
Moza yang melihat sekilas kalau orang yang dikejar adalah Tuan Gland.”Bagaimana bisa tuan Gland bisa dikejar kumpulan monster,”kata Moza. Moza yang hendak ingin memberitahukan kepada Clara yang jauh darinya tapi, pada saat yang sama dia harus menolong tuan Gland lebih dulu.
“Bimbimbang ini mau tolong atau lapor lebih dulu,”kata Moza. Yang terdiam untuk sesaat sambil ia memikirkan langkah apa yang akan dia lakukan. Setelah beberapa menit berlalu Moza memutuskan untuk menolong Gland. Tapi di tempat lain Clara yang melihat Moza yang menuju tempat monster.”Apa yang dia lakukan disana?,”ucap Clara yang melihat dari atas pohon.
“Apa yang dikejar itu adalah kakek,”kata Clara dengan santai. Tapi pada saat yang sama Clara yang sedang melihat dan memikirkan yang ada di tempat lain. Ada seorang mata-mata dari organisasi KejBar yang juga mengawasi Clara.
“Sejak kapan mereka ada disini,”kata Clara dengan suara kecil. Clara yang melihat situasinya terdiam untuk sesaat saja. Setelah melihat kondisi sekitar yang dingin dan di tempat lain monster mulai mendekat.
“Pergi sajalah,”kata Clara yang berdiri dari atas pohon. Clara yang hendak pergi, tapi saat dia hendak mau pergi dia melihat dengan jelas Moza dan kakek Gland yang sedang menghindar dari kejaran para monster. Melihat itu Clara terdiam untuk sesaat dengan pikirkan mau membantu mereka berdua. Tapi di sisi lain dia juga sedang diawasi oleh mata-mata. Karena dia tidak ingin ketahuan oleh mereka kalau dirinya memiliki kekuatan hanya bisa terdiam mencari cara lain.
“Apa yang harus aku lakukan sekarang,”batin Clara yang masih melihat sekitarnya. Apa dia bisa menemukan untuk menjadi pengalihan mata-mata yang mengawasinya. Clara yang mencari menemukan hal yang menarik dari para monster yang menyerang.”Kurasa aku menemukan yang menarik,”kata Clara yang mulai pindah dari pohon lain. Tapi setelah berpindah dia mencoba mengambil tali yang dia selalu bawa.
“Moza tangkap talinya,”teriak Clara ke arah Moza. Dimana Clara hendak menarik mereka berdua keluar dari kerumunan montser. Gland yang ada disamping Moza juga mendengar teriakan dari Clara.
“Clara,”kata Gland. Gland yang tidak bisa berkata masih fokus berlari dan menghindar dari serangan monster. Moza mendapatkan tali yang dilemparkan oleh Clara. “Tuan kita pergi,”ucap Moza. Gland yang mengikuti Moza setelah mereka berdua memegang tali yang di lemparkan oleh Clara.
“Kurasa sudah di pegang dengan baik,”kata Clara. Clara hanya dengan satu tarikkan ringan dia menarik mereka berdua dari kerumuman. Sementara mata-mata yang mengawasi Clara masih terdiam tidak berkata. Yang mereka pikirkan hanya ketidak percayaan kalau Clara bisa menarik mereka dengan muda.
__ADS_1
“Apa sebenarnya wanita ini memiliki kekuatan. Tapi kenapa berbeda dari informasi yang kita dapatkan dari ratu,”kata mata-mata. Mereka yang melihat juga tidak percaya, tapi pada saat yang sama Clara yang juga memberikan bubuk kepada mereka saat mereka lengah.
“Selamat menikmati makan malamnya tuan,”kata Clara.
“Nyonya apa yang kamu katakan tadi,”kata Moza yang mendengarnya.
“Clara kenapa kamu bisa ada diluar sini,”kata Gland. Clara hanya tersenyum saja tanpa dia berkata apa-apa. Hanya memberikan isyarat tubuh kedinginan saja. Mereka berdua yang melihat hanya bisa pergi dari tempat mereka berdiri.
Sementara mata-mata yang tadi melihat mereka bertiga pergi ingin segera menyusul. Tapi dari arah belakang ada monster yang datang membuat mereka harus menghindar. Tapi mereka merasa ada yang aneh dengan para monster.”Kenapa monster ini mengikuti kita,”kata pimpinan mata-mata KejBar.
