Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 25 REVISI


__ADS_3

Martin mendengar cerita dibalik kisah Clara kalau ayah dia yang tidak memperdulikannya dan juga tidak menafkahinya. Membuat dia sangat terkejut, sehingga dia melihat ke arah Mori yang ada disampingnya.


“Mori apa yang dikatakan majikan kamu itu benar kalau kehidupan kalian di istana tidak dihargai?,”kata Martin dengan suara pelan. Mori yang mendengar itu tanpa melihat hanya menganggu saja kepada Matin.


“Lalu bagaimana kalian bisa menjalani kehidupan kalian selama ini tanpa makan, uang  dan pakaian,”kata Martin.


“Kami menedapatkanya dengan mengemis jika tidak aku menggunakan gajiku untuk memenmuhi kebutuhan nyonya selama ini. Setelah kejadian itu Nyonya mencari uang sendiri dengan hasil kerajinan yang dia buat. Sehingga kami tidak mengemis lagi kepada mereka karena kami sudah bisa menghasilkan uang kami walaupun sedikit. Itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kami berdua. Sisanya kami hanya gunakan untuk kebutuhan yang lain,”kata Mori memberi tahukan kepada Martin.


Setelah mendengar kabar informasi itu darai Mori mereka kembali berdiam diri lagi. Mendengarkan pembicarana Baned dan Clara yang ada didalam ruangan. Baned yang mendengar itu memeluk Clara karena selama ini yang dia tahu kalau keponakan dia itu hidup bahagia.


“Aku tidak tahu kalau kamu akan semenderita itu Clara,”ucap Baned. Clara yang bisa merasa ada kehangatan dari orang yang di inginkan selama ini. Apa lagi selama ini hanya ada Mori yang selalu membuat dia tenang dan melepaskan rasa kesepian itu. Tapi sekarang ada pamannya yang ada membuat dia merasa aman.


Tapi ada rasa yang membuat Clara bertanya,”Kapan semua ini akan berakhir ya, aku juga tidak bisa berharap terlalu banyak tentang mereka yang mencariku. Karena sifat mereka mungkin akan berubah lagi nanti.”


“Paman dari pada mendengarkan cerita dariku. Bagaiaman kerajaan Timalaya itu?,”ucap Clara mengganti topik pembicaraan.


“Kerajaan Timalaya itu kerajaan yang makmur dengan sumber daya ikat dan permata karena dekat dengan laut. Apa lagi untuk sekarang ini ada sumber daya yang baru dari yang ada. Mereka menemukan timah dan batu bara di pergunungan laya yang dekat dengan kerajaan Timalaya yang menjadi kekuasaannya,”kata Baned memberitahukan kondisi disana.

__ADS_1


“Pasti mereka kaya dengan sumber daya yang melimah, tapi bagaimana mereka bisa menemukan timah dan batu bara. Apa mereka melakukan ekspedisi?,”ucap Clara.


Baned yang mendengar itu hanya bisa tersenyum.”Itu benar yang menemukan itu adalah paman kamu Kay yang sekarang memiliki gelar yang berbeda. Dia juga menjadi menantu dari raja Timalaya,”ucap Banen.


Clara mendengar itu snagat senang kalau mereka baik saja dan sukses disaat mereka di usir mereka bisa bangkit lagi. Di negara orang lain, Clara berpikri kalau mereka tidak pantang menyerah dengan kondisi mereka.


Tapi disisi lain Clara juga ingin tahu kenapa mereka  tidak mencari Clara saat mereka hendak pergi meninggalkan kerajaan Matahari.”Paman ada hal yang ingin aku tanyakan kepada paman?,”ucap Clara yang tidak langsung bertanya.


“Apa yang ingin kamu tanyakan kepadaku Clara,”ucap Baned yang tidak tahu apa yang ingin ditanyakan kepada Clara.


“Paman saat pergi meingglkan kerajaan Matahari kenapa tidak mencari saya sata itu. Apa yang sedang terjadi sebenarnya?,”kata Clara menatap ke arah Baned. Baned yang mendengar itu hanya diam dan melihat ke arah Clara yang sedang menuggunya.


