Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 81(revisi)


__ADS_3

Jeni yang segera meninggalkan pohon dimana ada tuan Gland berada. Gland yang melihat Jeni hanya bisa terdiam dengan dua botol pendeteksi racun dan penghambat racun yang dia bawa. Tapi sebelum pergi Jeni berkata kepada Gland.”Tuan apa kamu tahu tidak kalau selama ini nona mendapatkan luka yang tidak biasa pada tubuhnya. Luka itu tidak bisa di tutupi dengan kain yang dia pakai saja. Ada saatnya luka itu akan membuat nona sakit dimalam hari,”kata Jeni yang pergi meninggalkan Gland.


Gland yang mendengar itu hanya bisa tertunduk sambil melihat ke bawah. Kabut beracun itu berada,  tapi Gland juga memikirkan apa yang dikatakan oleh wanita yang ditemui dijalan kabut beracun. Jeni  yang telah berpisah dengan Gland kembali dengan survai lapangan.


Gland yang masih ditempat berada menuggu kabut yang semakin menghilang. Tapi di saat  Gland menuggu hari sudah gelap. Dimana Clara dan bersama yang lain yang makan bersama tidak melihat Gland ada di ruang makan. Tapi suasana saat itu sedikit berbeda dari biasanya. Clara yang tidak tahu kepada kedua paman dia yang terlihat murung.


“Kenapa dengan mereka dan dimana kakek apa dia masih marah denganku,”batin Clara yang tidak melihat Gland dan menatap kedua pamannya yang terlihat lesu. Tapi Clara masih seperti biasa saja makan dengan nikmat. Selesai makan bersama Clara yang kembali ke kamar bersama dengan Mori. Karena Martin ada dokumen yang harus dia baca. Jadi mereka semua berpisah satu sama lain. “Nyonya apa anda baik saja. Saya lihat tadi ada sedikit melamun,”kata Mori.


“Tidak Mori mungkin hanya perasaan kamu saja itu. Aku baik saja, tidak terjadi apa-apa. Tapi Mori kurasa malam ini aku ingin menyelinap keluar. Bisa kamu gantikan diriku,”kata Clara.


“Apa ada hal yang ingin anda lakukan diluar sana Nyonya. Tapi tempat ini berbeda dengan kerajaan Matahari, bagaimana jika nyonya terluka saat pergi keluar,”kata Mori.


“Aku akan baik saja. Karena ada hal yang harus aku temui diluar kastil dan wilayah utara ini,”kata Clara. Mori yang tidak bisa membantah hanya bisa tertunduk saja. Setelah mereka kembali ke kamar dan tidak ada yang mengawasi mereka. Didalam kamar mereka berganti peran dimana Clara yang menyamar dan Mori yang menyamar menjadi Clara untuk menggantikan Clara yang pergi keluar.


Clara yang pergi setelah tidak ada yang mengawasinya dengan jubah yang menutupi wajah dia menggunakan portal untuk menghubung ke satu tempat. Hanya dengan hitungan detik Clara sudah sampai di luar tembok dimana penghubung portal dia pasang. Clara yang melihat tidak ada yang disekitar dia yang mencurigakan dia segera pergi dengan berjalan kaki.


Hanya beberapa langkah saja masuk ke hutan dimana tempat pertemuan itu diadakan. Clara yang melihat satu orang yang sudah menuggu di atas pohon. “Kenapa nona lama sekali datangnya,”ucap Delen.


“Kamu sudah lama datang ke situ Delen,”kata Clara yang membuka kerudung kepalanya.

__ADS_1


“Tidak hanya sudah menuggu satu jam saja di tempat yang dingin,”kata Delen.


“Baiklah, jadi untuk apa kamu datang ke sini. Apa ada laporan yang ingin kamu sampaikan sampai tidak bisa menggunakan alat komunikasi,”kata Clara. Delen yang turun dari pohon langsung menghadap ke depan Clara.


“Itu benar ada hal yang mendesak yang harus aku katakan kepada pimpinan. Laporan yang aku minta serahkan kepada Jeni. Apa sudah sampai ditangan kamu,”kata Delen.


“Sudah,”kata Clara dengan santai.


“Tapi wajah kamu yang terlihat santai itu membuat aku tidak percaya kalau kamu bisa tenang,”kata Delen.


