Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 28(revisi)


__ADS_3

Martin yang sudah melihat kalau bubuk itu ambuh langsung segera meminta penawarnya kepada Clara. Karena melihat ksatrianya yang tidak berdaya dengan gejala bubuk yang mereka dapatkan. Di tempat lain Derek yang melihat kawanya yang sedang tidak berdaya malah berkata menggoda. ”Kamu sudah  tahukan Derek soal bubuk yang kami dapatkan,”kata Sebastian. Deerek hanya tersenyum saja dan diam.


“Hai Derek kamu penghianata, jika kamu sudah tahu kasih tahu kepada kami dong,”kata Goto. Sedangkan Erman yang tidak bisa berkata sudah pinsan lebih dulu.”Bawa mereka ke ruang kesehatan agar mereka bisa beristirahat,”kata Martin yang sudah melihat bubuk yang dibuat oleh Clara.


“Bagaimana kamu bisa membuat ini Clara,”kata Martin melihat ke arah Clara.


“Aku membuat ini saat dalam kondisi terdesak saja. Tapi aku tidak tahu kalau kamu akan memberikan bubuk itu kepada anak buah kamu. Tapi apa mereka akan baik saja ya nanti,”kata Clara yang khawatir.


“Kamu tidak usah khawatir nona mereka akan baik saja,”kata Derek..


“Yang dikatakan Derek itu benar kamu tidak usah gelisah,”kata Martin. Sementara itu Martin dan Clara melanjutkan berkeliling kastil dimana mereka akan pergi ke pabrik pembuatan kain dan bahan lain dari bangkai monster.


“Kita akan pergi kemana sekarang,”kata Clara yang ada disampingnya.


“Kita akan pergi tempat yang kamu inginkan,”ucap Martin yang tersenyum. Mereka melanjutkan perjalanannya dimana mereka juga saling berbincang satu sama lain. Hingga akhirnya mereka menaiki kereta kuda. Di satu kereta kuda yang sama mereka duduk berhadapan dimana Martin menatap ke arah Clara yang melihat ke arah luar.


“Apa yang kamu sedang pikiran Clara,”kata Martin.


“Tidak ada hanya saja apa musim dingin ini akan bisa cepat berlalu,”kata Clara.


“Ada saatnya musim bisa mencair bukan, tapi tidak untuk di wilayah utara. Kamu sudah tahu tempat ini banyak sekali monster tinggal,”kata Martin.


“Yang kamu katakan itu benar, hanya saja aku tidak tahu kenapa wilayah ini disebut dengan tempat tinggal para mosnter. Apa Martin mau bercerita untukku,”kata Clara yang menatap ke arah Martin.

__ADS_1


“Apa yang ingin kamu ketahui tentang wilayah ini?,”kata Martin.


“Aku hanya tahu kalau tempat ini dingin dan diasingkan oleh wilayah lain karena banyak monster yang datang ke tempat ini. Bahkan raja saja tidak perduli dengan wilayah ini. Tapi kenapa kamu masih saja mempertahankan wilayah ini. Apa alasan kamu?,”kata Clara.


“Kamu bertanya apa alasan aku mempertahankan tempat ini. Bukan kamu sudah melihat para penduduk yang tinggal disini, termasuk aku yang lahir di wilayah utara ini,”kata Martin.


“Karena itu aku ingin tahu lebih banyak dari kamu,”kata Clara yang tersenyum manis depan Martin.


“Apa kamu tidak takut dengan diriku,”kata Martin.


“Takut apa yang kamu maksudkan,”kata Clara yang tidak tahu maksud dari Martin. Martin yang mendengarnya tidak melanjutkannya dan mengganti topik kerena mereka sudah sampai di bengkel bangkai monster.


“Kita sudah sampai, ayo kita turun,”ucap Martin. Clara yang tidak sadar kalau mereka sudah sampai melihat ke luar jendela kereta kuda. Dimana para kekerja sedang melakukan aktifitasnya.”Ini tempatnya,”kata Clara yang tadi melihat ke luar dan menatap ke arah Martin. Tapi Martin sudah ada didepan pintu keluar.


