Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 72(revisi)


__ADS_3

Clara yang bersama dengan Martin pergi ke halaman belakang dimana monster terbang ke arah halaman tersebut. Di halaman Martin yang waspada sambil dia melihat sekitarnya tidak menemukan jejek monster tersebut.”Kenapa tidak ada yang aneh dengan taman ini,”kata Martin.


“Tapi bukan tadi monster itU mendarat ke arah sini bukan,”ucap Clara sambil melihat sekitarnya. Sampai dia mendengar suara langkah kaki dari arah lain. Martin dan Clara menoleh ke arah langkah kaki itu berjalan. Dimana mereka melihat dua orang laki-laki yang satu sudah dewasa dan satu lagi masih anak-anak.


“Berhenti di sana kalian siapa dan kenapa bisa ada disini,”ucap Martin dimana dia didepan Clara sambil melindungi Clara dibelakangnya.


“Pemilik wilayah utara. Kenapa kalian mencoba membunuh kami. Apa salah kami,”kata monster dewasa yang berubah wujud menjadi manusia remaja dan dewasa. Martin dan Clara yang mendengarnya sedikit tidak mengerti dengan apa yang mereka katakan.


“Kalian ini siapa kenapa bisa masuk ke kastilku,”kata Martin.


“Kalian ini siapa dan berkata seola kami ingin membunuh kalian. Kami saja baru bertemu dengan kalian hari ini. Apa ada kesalahan di sini,”kata Clara.


“Kalian yang membunuh dan menghancurkan wilayah kami. Kami tidak ingin menuduh, kalian yang tidak menjaga wilayah utara dengan baik. Tapi jika ada salah satu kaumku yang terluka oleh kalian. Kami tidak akan sengan untuk membunuh dan memusnakan kalian seperti dulu,”kata mosnter dewasa.


Clara yang mendengar kata kejadian dulu membuat dia berpikir.”Kejadian dulu pernah wilayah utara musna karena ras darah naga. Apa didepanku ini adalah ras darah naga,”batin Clara. Sementara disamping Clara Martin yang tidak tahu siapa mereka mencoba mengusirnya. Tapi mereka tidak merespon dan malah melihat ke arah Clara.


Tapi Martin yang melihat tatapan itu mencoba melindungi Clara. Clara yang tidak tahu kenapa memegang bahu Martin,”Aku tidak apa-apa, biarkan aku bicara dengan mereka Martin.”


“Tidak,”kata Martin dengan cepat.

__ADS_1


“Tapi ada hal yang membuat aku penasaran dengan perkataan mereka berdua. Aku bicara dibalik tubuh kamu, jika boleh,”kata Clara.


Martin yang sedikit melirik ke belakang dimana Clara berdiri melihat wajah seriusnya.”Baiklah aku izinkan kamu bicara,”kata Martin. Clara yang sudah mendapatkan izin dari Martin membuka mulutnya dan berbicara dengan mereka berdua dibalik tubuh kekar  Martin.


“Aku ingin bertanya kalian apa dari ras darah naga?,”kata Clara. Tapi Martin yang mendengar itu sedikit terkejut dan melirik ke arah Clara. Tapi dia melihat wajah serius dari Clara dan dia tidak bercanda dengan apa yang dia katakan kepada dua orang asing didepan mereka berdua.


“Itu banar kami adalah ras darah naga yang datang ke sini untuk memperingati kalian yang tinggal di wilayah utara,”kata mosnter dewasa.


“Tapi jika itu benar. Kalian tidak berhak menyalahkan kami yang datang mengacau adalah mereka yang menginginkan kalian. Kenapa hanya kami yang mendapatkan menderitaan setelah kami melindung wilayah kami. Ini tidak adil bagi kami,”ucap Clara.


“Apa yang kamu katakan itu benar ini bukan ulah kalian. Tapi ini berasal dari kalian yang tidak bisa menjaga sesama bukan, keegoisan kalian yang membuat wilayah ini hancur,”kata monster dewasa.


“Keegoisan kita. Tapi kalian juga salah bukan, kenapa kalian tidak membantu kami saat kami diserang. Kenapa kalian hanya membantu saat dunia kacau. Kenapa kalian yang selalu diincar, tapi kami yang mendapatkan imbasnya. Apa salah wilayah ini?,”kata Clara yang bertubi-tubi tanpa henti karena dia ingin tahu semuanya.