“Bukan kamu sudah tahu aku wajah tenang merencanakan sesuatu yang tidak terduga bukan. Tapi kamu tidak usah khawatir karena dia tidak akan bisa mendapatkan organisasi dagang yang sudah aku bangun,”kata Clara dengan wajah dinginnya.


“Aku tahu kalau kamu tidak akan memberikannya dengan mudah. Tapi apa kita bisa bertahan dengan semua dampak yang akan tidak dapatkan,’”kata Delan.


“Mana mungkin aku takut dengan ratu, hanya saja bisa saja bisnis kita terputus bukan,”kata Delen.


“Bisnis kita tidak akan bisa terputus dengan mudah Delen, kamu akan tahu siapa yang sudah mengganggu bisnis kita mereka yang akan menderita. Kekuatan kita tidak hanya organisasi dagang saja masih ada organisasi lain yang ada dibawah kekuasaan kita yang sudah kita monopoli bukan,”kata Clara yang tajam dengan penuh kebencian.


Delen yang merasakan kebencian dari Clara hanya bisa menghindar untuk saat karena merasa ada ancaman yang akan datang. Clara yang kembali mengendalikan emosinya melihat ke arah Delen yang berjalan mundur.”Kenapa kamu jauh ke sana. Apa yang kamu takutkan Delen,”kata Clara yang tersenyum seperti tidak terjadi apa-apa.

__ADS_1


“Bagaimana aku tidak menjauh, bisa jadi aku dijadikan tempat pelampiasan kamu. Aku tidak maulah,”kata Delen.


“Kenapa emangnya. Tapi aku tidak akan melakuakn itu kepada kamu. Ayolah langsung keintinya saja. Kamu datang tidak hanya ingin membahas organisasi dagang yang di inginkan ratu bukan,pasti ada hal lai yang terjadi,”kata Clara yang tahu kenapa Delen datang menemui Clara.


Delen hanya tertunduk dan menghela nafas.”Itu benar, tapi ada yang ingin aku katakan tapi sebelum itu kamu bisa mengendalikan emosi kamukan,”kata Delen yang berhati-hati.


“Baiklah, jadi apa yang ingin kamu sampaikan,”kata Clara yang menuggu.


“Itu ratu sudah menguasi wilayah timur laut karena kita ada organiasasi dagang disana. Mau tidak mau organiasasi itu akan dikendalikan oleh pihak kerajaan dan ratu itu sendiri. Jika kita menolak mereka ingin mengusir dagangan kita. Bagaimana Nona,”kata Delen.


“Jadi itu masalah yang ingin kamu sampaikan tapi tidak bisa di tempat tertulis ya,”kata Clara. Delen yang sudah menyampaikan berita itu melihat kalau Clara sudah akan tahu kalau akan kejadian seperti itu akan menimpa organisasi dagang di wilayah timur laut.


“Apa nona baik-baik saja melihat raut wajah nona yang santai. Apa nona sudah tahu kalau akan kejadian ini akan menimpa kita,”kata Delen.


“Itu benar,”kata Clara yang melihat ke langit.


“Kamu tahukan kalau ratu itu terlalu amisius untuk mendapatkan semua dunia ini ada digengamannya. Aku hanya mencoba saja memanci ratu untuk keluar dari kandang saja.Tapi tidak aku sangka dia akan menaklukan wilayah timur laut dengan cepat hanya organisasi dagang saja,”kata Clara.


“Jika nona sudah tahu dari awal. Kenapa masih membuat organisasi dagang,”kata Delen.

__ADS_1


“Kamu ini benar tidak tahu apa memang pura-pura tidak tahu,”kata Clara. Delen hanya bisa terdiam dan tersenyum saja.”Jadi sekarang kita hanya bisa masuk ke dalam kandang saja sambil mencari informasi ya,”kata Delen yang tersenyum licik.


“Aku suka itu. Jadi tidak usah aku beritahukan apa yang harus kamu lakukan bukan. Tapi sebelum itu apa hanya wilayah timur laut saja yang sudah dikuasai oleh ratu,”kata Clara sambil berpikir. Apa yang akan Delen akan katakan kepada Clara lalu setelah pertemuan itu apa yang dilakukan Clara?.


__ADS_2