“Paman apa ada hal yang tidak boleh aku tehui tentang kepergian itu atau paman tidak mau memberitahukan aku apa benar kalian pergi dan tidak mencariku. Karena kalian percaya dengan ramalan itu?,”ucap Clara melihat ke arah Baned. Di mana wajah Baned tidak bisa menyembunyikan kebenaran itu hanya bisa menganggu saja kepada Clara.


Clara sudah tahu jawaban itu hanya bisa merasakan udara disekitarnya sesak untuk sekarang. Setalah waktu berlalu Clara tidak bertanya lagi kepada Baned.”Apa kamu marah denganku Clara?,”ucap Baned yang tertunduk dan tidak melihat mata dari Clara.


“Aku tidak marah, aku tahu kalau kondisi saat itu kalian akan percaya dengan ramalan itu. Apa lagi ibu saya mati karena saya bukan,”ucap Clara dengan sedikit suara bergetar. Tapi tidak dirasakan oleh Baned. Mori yang ada diluar merasakan kalau Clara sedang dalam suasana tidak baik. Sehingga dia masuk ke dalam memanggil Clara kalau sudah waktunya kembali karena hari sudah sore.

__ADS_1


Baned yang menyadari itu hanya bisa melepaskan Clara. Martin yang masuk setelah Clara pergi bersama dengan  Mori.”Baned jika tidak keberatan apa anda mau makan malam bersama dengan kami. Untuk kamar sudah kami siapkan anda bisa tinggal disini sambil bicara dengan Clara,”kata Martin sedikit membantu.


Tapi hatinya yang merasaka rasa sakit yang sama dengan Clara hanya bisa menahan rasa itu.Naton menujukan tempat dimana Baned akan tinggal di kastil Martin. Sedangkan Clara dan Mori yang sudah sampai di kamar hanya bisa duduk sebentar. Mori menyiapkan bak mandi untuk Clara bisa membersihkan dirinya.


Tapi disisi lain Clara menatap dengan tatapan sedih keluar jendela. Tapi tatapan kosong itu terisi dengan kertas dibelakangnya yang tertiup angin.”Kurasa aku tidak bisa berlalu sedih dengan semuanya. Kadang kalau orang bisa melakukan kesalahn,”guman Clara yang kembali dengan lembaran ide tersebut.


Mori keluar dari kamar mandi melihat Clara yang sudah kembali tersenyum membuat dia lega.”Nyonya bak mandi sudah selesai, apa nyonya mau mandi sekarang atau nanti?,”ucap Mori.


“Aku akan pergi sekarang Mori. Tapi Moi jika bisa nanti kamu panggi Kal untuk datang ke kamarku untuk membahas bisnis yang baru setelah makan malam selesai,”kata Clara. Mori menganggu setelah Clara masuk ke dalam Mori pergi meninggalkan sebentar untuk bertemu dengan Kal. Di dalam bak mandi Clara menikmati susana yang sunyi itu.


Membuat dia lupa tentang apa yang sudah terjadi kepada dirinya selama ini. Tapi kesunyian itu tidak berlangsung lama karena Clara mendengar suara langkah penyusup yang menyelinap masuk. Clara bersikap santai saja didalam hingga terdengar langkah kaki Mori yang kembali.


Membuat penyusup itu pergi dari ruangan Clara. Mori masuk melihat ada yang aneh dengan ruangan majikannya. Memerikasa semau benda yang ada, tampak tidak ada yang hilang. Tapi Mori masuk agak curiga sehingga dia menuggu Clara didepan kamar mandi.


Clara yang sudah selesai memakai pakaiannya dan berjalan keluar.”Mori kenapa kamu berjaga disini, apa ada yang terjadi?,”ucap Clara.


“Nyonya kurasa ada tikus yang masuk ke sini. Apa anda baik saja?,”ucap Mori yang gelisah.

__ADS_1


“Aku tahu kalau ada yang masuk ke sini tapi dia pergi setelah kamu datang. Aku kira aku akan bisa damai disini, tapi aku tidak sangka kalau tikus itu akan datang ke sini,”ucap Clara. Apa Clara bisa hidup damai di utara, tapi apa lagi yang akan datang ke utara. Bagaimana dengan pertemuan makan malam yang akan datang itu nanti?.


__ADS_2