Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 55(revisi)


__ADS_3

Goto yang bertanya kepada Derek yang juga sedang mengejar Moza yang lebih dulu pergi. Tapi Derek tidak memberikan jawaban sampai mereka bertiga melihat Moza yang sudah berhenti.”Kenapa kamu pergi tanpa aku,”ucap Derek yang memukul kepalanya.


“Kenapa kamu memukulku, dari pada itu lihat itu dibawah kaki besar apa itu,”ucap Moza yang menunjuk.


“Kaki yang besar. Tapi kenapa ada kaki yang besar ini ada disini,”ucap Sebastian. Dimana mereka bertanya-tanya ke arah mana datangnya jejek kaki tersebut. Sampai mereka menyusuri dan melihat jejek lain dari dua arah yang berlawanan.”Kurasa jejek ini menuju tempok bagian timur,”ucap Goto.


“Jika itu benar. Ayo kita kesana agar tidak ada kekacauan yang terjadi,”ucap Moza.


“Tumben kamu berkata seperti itu. Apa sedang kemasukan sesuatu,”ucap Sebastian.


“Kemasukan apa yang kamu katakan. Kamu kira aku sejahat itu, kalian saja yang tidak tahu bagaimana aku diperlakukan,”kata Moza yang segera pergi dulu. Tapi dihentikan dengan tangan Derek yang menahannya.”Kamu mau meninggalkan aku lagi,”ucap Derek yang tajam.


“Apa kamu masih marah soal kamu yang terikat. Itu bukan salah aku,”ucap Moza yang tersenyum.


“kamu ini,”ucap Derek yang memukul Moza lagi. Taoi Sebastian dan Goto yang tidak tahu apa yang mereka bicarakan hanya bisa diam. Sampai akhirnya mereka pergi bersama melihat jejak yang benar menuju tempok Timur yang dekat dengan kastil.


Tapi di tempat Goro bersama dengan Kal yang dengan dokumen yang dia selesaikan.”Apa yang kamu lakukan Kal,”ucap Goro.


“Apa yang aku lalukan menyelesaikan beberapa dokumen dan menghitung kerugian wilayah. Tapi apa ada hal yang aneh yang muncul Goro,”ucap Kal yang sambil memegang dokumen. Di tempat yang ada pencahayaannya didekat ruang rahasia kamar Clara. Kal yang menyelesaikan dokumennya dengan mengamati pergerakan yang datang.


“Kurasa tidak ada yang aneh. Tapi kal apa kamu merasa kalau pergerakan ratu semakin jelas bukan saat datang ke wilayah utara bukan,”ucap Goro.


“Aku juga berpikir seperti tu. Ditambah lagi pihak kedua yang datang mengacau wilayah juga ada kaitanya dengan wilayah utara,”ucap Kal yang menghela nafas.


“Kamu tahu siapa pihak kedua yang datang menyerang wilayah utara Kal,”ucap Goro.

__ADS_1


“Pihak kedua ini mengincar tuan Martin. Seperti yang kita dapatakan informasinya kalau ratu ingin menguasai wilayah utara ini dengan membunuh kedua orang dalam satu loncatan bukan,”kata Kal.


“Tapi rencana ratu akan gagal bukan,”kata Goro yang melihat pergerakan yang sangat aneh didekat tempok timur yang dia lihat.”Hai Kal sini,”ucap Goro yang memanggil Kal.


“Ada apa. Apa kamu menemukan hal yang menarik datang ke sini,”ucap Kal yang melihat ke arah dimana  Goro menunjuk. Kal yang melihat ke arah itu menatap kalau ada yang datang. Setelah melihat dengan pembesar kaca dengan jarak yang jauh. Kal melihat monster bermata satu yang seperti manusia.


Kal yang melihat itu langsung memberikan kepada Goro yang ada disampingnya agar dia juga melihatnya.”Monster bermata satu. Kenapa dia ada disini,”ucap Goro.


“Ini sangat aneh. Kal kamu disini aku akan melaporakan kepada tuan Martin,”ucap Goro yang segera pergi dari posko penjagaan tempat Clara. Sementara Kal yang merasa aneh dengan monster bermata satu yang dia lihat. Seharusnya monster bermata satu tidak akan datang ke wilayah utara tapi kenapa mosnter ini ada di wilayah utara.


“Apa ini berbuatan ratu,”ucap Kal. Yang mulai berjaga kalau ada pembunuh yang datang. Sementara Goro yang pergi ke ruangan kerja Martin untuk menyampaikan kabar tersebut. Goro yang hendak mengetuk pintu keluar Naton yang membuat Goro terkejut.”Kenapa tuan Goro ada disini,”ucap Naton.


