Tapi kenapa ibu yang meminta bercerai tidak mau melepaskan ibuku sampai dia sudah sakit hati. Apa yang dia lakukan selalu dikacaukan oleh Erlaka yang sudah mendapatkan apa saja. Aku merasa cinta Erlaka itu palsu hanya ingin menghancurkan ibuku saja. Aku tidak suka dengan dia,”kata Clara dengan penuh kebencian.


“Jadi karena itu kamu ingin balas dendam atas ibu kamu yang sudah dihianati,”kata Martin.


“Tidak hanya itu saja. Ada hal lain yang ingin aku lakukan agar ratu bisa jatuh sampai kebawah,”kata Clara yang sudah mempersiapkan semua dengan matang semua rencana yang dia miliki.


“Clara,”ucap Martin disamping yang merasa ada tatapan tidak enak dari wajah Clara saat membahas ratu.


“Ada apa?,”ucap Clara yang kembali santai.


“Apa iya kau tidak sadar itu,”kata Clara yang tersenyum. Dimana dia mengambil teh dan sedikit cemilan untuk mengubah suasana hatinya.


“Sebenarnya apa yang sudah kamu lalu Clara sampai memiliki kebencian yang begitu dalam kepada ratu,”kata Martin yang merasa hatinya sedikit rasa hancur. Melihat Clara yang selalu melawan ratu sendirian, tanpa ada orang yang membantu dirinya.


Setelah pembicaraan itu mereka hanya bisa mengganti topik pembicaraan saja. Tapi didepan pintu mereka yang mendengarkan hanya bisa terdiam dengan Gland yang pergi dengan disusul oleh Baned dan Kay.


“Ayah apa benar semua itu kalau kakak yang mengorbankan kita agar bisa bebas dari hukuman mati tersebut,”kata Baned kepada Gland. Tapi Gland yang sebagai ayahnya tidak menjawab apa-apa hanya tetap berjalan melangkah. Gland sudah ada didepan kamarnya dia masuk. Tapi Baned dan Kay yang hendak masuk ingin bicara dengan ayahnya.

__ADS_1


Tapi melihat sikap ayahnya yang sangat terpukul hanya bisa didepan pintu saja.”Kakak sekarang bagaimana ini?,”kata Kay kepada Baned yang ada disampingnya.


“Aku juga tidak tahu harus bagaimana. Karena dari awal kita sudah salah dan menyalahkan Clara. Kita yang juga tidak tahu bagaimana kehidupan Clara sebenarnya hanya bisa menduga kalau dia aman dan hidup dengan baik. Tapi ternyata dia menderita dan lebih parah dari kita. Kita yang bisa bangkit dengan ada dukungan orang lain. Tapi Clara yang tinggal di dalam istana tanpa ada yang mendukung dirinya harus berjuang sendirian,”kata Baned yang merasa bersalah.


“Itu sudah terjadi kita hanya bisa membalas apa yang sudah kita lupakan bukan. Clara tidak mungkin marah kepada kita,”kata Kay.


Tapi mereka hanya bisa diam saja dan kembali ke kamarnya sementara di dalam kamar Gland hanya duduk terdiam dengan minuman didepan dia. Mata yang penuh penyesalan karena sudah kehilngan Erina dan penyesalan karena tidak bisa memenuhi keinginan Erina sebelum dia meninggal untuk menjaga Clara. Gland dengan penuh penyesalan itu hanya bisa menghibur dirinya dengan minuman yang ada didepannya dengan melihat keluar jendela dimana malam itu rembulan bersinar.


“Maaf Erina anakku. Ayahmu ini sudah salah kepada kamu dan anak kamu. Yang tidak bisa menepati janji yang sudah kamu berikan, meninggalkan Clara di istana yang dingin,”kata Gland yang dengan air mata mengalir.


“Aku harus bagaimana saat bertemu dengan Clara nanti,”kata Gland yang tidak tahu harus bertemu dengan  Clara bagaimana lagi. Karena Gland pernah membentak dirinya karena tidak terlihat anggun seorang bangsawan.


Tapi di tempat lain Clara yang sudah tidak mendengar mereka hanya bisa bersandar di sofa yang dia duduki bersama dengan Martin.”Jadi apa sudah selesai kalian mencari tahu tentang diriku,”kata Clara yang dengan tatapan kalau dirinya sudah tahu semua apa yang mereka pikirkan.


“Kenapa kamu berkata seperi itu Clara. Memangnya kami melakukan kesalahan apa sampai kamu berkata seperti itu,”kata Azarata.


“Kalian sampai kapan mau berakting aku sudah tahu dari awal kali kalau ada ketiga keluargaku yang mendengarkan pembicaraan kita bukan,”kata Clara dengan wajah tersenyum. Tapi mereka berdua sedikit terkejut dengan Clara tahu akan kehadiran dari  Gland dan kedua paman dia.


‘Sejak kapan kamu tahu kalau mereka ada disana,”kata Martin yang mencari tahu.


“Sejak awal aku sudah tahu. Tapi aku hanya mengikuti kalian saja,”kata Clara.

__ADS_1


“Tapi bagaimana kamu bisa tahu apa pendengaran kamu itu bagus Clara,”kata Azarata. Clara hanya menganggu saja dengan wajah santainya.


“Tapi tidak mungkin kamu bisa mendengar dengan baik bukan Apa lagi jarak juga cukup jauh,”kata Azarata yang tidak percaya dengan Clara. Clara hanya diam saja dan menatap mereka berdua. Tapi mereka berdua masih penasaran dengan pendengaran Clara. Hanya ada tatapan ke arah Clara saja yang maish terdiam.”Kalian kenapa sih melihat aku seperti itu. Apa aku melaukan kesalah samapi dilihat seperti itu,”kata Clara dengan posisi seperti menghindar mereka berdua karena tidak merasa nyaman dengan tatapan keduanya. Kejutan apa lagi yang akan didapatkan oleh Martin saat bersama dengan Clara?.


__ADS_2