Clara Putri Yang Diabaikan

Clara Putri Yang Diabaikan
CBP 37(revisi)


__ADS_3

Baned merasa kalau dirinya tidk bisa menjaga keluarga yang masih ada termasuk keponakannya. Martin mendengar keluh kesah darI Baned terdiam untuk sesaat sampai Baned selesai berbicara.”Itu sudah berlalu, untuk apa kamu menyesal sekarang. Kalain sudah bertemu bukan sekarang, hanya tinggal bagaimana kamu akan menjaganya saja,”ucap Martin.


Baned terdiam dan melihat ke arah Martin yang terdiam didepannya.”Itu benar, tapi kamu membawaku ke sini tidak hanya membahas masa lalu bukan,”ucap Baned.


“Itu benar, seperti yang aku katakan wilayahku masih kurang aman dan fasilitas masih kurang. Aku ingin bekerja dengan kerajaan kamu untuk mengembangkan wilayahku. Apa lagi setelah kerajaan Matahari menyerang monster dari Ras Darah Naga, itu membuat wilayah yang harus aku kuasai berkurang dan rakyatku dalam bahaya,”kata Martin.


“Tentu saja aku bisa membantu hanya saja aku harus memberitahukan kerajaanku, anda pasti paham bukan,”kata Baned.


“Itu benar, tapi aku tidak bisa meninggalkan wilayahku terlalu lama,”kata Martin.


“Jika seperti itu lakukan melalui perwakilan saja. Jika kamu tidak bisa, apa masalahnya sekarang. Tapi aku lihat prajurit kamu cukup tanggung untuk melawan para monster dan tembok yang melindungi tempat ini juga kokoh. Tapi apa masalahnya sampai kamu ingin mengembangkan wilayah ini,”kata Baned.


“Yang kamu lihat hanya luarnya saja, bukan dalamnya. Wilayah ini masih kurang dalam hal pakaian makanan dan sumber daya alamnya. Karena ditempat ini hanya ada musim dingin yang panjang, tapi masih ada matahari untuk bersinar,”ucap Martin.Baned terdiam dan memikirkan apa yang dikatakan oleh Martin.


“Untuk makanan dan pakaian kami bisa datangkan. Tapi bagaimana jalur masuk ke wilayah ini cukup berbahaya. Bagaimana kita bisa mengatarkannya, aku saja datang dengan rombongan sudah beberapa kali bertemu dengan mosnter dan menyerang kami. Sebagian dari orang yang aku bawa terluka,”kata Baned.


“Untuk jalur itu kami sedang memikirkannya juga. Karena Clara juga ingin menghasilkan dana untuk kebutuhan wilayah dengan hasil kerajinan yang sudah jadi di luar wilayah Utara,”ucap Martin yang juga sedang berpikir.


Saat mereka sedang berbincang Oben yang sudah selesai dengan pekerjaan hendak ingin keluar ruangan. Tapi saat sampai di depan pintu dia melihat Kal dan Goro yang saat itu hendak mau mengetuk pintu.”Kalian berdua kenapa ada di depan pintu,”ucap Oben.


“Kami berdua ingin bicara dengan Tuan Martin soal rute perdagangan,”ucap Kal.

__ADS_1


“Tunggu sebentar,”ucap Oben yang saat hedak mau menoleh. Tapi Martin sudah bertanya dulu siapa yang datang.”Mereka adalah Kal dan Goro yang menayakan soal rute dagang,”ucap Oben.


“Biarkan mereka berdua masuk ke dalam. Aku juga ada hal yang ingin aku bicarakan dengan mereka berdua,”ucap Martin. Kal dan Goro sudah mendapatkan izin dan berjalan masuk. Dimana Kal dan Goro melihat ada Baned yang sudah ada di dalam ruangan Martin.


“Silakan duduk,”ucap Martin.


“Terima kasih,”ucap Kal.


“Aku tidak tahu kalau paman dari nyonya sudah ada di ruangan tuan Martin,”ucap Goro.


“Kita abaikan saja Goro. Ini soal rute yang sudah kita sepakati. Apa tuan Martin sudah menemukan rute yang aman untuk perdagangan ini. Jika belum mendapatkan rute, kami berdua ingin memberikan usullah,”ucap Kal.


