
Clara yang mendengar hanya diam saja tapi melihat sikap mereka yang sedikit galau hanya bisa tersenyum saja.”Jika kalian ingin bermesraan di tempat lain saja bagaimana,”kata Jeni.
“Itu benar juga kalian tidak tahu apa kami ini sedang jomblo dan belum mendapatkan pasangan,”kata Azarata.
“Aku sih tidak perduli dengan kemesraan kalian, tapi jika bisa jangan didepan mataku saja membuat aku sakit saja,”kata Moza.
“Enaknya yang sudah memiliki hati yang menjadi satu,”kata Erman yang berpuisi dengan kata sambil dia tertunduk lesu. Martin dan Clara yang melihat hanya menatap satu sama lain. Karena mereka tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan.
“Kalian ini sedang iri atau cemburu sebenarnya,”kata Clara.
“Jika kalian mau bisa cari sendiri pasangannya bukan,”kata Martin.
Tapi di tempat lain Baned yang tadi mendengarkan walaupun hanya sekilas saja terdiam di dalam kamar.”Apa yang tadi aku dengar kalau Clara dikejar pembunuh sampai mereka masuk ke dalam hutan yang penuh ular beracun dan cambukan itu bagaimana aku tidak tahu. Apa yang sudah dilalui oleh Clara selama ini,”kata Baned yang merasa sedikit frustasi.
Tapi pada saat yang sama Kay yang membawa buku diary tersebut datang ke kamar Baned yang sedang termenung.”Kak Baned apa kamu ada didalam kamar. Ada hal yang ingin aku sampaikan,”kata Kay.
Baned yang membuka pintu dengan wajah kusamnya.”Kakak harus baca ini,”kata Kay. Baned yang melihat buku yang dibawa oleh Kay hanya bisa diam saja.
“Ayo masuk dulu, kita bicara didalam saja,”kata Baned. Dimana Kay masuk ke dalam dan duduk tapi Kay melihat wajah kak Baned yang sedikit berbeda.
“Kakak apa yang membuat kamu sedih,”kata Kay yang ingin tahu.
“Tidak ada, tapi buku apa yang kamu ingin berikan kepadaku,”kata Baned yang mengganti topik.
__ADS_1
“Itu buku diary Mori tentang kehidupan Clara di istana,”kata Kay. Tapi Baned yang mendengar itu dengan cepat segera mengambil buku yang dipengang oleh Kay. Baned yang segera membuka halaman pertama dan membacanya dengan hati-hati.
Baned yang baru baca halaman pertama masih bisa dia tahan sampai pada pertengahan buku diary yang dimana dijelankan kalau ada gosip tentang Clara dengan niat negatif. Tapi ada juga yang membuat Baned tidak bisa habis pikirkan kalau Clara selama ini hidup dengan uang siapa sampai dia bisa bertahan di istana itu.
“Bagaimana bisa Clara hidup tanpa ada uang hidup dari ayahnya,”kata Baned.
“Kakak apa kakak baik saja,”kata Kay yang melihat raut wajah Baned.
“Kurasa kita salah selama ini tidak mencari Clara Kay,”kata Baned dengan nada sedih.
“Tapi itu semua hanya masa lalu. Kita hanya bisa memperbaiki dimasa sekarang bukan tidak masalah,”kata Kay.
“Itu benar tapi apa Clara mau menerima itu semua. Pasti dia sangat kesal, marah , putus asa. Clara yang hidup sendirian sementara orang tuanya tidak ada. Kita yang masih ada bagian keluarganya tidak mencari dia, menurut kamu bagaimana perasaan Clara apa bisa menerima kita,”kata Baned.
“Itu banar. Tapi saat kita sudah mengumpulkan kekuatan kita. Apa kita pernah mencari Clara,”kata Baned. Kay yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya saja. Karena selama ini mereka juga tidak perduli dengan Clara bagaimana kondisi mereka. Yang mereka bayangkan adalah Clara hidup bersama dengan ayahnya di istana dengan damai.
