
Clara yang masih terdiam diri di dalam kamarnya sambil melihat keluar jendela yang dimana cuaca saat itu. Berubah dari yang cerah menjadi sedikit mendung. Mori yang ada di dalam ruangan bersama dengan Clara hanya bisa terdiam saja.”Nyonya apa anda baik-baik saja,”kata Mori yang sedikit gelisah.
“Aku baik, kamu boleh pergi mencari tahu tentang apa yang aku berikan kepada kamu,”kata Clara.
Mori yang pergi keluar dari ruangan hanya ada Clara dan mata-mata dari pasukan tersembunyi yang selalu ada di samping Clara.”Suruh mereka untuk bersiap. Sudah waktunya mereka untuk membayar utang mereka,”kata Clara kepada salah satu pasukkan tersembunyi.
Pasukan tersembunyi yang sudah mendapatkan tugas segera meninggalkan Clara. Di dalam ruangan kerjanya Clara hanya bisa menuggu kabar dari ekspedisi yang akan dilakukan oleh Martin. Sambil menuggu Clara secara diam-diam mencari dan menyiapkan semua yang dia butuhkan. Tapi di tempat lain Martin yang dengan semua dokumen yang ada tidak tahu akan laporan yang datang dari musuh.
Jadi Martin tidak terlalu curiga dengan apa yang akan terjadi. Karena dia hanya fokus dalam rencana ekspedisi yang akan dilakukan pada bulan yang sudah ditentukan.”Apa semua perlengakpan dan persiapan sudah selesai semua,”kata Martin.
“Semua sudah hampir selesai, pakaian dan perlengkapan sudah dalam proses penghitungan jumlah. Sementara jumlah pasukan yang akan dibawa sedang diselekasi. Tapi tuan siapa yang akan tinggal di kastil menjaga nyonya,”kata Oben.
“Aku akan menyuruh Moza dan Sebastian untuk tetap tinggal dan yang lain akan ikut dalam ekspedisi ini. Kita harus bisa selesai dalam satu minggu,”ucap Martin.
“Apa satu minggu. Apa itu memungkinkan,”kata oben.
“Mungkin atau tidak kita harus melakukannya,”kata Martin. Oben yang mendengar iru hanya bisa terdiam saja dengan pikirkan kalau Martin melakukan itu untuk Clara. Waktu berganti malam dimana mereka bertemu kembali di kamar mereka. Clara yang dengan biasa menyapa Martin. Di saat mereka bersama Clara tidak memberitahukan tentang pasukan yang akan menyerang wilayah utara.
__ADS_1
Sementara Martin juga tidak memberitahukan kapan mereka berangkat dalam ekspedisi. Keduanya yang tidak saling membuka satu sama lain apa yang mereka sedang lakukan.Tapi dibalik itu semua mereka saling menjaga satu sama lain.
Di dalam satu keranjang tempat tidur mereka yang saling berpelukan satu sama lain. Dimana untuk menghangatkan satu sama lain dimalam yang dingin. Tapi di posisi lain Martin yang melihat Clara yang sudah tertidur pulang hendak pergi keluar kamar. Karena ada masalah yang harus dia selesaikan.”Kemana Martin ingin pergi,”ucap Clara yang menyadari kepergian Martin di malam itu.
Clara hanya melihat saja di kasur sambil dia berpura-pura tertidur. Setelah Martin kelura baru Clara duduk dan meminta bayangan pasukan tersembunyi untuk mencari tahu kemana Martin pergi. Sementara itu Clara yang melihat keluar jendela yang terbuka sedikit. Wajah Clara berbeda pada biasanya karena surat di siang tadi yang dia baca.
Pikiran Clara yang sedang bersiap untuk berperang dengan ratu. Di tempat lain ratu yang juga bersiap untuk menghancurkan satu wilayah dan mencari dari ras darah naga yang harus mereka bunuh.”Clara kamu akan mati sebentar lagi,”ucap ratu dimana di dalam ruangan tersebut juga ada mayat dari pembunuh yang dikirkam oleh Clara.
Ratu yang sudah mendapatkan pesan dari Clara untuk mengirim pembunuh dengan jumlah banyak. Ratu merasa kalau Clara sedang bermain dengan dirinya.”Kmau bemum tahu siapa yang kamu lawan ya Clara. Kamu akan menyusul dengan ibu kamu yang tidak guna itu,”kata Erlaka.