“Usulan apa yang kamu berikan,”ucap Martin. Kal yang melihat ke arah Goro yang dimana dia sudah mengeluarkan sebuah peta wilayah Utara. Goro yang membuka lembaran itu dihadapan Martin dan Baned dan mulai menjelaskan beberapa rute yang jarang di lewati oleh para monster. Tapi di rute yang mereka lewati ada bahan atau tanaman beracun.


“Itu benar. Tapi jika kita mengetaui waktu kabut itu muncul dan kami datang bukan akan aman,”ucap Goro.


“Yang dikatakan oleh kamu itu banar. Tapi yang aku dengar kabut itu juga bisa membunuh kalian jika terkena kabut,”ucap Baned.


“Rute kedua yang anda usulkan memang bagus tapi waktu perjalanan sangat panjang. Berbeda denagn rute yang kami temukan tidak ada monster dan jangka waktu bisa cepat hanya saja racun itu saja yang harus kita tangani,”ucap Martin.


“Tapi pada bulan ini juga dan bulan seterusnya monster bukan meningkat ya,”kata Goro. Martin yang mendengar perkataan Goro yang tidak terduga sedikit aneh.”Apa yang kamu katakan barusan,”ucap Martin.

__ADS_1


“Maaf tuan apa ada yang salah dengan ucapanku barusa, saya minta maaf,”cuap Goro yang sedikit menuduk dan takut. Jika dia akan dipecat karena kata yang tidak baik dia katakan. Tapi dalam hati Goro merasa was-was.”Apa yang harus aku lakuan,”batin Goro.


“Tidak aku hanya merasa ucapkan kamu yang tadi kamu katakan berbeda dengan apa yang kami ketahui,”kata Martin yang sedikit menurunkan kewaspadaannya.


“Yang ada maksud ucapan saya yang mana. Apa yang meningkatnya monster pada bulan ini,”ucap Goro yang sedikit mengualang.


“Bukan sebelumnya,”kata Martin. Goro berpikir apa yang dia katakan sampai di ingat dan membuka mulutnya.”Yang anda maksud apa bulan ini dan bulan selanjutnya monster ada meningkat. Itu keseluran dari kata yang aku katakan tadi,”kata Goro.


“Itu dia bagaimana kamu bisa tahu kalau bulan ini dan bulan seterusnya monster meningkat. Tapi dari laporan yang aku dapatkan monster itu tidak akan meningkat pada bulan berikutnya,”kata Martin merasa ada yang aneh. Dimana Martin memanggil Goto dan Sebastian melalui Oben.


Oben yang saat itu masih ditempat mendapatkan tugas untuk memanggil para ksatria untuk menemui tuan Martin. Oben yang segera pergi menuju lapangan latihan dimana mereka berdua sedang ada di markas. Sementara Martin yang bertanya lagi kepada Goro soal dia mendapatkan informasi tersebut.


“Kamu tahu dari mana peningkatan para monster tersebut,”ucap Martin.


“Aku mendapatkannya dari anak buahku yang selalu masuk keluar wilayah utara untuk mencari tanaman obat dan berburu. Apa ada masalah dengan informasi yang aku dapatkan. Jika iya saya minta maaf tuan,”kata Goro yang merasa bersalah.


“Tidak, hanya saja informasi yang kamu dapatkan dengan informasi yang aku dapatkan berbeda. Tapi itu ada diwilayah bagian mana untuk monster yang datang terus menerus dengan peningkatan yang tidak pasti,”kata Martin. Goro hanya menunjuk bagian yang dia ketahui soal monster yang datang terus menerus tersebut.


“Apa kamu yakin itu lokasi yang kamu beritahukan,”kata Martin yang melihat arah di tunjuk oleh Goro memberikan lokasi tempat yang tidak diketahui oleh Martin.


“Apa ada masalah dengan lokasi tersebut. Itu memang dekat dengan lokasi dimana kawanku pergi mencari tanaman obat dan berburu,”ucap Goro.

__ADS_1


“Kenapa kawan kamu mencari tamanan didekat dangan jumlah monster yang terus meningkat,”kata Martin.


“Saya juga tidak tahu. Dia hanya berkata kalau disana sumber uang yang berlimpa. Itu yang dia katakan kepadaku, saya juga belum memeriksanya lokasi tersebut,”kata Goro. Martin hanya dian tertunduk dan memikirkan apa yang dikatakan oleh Goro. Apa rute yang mereka dapatkan akan bisa difungsikan untuk jalur pendagang.


__ADS_2