Para mata-amta itu yang tidak bisa lari dari kepungan para monster hanya bisa mundur. Sementara itu Clara bersama dengan Gland dan Moza segera pergi. Tapi sampai di depan tembok Clara berhenti.”Kenapa kamu berhenti, kita harus segera kembali,”kata Gland.
Gland dan Moza hanya menatap satu sama lain dan menganggu segera mereka berdua pergi dari tempat Clara berdiri. Clara yang sudah tidak melihat wujud mereka berdua mengambil alat teleportasi yang terhubung ke kamarnya. Segera Clara sampai dikamar yang sudah di tunggu oleh Mori.
“Nyonya,”ucap Mori yang merasakan kehadiran Clara yang sudah kembali.
“Mori kamu baik sajakan di sini, tidak ada yang datangkan,”kata Clara.
__ADS_1
“Nyonya tenang saja mereka sedang sibuk mencari kakek anda,”kata Mori.
“Tapi bukan kekek sudah kembali bukan,”kata Clara.
“Bagaimana nyonya tahu kalau kekek anda sudah kembali. Apa nyonya mencari kakek anda saat di luar tadi,”kata Mori yang menebak.
“Tidak tapi hanya kebetulan saja. Aku bertemu dengan Moza yang mencari kakek dan menemukan kekek sedang dikejar oleh para mosnter,”kata Claa sedikit menjelaskan.
“Baguslah jika kakek anda sudah ditemukan. Tapi nyonya harus berganti baju bukan sekarang,”kata Mori. Clara hanya menganggu saja sampai akhirnya Mori membantu Clara berganti pakaian dimana Clara yang berbaring di temani oleh Mori disamping.Seteleh Mori melihat wajah Clara yang sudah tertidur barulah Mori pergi dari kamar Clara.
Mori yang sudah keluar bertemu dengan Moza dan Gland. Mori yang dengan sopan langsung tertunduk saat bertemu dengan Gland.”Bagaimana dengan Clara apa dia sudah kembali?,”kata Gland.
“Tuan tidak usah khawatir sekarang nyonya sedang tertidur,”kata Mori. Gland dan Moza yang sudah tahu kalau Clara sudah kembali dengan selamat hanya bisa pergi dari hadapan Mori. Mori yang kembali berjalan meninggalkan lorong. Tapi di tempat lain Clara yang sudah tidak mendengar langkah kaki dari Mori dan orang yang datang duduk bersandar di kasur.
“Akhirnya aku bisa santai untuk sementara,”kata Clara sambil melihat ke arah tirai. Clara yang masih tidka tahu apa yang akan dia lakukan setelah ini. Tapi Clara teringat akan kertas yang diberikan oleh Delen kepadanya.”Tapi kenapa dia memberikan kertas ini ya. Tapi siapa sebenarnya orang kedua yang berkuasa di barat sampai ratu tidak bisa mengalahkannya,”kata Clara yang membuka kertas yang sudah terlipat.
Clara yang membuka dan terlihat tulisan yang membuat dia tambah penasaran siapa orangnya. Tapi Clara yang sudah membuka terdiam dan membaca dengan suara kecil.”Duke Orben,”ucap Clara.
__ADS_1
“Apa ini tidak salah menulis Delen,”kata Clara yang tidak percaya. Karena Clara sata membaca tulisan ini sedikit bingung. Karena orang yang disebut duke Orben ini adalah paman dari Martin yangs udah lama berpisah dan mereka tidak pernah bertemu karena perselisihan ayah dan paman mereka untuk pindah wilayah.
“Kurasa ada banyak hal yang tidak terduga ternyata,”kata Clara yang sudah membaca kertas itu segera dia membakarnya. Untuk menghilangkan barang bukti, selesai membaca Clara kembali berbaring dan menutup matanya melepaskan semua lelah dan pikirkan yang dia rasakan malam itu. Dimana dia harus bisa kembali bugar dipagi hari karena pekerjaan yang menuggu dirinya. Apa pagi nanti Clara bisa bersantai kembali atau malah ada laporan lain?.