“Apa tuan Martin ada didalam. Ada hal yang mendesak yang ingin aku sampaikan kepadanya sekarang,”ucap Goro.


“Tuan ada tuan Goro yang ingin bicara dengan tuan,”kata Naton yang menoleh sedikit ke belakang.


“Sebaiknya tuan melihat saja ke luar teras dan di timur tempok tuan akan tahu apa yang saya ingin katakan,”ucap Goro.


“Kenapa kamu tidak langsung mengatakannya saja,”ucap Baned.


“Soal ini karena monster ini seharusnya tidak ada di wilayah utara,”kata Goro yang tidak menyelesaiakn perkataannya. Martin yang membuka teras dan melihat ke arah yang dimaksudkan oleh Goro. Dimana Martin melihat monster bermata satu datang mendekat ke arah tempok.”Bagaimana bisa monster bermata satu datang ke utara ini sangat aneh. Oben suruh para prajuri dan ksatria untuk mengevakuasi para penduduk timur dan mulai bertahan,”kata Martin.


“Baik tuan saya akan sampaikan kepada ksatria dan prajurit yang ada,”kata Oben.


“Ada apa Martin,”ucap Gland yang melihat raut wajah yang tegang dan gelisah.

__ADS_1


Gland bersama yang lain ikut keluar dan melihat monster bermata satu.”Kenapa ada monster bermata satu di wilayah utara,”kata Azarata.


“Goro apa monster itu sudah lama datang ke sini,”ucap Martin.


“Saya tidak tahu taun saat saya merasakan ada getaran saya dan Kal mulai berjaga samapi beberapa jam kami melihat monster bermata satu itu muncul di timur tempok. Derek dam Moza juga sedang mencari sumber datagan getaran,”kata Goro menjelaskan.


“Baik kamu kembalilah menjaga Clara, biar kami yang mulai menyerang monster tersebut,”kata Gland. Goro yang sudah memberikan laporan segera pergi dari ruangan Martin. Dimana mereka semua mulai bersiapa menyerang para monster yang datang. Tapi di tempat lain  Moza dan Derek bersama dengan Sebastian dan Goto melihat monster bermata satu. Tapi jumlah mereka yang datang tidak hanya satu saja tapi ada tiga monster bermata satu.


“Kenapa jumlah mereka datang tidak biasa.. Aku akan melaporkan kepada tuan,”ucap Goto.


“Jangan, mungkin saja Goro sudah melaporkan mosnter tersebut kepada tuan,’”kata Derek.


“Apa maksud kamu Goro tahu akan munculkan mosnter ini,”kata Goto.


“Tidak dia sekarang sedang berjaga didekat kamar nyonya. Jadi kemungkinan besar dia akan melihat ke arah tempok timur bukan,”kata Derek menjelaskan. Sebastian dan Goto menganggu dengan apa yang sudah dijelaskan oleh Derek. Tapi mereka berempat yang tidak tahu harus berbuat apa setelah jumlah mereka tidak hanya tiga saja tapi ada dua lagi.


“Sekarang mau bagaimana ini,”kata Moza.


“Jika seperti ini, kita hanya bisa membuat jebakan saja atau melawan monster tersebut bukan,”kata Sebastian yang melihat sekelilingnya.


Sementara di tempat Clara yang mendengar suara keributan dia terbangun bersama dengan Mori.”Apa yang sedang terjadi,”ucap Clara yang tidak tahu apa yang sedang terjadi di wilayah utara. Goro yang datang masuk bersama dengan Kal setelah Goro kembali melaporkan kepada tuan Martin.


“Goro Kal apa yang sedang terjadi?,”ucap Mori.


“Maaf nyonya ada mosnter bermata satu datang ke wilayah utara sekarang ada didekat tempok timur,”kata Goro.

__ADS_1


“Apa yang kamu katakan Goro?,”ucap Clara yang tidak percaya. Segera Clara turun dari tempat tidurnya dan melihat ke arah tembok timur.Ternyata ada serangan dari monster bermata satu, tapi yang membuat Clara bingung.”Kenapa monster itu bisa ada diwilayah utara,”ucap Clara melihat ke arah mereka berdua. Apa yang akan dilakukan oleh Clara setelah melihat monster bermata satu datang ke wilayah utara, akankan wilayah bisa mengatasinya?.


__ADS_2