Erlaka yang sebagai ratu hanya menyuruh semua pasukan yang ada di kerajaannya dan pasukan yang ada di wilayah barat. Untuk menyerang wilayah utara di saat Martin hendak melakukan ekspedisi yang akan dilakukan setiap tahunnya. Ratu yang sudah memberikan laporan kapan mereka akan berangkat ke wilayah utara kepada bawahannya.
Di saat itu Clara yang berakting terbangun karena mendengar langkah kaki Martin membuka matanya.”Martin kamu mau kemana?,”ucap Clara yang merasa mengantuk.
“Maaf aku membangunkan kamu ya. Kembalilah tidur, aku tidak pergi kemana-mana hanya mencuci muka saja,”kata Martin yang berbohong. Clara yang merasa mengantuk hanya kembali tertidur dipelukan Martin.
Kembali sebelum Martin ke kamar lagi. Martin yang sudah keluar dari kamar pergi ke ruangannya yang sudah dihadiri oleh beberapa orang. Dimana Martin sedang membahas keberangkatan mereka yang akan dilakukan pada awal bulan yang sudah berganti. Mereka yang membawa pasukan dengan jumlah 200 pasukan dengan perlengkapan yang melebihi dari 400 senjata dan pakaian.
__ADS_1
Setelah membahas semua persiapan mereka Martin kembali ke kamar. Tapi Martin bicara dengan Sebastian dan Moza yang ada di laur ruangan karena sudah dipanggil oleh Martin.”Tuan kenapa anda memanggil kami berdua,”ucap Sebastian.
‘Itu banar jika tidak ada yang penting jangan panggil aku. Aku lagi males,”kata Moza.
“Aku ingin kalian berdua berjaga disisi Clara disaat aku pergi melakukan ekspedisi. Apa yang dilakukan oleh Clara dan dimana dia pergi kalian harus mengikutinya. Apa kalian mengerti,”kata Martin dengan tegas.
“Kamu akan meninggalkan dia sendirian lagi paman,”ucap Moza.
“Apa yang kamu katakan. Aku tidak meniggalkan dia.,”kata Martin.
“Moza sebaiknya kamu jaga ucapan kamu itu,”kata Sebastian.
“Untuk apa,”kata Moza yang segera kembali ke posisinya dia berjaga. Sebastian yang menjawab kalau mereka akan melakukan tugas dengan baik. Setelah mendengar itu Martin kembali ke kamarnya dan tidur bersama dengan Clara.
Clara yang tidak curiga dengan apa yang dilakukan oleh Martin. Hanya bisa diam saja sampai dimana mereka tidur bersama. Di malam itu mereka tidur saling berpelukan. Tapi Martin yang memeluk Clara dengan hati yang masih cemas untuk meninggalkan Clara sendirian saja. Tapi karena kondisi yang harus dia lakukan sebagai pemimpin wilayah Martin harus melakukan semuanya.
“Maafkan aku Clara aku harus meninggalkan kamu selama satu minggu,”ucap Martin dengan suara kecil. Tapi Clara yang mendengar itu hanya mengabaikan saja. karena selama satu minggu Martin tidak ada di wilayah utara. Clara harus bisa bertahan melawan ratu Erlaka. Yang akan datang ke wilayah utara demi semuamya Clara harus melakukan semuanya sendirian.
__ADS_1
Setelah malam yang panjang itu berlalu pagi datang dimana mereka bersikap biasa saja. Tanpa terjadi apa-apa. Clara yang bangun melihat Martin yang dimana pakaiannya sedikit terbuka. Clara yang melihat itu sangat tergoda dan hendak merabak tbuh kekar Martin didepan matanya. Tapi tdiak disangka saat menyentuh sedikit saja. Martin sudah melihat ke arahnya dengan senyum manisnya.”Apa yang ingin kamu lakukan dengan tubuhku Clara,”kata Martin yang menatap ke arah Clara.
Clara yang mendengar suara Martin melirik ke atas dimana mata Martin sudah melihatnya. Clara yang sangat malu segera bangun dari tempat tidurnya.”Tidak kok,”ucap Clara yang menutup wajahnya yang malu melihat Martin disampingnya. Tapi apa yang akan terjadi setelah ini bagaimana ratu akan membunuh Clara?.