
Derek dan Oben yang melihat ekspresi dari Martin hanya bisa diam saja tanpa berkata apa-apa. Sementara itu mata keduanya yang melihat ke arah Martin membuat dia bertanya apa karena Clara sudah menjadi bagian dari Martin dia ingin mengetahui semuanya.”Tuan apa anda baik-baik saja,”ucap Derek yang memberanikan bertanya. Karena melihat kondisi tuannya yang terlihat tidak baik saja.
“Aku baik saja kalian berdua boleh keluar. Aku ingin sendirian dulu,”ucap Martin. Derek yang berdiri mulai berjalan di belakang Oben yang dulu pergi ke arah pintu keluar.
Oben dan Derek yang menuggu didepan pintu mendengar suara hantaman dan pecahan barang.”Kuras atuan sangat marahm”kata Derek.
“Jika aku jadi tuan juga akan marah kalau istrinya diperlakukan tidak baik seperti itu,”kata Oben.
“Tapi Derek apa cerita yang kamu katakan itu semua benar,”kata Oben melihat ke samping dimana Derek berdiri.
“Semuanya benar. Tapi ada juga cerita yang aku tidak aku katakan,”kata Derek.
“Apa yang kamu katakan diary milik Mori itu ya,”kata Oben. Derek hanya mengangguk saja. “Tapi aku juga berpikir seperti itu Jika tuan tahu masa kecil yang menyedihan itu apa yang akan dilakuan tuan ya,”kata Oben yang sepemikiran dengan Derek.
Tapi tanpa mereka sadari Martin yang saat itu hendak membuke pintu mendengar pembicaran mereka. Martin yang tadi ingin segera bertemu dengan Clara tidak jadi karena mendengar kata dari Derek dan Oben soal buku diary milik Mori.
“Dimana buku itu sekarang,”ucap Martin dari belakang mereka berdua. Derek dan Oben yang mendengar suara Martin dari belakang hanya bisa menoleh ke arah Martin. Dimana wajah Martin yang masih marah dan emosian dengan tatapan dingin.
“Dimana buku itu berada?,”ucap Martin bertanya lagi setelah keduanya melihat Martin.
“Buku itu ada di..,”ucap Derek melihat ke arah Oben.
“Oben mana bukunya,”ucap Martin yang tahu dari tatapan Derek yang tertuju ke arah Oben.
“Buku itu ada di dalam loker tuan. Saya akan ambilkan buku itu untuk anda,”kata Oben yang tidak bisa berkata lain selain memberikan buku yang dia simpan.
__ADS_1
Oben yang masuk ke dalam ruangan dan menuju meja kerjanya. Dimana buku itu dia simpan dan belum dikembalikan kepada Mori. Karena rencananya Oben mau memberitahukan kepada Martin. Tapi karena kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan Oben hanya menyimpannya saja. Oben yang sudah mengambil buku diary milik Mori segera memberikan kepada Martin.
“Kenapa kamu tidak memberitahukan kepadaku,”kata Martin yang menatap.
“Itu karena waktu itu kondisi wilayah belum memungkinkan saya memberikannya tuan. Maafkan saya,”kata Oben.
“Kali ini aku akan memaafkan kamu. Tapi tidak pada lain hari, jika ini menyangkut Clara. Apapun yang terjadi tentang Clara kalian harus memberitahukan kepadaku. Apa kalian mengerti,”ucap Martin.
“Apa itu juga termasuk pembunuh yang datang ke wilayah kita tuan,”kata Derek.
“Itu benar, tapi kenapa kamu berkata seperti itu apa terjadi sesuatu yang aku tidak tahu lagi,”kata Martin yang menatap ke arah Derek.
Derek yang antara bimbang memberitahukan kepada Martin apa tidak karena ini masalah Clara.”Derek kenapa kamu diam saja apa kamu juga menyembunyikan sesuatu dariku,”kata Martin.
“Cerita apa yang ingin kamu katakan Oben,”ucap Martin yang masih menuggu.
“Ini soal penyeranga di waktu tembok jebol tuan,”kata Oben.
“Apa yang kamu katakan soal Clara yang diserang oleh pembunuh di waktu kita melawan monster bermata satu,”kata Martin.
“Itu benar, jadi tuan sudah tahu soal itu,”kata Oben yang sedikit lega.