Wajah yang bersinar dia mengulurkan tangan yang sudah didepan mata Clara. Clara yang sudah ada di samping Martin dimana mereka berjalan untuk masuk ke bengkel bangkai mosnter. Dimana proses kerja dilakukan oleh penduduk sekitar. Clara dan Martin yang melihat proses dari awal sampai akhir dimana proses yang digunakan sangat rumit. Clara berpikir kenapa dijual sangat murah dan tidak laku. Pikiran Clara yang membuat ingin wilayah yang dia datangi berkembang dari kerajaan Matahari.


Tapi pada saat Clara sedang melihat dan berpikir Martin mengamati sikap Clara yang tidak biasanya.”Apa yang membuat kamu berpikir keras seperti itu Clara,”ucap Martin. Yang membuat Clara kembali tersadar dan melihat ke arah Martin sambil tersenyum.


“Maaf aku sangat senang saja  saat melihat proses pembersihan ini. Aku tidak tahu kalau ada banyak proses yang harus dilakukan. Tapi kenapa mereka tidak ingin membeli barang milik kita apalagi kualitas ini sangat bagus,”ucap Clara.


“Itu benar karena mereka belum terlalu mengenal barang ini dengan baik. Jika kamu mengolah dan membuat barang dengan hasil barang jadi. Mungkin bisa terjual dengan laris diwilayah lain,”kata Kal.


Clara yang mendengar suara Kal menoleh ke belakang bersama dengan Martin.”Kalian berdua ada disini,”kata Clara yang tidak tahu kalau ada Kal dan Goro.

__ADS_1


“Selamat siang nona. Apa yang nona lakukan disini,”ucap Goro.


“Seharusnya aku yang bertanya apa yang kalian lakukan disini. Aku hanya melihat pabrik saja,”kata Clara.


“Aku dan dan kal sedang melihat apa ada hal yang bisa membuat kita tertarik. Tapi melihat nona apa ada ide yang bagus untuk kelangsungan wilayah ini...,”kata Goro yang tersenyum. Clara yang sudah mendapatkan ide hanya tersenyum sementara Martin yang melihat hanya diam saja.


“Jadi apa kalian sudah berkeliling,”kata Martin yang ikut bergabung dalam obrolan.


“Tuan,”ucap mereka berdua dengan sopan.


“Kami sudah berkeliling dan sangat tankjub dengan proses yang diberikan. Apa lagi persediaan yang anda simpan cukup banyak, tapi kenapa tidak di jual,”kata Kal.


“Apa yang kalian lihat persediaan masih banyak dan belum dijual,”kata Clara yang belum melihat gudang. Karena tidak tahu dia melihat ke arah Martin yang ada disampingnya. Martin hanya menghela nafas saja dan hanya berjalan. Clara yang tidak tahu hanya mengikuti saja dari belakang bersama dengan  Kal dan Goro.


Clara dan Martin yang sudah ada didepan pintu gerbang penyimpanan meminta penjaga untuk membukanya. Saat pintu terbuka Clara sangat terkeut dengan isi gudang yang sudah penuh dengan bahan kain yang tidak terjual.”Martin ini semua bagaimana bisa,”kata Clara yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


“Bukan kamu sudah tahu bahan ini memang bagus hanya saja tidak bisa digunakan atau dijual. Apa lagi beberapa wilayah tidak ingin terlibat dengan wilayah utara,”kata Martin yang tidak bisa berkata apa-apa.


“Kenapa mereka tidak ingin membeli bahan kain ini. Apa yang sudah terjadi, aku ingin tahu semuanya. Apa Martin mau menceritakan apa yang sudah terjadi,”kata Clara yang ingin membantu masalah wilayah yang sudah dalam kondisi tidak baik.


“Itu adalah ulah dari kerajaan Matahari yang membuat larangan untuk beberapa wilayah untuk tidak membeli barang milik wilayah utara,”kata Martin.


“Apa. Ini ulah dari raja yang membuat semua ini jadi masalah besar untuk wilayah utara,”kata Clara yang merasa kalau semua ini adalah ulah dari ratu. Tapi pikiran itu membuat Clara harus berpikir jernih dan tenang. Apa yang akan dilakukan oleh Clara dengan gudang yang penuh dengan kain yang tidak terjual?.

__ADS_1


__ADS_2