Di tempat lain Gland yang sedang menyendiri masuk ke dalam hutan setelah dia membaca diary Mori.Tapi di tengah jalan dia bertemu dengan monster Gland yang bertarung melawan monster untuk melepaskan rasa kesal dan bersalahnya. Tapi rasa bersalah yang ada di hati Gland masih saja ada. Semua monster sudah habis dikalahkan. Tapi disaat itu juga dia melewati rute yang akan dilewati Jeni. Karena malam sudah tiba Gland yang akan kembali malah masuk rute Jeni tersebut.
Gland yang melihat ke segala arah kalau jalan yang dia lewati berbeda.”Apa aku tersesat,”ucap Gland.
“Bisanya aku tersesat disaat seperti ini. Apa yang sudah terjadi denganku. Aku harus segera kembali fokus dan mencari jalan kembali ke wilayah Martin,”kata Gland. Tapi disaat yang sama terdapat kabut beracun yang membuat Gland mencium bau yang aneh dari kabut yang hendak datang ke arahnya.
“Kabut dengan bau yang aneh ini. Kenapa aku memiliki firasat yang buruk tentang kabut ini ya,”kata Gland yang segera dia pergi menjauh sambil dia berpikir. Tapi disaat yang sama Jeni yang ada diatas pohon melihat Gland yang sedang berlari.”Bukan dia kakek dari Clara ya kenapa dia ada disini. Tapi kabut itu juga muncul,”kata Jeni yang segera datang menghampiri.
__ADS_1
Jeni dengan cepat sudah ada di atas Gland dan kemudian dia menggunakan alat untuk bisa menangkap Gland dan menariknya ke atas. Gland yang tertarik ke atas sangat terkejut dan hendak menyerang Jeni yang menolongnya.
“Tunggu dulu,”ucap Jeni yang mencegah Gland menyerang.
“Siapa kamu?,”kata Gland.
Jeni hanya tersenyum saja tanpa berkata tapi malah melihat ke arah kabur.”Untuk sekarang saya tidak bisa mengatakannya. Karena lihat kabut beracun tersebut, tapi tuan bagaimana bisa anda masuk ke dalam area ini tanpa ada ksatria yang menemani,”kata Jeni.
“Itu bukan urusan kamu. Tapi tadi kamu berkata kabur beracun,”kata Gland yang melihat ke bawah.
“Jika itu benar, kenapa kamu bisa ada disini,”kata Gland.
“Aku datang ke sini untuk pemeriksaan jalur pendagang. Jika aku tidak survai sekarang aku bisa kena marah oleh nona saya,”kata Jeni.
“Siapa nona anda sampai anda berani datang di tempat yang berbahaya,”kata Gland.
“Anda tahu siapa yang saya masksudkan bukan tuan Gland keluarga Bringdah. Tapi anda benar tidak tahu tentang nona saya dengan baik ya. Karena ramalan yang palsu yang dibuat oleh ratu kamu tidak mencari keponakan anda sendiri,”kata Jeni. Gland yang mendengar itu hanya bisa terdiam dan tidak berkata apa-apa. Tapi dari apa yang dia katakan orang didepannya Gland tahu kalau yang dimaksudkan adalah Clara.
“Kamu ini siapanya Clara sampai kamu tahu tentang dia,”kata Gland.
“Siapa aku tidak penting,”ucap Jeni. Jeni yang kembali melihat jenis dan sumber datangnya dari awal kabut datang. Sedikit tahu dan kapan kabut itu datang, tapi pada saat yang sama Jeni memberikan obat yang dia bawa kepada Gland.
“Maaf tuan saya harus segera pergi dari tempat ini. Tapi jika anda mau pergi tunggu saja sampai kabut ini menghilang tapi jika sudah menghilang jangan turun dulu. Jatuhkan botol ini untuk memeriksa apa kabut sudah menghilang bersama dengan racun,”kata Jeni.
__ADS_1
“Kamu mau kemana sampai harus pergi sekarang,”kata Gland dengan wajah acuh. Tapi Gland dengan wajah acuh mengambil botol yang diberikan. Tapi ada dua botol yang satu untuk diperiksa dan satu lagi adalah untuk obat pencegah racun. Tapi apa Gland bisa selamat dan bagaimana Jeni akan menyelesaikan tugas dari Clara?.