“Untuk soal itu aku sudah tahu. Tapi Derek apa kamu juga ingin mengatakan hal yang sama dengan Oben,”kata Martin yang kembali menatapnya. Karena Derek masih belum bisa mengatakan kebenarannya hanya bisa menganggu saja.
Tapi Martin yang merasa kalau Derek masih menyembunyikan kebenaran itu hanya bisa terdiam saja. Karena Martin ingin segera membaca buku diary yang ditulis oleh Mori.
__ADS_1
“Tapi apa buku ini tentang Clara,”kata Martin sambil mengangkat buku diarynya.
“Itu banar tuan,”kata Oben.
“Kami juga sudah membacanya. Tapi tidak sampai akhir karena terlalu menyedihkan,”kata Derek. Martin yang mendengar itu hanya bisa diam saja. Tapi karena kondisi tertentu Oben dan Derek keluar dari ruangan. Membiarkan Martin untuk sendiri dan membaca buku diary miliki Mori. Dimana diary tersebut menjelaskan tentang kehidupan Clara. Martin yang mencoba tenang duduk dan membuka halaman pertama.
Martin yang membaca baru sadar kalau Clara berbohong disaat dia mendapatkan pukulan. Tapi Martin juga tidak bisa marah dengan Clara. Kalau dirinay tahu Clara yang di pukul pada usia 7 tahun itu dirinya pasti akan marah. Kembali Martin membaca lagi dimana Clara mulai berubah dan mencari uang untuk kehidupan sehari-harinya. Setelah di pukul oleh ratu di saat Clara selamat dari hutan.
Martin yang membaca itu tidak bisa tenang dan menghentikan membaca kelanjutannya. Karena Martin butuh menenangkan dirinya apa lagi yang dirinya tahu Clara itu kuat. Tapi ternyata Clara menyembunyikan rasa sakit yang dia pendam. Apa lagi setelah bertemu dengan kakek dan pamannya Clara sedikit terbuka. Tapi mereka membuat luka lain yang sudah didapatkan oleh Clara.
“Bagaimana bisa mereka adalah satu darah yang sama,”ucap Martin.
“Apa mereka juga tahu tentang buku diary ini,”kata Martin lagi dimana wajahnya di tutup oleh tangan dengan posisi melihat ke langit dinding.
Martin yang mencoba mencernak semua yang dia dapatkan sampai Martin kembali melanjutkan membacanya. Dimana ada sebuah adegan Clara di pukul saat pertemuan keluarga. Ayah yang menatap tajam dan tidak perduli dan ratu yang dingin yang tidak suka dengan Clara. Apa lagi saat jamuan selesai kedua putra ratu mendorong Clara dan dipermalukan di hadapan umum. Tapi raja yang melihatnya hanya memberikan tatapan menjijikan dan menyuruh pelayan yang ada untuk membawa Clara pergi dari jamuan istana.
Tapi setelah itu Clara tidak pernah diajak kembali. Tapi disaat itu juga Clara mulai diabaikan oleh istana dan semua yang dibutuhkan oleh Clara harus mendapatkan sendiri dengan kemampuannya. Uang yang didapatkan dari hasil jualan hanya bisa untuk mengisi perut mereka. Pakaian yang selalu dipakai oleh Clara juga hanya modifikasi saja.
Martin yang membaca itu baru sadar soal apa yang sudah dia lihat dai sisi Clara.”Clara aku ingin bertemu dengan kamu sekarang,”kata Martin yang sudah selesai membaca.
Martin yang ingin bertemu dengan Clara pergi keruangannya. Tapi tidak melihat Clara sampai dia melihat Mori pergi ke arah lain dengan membawa beberapa alat. Martin yang mengikuti dari belakang sampai di halaman belakang. Dimana Clara menanam sayuran, Martin yang melihat itu hanya bisa berjalan mendekat.
Setelah sampai di belakang Clara Martin langsung memeluk Clara yang sedang menyiram tanamannya.”Martin kenapa kamu ada disini,”ucap Clara yang sedikit terkejut dengan kedatangan yang tiba-tiba dari Martin.
“Aku merindukan kamu Clara. Tapi apa yang kamu lakukan disini,”kata Martin yang masih tidak mau melepaskan pelukannya. Clara melihat sikap Martin yang aneh membuat dia pertanya.”Apa yang terjadi dengan Martin hari ini berbeda pada biasanya?,”batin Clara. Bagaimana Martin setelah bertemu dengan Clara di kamarnya apa dia akan baik saja?.
__ADS_1