“Kakak bukan membawa malapetaka. Kakak itu orang yang diberkahi oleh dewa. Tapi kenapa kakak selalu bersedih dan mendapatkan penderitaan atas kesalahan orang lain dan kebencian orang lain,”ucap monster kecil.


Clara yang mendengar itu sedikit melihat kearah anak itu. Yang merasa Clara merasa nyaman dengan ucapan dia, seperti dia merasa kenal dengan anak kecil itu. Tapi dengan spontan Clara berkata,”Apa ayah kamu sudah sembuh dari lukanya.”


Anak kecil yang tadi berkata kepada Clara tersenyum dan menganggu. Clara kembali tersenyum dan merasa bersalah karena telah melampiaskan semua ras kesalnya kepada mereka berdua yang tidak bersalah.”Maafkan aku atas semua perkataanku yang bertubi-tubi,”ucap Clara yang tertunduk bersalah.

__ADS_1


“Kamu tidak salah dengan apa yang kamu katakan hanya kita saja yang tidak tahu harus berkata kepada siapa. Hanya ada kalian di wilayah utara ini,”ucap monster dewasa. Tapi setelah itu mereka berdua berubah wujud menjadi monster dan terbang meninggalkan kastil.


“Mereka pergi,”kata Martin.


“Iya. Tapi apa hanya itu saja mereka datang ke sini,”ucap Clara yang menatap ke arah Martin dengan mata yang memerah.


Setelah monster dari ras darah naga pergi hanya ada  Martin dan Clara yang masih dihalaman belakang. Martin yang masih merangkul Clara di malam itu karena angin semakin bertiup kencang dan hari semakin dingin.


“Kita masuk ke dalam ya Clara. Hari sudah mulai dingin. Tapi apa kamu baik saja,”ucap Martin.


“Aku baik saja. Jadi kamu tidak usah khawatir, kalau begitu ayo kita pergi masuk ke dalam kastil,”ucap Clara yang masih ada didekapan Martin. Dimana mereka berdua berjalan menuju ke dalam kastil didepan pintu mereka bertemu dengan Naton yang menyapa mereka. Kembali mereka berdua pergi ke kamar sementara Naton yang pergi ke dapur untuk menyiapkan teh untuk mereka berdua.


Sampai di depan pintu kamar mereka masuk sampai dimana Clara bersandar di bahu Martin. Hingga suara langkah kaki datang ke kamar Clara. Terdengarlah suara ketukan pintu dibalik pintu, Naton yang mengantarkan teh hangat untuk mereka berdua. Di bantu oleh Mori yang mendorong kursi roda tehnya. Naton yang menyajikan teh untuk mereka sampai selesai Mori kembali keluar bersama dengan Naton.


Di dalam kamar dengan pencahayaan dan kehangatan yang cukup hanya ada teh yang mengepul karena uang air panas. Martin yang mengambil satu meminum tehnya bersama dengan Clara juga mengambilnya. Mereka yang menikmati teh yang disajikan membuat mereka merasa tubuh mereka kembali hangat.


Clara yang menghela nafas terdengar oleh Martin disampingnya.”Apa yang kamu pikirkan Clara,”kata Martin dengan santai dan lembut.


“Aku hanya berpikir tentang ras darah naga tadi. Kenapa mereka datang dan menyampaikan perkataan tadi kepada kita,”ucap Clara.

__ADS_1


“Aku juga tidak  tahu. Tapi melihat pergerakan ratu yang menyerang kita bisa dibilang kalau merek dalam bahaya bukan,”kata Martin berkata setelah melihat situasi yang ada.


“Jika memang mereka ingin meminta bantuan tapi kenapa dengan kata yang tidak baik. Apa salah kita, kita juga dalam masa sulit di sini atas kedatangan monster,”ucap Clara. Martin hanya tersenyum dan mengelus kepada Clara yang kemudian dia mencium keningnya. Clara yang masih bersama dengan Martin dengan pikiran lain datang, pikiran apa yang akan terjadi dengan wilayah utara dimana Clara tinggal.


__ADS_2